My Dear Beauty Peony

My Dear Beauty Peony
Down in her eyes


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya...


Vote,like, komentar dan ulasan 🥀


...✒️ Selamat membaca dan semangat ✒️...



...----------------...


Duduk menatap langit yang perlahan memancarkan semburat jingga,mengangkat telapak tangannya terkekeh rendah.


Raylion,melepas sarung tangan yang sudah koyak dengan beberapa lempeng besi tajam yang juga telah terpotong.


Melempar benda itu dengan senyum dingin,meraih sebuah pematik api.


Raylion mendengus dingin,menyesal tak membiarkan satupun anggota gelap Lion king mengikuti dirinya.


Kini,semua kekacauan ini harus dirinya urus sendiri.


Menatap empat tubuh tak bernyawa.


Tubuh-tubuh yang habis dirinya bantai.


Drttttt.....drttttt....


Raylion melirik sampingnya,sebuah ponsel dengan darah yang sudah menutupi layarnya bergetar.


From : Taka


To : Ten


Apa kau sudah selesai, Ten? bos menunggu kabar,segera melapor jika sudah beres! tidak biasanya kalian menghabiskan banyak waktu untuk menyelesaikan satu orang gadis?!.


Raylion membaca pesan yang terkirim pada ponsel salah satu korbannya,terkekeh rendah.


Jadi,pria yang bertahan cukup lama dalam melawan dirinya bernama Ten?.


Melirik sosok dengan tangan terpotong dan leher hampir putus itu,jasad yang berada di tumpukan teratas dari empat tubuh yang sudah tak lagi bernyawa itu.


Jemari kokoh berlumur darah itu segera membalas dengan senyum jenaka.


Send....


Lengkap dengan sebuah foto yang menjadi bukti pertumpahan darah.


Raylion menekan perutnya.


"Ck..... sialan!" berdecak kesal,para tikus ini ternyata lumayan membuat repot.Dan kini dirinya mulai lapar!.


Dengan gaya bertarung percampuran judo dan karate.


Benar-benar membuatnya kehabisan banyak waktu!.


Menatap langit,apakah Tusya-nya masih menunggu?...


Raylion segera bergerak,melempar pematik api itu hingga kobaran api besar mulai melahap tubuh-tubuh yang sudah tak bernyawa itu.


Dirinya harus segera membersihkan diri sebelum kembali menemui Tusya-nya,sudah hampir 30 menit dan itu sudah melewati batas waktu toleransinya.


Pertama,mencari toko pakaian dulu.


...----------------...


Latusya,terduduk dengan bosan tanpa mengetahui apa yang telah terjadi.


Dihadapannya sudah ada satu set teh oolong dengan asap tipis yang mulai hilang.


Hingga...

__ADS_1


"Wah...siapa wanita cantik itu?!"


" Wajahnya seperti boneka hidup!"


"Ya...tapi gadis yang duduk di kursi pojok juga sangat cantik! dia seperti blasteran...?"


"Wah...dalam satu waktu dua kecantikan yang begitu indah berkumpul di satu tempat,kedai ichiraku ini benar-benar beruntung!"


Latusya mengangkat wajahnya,menatap sosok wanita Jepang yang terlihat sangat cantik dengan yukata yang sedikit terbuka.


Kedua manik itu saling bertemu.


Latusya menatap wanita yang terlihat melempar senyum itu tanpa ekspresi,tidak tau mengapa.


Wanita ini cantik,namun terlihat sedikit tidak normal!.


Wanita itu tersenyum begitu lembut,seindah kilau kelopak bunga yang tersiram cahaya bulan.


Pria manapun pasti akan jatuh tergoda!.


Takh...Takh....Takh....


Ketukan sepatu wanita itu bergema di keheningan suasana kedai,tidak tau sejak kapan?.


Semua orang terdiam menunggu interaksi antara kedua kecantikan tidak biasa itu .


Yang satu memancarkan aura kecantikan dingin,misterius dan acuh tak acuh.


Sementara yang satu,membawa godaan seorang wanita dewasa yang membuat ha*rat panas para pria bergejolak!.


"Nona....apakah aku bisa duduk disini?"


Wanita itu dengan senyum manis menatap langsung wajah cantik yang jelas perpaduan antara Asia dan Eropa.


Mengeram rendah,berusaha menahan rasa ingin mencakar wajah cantik itu.


Latusya terduduk dengan postur malas.


"Kau tidak lihat disini,ada dua cangkir teh?" Latusya tersenyum jenaka,sayangnya senyum indah itu tak menghiasi maniknya yang begitu cerah.


"Nona....kursi lain sudah penuh...aku hanya ingin duduk sebentar menikmati secangkir teh..." Wanita itu memohon dengan senyum sehalus mungkin.


Mencibir jijik.


Teratai putih?


" Kau bodoh?"


Deg.....


Semua mata mengarah pada pintu masuk,sosok tinggi nan gagah perlahan masuk dengan postur tegap nan gagah.


Raylion tersenyum begitu mendekati meja latusya,gadis itu melempar tatapan tajam nan cibiran .


