
Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya
Vote,like, komentar dan ulasan selalu El tunggu 🌹
...🥀 Selamat membaca dan semangat 🥀...
...----------------...
...----------------...
Sebuah daerah di pinggiran kota Tohoku.
Prankk.......!
Sebuah asbak rokok menghantam dinding,wajah pria berdarah Jepang dengan tato sulur diarea lehernya itu menghitam.
"Siapa?! siapa yang sudah membunuh Miko dan Zhao?! setelah tenji dan kelompoknya?!!" Yamura,meraung geram sembari meraup wajahnya gusar.
Ternyata,pihak yang nyonya Sanchez minta untuk dihabisi itu bukanlah lawan sembarangan!.
Enam,enam orang pembunuh kelompoknya tewas!.
Dan ke-enam orang-orang itu bukanlah para pembunuh amatir!.
Terlebih Miko,wanita itu tak pernah gagal membunuh target mereka dengan cara menikam dan mengambil jantung mereka untuk diperjual belikan di pasar gelap!.
Kini, dirinya kehilangan sumber uang!
Dan Yamura,sangat marah!.
"Taka,cepat cari tahu siapa gadis-gadis ini sebenarnya dan siapa yang melindungi mereka?!" Nafas beratnya mengalun mencekam,Taka mengangguk kaku.
Yamura semakin dibuat naik pitam kala nyonya besar Sanchez itu tak juga menghubungi dirinya!.
"Berani sekali wanita tua itu menghindari telpon dariku! baik....aku sendiri yang akan datang menagih nyawa enam orangku!" Yamura menyeringai bengis,nyawa keenam orangnya tak sebanding dengan uang yang diberikan nyonya Sanchez itu.
...----------------...
Sementara itu...
Jesika berjalan gusar,memutari kamarnya di kediaman tua Fujihara kala mengingat pesan ancaman yang dikirim oleh Yamura.
Mana dirinya tau bahwa misi menghabisi nyawa dua putri tirinya justru berakhir dengan enam pembunuh yang mati sia-sia!
Bahkan,putri tirinya itu.
Mereka tak terluka sama sekali,dan justru putri kandungnya yang harus mengalami keguguran!.
Mengigit bibirnya gusar,mereka akan kembali malam ini menuju Spanyol.
__ADS_1
Dan jika Yamura tidak dibuat tenang,bukan hal mustahil gangster itu akan mendatanginya di Spanyol!.
Dan itu adalah bencana!.
"Yamura hanya mengirim orang-orang yang tidak berguna dan saat mereka justru yang mati.Apa itu salahku?! bukan hanya uangku terbuang sia-sia,mereka bahkan tak terluka sedikitpun! kepa*at!!!"
Rinai,yang berbaring malas di ranjang kedua orang tuanya membola horor.
"Ma...jadi kejadian itu mama yang mendalangi?! dan rencana mama gagal?! serius? bagaimana bisa pembunuhan ekstrim itu gagal?! jika untuk iris,tidak heran akan gagal saat jenderal muda Likay bersama kami.."Menarik nafas,rinai kembali berkata.
"Belum lagi kak candrik, begitu-begitu kak candrik adalah orang yang temperamental dan cukup tangguh! selain itu ada juga tuan muda Helios,kudengar dia selain seorang dokter juga merupakan mantan atlit panahan internasional,jadi tak heran jika mereka bisa melawan untuk melindungi iris...tapi si udik itu..?" Rinai berucap dengan wajah penuh pertimbangan.
Jesika terdiam kaku.
"Tidak mungkinkan yang melindungi si udik itu,tuan muda Raylion? mama tidak pernah mendengar tuan muda tiran itu perduli pada orang lain selain ibunya,lalu bagaimana bisa udik itu selamat?!" Jesika terduduk lemas,kali ini demi membunuh putri Aluna,dia bahkan berurusan dengan gangster!.
Bagaimana nasibnya dimasa depan jika para gangster itu tidak puas?!
"Ma... tenang,masih ada kesempatan saat kita kembali,bukankah keluarga Pedro sangat menanti cucu pertama mereka? jika latusya belum bisa kita tangani...setidaknya iris harus kita urus bukan...?" Jesika mendengus jijik.
"Imanuel itu..bahkan berurusan dengan candrik saja tidak mampu! sampah,bagus jika kau bisa hamil pewaris Roosevelt dimasa depan! dekati salah satunya rinai,maka semua masalah kita akan hilang!" Tekan Jesika terdengar memaksa.
Rinai terdiam, seminggu tinggal di satu atap yang sama selama di Jepang.
Tidak sekalipun kedua tuan muda Roosevelt itu meliriknya!.
Rinai melihat jelas,tuan muda Helios hanya akan berbincang dengan para tuan muda Fujihara dan candrik karena mereka memliki profesi yang sama.
Pengusaha muda dengan wajah dingin tak tersentuh itu hanya mau berbicara dan berinteraksi dengan latusya,selain itu bahkan tak akan diliriknya!.
