My Dear Beauty Peony

My Dear Beauty Peony
For all the times


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak...


...Vote, like, komentar dan ulasan ya 🌹...


Hargai setiap karya yang kalian baca,karena dengan saling menghargai maka setiap karya akan semakin menjadi lebih baik.


Terimakasih atas reader yang selalu memberi jejak,Tuhan memberkati kita semua.


...✒️ Happy reading and keep spirit ✒️...



...----------------...


Kediaman tua Fujihara.


Tiga hari telah berlalu setelah upacara kremasi.


Nampak dimeja makan bergaya Jepang kuno itu,suasana sedikit tidak biasa.


Para pria muda Fujihara,terlihat menatap sosok cucu kedua tuan besar Roosevelt bagai seekor predator yang tengah mengincar kelinci kecil mereka,dan kelinci itu adalah adik mereka!.


"Ayah,siapa yang mengatur posisi duduk ini?" Dengan senyum kejam,likay menatap sosok raylion yang sudah duduk di samping kursi khusus untuk latusya,itu adalah posisinya namun iblis tidak tau diri ini justru menyerobotnya!.


"Sudahlah kay,masa prihal kursi saja kau harus ribut?" Helios terkekeh jahil,pria muda dengan kemeja putih bergaris merah itu menaikan alisnya geli.


Mendengus,jendral muda itu melempar tatapan tajam pada sosok yang kini akhirnya sukses menjadi musuhnya!.


Bagaimana tidak? dirinya yang seorang kakak,yang telah menunggu selama hampir 20 tahun untuk bisa mendekat dan memanjakan adiknya harus tersingkir.


Iblis hades tidak tau diri itu dengan gampangnya justru selalu memonopoli latusya,adiknya!.


Louhan bahkan sudah menusuk sumpitnya diatasi mangkuk nasi,menatap sosok raylion sembari bibir itu terus bergumam tak jelas.


"Kau....sedang menyumpahi diriku?" Raylion berucap dengan nada rendah kearah Louhan,pria Jepang itu tersenyum menantang.


" Bahkan jika aku menyumpahi kau..bahkan kurasa dewa Yama sekalipun enggan mencabut nyawamu.Dosamu terlalu banyak bertobatlah dulu,jangan dekati adikku!" Louhan menjawab geram.


Raylion,pria muda nan tampan dengan kemeja berlapis rompi hitam dan celana kain senada terkekeh,tak ada ekspresi apapun diwajahnya yang tampan.


"Dewa Yama? akulah dewa Yama" Dengan santai,dan wajah poker jawaban itu sukses membuat candrik dan Helios tersedak teh yang mereka minum.


Raidero tertawa melihat kelakuan putranya.Raimba mengelus dada dan sang tuan tua Roosevelt, Rezer.Pria berusia 65 tahun itu mengangguk bangga.


Alejandro menggeleng lemah,apakah putrinya sudah mengundang seekor singa jantan yang ganas mendekat,tanpa sadar?.


"Khem...saudara wanglei...saudara xingbei,ada yang ingin saya sampaikan.Ini mengenai latusya...bukankah sudah saatnya publik mengenal dirinya sebagai bagian Sanchez dan Fujihara?"


Hening...


Alejandro terdiam, menunggu reaksi mantan saudara-saudara iparnya itu.


Jesika terdiam,diatas lututnya.Kedua telapak tangan itu terkepal erat.


Sementara yang para pria itu debatkan,kini tengah berada didepan meja rias.


Latusya baru saja selesai mandi,gadis itu kini menatap wajahnya didepan cermin.


Melihat sebuah tanda merah cukup gelap di sekitar lehernya.


"Ini...tanda bagaimana bisa tercetak di area leherku?!" Latusya berucap horor.

__ADS_1


Benar,gadis yang selama dua puluh tahun ini benar-benar buta akan hal-hal yang berbau romansa.Namun, dirinya tidak bodoh!.


Tanda seperti ini sudah sering dirinya lihat pada para wanita didalam organisasi yang habis menyelesaikan misi,terutama yang berkaitan dengan dunia malam!.


Kissmark!.


Bahkan,dekat dengan para pria saja hanya sebatas pekerjaan.


Namun bagaimana dirinya memiliki tanda ini?!.


Jadi,tentu saja dirinya tak mengetahui kapan dan bagaimana bisa tanda ini mencetak di area lehernya mendekati tulang selangkanya?!.


Back on ...


Malam dengan cahaya bulan dan keindahan kebun teh milik Fujihara.


Seorang gadis tengah memandangi hamparan kebun dengan produk teh kebanggaan clan Fujihara,keluarga pihak ibunya.


Tersenyum teduh,latusya berdiri dihalaman rumah bergaya Jepang kuno itu sendirian.


Tengah malam kala semua orang telah tertidur lelap.


Tiga hari telah gadis cantik itu lalu selama berada di Jepang,kultur dan budaya negara tirai bambu ini sangat kental.


Namun dirinya belum punya waktu untuk menjelajah ,masa berkabung belum lewat dan tidak pantas untuk pergi menikmati suasana diwaktu itu.


