My Dear Beauty Peony

My Dear Beauty Peony
Friends


__ADS_3

Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya


Vote, like, komentar dan ulasan 🤸


...☘️ Selamat baca dan semangat ☘️...


...----------------...



...----------------...


" Hah....rasanya aku bahagia...sudah lama tidak berkelahi sebebas ini sejak kita tamat sekolah menengah atas..." Jaquar terkekeh geli,bersandar saling memunggungi dengan Yohanes.


"Benar...sejak mengikuti Lion membangun sebuah perusahaan perangkat lunak...kita tidak pernah lagi berkelahi seseru ini...baku hantam lumayan juga!" Yohanes tertawa renyah sembari menatap langit dimana semburat jingga perlahan terlihat kala sinar mentari nampak naik.


"Kalian bedebah gila.... sadarlah kita bukan lagi anak remaja dengan kelompok Genk!" Zhenshui terengah-engah sembari menendang tubuh yang sudah tidak memiliki lengan!


"Sial sekali,pisau bedah ku untuk pertama kalinya kugunakan membunuh orang..rasanya aneh..." Cadrik berucap lemah dengan senyum sumringah yang tidak sesuai perkataannya.


Ketiganya menatap candrik miris,satu lagi dokter yang perlahan menjadi gila!.


" Tapi... bagaimana kita bereskan mayat-mayat ini? zhenshui kau uruslah..." Jaquar dengan santai berucap,berdiri sembari melempar jijik jaket kulitnya yang sudah penuh darah.


"Enak saja mulutmu itu,aku ini seorang asisten pribadi presiden di kantor...bukan babumu!" Hardik zhenshui sarkas,pria berdarah China itu mendengus jijik akan bau darah di seluruh tubuhnya!.


"Kau saja Yohanes.." Ucap jaquar kembali menghadirkan wajah dingin Yohanes.


"Aku bekerja dengan otak..bukan otot!" Balasan tajam membuat Jaquar meringis.


Menatap candrik,kembali menggeleng miris kala melihat bagaimana dokter itu kini justru menjadi terobsesi menyayat salah satu mayat dengan luka di pelipis hingga kelompok mata.


"Lalu siapa yang bereskan?! sinyal buruk disini tak bisa membuatku menghubungi markas Lion king untuk meminta Lintar datang membersihkan semua!" Jaquar mengomel,pria itu sudah kembali ke mode menjengkelkan dengan wajah yang selalu minta ternistakan!.


Hingga...


"Dari pada ribut...pergilah susul bos,dia sudah membawa calon ibu bos kerumah sakit...."


Keempat pria yang berdebat dengan penampilan kacau penuh cipratan darah menoleh cepat.


"WOAH...KAU TERNYATA MASIH BUTUH CUAN YA SHADOW?! BERANINYA KAU BUAT WAKILMU INI BEKERJA KERAS MEMBANTAI SEORANG DIRI!!" meringis kala telinga semua orang seketika berdenging dengan jantung tersentak kaget.


Bugh....!


"Anak setan!"


"Kau yang setan! bagaimana bisa Lion king punya wakil dengan mulut guntur sepertimu?!!" Amuk zhenshui begitu selesai memukul punggung lebar jaquar keras.


Pundung,jaquar merengut dan berjalan menjauhi kembaran tembok besar China itu.


Shadow beserta beberapa anggota Lion king yang datang meringis ngilu.


"Bukan salah kami jaquar.....big bos tidak menurunkan perintah apapun sebelum kalian semua kemari...jadi mana kami tau kalian akan berkelahi seperti ini..." shadow menjawab santai.


"Benar..lagian shadow itu bekerja dibawah perintah big bos...kalau tidak ada perintah mana mau dia turun membantu!" seorang pria muda dengan rambut hitam dan gigi gingsul berucap dengan senyum main-main.


"Jadi buat apa kalian kemari?" Jaquar mencibir jijik.


"Membasmi hama..." Shadow berucap dengan senyum lebar.


Mengangkat bahu acuh,jaquar akhirnya pergi diikuti Yohanes, zhenshui dan candrik.

__ADS_1


Meninggalkan shadow dan sekelompok kecil anggota Lion king untuk tinggal.


"Bereskan...big bos menunggu!" Shadow berbalik,menghilang dengan gerakan secepat angin.


"Dia pasti akan membunuh seseorang pagi ini!"


"Sayang sekali kita tidak bisa melihat langsung calon ibu bos Lion king!"


"Cepat kita harus kembali ke markas!"


...----------------...


"Hahahaha....betapa mudah ternyata...tidak tau bagaimana tenji dan Miko bisa mati dengan mudah pada orang-orang lemah itu?!" Yamura,tertawa sembari berjalan menuju dimana dia menyuruh Taka dan yang lainya menunggu.


Tanpa tau.


Yamura tiba di area tempat dirinya mengikat latusya sebelumnya.


Namun apa yang dirinya lihat?.


"TIDAK!!!!!!!TAKA,YOKA,RANME!! KENAPA JADI BEGIN!!?" Yamura meraung kala melihat dua tumpukan tubuh yang kini tengah terbakar api!.


