My Dear Beauty Peony

My Dear Beauty Peony
The way


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya...


...Vote,like, komentar dan ulasan 🌹...


...🎭 Selamat membaca dan selamat berpetualang imajinasi 🎭...



...----------------...


Sebelumnya...


Mansion Sanchez,ruang tamu..


Keriuhan oleh ulah para teman rinai terhenti,suara teriakan keras terdengar dari luar halaman.


"SIMON!!!"


"Ada-apa itu?!" Seorang pria dengan jaket jins dan telinga penuh tindik berucap kaget.


"Mari lihat saja....cepat panggil Rinai!" "


Sementara beberapa orang sibuk,dibagian luar nampak dipenuhi aura dingin menakutkan.


Siapa yang menyangka gadis cantik yang nampak lemah itu begitu kuat?!.


Simon,pria dengan rambut bagaikan lidah api yang menyala merah.Terbaring dengan sebuah pot bunga besar hancur dibagian belakang tubuhnya.


Pria itu meraung keras,beberapa teman datang mendekat dengan gusar dan mulai merasa ketakutan,membantunya berdiri.


"Kau pelayan baru! tidak tau aturan dan seorang bar-bar! tidak berpendidikan,kasar juga arogan!" Sosok bernama Isabel,meraung dengan ganas.


Berjalan dengan cepat sembari menaikan telapak tangannya,beraninya gadis kampungan ini melukai kekasihnya!.


Latusya menatap acuh tak acuh,satu tangannya terangkat memijit bahu-nya yang terasa sakit,bahkan pergelangan tangan yang baru saja dirinya gunakan untuk membanting tubuh simon nampak mulai berdenyut.


"Kuperingatkan kau nona kaya,jangan coba menjadi macan dihadapan ku..." Dengan itu,gadis cantik dengan senyum menawan itu berjalan masuk begitu saja,tubuh Isabel membeku.


Tatapan itu sangat dingin,hingga rasanya kakinya ikut membeku.


"Akhhhh...."


"Simon!!" Isabel berbalik,begitu suara erangan kesakitan Simon terdengar.


"Seseorang cepat beri tahu Rinai! pelayan ini harus diberi pelajaran!"


"Benar! siapa dia begitu arogan terhadap kita? teman-teman dari putri pemilik mansion ini!!


"Sudahlah biarkan saja...jangan terlalu kasar pada gadis cantik ini!"


"Benar...mungkin saja Simon yang sedang sial!"


"Diam! kalian para pria hanya tau membela gadis yang punya sedikit kecantikan! lihat bagaimana punggung Simon mulai berdarah!" Isabel memaki para pria.


Tidak lama,rinai berjalan keluar bersama beberapa orang temannya.

__ADS_1


Wanita itu menatap tak percaya,wajahnya linglung sesaat .


"Tidak! dia pasti bukan putri dari Aluna....bukankah dia adalah gadis bodoh yang dibesarkan dari desa? harusnya kulitnya begitu gelap dengan wajah besar dan rambut seperti jerami! gadis ini pasti bukan putri papa! yah...apapun kata orang-orang aku yakin dia hanya anak haram! lalu...siapa gadis ini?"


Rinai membatin dengan perasaan rumit.


Seseorang yang dibesarkan di desa, kebanyakan memiliki kulit gelap,wajah berminyak sebabnya noda hitam berjerawat, selain itu rambut mereka juga harusnya terlihat kasar dan bercabang!.


Terutama, gadis-gadis yang tinggal di desa nelayan!.


...( Tidak menyinggung siapapun ya..hanya imajinasi untuk kebutuhan alur )...


Namun gadis ini?.


Tidak hanya kulitnya putih bersih terlihat penuh kolagen,wajahnya juga sangat kecil seukuran telapak tangan dengan rona merah hingga bahkan pori-porinya saja tidak terlihat,bahkan.Rambut itu terlihat sangat halus,tipe rambut yang begitu banyak diidamkan para gadis di ibukota!.


Benar....


Mungkinkah dia adalah anak haram yang dibesarkan ayahnya diluar sana? namun para penjaga itu justru membuat kebohongan dengan mengatakan dia adalah putri Aluna yang hilang?.


Rinai melangkah maju, menghalangi jalan dimana Latusya kini berdiri dihadapannya.


Keduanya saling menatap.


Satu dengan tatapan penuh selidik,jijik dan senyum lembut yang sangat jelas itu hanya sebuah kepalsuan.


Dan satu lagi,manik itu hanya menampilkan kedinginan.


"Nona rinai ini...."


"Penjaga,apa kau bodoh?....harusnya kau menyebut seperti ini,Nona besar Rinai....bukan hanya nona rinai!" Seorang gadis dengan gaya metal dengan penampilan serba hitam berucap sarkas.


