
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya...
...Vote,like, komentar dan ulasan 🌹...
...🎠Selamat membaca dan selamat berpetualang imajinasi ðŸŽ...
...----------------...
Roosevelt Manor.
Para pelayan terlihat berjalan hilir mudik,hari ini adalah hari perayaan pernikahan tuan tua dan nyonya tua Roosevelt.
Tidak banyak orang,hanya keluarga dekat saja .
Rezef duduk sembari menatap istrinya yang nampak tersenyum lebar.
Para putra,menantu juga para cucu semua nampak hadir.Sangat hidup dengan suasana harmonis yang tercipta.
Raylion,pria muda itu duduk diantara para sepupunya.
Helios sibuk tertawa melihat bagaimana wajah sky telah menjadi kanvas hidup bagi putri sepupu pertama dari pihak ibu mereka.
Para cucu laki-laki itu duduk sibuk sendiri mengalihkan diri dari mata tajam nenek mereka,Cataleya.
Tepatnya,tatapan itu terutama mengarah panas pada Helios dan Raylion.
Cataleya,memicing tajam kearah dua cucu laki-laki kebanggaan keluarga Roosevelt itu.
Wanita tua itu bangkit dari sisi suaminya.Pria tua itu menatap istrinya lelah.
Ibu suri Roosevelt mulai beraksi.
Para pria muda nan tampan itu segera menghentikan debat dan guyonan mereka,kala sang nenek duduk menyempil diantara mereka.
Tepatnya ditengah antara Raylion dan Helios.
Sudut bibir Delamora dan Naimara berkedut melihat wajah para putra mereka mulai pias.
Tangan keriput itu mulai meraih sebuah gelas teh,dan bersiap meraih teko nya.
"Biar Lion saja..." Cataleya menatap cucunya itu dengan manik memicing,berdehem dengan senyum penuh arti.
"Nyonya tua dari kediaman Rodrigo baru saja mengabarkan nenek... cucu menantunya baru saja melahirkan seorang putra...dengan itu dia sudah menimang dua orang cicit!" Dengan wajah santai,Cataleya berucap sembari meneguk anggun teh camomile.
Hening....
"Uhuk...uhuk...." Sky menepuk punggung Helios dengan wajah menahan tawa.
Presiden direktur muda Roosevelt hospital center itu menatap wajah tak berdosa sang nenek dengan senyum masam.
"Huh....." Cataleya menunjuk dua cucunya,serta para cucu kerabatnya.
Zhenshui, Yohanes, Jaquar.Ketiganya mulai merasa waspada.
"30 tahun! kalian itu hampir memasuki angka itu...come on....apa kalian ingin menunggu uban di rambut ayah kalian semakin banyak?"
"Ibu! mengapa membawa-bawa kami?!" Segera,sosok Raimba menjawab ibunya dengan wajah tak terima.
Putra mereka belum juga menemukan pasangan,lalu apa itu salah mereka sebagai ayahnya?!.
__ADS_1
Sungguh tidak bisa diterima!.
Cataleya mendelik,menatap para cucunya yang memiliki paras tampan itu.
Menghela nafas panjang,sangat tidak mudah mendapatkan cucu menantu jika para cucunya saja begitu kaku layaknya patung !.
" Asal gadis itu berasal da-"
" Nenek....para kawan nenek hampir tiba,mari lihat kedepan!"
Jaquar segera melompat,berusaha mengalihkan pembicaraan.Jika sudah menyangkut pernikahan maka telinga mereka akan mulai panas berdengung kala ceramah Cataleya pasti akan berlangsung selama 1 jam lamanya!.
Plak...!.
Hening.....
"Uncle J....nenek belum selesai bicara...jangan potong-potong nanti semakin tidak laku!"
Seorang laki-laki kecil,berusia 7 tahun berucap dengan senyum mengejek.Setelah puas menampar pinggang Jaquar,anak itu melenggang mendekati Cataleya.
"Dilon...jangan ganggu pamanmu!"
...----------------...
Spain great mall...
Sebuah mobil Audi berwarna putih,berhenti tepat didepan sebuah bangunan besar pusat berbagai macam ritail terbesar di ibu kota.
Latusya,melepas seatbel-nya dan menatap kesampingkannya.Menatap wajah gugup sang adik.
Menghela nafas,gadis cantik itu membuka seatbel iris dan menepuk bahu gadis remaja itu.
