
Hallo semua,kita jumpa lagi selamat datang pembaca baru dan pembaca lama💃
Terima kasih yang sudah tinggalkan banyak jejak disini,tanpa kalian karya El bagai sayur tanpa garam 🤸
Baiklah maafkan El yang malah curhat.
Vote,like, komentar dan ulasan ya 🌹
...☘️ Selamat membaca dan semangat ☘️...
...----------------...
...----------------...
Latusya, berdiri dengan wajah tenang,menatap sosok Yui yang sudah terisak dibawah kakinya!.
Yah,kakinya!.
Mendengus jengah,latusya menatap ketiga pria muda yang berlari kearahnya,sepupu juga kakak angkat nya.
Lalu,kedua paman beserta ayah,ibu tiri juga saudari tirinya.
"Hiks...saudari sia...aku hanya bertanya padamu tanpa maksud lain,hiks..mengapa kamu mendorongku?" Yui,menangis sembari meringis kala terlihat jelas lengannya nampak terluka akibat pecahan guci yang tergeletak pecah disampingnya.
"Sya... ada-apa ini nak?" Wanglei bertanya dengan tenang,louhan dan candrik nampak membantu Yui berdiri.
"Ck...serius,drama lagi?" Latusya berucap jengah,melirik Yui kemudian pasangan ibu dan anak yang terlihat hendak membuka mulut.
Namun begitu manik indah almond itu melirik dingin,keduanya bungkam.
"Kita keruang keluarga,tidak baik bicara disini!" Xingbei berucap tajam kala melihat para pekerja di kediaman mendiang sang ayah mulai melihat penasaran.
Akhirnya,semua menuju ke ruang keluarga dengan Yui yang dipapah louhan dan candrik dengan Likay berjalan disisi latusya sembari menggeleng tak berdaya atas ekspresi acuh tak acuh adik sepupunya itu.
"Setidaknya ber-ekspresilah sedikit adik,wajahmu terlalu flat!" Ujar Likay sembari menarik kedua pipi halus adiknya.
Latusya,menurut informasi.
Sedari kecil hingga ditemukan terakhir kali oleh sang paman, Alejandro.
Latusya sudah hidup di sebuah desa kecil nelayan.
Gadis-gadis disana berkulit gelap karena selalu terpapar sinar matahari pantai,belum lagi kelembaban udara di daerah pantai berbeda dengan kota.
Namun kulit adiknya?.
__ADS_1
Wajahnya sehat merona dengan kulit terawat dan kenyal.
Rambutnya tidak kasar dan bercabang,khas gadis-gadis pesisir pantai.
Namun,berkilau sehat panjang juga lembut .
Bahkan dengan jari jemari saja tidak sulit menata rambut adiknya itu.
Bahkan Likay merasa,perawatan salon sekalipun seperti halnya rinai,Jesika juga Yui.
Rambut mereka tidak seindah rambut adiknya, latusya.
Aneh, sebenarnya bagaimana adiknya dulu menjalani hidup?.
likay termenung,hingga iris harus menarik kakak sepupu keduanya itu menuju ruang tamu karena keluarga yang lain sudah berjalan dahulu meninggalkan Likay seorang dilorong.
Dan, siapa yang membesarkan juga merawat sosok cantik itu.Sampai kini belum jelas adanya.
...----------------...
"Jelaskan....!" Wanglei berucap tegas begitu candrik selesai membalut luka Yui.
Gadis muda itu terisak,namun tetap berusaha menjelaskan.
"Paman Wanglei,Yui hanya bertanya kala melihat saudari latusya berjalan di lorong samping Dojo.Itu dahulu adalah kamar yang biasa Yui gunakan saat menginap di sini...tidak ada maksud lain,namun saudari justru mendorong h-"
Hening....
Yui tersenyum puas melirik iris.Tidak masalah gadis jelek itu memotong ucapannya,lagipula bukankah lebih menarik melihat kakak adik ini bertikai?.
Yah,iris.
Tidak sia-sia dimasa lalu dirinya berpura-pura menjadi kakak yang baik pada gadis jelek itu.
Meski itu sudah 10 tahun yang lalu,nampaknya si jelek itu masih ingat bagaimana cara berterima kasih!.
Iris mendekat pada Yui,menghapus air mata diwajah kakak sepupunya itu .