Melihat jelas senjata-senjata tajam berlumur darah didekat mayat-mayat yang terbakar!.


Terguncang!.


Hanya mampu melihat dengan mematung,Yamura terjatuh luruh tak percaya.


Yamura,bangkit dengan ekspresi kosong kala kini bahkan kaki tangannya langsung,Taka.


Pria dengan kemampuan membunuh diatas rata-rata kelompoknya akhirnya tewas juga!.


Taka,mantan pasukan khusus yang membelot dan berhasil menjadi salah satu bawahannya.


Pergi....


Dirinya harus segera mencari Jesika dan kembali ke Jepang untuk menyusun rencana menuntut balas!.


Namun...


Zlap....


Wushhhh...


Sebuah belati terbang menuju dirinya,Yamura bergerak cepat namun bahu kirinya tetap saja tersayat!.


Seorang pria dengan rambut merah bata mencolok keluar dari bayangan bangunan,berjalan sembari memutar sebuah kunai Jepang disisi jemarinya.


"Cepat juga ya?....bagus juga,sebagai pemimpin gangster akan sangat mengecewakan jika kau terlalu mudah kalah!" Shadow, tersenyum lebar dengan langkah ringan yang semakin mendekati Yamura yang tengah menekan bahunya .


Yamura memicing tajam,melihat pria muda dengan rambut merah bata gelap itu bengis.


"KAU YANG MEMBUNUH MEREKA?!!" Yamura berteriak murka.


"Sayang sekali bukan...." Shadow menjawab santai sembari bergerak cepat melempar kunai-kunai tajam kearah Yamura .


Zlap....zlap....zlap...


Yamura bergerak,menjadikan dinding-dinding yang sudah hampir runtuh itu sebagai tamengnya .


Shadow mendengus jijik.

__ADS_1


"Hide dan seek?"


...----------------...


Sementara itu...


Sebuah mobil Pajero hitam berhenti didepan kediaman Sanchez.


"Kak Kenzo...benar ini rumah teman kalian?" Sky,sebagai pengemudi dadakan bertanya begitu mesin mobilnya mati.


"Benar sky...kenapa,kau tidak percaya sekali?" Vigo,menjawab sinis.


Sky ini sama menyebalkan dengan kakaknya,Helios!.


"Mau ikut masuk?" Winxs bertanya geli melihat wajah pundung pemuda manis itu .


"Tidak perlu kak...aku masih ada urusan " Sky menjawab santai,ketiganya keluar dari mobil dan dengan tanpa dosa mobil itu melaju pergi begitu saja.


"Anak setan itu!!" Geram Vigo saat asap mobil itu tepat mengarah padanya.


"Sabar...." Winxs tertawa,ketiganya perlahan mendekati gerbang Sanchez.


Seorang pria muda dan seorang pria lain mungkin berusia 35-40 menatap Kenzo,Vigo,dan Winxs bingung.


"Siapa dan ada perlu apa?" Pria muda itu bertanya curiga.


Apalagi saat melihat penampilan Vigo yang eksentrik.


Rambut yang sudah berganti dari biru ke orange,anting salip yang hanya disisi kiri telinga,rantai yang menghiasi kantung jins celananya dan sepatu booth ala rocker.


Sungguh membuat sakit mata!.


"Kami sahabat Peony..." Vigo berucap bangga.


Plak!


"ADUH!! kau gila?" Meringis kala tamparan di belakang kepalanya oleh Winxs benar-benar tidak manusiawi!.


Apa gadis ini benar-benar seorang perempuan? kasar sekali!.


"Mereka tidak akan kenal Peony,bodoh!..maaf,latusya ada?" Puas menghardik Vigo,Winxs kembali mengubah ekspresi wajah dan bertanya kembali pada dua penjaga gerbang itu.


"Oh..nona sulung,maaf tapi dari kemarin nona sulung belum kembali....tuan besar dan seluruh keluarga masih menunggu kabar dari tuan muda Candrik yang tengah mencari nona sulung..." Penjaga muda itu menjelaskan dengan prihatin.


Tercengang!.


 Ketiganya berbalik,berempuk dengan wajah horor.


"Apa sia melakukan misi tersembunyi?" Winxs berucap horor.


"Atau jangan-jangan...dia diculik oleh para pria hidung belang ibu kota! " Ucapan akward Vigo kembali dihadiahi pukulan maut Winxs.


"Pria ibu kota yang manja dan lemah mana yang bisa menculik sia?! " Maki Winxs geram.


Sayangnya ucapan Vigo memang benar,namun yang menculik bukanlah pria kota yang manja dan lemah!.


Namun, seorang pemimpin gangster!.


"Siapa ini?" Tiba-tiba,suara jijik terdengar dari arah gerbang.


Ketiganya menoleh,menatap sosok wanita dengan penampilan glamor dan modis menatap mereka dari balik gerbang jijik.

__ADS_1


...----------------...


...To be continue...


__ADS_2