Sementara iris,gadis jelek itu cukup beruntung karena para pamannya cukup menyayanginya.
Sementara dirinya? rinai bahkan harus memainkan sedikit drama dulu hanya untuk menarik perhatian semua penghuni kediaman tua ini!.
Betapa menjengkelkan!.
" Sudahlah, sebaiknya kamu kembali ke kamarmu.Papamu sebentar lagi masuk dan akan susah jika dia tak sengaja mendengar ucapan kita!" Jesika berucap sembari melirik lorong kamarnya,beruntung tidak ada siapapun yang melewati tempat itu hingga membuatnya sedikit lega.
...----------------...
"Kenapa kau memgikutiku?" Latusya,berbalik dengan wajah malas menatap sosok gadis dengan yukata merah muda itu jengah.
Gadis yang terlihat memiliki usia hampir sama dengannya itu tersenyum,namun senyum itu terasa dingin tidak membawa satupun perasaan akan sambutan yang positif dan hangat.
"Saudari Latusya....hari ini adalah pertama kali kita bertemu sebagai kerabat, bagaimanapun aku adalah cucu dari adik mendiang adik perempuan kakek Fujihara..artinya aku juga adalah sepupumu.Kamu baru saja ditemukan,dan kembali pada keluarga ini,aku yakin saudari nona sulung Sanches tidak akan terbiasa,bukan begitu?" Latusya memicing tajam kala gadis bernama Yuira Yamamoto Fujihara itu berucap dengan menekan nama marga ayahnya.
"Terbiasa tidaknya itu bukan urusanmu..." Latusya menjawab acuh,nada bicaranya suam-suam kuku dan itu membuat wajah ramah Yui pecah menjadi gelap.
Tatapan keduanya bertabrakan sengit,wajah dingin serta ekspresi acuh yang diberikan latusya sukses membuat Yui tersulut!.
Selama ini,selama dirinya datang ke kediaman tua.
__ADS_1
Tidak seorangpun mengacuhkannya,semua pelayan begitu hormat bahkan kedua pamannya memberinya perhatian jika dirinya datang berkunjung.
Bahkan tuan muda Candrik,selama dirinya bersikap manja maka mereka.
Likay, Louhan dan candrik akan segera mengabulkan apapun keinginannya hanya dengan sedikit nada manja dan centil.
Tentu saja.Dulu hanya ada dirinya,si jelek iris dan si putri yang tidak disukai rinai.
Maka semua kasih sayang akan jatuh kepadanya sebagai satu-satunya putri di clan Fujihara cabang kedua .
Tidak hanya memiliki wajah cantik, Yuira juga adalah gadis penuh bakat dalam musik juga sastra.
Dibanding iris yang seorang introvet dan tidak tau merawat diri,lalu rinai yang sibuk membangun koneksi diantara generasi kedua kaya di Spanyol .
Yui, adalah satu-satunya kesayangan semua pria di clan Fujihara sebelum latusya kembali.
Tapi kini..?
Melihat wajah cantik dengan pesona murni tanpa siapapun bisa menolaknya itu .
Yui menatap latusya bagai ancaman yang menusuk pandangan!.
Yui menggertakan giginya,menunjuk latusya berang.
Tentu saja,lorong ini sepi saat semua orang sibuk mempersiapkan kepulangan Sanchez sekeluarga.
"Kau hanya gadis liar yang tumbuh diantara para nelayan penjaring ikan! kau tidak punya etika dan pendidikan tinggi seperti diriku,beraninya kau bersikap sembrono dihadapanku!!" Yui menghardik penuh penghinaan,dan semakin geram kala tau bahwa latusya dengan seenaknya berkeliaran di lorong khusus yang dimasa lalu,hanya akan menjadi wilayahnya pribadi!.
"Untuk apa kau berjalan di lorong ini?!" Yui tersentak begitu menyadari sesuatu,bukankah ini adalah lorong menuju kamar yang dirinya biasa gunakan saat menginap menghabiskan akhir tahun di kediaman tua Fujihara?.
Latusya menguap lelah.Terlalu malas melawan mulut bocor gadis yang bahkan belum ada satu jam dirinya kenal.
Ada-apa dengan gadis ini?.
"Kamarku..." Latusya berbalik dan berjalan dengan acuh,namun.
Greph...
"Kamarmu apa?!" Yui menarik lengan latusya kuat,memaksa gadis itu berbalik.
"Kau gila? ini masih pagi jika kau ingin membuat keributan!" Latusya mulai kehilangan kesabarannya.
" Kau ja*ang! apa kau tidak tau,lorong ini khusus menuju kamarku?! kamar khusus yang hanya aku seorang bisa menempatinya selama 20 tahun! bagaimana kau bisa berkata ini kamarmu?!! mimpi!" Yui meraung penuh hinaan.
Draph...draph... draph...
Suara langkah kaki menggema cepat .
"SYA..."
"YUI!!"
__ADS_1
.....To be continue.....