" Kenapa? turunlah kita sudah sampai" Dengan wajah tanpa ekspresi,Latusya membuka pintu mobil.
Greph...
"Kak...kita kesini buat apa?" Iris bertanya dengan gugup,wajahnya pucat pasi kala mengingat sebuah kenangan buruk yang pernah dirinya alami di mal ini.
Tepatnya disalah satu toko ritail penjualan brand pakaian yang cukup terkenal dikalangan masyarakat kelas atas.
Tertawa samar,Latusya menggenggam tangan adiknya.
"Belanja tentu saja...iris...kamu kenapa pucat begini? aku hanya membawamu sedikit refreshing diri bukan untuk berperang..." Latusya berucap dengan senyum pasrah.
Melihat sang kakak,iris hanya bisa diam dan dengan terpaksa ikut berjalan memasuki mall.
Kedua gadis itu berjalan berdampingan,namun mata demi mata menatapnya dengan tatapan berbeda.
Gadis dengan mantel hitam melapisi kaos polos yang ia beli di pasar grosir itu menunduk,tanpa sadar mundur perlahan dari sosok sang kakak.
Keduanya bagai langit dan bumi yang tak bisa disamakan.
Perbedaannya terlalu jauh.
Iris menatap dirinya yang sangat lusuh.
Dan sang kakak yang meski telah besar dan tinggal di desa,namun nampak sangat fashionable bahkan aura sosok itu mampu mengalahkan para gadis sosialita kelas atas ibu kota.
__ADS_1
Latusya sendiri nampak sibuk dengan ponselnya,terlihat berbicara dengan seseorang hingga tak menyadari keadaan sang adik.
Hingga..
"Hei lihat pelayan itu...harusnya nona cantik itu tidak membawa pelayan sejelek itu bersamanya!"
"Benar..merusak estetika saja!"
"Ada ya,gadis kota ini yang sejelek itu?!"
"Kampungan sekali!"
Latusya berhenti berjalan.
"Ethan katakan pada kak Zen,laporan misi terakhir minta padanya untuk membiarkan tim lain mengambil alih aku tutup!"
Latusya menoleh kesamping,dan menatap jarak yang cukup jauh tercipta antara dirinya dan iris.
Gadis cantik dengan mantel coklat muda itu menghela nafas.
"Iris...jika kau hidup hanya untuk mendengar orang lain berbicara tentangmu,maka percayalah...kamu tidak akan pernah maju dalam hidupmu, terkecuali hal yang mereka katakan bersifat membangun tapi jika tidak.Abaikan saja!" Latusya berucap tegas.
Meraih telapak tangan iris dan membawa adiknya itu ke sebuah pusat salon dan spa yang terdapat di lantai satu mall.
"Selamat datang!!!" Seorang wanita dengan rambut disanggul berucap antusias kala melihat sosok Latusya memasuki salon mereka.
Namun begitu melihat sosok iris,senyum itu sedikit luntur.
Namun pelanggan adalah raja,maka pekerja salon itu kembali bersikap profesional.
"Silahkan nona ada yang bisa kami bantu?" Pelayan salon itu membawa Latusya dan iris ke sebuah ruangan.
"Kak...." Latusya tersentak kala telapak tangan sang adik meraih lengannya dan mencengkram dirinya erat,sangat erat hingga menimbulkan kusut diarea itu.
"Iris....kakak membawamu kemari untuk perawatan diri,jangan cemas dan nikmati saja hm...." Melepaskan perlahan,Latusya menatap kala seorang wanita cantik dengan rambut pirang tersanggul membawa mereka kesebuah ruangan.
"Hallo...apa yang bisa saya lakukan untuk nona berdua?" Seorang pria dengan senyum manis dan bibir terhias lipstik berwarna merah mendekat.
Latusya tersenyum main-main.
"Beri kami perawatan terbaik disini!"
"Baik no-"
"Eh...siapa ini?"
Namun,suara bernada sinis terdengar dari balik punggung Latusya.
Gadis cantik itu tak perlu berbalik.
Tau pasti suara siapa itu.
Memang,musuh selalu bertemu dijalan yang sempit!.
Tubuh iris semakin terdiam kaku.
Jangan...
Jangan mereka lagi!.
__ADS_1
Tanpa sadar,tubuhnya mendekati Latusya.Merapat mencari perlindungan.
.....TBC.....