My Dear Beauty Peony

My Dear Beauty Peony
Cinta sang fajar


__ADS_3

Panas ya...panas rasanya kepala mau pecah!


Ya sudahlah....


Mari merapat kasih El vote,like, komentar dan ulasan ya 🌹


...✒️ Just happy reading and keep spirit ✒️...


...----------------...



...----------------...


Hening.....


" Paman masih menunggu jawaban kalian....Sya,coba katakan ada apa sebenarnya? ekspresi wajah kalian bahkan membuat tuan muda raylion tidak senang!" Wanglei menatap lurus wajah iris dan rinai meski pria baya itu mengucapkan nama latusya.


Rinai menghela nafas panjang, ekspresi nampak tak enak namun sudut bibirnya tertarik samar.


Jesika menatap kedua putri tirinya sendu,namun dalam hati wanita baya itu tertawa begitu keras.


"Hahahaha...tanpa susah payah kedua anak sial ini justru akan jatuh sendiri tanpa aku harus turun tangan! ah....Aluna,kasihan sekali kedua putrimu...." Jesika menampakkan wajah cemas yang sangat jelas,sayang sekali tidak ada yang memperdulikan wanita itu.


Raylion berdiri dengan sikap acuh tak acuh,meraih telapak tangan latusya dengan ekspresi dingin.


"Paman Wanglei....aku menghormati dirimu dan sikapmu,Tusya akan kubawa.Sebaiknya paman mendisiplinkan dua putri tuan Alejandro yang lainnya..." Dengan itu,raylion berbalik tanpa perduli kini latusya nampak mulai memberontak atas tarikannya.


"Lepaskan aku! kau ini apa-apaan?! ini bukan waktunya untuk pergi begitu saja!" Latusya berusaha memutar pergelangan tangannya agar cengkraman raylion terlepas darinya.


Sayangnya,cengkraman ini terlalu kuat.


"Diam Tusya....." raylion menatap wajah cantik itu tegas,membawa sosok dengan kimono pink floral lembut itu kesebuah mobil.


Bukan apa-apa, hanya saja raylion tak ingin jika nanti akan ada ucapan dari iris atau siapapun yang pada akhirnya nanti bisa menyakiti hati gadis yang dirinya cintai.


Maka dari itu,lebih baik membawa gadisnya pergi dan membiarkan para tetua mengambil alih.


Sebuah mobil sport Lamborghini Aventador mewah berwarna putih terparkir rapi halaman parkir kediaman tua Fujihara.



"Masuklah..." Raylion membuka pintu dengan senyum samar,menatap wajah cemberut yang benar-benar terlihat manis itu penuh minat.


"Masuk dear...." Raylion masih berucap dengan sabar.


Latusya,gadis cantik itu memasang senyum main-main.Mundur dengan kedua tangan bersidekap dan ekspresi menantang.


"Tidak!" Senyum jenaka itu membawa tawa rendah sang singa penguasa Roosevelt industries terbit.


Glek.......


Latusya tanpa sadar mundur lebih jauh,merasa aura berbahaya yang seketika menguar dari sosok tampan itu.


Raylion bersandar pada badan mobil sport miliknya,terkekeh kala lidahnya mulai bermain didalam rongga mulut.


"Dear....aku akan memberi tahumu, sebaiknya turuti aku atau...." Latusya bergidik,merasa terancam.


Raylion berdiri dan melangkah dengan santai namun senyum pria itu nampak berbahaya!.


Sring.....


Latusya meraih sebuah belati kecil dari balik Obi atau ikat pinggang bagian kimono.


Dengan cepat belati itu menuju pinggang kokoh raylion,pria tampan itu tertawa rendah.

__ADS_1


Wushhhh....


Sarung tangan hitam yang terbuat dari serat kulit buaya yang dirinya kenakan,menghalau belati yang tertuju pada pinggangnya.


Gadis ini tidak hanya cantik,namun sangat ganas !.


Greph.....


Meraih pergelangan tangan putih itu,memutar tubuh indahnya dan kini posisi latusya tepat berada didalam pelukan raylion.Tepatnya kini belati itu berbalik mengarah pada pinggang rampingnya!.


Nafas latusya mulai memburu,gerakan yang dirinya lakukan sudah sangat cepat dan telak tanpa aba-aba.


Namun pria ini benar-benar cepat!.


"Lepaskan aku!!" Latusya memekik kala nafas hangat nan beraroma kopi itu menerpa lehernya.


Raylion tertawa geli atas reaksi tubuh indah gadisnya .


" Atau...kau ingin aku mencium dan meninggalkan jejak ditempat yang lebih tinggi?"


Cup....


Manik coklat gelap itu bergetar,kala bibir yang terasa dingin itu mengecup kulit pipinya!.


"Breng*ek!!!" Latusya memaki dengan geraman kesal setengah mati!.


Tertawa geli,raylion membawa tubuh indah itu menuju mobilnya.


Latusya masuk dengan kasar sembari memelototi sosok yang terlihat sangat menjengkelkan dimatanya.


"Akan kuhabisi kau nanti!" Latusya berucap sebelum menarik pintu mobil dan membantingnya dihadapkan raylion yang sudah tak bisa menahan tawa.


Tok...tok...tok..


"APA?!" Raylion tertawa sembari mengelus dada sabar.


"Jika kamu bisa membunuhku,aku rela mati untukmu..." Dengan senyum geli,raylion memainkan kedua alisnya semakin gencar menggoda rubah manis pemarah itu.


"ARKHHH.... PERGI SANA KAU DASAR SINTING!" kaca mobilnya tertutup dengan cepat,raylion tertawa lebih keras sembari memegang perutnya yang terasa keram.