Gaun piyama sutra berwarna peach memperindah warna kulitnya dibawah kilau sang rembulan,angin malam menerbangkan helaian rambutnya.


Menguap lelah,latusya akhirnya melangkah melewati Dojo untuk sampai ke kamarnya.


Tanpa gadis itu sadari,sosok raylion berdiri di dalam kegelapan tersenyum begitu dalam.


Aroma manis bunga wisteria bercampur dengan aroma segar daun teh,raylion hampir gila dibuatnya.


Langkah kaki panjang yang begitu ringan tanpa suara.


Latusya sampai,memasuki kamarnya dan segera menaiki ranjang.


Sungguh gadis ini benar-benar lupa mengunci pintu akibat terlalu mengantuk dan lelah.


Menaiki selimut dan mematikan lampu,segera kamar bernuansa bunga sakura itu menjadi gelap.


Dan didalam kegelapan,manik tajam itu meremang.


" Kamu bahkan tidak punya cukup kewaspadaan dear? beruntung akulah yang masuk.Bagaimana jika itu pria lain? bunga segar,cantik dan memikat seperti dirimu akan mengundang banyak lebah!"


Raylion melepas sandal rumahnya,mendekat dan menaiki ranjang.Mengeluarkan sebuah sapu tangan dan membawa benda itu kearah hidung mungil nan mancung latusya.


Gadis itu jatuh terlelap lebih dalam!.


Mengukung tubuh indah itu diantara tubuhnya.


Menutup mata,merendahkan posisinya untuk bisa mendekat dan memghirup aroma manis itu .


"Ah,sungguh rubah kecil yang berbahaya!" Raylion mengusap wajah cantik itu begitu lembut.


Raylion menjatuhkan tubuhnya disisi latusya,berbaring miring dengan wajah menopang sembari menatap lamat kecantikan gadisnya.


Benar,gadisnya!.


"Kapan kau buat aku menjadi seperti ini? tepatnya,kapan kamu buat aku jatuh cinta? perasaan menggelikan yang membuatku selalu menghina ayah dan juga pamanku! latusya...Tusya,kamu harus tanggung jawab dear,kamu sudah membuatku gila!" Raylion terkekeh rendah,menarik tubuh indah itu merapat padanya.

__ADS_1


Raylion mengecup kening,kedua alis dan mata latusya dengan penuh kelembutan.Turun mengecup ujung hidung yang nampak memerah oleh cuaca dingin.


Hingga manik tajamnya jatuh kearah bibir berwarna peach dengan kilau yang menggoda.


"Benda apa ini?" Raylion mengusap bibir yang terasa lembut di jarinya itu.


Sungguh,bahkan tiran hades ini benar-benar tak tau apa yang dinamakan pelembab bibir!.


Jika jaguar dan sky melihatnya,sudah pasti tawa kedua pria beda usia itu akan pecah.


"Aromanya enak,seperti jeruk?" Raylion yang sudah terlanjur penasaran,tak kuasa menahan diri.


Diraihnya tengkuk latusya yang nampak tertidur bagai orang mati!.


Cup.........


Memejamkan mata,pria yang dikenal dingin dan tak tersentuh oleh wanita manapun akhirnya jatuh tercengang.


Rasa ini.....


Lembut.....


Manis.....


Tanpa sadar,lidahnya mengecap lebih kuat dan liar.


"Enghhhhh...."


Deg.....


Suara lengguhan menggoda itu akhirnya jatuh,raylion terpaksa melepaskan bibir manis itu atau dirinya akan melakukan lebih banyak dari yang bisa dirinya tanggung!.


Untuk dirinya sendiri tak masalah,namun bagaimana dengan pandangan orang lain nanti terhadap gadisnya?.


Raylion tak ingin latusya mengalami itu!.


Tanpa sadar,maniknya jatuh kearah kerah piyama latusya yang tersingkap hingga menampilkan leher jenjang dengan kulit putih merona dan tulang selangka yang tercetak indah!.


Damn!...


Frustasi, raylion menurunkan posisi wajahnya,mengigit leher jenjang itu sedikit turun mendekati tulang selangka.


"Enghhhhh...sssss....." Latusya mengerang dan meringis dibawah alam sadarnya.


Raylion terkekeh,mengusap tandanya.Tanda jejak rasa frustasi dirinya!.


" Maaf dear...mungkin besok kamu akan sedikit terkejut!"


Dengan itu, raylion bangkit dan memperbaiki piyama serta selimut gadisnya sebelum melangkah pergi.


Dirinya tak ingin kelepasan menyentuh gadisnya!.


Back off....


Menghela nafas panjang,latusya menyudahi kegiatannya.


Memakai kimono yang memiliki kerah yang mampu menutupi tanda di sekitar leher mendekati tulang selangkanya.


"Ck.... siapapun yang memberi jejak ini,jika aku tau akan kuhabisi!" Geram,latusya berjanji.Pria itu akan dirinya buat membayar mahal!.


Yah,andai gadis itu tau.

__ADS_1


Jangankan membalas.


.....To be continue.....


__ADS_2