My Dear Beauty Peony

My Dear Beauty Peony
Plain...done


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...


...Vote,like, komentar dan ulasan...


...🎭 Selamat membaca dan selamat berpetualang imajinasi 🎭...



...----------------...


" Breaking news....telah ditemukan tiga jasad wanita dalam keadaan mengenaskan.Menurut identifikasi,ketiganya adalah putri dari pemilik perusahaan tekstil,pengusaha kuliner dan pemilik hotel Marina beach.Ketiganya ditemukan tidak bernyawa ditiga tempat berbeda..."


Klik....


Setelah suara dari sang pembawa berita sebuah stasiun televisi,bahkan sebelum laporan selesai diucapkan.


Televisi lebar itu telah mati.


"Aku yakin...ini bukan perbuatan Ethan..dan kakak tidak pernah melakukan hal seperti itu..ini bukan gaya Red Cobra dalam melenyapkan bukti!" Latusya,duduk malas sembari meraih sebuah muffin diatas meja.


Menatap sosok Zen yang sibuk bergumam tidak jelas.


"Tentu saja! Red cobra bahkan tidak akan meninggalkan bekas..tapi ini? jelas bahwa orang yang sudah membersihkan ulahmu sengaja menunjukkan hal ini,lihatlah bagaimana dia membuat korban malangmu itu tidak utuh! sadis sekali....." Zen berucap dengan nada mendayu.


Latusya menatap sang kakak jijik.


"Sadarlah kau itu bos besar Red Cobra.. organisasi pembunuh bayaran yang selalu misterius dan tepat sasaran...jangan berlaku bak banci perempatan!" Maki Latusya jengkel.


Zen terbahak,pria dewasa nan tampan itu tidak merasa marah atas hinaan sang adik,hanya merasa lucu!.


"Mau bagaimana lagi, berbicara dengan adikku ini membuatku ingin memberi lawakan!" ucap Zen tanpa dosa.


Latusya mendengus,kembali tenggelam memikirkan siapa yang telah melakukan pembersihan itu?.


Jejaknya sangat kasar dan brutal!.


...----------------...


"Presiden....sudah beres Lintar dan jaguar telah menyelesaikan perintahmu!"


"Hm...buat Hikaru kenyang!"


"Done!"


...----------------...



Maroko......


Pukul 5 sore waktu setempat...


Awan mendung membawa angin sejuk kala daun demi daun mulai berguguran,memasuki awal musim gugur.


Disebuah rumah sederhana,disebuah desa kecil pinggiran kota Maroko.



Gadis cantik dengan pesona bak nektar bunga penuh racun itu terlihat duduk malas disebuah kursi.Menghadap halaman yang dipenuhi bunga matahari hasil tangan sang kakak, Zen.


Latusya,duduk malas dengan satu tangan memegang sebuah mangkuk berisi buah anggur yang wadahnya dirinya letakkan diatas pangkuannya.

__ADS_1


" Hidup tenang dan damai...." Latusya bergumam santai.


"Dasar pemalas...sisi, lama-lama kau akan berubah menjadi seekor ba*i!" Sosok winsi mendekat dengan wajah kesalnya.


Lihatlah penampilan pembunuh rank S red cobra itu.


Kaos oblong putih polos,celana jins selutut,sandal jepit juga rambut yang diikat cepolan asal.


Benar-benar membuat Winsi yang seorang fashionable sakit mata dibuatnya!.


Untung saja sahabatnya ini berparas cantik dengan tubuh semampai,jika tidak?.


"Sia....kau sudah seperti gembel......setidaknya meski kita ada di desa dan kau sudah break tapi jagalah penampilan melihat dirimu mataku sakit,tau?!" Winsi mengomel,gadis cantik berambut pirang itu menarik lengan kaos Latusya dengan ekspresi jijik.


"Malas..."


"LATUSYA!!" Jerit Winsi putus asa saat gadis cantik itu justru sibuk mengunyah anggur tanpa perduli ucapan-ucapan dirinya.


Hingga....


Ckitttt.....


Sederet mobil-mobil sedan hitam berhenti d luar pagar halaman rumah,dengan sebuah Alphard putih nampak mencolok diantara para mobil sedan hitam itu.



Winsi melirik Latusya yang bahkan tak bereaksi saat seorang pria baya nampak keluar dari dalam mobil.


"Hell....siapa pria itu sisi?! meski dia tidak terlihat muda tapi benar-benar tampan!! sugar daddy....!!" Winsi menjerit tertahan,mengguncang lengan Latusya begitu antusias.


Dan saat pria yang dirinya perkirakan berusia sekitar 40 keatas itu berjalan memasuki halaman mereka dengan beberapa orang pria yang nampak seperti para penjaga!.


Pria baya itu, Alejandro!.


Berdiri dihadapan dua orang gadis,salah satunya memiliki wajah duplikat sempurna antara dirinya dan Aluna!.