Sungguh,selama hampir 30 tahun baru kali ini dirinya tau bagaimana rasanya tertawa lepas!.


Sementara itu,tak jauh.


Empat pasang mata menatap interaksi akward keduanya dengan ekspresi berbeda.


Rezef terbahak melihat bagaimana akhirnya cucunya ini memakan omongnya sendiri.


" Hanya orang bodoh yang butuh cinta!"


Terbahak semakin keras kala mengingat ucapan cucu keduanya itu setahun yang lalu, kala istri dan kedua menantunya bertanya pasal pernikahan dan cinta.


Raimba mengelus dada iba.


"Dero...putramu mulai gila,gila karena cinta!" Ucapnya prihatin.


Raidero mendengus,pria baya yang masih terlihat gagah itu tersenyum samar melihat gadis yang dapat ia tebak,ini mungkin benar-benar akan menjadi calon menantunya dimasa depan!.


Helios berdecak kagum,gadis ini benar-benar ajaib!.


Singa penguasa ini akhirnya takluk!.


"Kakek....apa perlu kita beri tahu orang manor untuk mengadakan syukuran? bukankan mama naimara akan sangat senang? dan nenek...mungkin dia akan salto saat tau cucunya yang semua orang fikir tidak akan menikah seumur hidup akhirnya tertarik pada seorang gadis!" Helios berucap dengan wajah jahil.


Rezef mendengus.

__ADS_1


"Kau... sebelum berbicara tentang saudaramu,berkaca diri itu penting! kau itu sudah 30 mendekati 31,mau jadi bujang lapuk?" Semburan ganas rezef sukses membuat helios pundung!.


Raimba sendiri menatap putranya jijik.


"Kau putraku,tapi kau bahkan tidak juga laku.Papa bahkan menikah saat berumur 22 tahun....Helios ayah malu pada wajahmu! tampan tapi tidak laku-laku,kasihan...." Helios menatap ayahnya sinis,mulut ayahnya ini bahkan lebih kejam dari kakeknya!.


Raidero menepuk pundak keponakan sulungnya iba.


"Mungkin kau harus mendaftar pada aplikasi kencan buta seperti kebanyakan pemuda tak laku lainya..." Dengan wajah santai tanpa dosa, raidero sukses membuat mental Helios jatuh.


"Aku bukannya tidak laku,belum ketemu yang cocok saja!!!!" Raung Helios frustasi.


Tiga serangkai ayah dan anak ini benar-benar bencana!.


Suara raungan mesin mobil Lamborghini Aventador itu akhirnya sukses menyudahi nasib malang Helios atas ayah,paman juga kakeknya.


...----------------...


Sementara itu...


"Katakan iris....paman tau kamu memiliki konflik dengan kakak perempuanmu, ada-apa?" Wanglei berucap tajam.


Sungguh,latusya baru saja kembali.


Dia adalah gadis yang baik,tenang juga tidak banyak bicara.


Kepribadiannya sangat lembut dan penuh perhitungan.


Bagaimana iris bisa menampilkan wajah terdistorsi seperti itu pada sosok sebaik latusya,kakak gadis itu sendiri?.


"Iris....." Alejandro memangil dengan wajah tenang.


Tidak ada kemarahan,acuh tak acuh dan sikap menyalahkan sepihak.


Alejandro kini hanya ingin menjadi sosok ayah yang adil bagi anak-anaknya,meski ini mungkin sedikit terlambat.


"Paman Wanglei,ayah...iris hanya marah saat merasa wajah saudari latusya sangat cantik,iris iri atas hal itu dan merasa semua orang hanya menyukai saudari latusya dibanding dia!" Rinai berucap dengan senyum tak enak hati.


Iris menunduk,tak berani menatap wajah paman,sepupu juga ayahnya.


"Kau tau kami menyayangimu bagaimanapun rupa dirimu! sejak kecil ayah,paman xingbei bahkan kami kedua kakak sepupumu selalu mengundangmu tinggal bersama kami.Dimanapun kamu merasa bahagia kami terima! Iris...kau mendapat pendidikan dan segala hal terbaik dari kami Fujihara maupun Sanchez,bahkan dari candrik dan kedua sahabatnya! kami tidak pernah mengabaikan dirimu.....meski ayahmu dulu cukup acuh,dia tak pernah membuatmu hidup kekurangan !" Louhan berucap frustasi,menatap sosok iris kecewa.


" Latusya adalah kakakmu,dia hidup terpisah dari kita semua selama 20 tahun.Apa yang membuatmu merasa iri? wajah? iris...semua bisa diobati perlahan..." Likay berucap bijak.


"Sudah...iris masih kecil jangan kalian hardik seperti itu!" Jesika maju,memeluk tubuh iris dengan lembut.


Jangan sampai gadis busuk ini membuka perlakuannya selama ini,Jesika was-was.


Sungguh ibu tiri yang baik bukan?.


"Jangan gunakan dramamu pada kami! " xingbei berucap ganas.


Jesika bergidik,menggigil atas sosok mantan pilot pesawat tempur itu.


"Sudahlah...hari ini ada festival Nebuta di kota Tohoku,pergilah dan buat hati kalian sedikit rileks disana!" Wanglei bangkit,pergi dengan wajah tanpa ekspresi.


Kekecewaan atas iris tak bisa ditutupi oleh mantan jendral itu.


Menangis dalam diam,iris menyesali.


Tapi sedikit rasa marah terasa menyakitkan kala melirik candrik yang justru berdiri dan pergi begitu saja.


Kekecewaan terlihat jelas dimatanya!.


.....To be continue.....

__ADS_1


__ADS_2