"Kamu berniat membuatku menunggu sampai bulan berganti fajar? sebentar?... penipu!" Duduk disamping latusya,bertopang dagu dengan wajah fokus pada gadis cantik yang tengah cemberut itu.Raylion terkekeh,mengusak rambut dengan kepang miring berhias jepit rambut sakura itu geli.


"Merindukanku?" Jawabnya geli,keduanya asik sendiri tanpa memperdulikan sosok wanita yang berdiri kaku disamping meja mereka.


Tepatnya,terpaku akan sosok tampan dengan tubuh atletis penuh aura dominan itu!.


"Wajahnya bahkan lebih tampan dibanding tuanku!"


"Maafkan aku jika mengganggu,jadi.. apa aku boleh duduk d-"


"Kau bodoh?" Raylion menyahut dengan senyum dingin diwajahnya yang tampan.


"Wah, ternyata gadis cantik itu punya kekasih!"


"Dan pria itu tampak galak!"

__ADS_1


" Kasihan wanita itu..pasangan itu ternyata tidak ramah!"


" Tuan.... mengapa anda menyebut saya bodoh? saya hanya ingin duduk sebentar karena tidak ada kursi lagi"Dengan kedipan ,kedua bulu mata panjang melengkung itu nampak membawa perasaan kasihan.


Tapi, siapa Raylion?.


Pria dengan wajah poker itu berdiri,latusya mengernyit bingung atas tingkahnya.


"Apa kamu akan pindah?" Latusya bertanya kesal,benar bukan?!.


Meja yang latusya dan raylion tempati berbentuk bundar dengan tiga kursi,namun siapa raylion? dia tidak akan sudi membiarkan orang ketiga memasuki masa pendekatan dirinya bersama gadisnya!.


Latusya memicing mengancam kala melihat kini Raylion benar-benar akan pindah? hanya untuk wanita asing ini bisa duduk ditempat mereka? kesal.


Pria selalu tidak bisa menahan godaan kecantikan! bahkan tuan muda Roosevelt yang agung sekalipun!.


Diam,raylion berjalan kearah sebuah meja berisi empat orang.


"Sudah?" Empat orang itu,tepatnya dua pasangan kekasih itu menatap Raylion bingung.


"Tuan tampan...apa yang kamu inginkan?" Seorang gadis menjawab dengan malu-malu,wajahnya bersemu tak perduli wajah pias kekasih gadis itu.


"Pindah...aku..bayar!" Raylion mengeram rendah,bicara panjang pada orang lain membuatnya jengkel.


Brakhhh...


Manik empat orang itu melorot horor kala melihat secarik cek bernilai 24 juta dollar yang dihempas keatas meja.


"Cukup?" Raylion berucap jengah melihat ekspresi horor orang-orang Jepang itu.


"Cu.. cukup!!" keempatnya bangkit dengan ekspresi bak melihat hantu,mereka kaya mendadak hanya dengan menukar meja dan kursi!.


Raylion berbalik dan pergi begitu saja.


"Pergi..." Wanita itu menggertakan giginya dengan kedua tangan terkepal.


Belum pernah dalam hidup ini dia merasa begitu terhina!.


Wanita itu berbalik dan pergi dengan senyum bengis.


Latusya sendiri masih mengangga tak bisa berkata-kata.


"Kamu..kamu mengeluarkan cek bernilai berapa?!" Latusya mencengkram pergelangan tangan kokoh Raylion,mengguncang pria pemborosan itu ngeri.


"Hanya cek seharga permen.." Ucapnya dengan senyum lebar sembari menatap tangan lentik yang masih menggenggam tangannya penuh minat.


"Dear...kurangi memegang senjata,telapak tanganmu lecet!" Raylion membalik telapak tangan itu menghadap atas,mengusap lecet-lecet dan sedikit kapalan yang menghiasi tangan lentik gadisnya.


Latusya mendengus,menarik tangannya dan melotot.


"Berapa?!" tanyanya putus asa.


"Hm.....24 juta dollar maybe?"


"APA?! KAMU GILA ITU UANG BUKANYA DAUN KELOR!!!" pekik latusya kaget.


"Ke...kelor,what its that mean?" Raylion bertanya dengan polosnya.


Latusya mengelus dada sabar,pria kaya ini benar-benar besar dengan sendok emas berisi lobster,tiram dan segala jenis ikon bangsawan lainya!.


"Kelor saja tidak tau,dasar orang kaya!" Batin latusya miris.


Dia besar dengan kekayaan tak ternilai!.


"Lain kali....jangan keluarkan uang dengan sia-sia lagi! " Latusya berucap lemah.


Air mata imajiner mengalir mengingat cek berisi nilai uang setara sebuah misi rank S,misi seharga sebuah nyawa yang jika gagal akan melayang!.


Dan pria ini dengan begitu mudahnya memberikan uang itu pada orang lain tanpa penyesalan!.

__ADS_1


Rasanya , latusya ingin membelah kepala pria ini dan melihat apa isi otaknya!.


...To be continue...


__ADS_2