
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya...
...Vote,like, komentar dan ulasan 🌹...
...----------------...
...----------------...
Kaki jenjang dengan kuku-kuku berwarna merah muda sehat itu melangkah meninggalkan ruang kerja sang presdir,tidak ada raut wajah penuh kepuasan yang tergambar.
Mengapa? selama 7 hari ia begitu menginginkan lepas dari jeratan sosok penguasaan Roosevelt muda nan tampan itu?!.
Latusya,berbalik dan menatap pintu bercat putih itu dengan tatapan hampa.
Dirinya telah menghubungi Ethan,dan pihak organisasi Red cobra telah menyanggupi permintaan dirinya.
Menatap setiap sudut koridor,sepi dan sunyi.
Mengigit bibirnya terasa pahit.
Mengapa pria itu,pria yang punya segalanya.
Harta,kuasa,uang,dan rupa yang diidamkan oleh seluruh kaum hawa hingga para kaum adam akan merasa iri,mengapa ia tinggal disini seorang diri?.
Dimana para Roosevelt yang lainya?.
Mengapa pria itu memilih tinggal dalam kesepian dan begitu penyendiri?.
Bukankah sosok Raylion punya segalanya?.
Latusya menatap sekali lagi seluruh tempat yang ia lewati.
Dengan senyum lembut,memasuki kamar dimana selama ia berada di Lion resident disinilah ia berada.
Berjalan cepat,segala beban fikiran yang memenuhi hatinya,gadis cantik itu tekan.
Meraih sebuah paper bag yang ia sembunyikan dibawah ranjang .
Inilah barang-barang yang dirinya kumpulan selama 5 hari,untuk bisa kembali.
Bergerak cepat, pakaian piyama sutra yang ia kenakan kini harus segera berganti pakaian hitam yang terbuat dari bahan kulit agar dirinya bisa bergerak leluasa.
Meraih beberapa belati dan menyelipkan semua di salah satu bagian paha-nya.
" Aku harus pergi.....semakin cepat semakin bagus untuk semuanya.." Berucap dengan senyum paksa.
Begitu siap,Latusya segera mengisi beberapa butir peluru pada sebuah Glock yang berhasil ia dapatkan diam-diam dari seorang penjaga beberapa hari yang lalu,tidak tau bagaimana penjaga itu bisa tidak menyadari pistol miliknya telah hilang sampai sekarang!.
__ADS_1
" Tuhan...mengapa aku merasa begitu sakit disini?" Latusya ,menekan area dimana jantungnya terasa berdenyut.
Menggeleng keras,berdiri dan melangkah menuju sisi ranjang.
Membuka laci nakas dan meraih sebuah kunci yang ia ambil dari salah satu isi kotak kaca kunci kendaraan pribadi Raylion.
Tidak tau kunci ini adalah jenis kendaraan apa,apa salahnya mengambil satu?!.
Berdiri,menatap kembali seluruh kamar.
Kamar ini,ini adalah satu hal yang gadis muda dalam keadaan normal akan merasa sangat dicintai.
Kamar bernuansa putih layaknya kamar seorang putri, dengan beberapa vas bunga berisi mawar, lavender juga beberapa tulip .
Bahkan ada sebuah walk in closet yang didalamnya di penuhi berbagai gaun bermerek, perhiasan,tas,sepatu bahkan pakaian santai-pun diisi dari berbagai brand ternama.
Pria ini benar-benar penuh perhatian,dia memenuhi segala jenis kebutuhannya dengan semua yang terbaik.
Namun,Latusya justru merasa takut.
Pahit memenuhi seluruh hatinya oleh semua kebaikan itu.
Perasaan rendah diri segera menyadarkan dirinya.
Siapa dirinya?
Siapa sosok tuan muda kedua Roosevelt itu?.
Latusya tidak ingin merasakan perasaan penghakiman maupun kasihan dan jijik pada akhirnya nanti,begitu ia tenggelam dalam perhatian tulusnya.
Atau,dimasa depan nanti pasti akan ada sosok wanita yang akan berdiri sejajar dengan sosok Raylion!.
Dan itu pasti bukan dirinya !.
 Ada apa dengan hatinya? .
"Latusya..keraskan kembali hatimu lagi...kakek Hubert berkata cinta itu hanya hayalan untuk orang-orang yang dilahirkan dalam keluarga normal...bukan gadis seperti dirimu....tanganmu sudah banyak terlumur darah...kembali dan jadilah dirimu seperti dulu..!" Latusya berucap dengan wajah acuh tak acuh lagi.
Benar,rasa aneh ini pasti akan pergi bersama rasa sakit yang sama.Seperti 10 tahun yang lalu sejak pria tua yang mengadopsinya membuatnya belajar apa arti hidup dalam dunia penuh kegelapan.
Melempar senyum lembut dan berbalik menuju balkon.
Kamarnya berada di lantai dua.