Pupil manik yang biasanya acuh tak perduli akan sekitar itu bergetar.


Tanpa bukti apapun lagi, Alejandro sudah tau pasti bahwa bukti anonim yang dirinya terima mengenai putrinya yang hilang 20 tahun lalu,pastinya benar!.


Tidak tau siapa dan mengapa, Alejandro harus berterima kasih karena pencarian selama 20 tahun lalu akhirnya tidak sia-sia.


"La... Latusya?" Alejandro mengigit bibirnya menahan perasaan kacau balau yang bergemuruh dihatinya.


Gadis cantik dengan kaos polos yang terlihat tak bernilai mahal itu mendongak,meski telah berdiri.Sosok cantik putrinya ini hanya setinggi lehernya!.


Alejandro menahan nafas,wajah ini terlalu berbahaya.


Putrinya tinggal disebuah desa kecil.


Namun,baik perawakan tubuh dan kontur wajah tidak seperti gadis yang berasal dari desa pada umumnya.Untuk sesaat Alejandro merasa tak percaya atas informasi yang dirinya terima.


"Ya...."


Deg.....


Suara itu,suara versi Aluna saat muda dulu!.


Namun,suara ini lebih merdu mengandung jutaan racun yang tersembunyi dalam kepolosan dan keacuhan!.


Alejandro sudah bertemu orang- orang tak terhitung sedari masih muda dulu,berbagai macam kepribadian,sifat dan tingkah laku.

__ADS_1


"Aku.......papa kandungmu..."


Hening.......


"Marvelous...apa ini? kejutan yang luar biasa!!!!" Jeritan heboh Winsi memecah keheningan yang pelik.


...----------------...


" Ketua, sepertinya tuan Alejandro sudah menemui Peony...apa yang akan anda lakukan selanjutnya?" Ethan berucap sembari menyerahkan tablet ditangannya,disana cctv area rumah penyamaran.


Nampak sedari awal sosok Alejandro berjalan masuk,terlibat pembicaraan rumit sebelum sosok sia berjalan memasuki rumah.


Terlihat Alejandro duduk dikursi dimana sosok sia duduk tadi,menatap sekeliling rumah itu dengan ekspresi kosong diwajahnya.


2 jam sosok penguasa Sanches industri itu duduk tanpa keluh,menunggu dengan sabar.


Hingga,sosok winsi keluar menyeret sebuah koper dan ransel dengan sosok sia yang berjalan dibelakang gadis Amerika itu dengan wajah datarnya.


"Sepertinya peony tidak menunjukkan jejak kegembiraan?" Ethan berucap penuh tanya, Zen disisi lain tertawa samar.


Yah,adiknya pasti tidak senang atas rencana yang dirinya eksekusi tanpa bicara dulu dengan gadis itu.


Tapi mau bagaimana,semua sudah terlalu lama berjalan keluar jalur.


Zen tidak ingin adiknya hidup terus menanggung beban atas keselamatan!.


Setidaknya,hidup dengan status putri sulung Sanches dan cucu dari klan Fujihara,adiknya bisa hidup berkecukupan tanpa harus memikirkan masa depan.


Meski dirinya sudah cukup kaya,Zen tidak ingin adiknya terus mengecap status seorang assassin!.


Menatap kala sosok adiknya menatap arah cctv sembari menampilkan wajah dingin penuh ancaman,Zen tertawa geli.


Sosok itu akhirnya memasuki Alphard setelah memeluk Winsi sesaat.


...----------------...


"Jangan lupakan aku,Vigo,Kenzo dan semua orang..hiks...aku pasti akan datang menemui dirimu dan jadi tamu terhormat di keluargamu nanti...hiks..kau harus menyediakan minuman dan makanan yang enak untukku nanti...hiks...sia...kau akan kembali ke Spanyol...aku akan sendiri disini...."


Sia menepuk punggung Winsi jengah.


Gadis ini sudah menangis hampir 2 jam!.


"Ya..ya...terserah bahkan jika kau menghabiskan seluruh makanan disana aku tidak perduli..." Sia berucap tanpa melirik Alejandro yang menatap kedua gadis itu dengan senyum samar.


Tidak tau bagaimana,dirinya punya tiga orang putri.


Namun,sosok sia adalah putri yang benar-benar membawanya mengingat sosok muda aluna.


Hatinya merasa berat dibanding bersama iris atau rinai.


Kasih sayang yang selama ini seakan mati terkubur,kini tidak tau bagaimana hadir kembali.


Dan itu hanya untuk menyayangi putri yang 20 tahun lalu akhirnya bertemu.


Alejandro menatap langit,diatas rumah kecil yang bahkan tidak sebesar vila para pekerja mansion miliknya.


Nampaknya, putrinya hidup cukup sulit!.


.....TBC.....


__ADS_1


__ADS_2