Penjaga itu menatap tak suka, gadis-gadis ini terlalu arogan .


Rinai melirik Latusya dengan kasar.


Memindai seluruh penampilan kasual gadis cantik itu.


"Siapa kau? siapa yang memberimu izin menyakiti teman-temanku?! bukan hanya kau telah melanggar properti orang lain kau juga sudah berbuat kejahatan! sekarang....keluar dari sini!!!" Rinai berucap dengan wajah sombongnya,menunjukan dominasinya sebagai nona besar Sanchez.


Latusya berdiri masa bodoh,menatap bak tengah melihat sebuah pertunjukan topeng monyet!.


Bibir merah dengan eye shadow glitter itu sungguh menyakiti mata!.


"Dia pasti mendadak bisu dan tuli! Rinai cepat usir dia setelah itu kita harus bawa Simon kerumah sakit!!"


Latusya menguap lelah,melirik kearah ruang tamu yang penuh hiasan lampu kelap-kelip dan sebuah tulisan besar.


Selamat atas terpilih sebagai Runner up pianis kompetisi...Rinai.


"Kufikir mansion Sanchez akan sama dingin dan tenangnya dengan kepribadian tuan besar Alejandro...sayang sekali...banyak sekali an*ing menyalak disini..."


"KAU!!..." Rinai meraung tak terkendali, gadis ini mulutnya sangat beracun!.


Latusya,tertawa dengan wajah yang berkilat tanpa ekspresi.Tepatnya tawa jengah yang mengalun begitu menyihir.

__ADS_1


"Menyingkir..." Nada bicaranya penuh perintah,rinai berdiri dengan tubuh gemetar hebat.


"KALIAN SEMUA, CEPAT TANGKAP DAN BERI PELAJARAN GADIS DUSUN TIDAK TAU ADAP INI!!" Rinai meraung,menunjuk para penjaga yang diam menonton tanpa bergerak seincipun!.


"Maaf nona...sebaiknya tunggu kepala pelayan kembali.." Penjaga yang membawa masuk Latusya berucap getir.


"Rinai..jika para penjaga bodoh ini tidak mau,biarkan kami saja!" Para pria muda kaya generasi kedua ini berucap dengan kilatan licik dimata mereka.


"Benar....jika bukan pelayan, gadis ini pasti hanya seorang penipu yang menggunakan wajahnya untuk menjerat orang kaya!"


Ada sekitar 10 pria generasi kaya baru,dan 5 orang wanita dengan penampilan glamor.


Kening halus itu segera mengeryit dalam kala seorang wanita menarik ranselnya dari tangan penjaga dan seorang lagi menendang koper miliknya hingga bahkan dua penjaga itu tak sempat ber-reaksi.


"Berhenti kalian!" Latusya menatap kearah rinai,bukan kepada para tersangka yang sudah menyentuh barang-barangnya.


"Hehe..kenapa? sekarang baru tau apa itu takut?"


Semua orang itu tertawa penuh hinaan dan kepuasan atas menindas yang lemah dan meninggikan yang kaya!.


" Bagus...tertawa hingga kalian akan menyesalinya!"


Hening....


"Nona sulung!!!" Seorang pria baya nampak berlari dari arah belakang.


Semua orang menatap sosok kepala butler kepercayaan Alejandro itu dengan wajah tercengang.


Pria baya itu menunduk begitu hormat,segera memerintahkan para penjaga mengambil barang-barang yang telah terlempar dengan kasar itu penuh sesal.


" Butler Tyson.. siapa ini?! mengapa sikapmu?"


"Nona rinai...saya peringatkan...dia adalah nona sulung Sanches yang sebenarnya! tuan putri dari clan Fujihara dan putri sulung mendiang nyonya Aluna! jaga prilaku anda dan teman-teman anda...sekarang,silahkan anda semua pergi!"


Tyson tua benar-benar tidak memberi kebaikan pada setiap anak-anak kaya generasi baru itu,wajahnya tegas dan penuh cibiran.


Beraninya orang-orang ini membuat nona besar mereka tidak senang!.


Jika tuan Alejandro kembali,tidak tau hukuman apa yang akan diderita oleh sosok rinai!.


Gadis ini benar-benar tidak bisa mengukur baju di badan sendiri!.


Semua orang yang baru saja tertawa penuh penghinaan terdiam,wajah mereka memucat seketika.


Clan Fujihara?.


Manik semua menatap kearah rinai,sosok yang kini berdiri terpaku menatap kearah pintu yang baru saja dilewati Latusya.


Nona besar Sanchez?..


Tidak mungkin!!.


.....TBC.....


Spam ya😘

__ADS_1


__ADS_2