Angin malam berhembus kala pintu kaca yang di lindungi sebuah pagar geser yang terbuat dari besi baja itu terbuka.
Latusya menatap sekali lagi kamar yang Raylion berikan untuk ia tempati.
Manik indahnya menatap keatas nakas samping ranjangnya.
Sebuah memo,diatas secarik kertas berwarna putih dengan sepasang jepit rambut yang terbuat emas murni berhias sederet mutiara putih berkilau.
__ADS_1
"Hm...aku melihatnya dijalan,rambutmu indah...sayangnya terlalu polos,pakailah ini kau bisa berterimakasih padaku nanti..."
Manik indah itu tanpa sadar memerah mengingat ucapan penuh arogansi itu.
Sayangnya,sorot mata teduh itu sukses membuat arogansi itu seakan hanya sebuah fatamorgana.
"Raylion.....kukembalikan jepit rambut itu...aku tau itu adalah jepit rambut milik putri kerajaan Inggris yang masuk dalam pelelangan malam kejadian itu...aku tidak bisa menerimanya....kuharap kau akan berikan itu nanti pada calon is..." Latusya mengigit bibirnya tak sanggup lagi berkata,menaiki pagar balkon dan dengan itu gadis berdarah campuran Asia Eropa itu melompat melalui sebuah pohon bunga sakura yang telah berada di sisi kamarnya,dan turun dengan mudah.
Dalam kegelapan,bergerak menuju garasi utama dimana seluruh kendaraan Raylion terparkir rapi.
Benar,ada tiga garasi besar yang berdiri di sisi timur resident.
Garasi utama berisi semua jenis kendaraan pribadi Raylion.Motor dan mobil sport berjejer rapi.
Garasi kedua berisi segala jenis kendaraan motor dan mobil khusus para penjaga.
Dan terakhir,garasi lebih besar yang berisi tiga buah helikopter dengan lambang keluarga Roosevelt.
...----------------...
Dengan manik memerah,Raylion meremat kemeja dibagian dadanya.
Manik tajamnya terus menatap kearah sosok gadis yang telah melaju keluar gerbang resident dengan salah satu motor sport miliknya.
"Kau akan biarkan ini terjadi? tanpa kata atau tindakan? melihat begitu saja gadis yang kau cintai pergi begitu saja dengan senyum penuh air mata terselubung itu?" Helios berdiri disisi kirinya,memegang segelas taquila.
Tatapan presiden direktur Roosevelt Hospital itu terpancar dalam, perasaan rumit mengalir dari tatapan itu.
" Apa cinta memang serumit ini? bagaimana aku tau saat bahkan sejak 28 tahun aku hidup..aku tak pernah tertarik pada gadis manapun...dan sekali kudapatkan yang membuatku merasakan perasaan ini...takdir memainkan perasaan kami....kak.... bagaimana kubuat dia mengerti....dirinya tidaklah serendah itu untuk bahkan tak bersedia menerima semua yang aku berikan...hatiku... hancur" Helios tertegun,pertama kalinya sejak mereka mulai tumbuh dewasa.
Raylion,kembali memanggilnya kakak! dan ia tau,hati baja itu memang tidak baik-baik saja!.
"Ray....terkadang takdir adalah jalan paling terjal yang harus dilalui oleh dua orang yang berasal dari latar belakang berbeda...kau menerimanya,namun dia sendiri tak menganggap dirinya pantas...inilah ujian bagimu..cintamu akan diukur sedalam apa saat kau bisa berjalan bersamanya dalam menghadapi semuanya...buat dirinya bahagia..buat dia tersenyum dan tertawa tanpa mengingat masa lalu....kau tau,pria Roosevelt selalu mencintai wanita mereka sampai mati! dan oleh karena itu,kita sulit menemukan true love.." Helios tertawa kecil,menepuk bahu kokoh adik sepupunya itu.
Semakin tinggi status sosial seorang pria,semakin besar badai yang harus dilalui pasangan mereka.
Dan itulah saat dimana seorang pria diuji atas kemampuan mereka .
Raylion menatap kearah jalan panjang yang dilalui Latusya hingga lampu dari kendaraan bermotor itu lenyap ditelan sederet pohon cemara dan sakura yang memenuhi sisi jalan pribadi residen itu.
Kedua tangannya terkepal erat.
Andai saja, penanggung jawab rumah sakit saat kelahiran gadisnya masih hidup,akan dengan mudah dirinya menangani siapa yang telah membuat hidup sosok Tusya-nya berakhir sebagai seorang assassin!.
Menembak mati puluhan orang sejak gadis kecilnya itu mulai bisa memegang senjata api!.
Membayangkan tubuh kecil nan rapuh itu tenggelam dalam kegelapan dunia bawah,rasa dingin mengalir di setiap nadi dan darahnya.
.....TBC.....
Sepi..........
__ADS_1
Kasih ulasan ya agar El bisa mengembangkan lebih baik lagi...
Terimakasih 🌹