Manik indah latusya memicing,senyum dingin terbit diwajahnya.
Menatap iris dengan tatapan yang begitu rumit.
"Yui...Sya bukan hanya nona sulung Sanches,namun dia adalah cucu perempuan sulung kediaman Fujihara utama.Dia hilang dan baru kembali selama 20 tahun,semua yang kamu tempati disini awalnya memang diperuntukkan untuk latusya oleh mendiang kakek,ayah paman.Dan kamu harus menyadari,jika pemiliknya sudah kembali.Maka yang menumpang harus pergi...setidaknya sadar diri! adapun pertikaian kalian tadi,paman tidak tau siapa yang benar dan siapa yang salah karena kediaman ini tidak menggunakan cctv khusus dilorong kamar-kamar pribadi" Wanglei berujar tenang namun tegas penuh makna.
"Hanya dewa dan kalian sendiri yang tau apa yang terjadi! dan kamu iris...paman tidak tau apa yang terjadi padamu, perubahan dirimu sejak kemarin dan hari ini benar-benar terlalu banyak, sebagai seorang adik...tidak seharusnya kamu berkata sekasar itu pada kakakmu,yah...Sya memang tidak bersama kita begitu lama...20 tahun! apakah kamu tidak merasa apa yang namanya cinta persaudaraan? meski jauh darah tetap terhubung! paman bisa melihat seperti apa karakter sya,tidak ada kata egois pada dirinya,namun kamu? " Kali ini xingbei berucap tajam,namun akhirnya kehilangan kata-kata.
Xingbei benar-benar tidak tahan lagi melihat bagaimana iris menatap latusya,gadis yang punya karakter tenang dan begitu mandiri.
__ADS_1
Bahkan,sejak pertama kali bertemu setelah 20 tahun.
Xingbei tidak pernah mendengar latusya meminta hal-hal berbau materi sebagai pengganti masa kecilnya yang hilang dari keluarga.
Baik Sanchez dan Fujihara.
Latusya tidak pernah menuntut apapun sejak dibawa kembali.
Jadi,dimana sisi egois yang iris katakan?.
Iris terdiam,mengigit bibirnya getir.
"Iris...apapun yang terjadi pada kalian para saudari yang tidak papa tau,papa harap kalian segera berbaikan apapun masalah, kita saudara tidak hidup untuk saling memusuhi satu sama lain!" Alejandro berucap dengan wajah tenang.
Tapi iris tau,ayahnya menatapnya kecewa.
Yui menatap seluruh keluarga ini,rupanya benar.
Mereka hanya menganggapnya pengganti !.
"Yui... sebenarnya ada-apa kamu kemari? pemakaman kakek sudah lewat dan keluargamu tidak ada kabar hingga kau datang tiba-tiba seperti ini?" Likay berucap sembari mengelus pucuk kepala latusya yang masih diam dengan wajah dingin,lebih dingin dan menusuk dari biasanya.
"Yui hanya ingin bilang,nenek sakit keras dan ayah mendapatkan masalah di perusahaan hingga terpaksa pergi keluar kota bersama kakak dan ibu pergi mengurus nenek! Yui akan mengambil kuliah disini makanya ibu berharap Yui bisa tinggal sementara di kediaman ini,ibu akan datang sore nanti karena kereta api Yui tiba terlebih dahulu disini,maaf paman sudah membuat keributan " Air matanya menetes .
Hening..
Latusya bangkit,dan pergi tanpa kata.
"Bukankah sangat tidak sopan? lihat anak ini...masalah belum selesai dan dia pergi begitu saja?" Jesika berucap dengan wajah tertekan.
" Oh ya... Rinai, bagaimana apakah kamu sudah baikan?" Wanglei bertanya basa-basi.
"Putriku keguguran...." Jesika menjawab sendu.
Hening,suasana kembali jatuh dalam keadaan pelik.
"Bibi...saudari rinai...betapa malangnya... bagaimana bisa?!" Yui berucap dengan prihatin.
Segera,tatapan Jesika dan rinai tertuju pada iris .
Terkejut.
Tergambar jelas diwajahnya, kala iris menatap seluruh keluarganya yang kini menatapnya lamat .
Begitupun, ayahnya!.
Kenapa?
__ADS_1
.....To be continue.....