
...Jangan bosan untuk jejak ya...
...Vote,like dan komentar...
...🎠Selamat membaca dan selamat berpetualang imajinasi ðŸŽ...
 Malam yang semakin tenggelam dalam kegelapan,sosok tubuh mungil dan rapuh berjongkok lemah disisi tembok kantor polisi, sendirian.
Tubuhnya bergetar kata demi kata jahat dan mengutuk terus bergema ditengah perdebatan para petugas dan pihak keluarga Pedro.
Iris mengigit bibirnya kuat,air mata panas perlahan turun.
"Kau lihat?! karenamu Pedro kritis dan kakak Cendrik,dia harus berurusan dengan hukum! mengapa kau itu tidak mengerti?! kau itu pembawa sial!!!" Rinai berjalan cepat dengan kasar menarik tubuh iris berdiri.
"Kau.....kau menghancurkan segalanya!! kak Cendrik bias padamu dan sangat jahat padaku! aku juga adiknya tapi dia selalu membelamu,gadis tidak berguna! mengapa kau harus hidup dan merusak kebahagiaan orang lain?! kenapa memangnya jika Pedro lebih suka padaku dari pada kau?! sadar dirilah iris!!!!!" Rinai menjerit geram, menghempas tubuh lemah iris hingga tubuh rapuh itu sukses menghantam tembok.
"Dengarkan aku....jika Pedro tak selamat kak Cendrik akan jadi pembunuh! kenapa kau tidak hentikan perkelahian mereka?! iris...kau sampah!" Rinai berucap dengan wajah berang dan manik memerah.
Pertunangan yang ia rencanakan dengan begitu sempurna,hal yang begitu membuat hampir seluruh gadis-gadis kaya generasi ke dua iri.
Kini menjadi seperti lelucon!.
Bagaimana saat pria yang berstatus sebagai kakak, meski sosok Cendrik sendiri tak pernah mengakui itu.
Bagaimana bisa pria Martino itu berkelahi hebat dengan sosok calon suaminya?!.
Tamparan keras ini seperti noda yang dilemparkan ke wajahnya!.
"KENAPA KAU BISA SEHINA INI?! KA-"
"Cukup!" Alvaro berjalan keluar dari kantor polisi setelah selesai memberi surat jaminan atas kasus Cendrik.
Menarik iba tubuh iris,memeluk gadis itu erat dan menatap rinai dingin.
"Tuan muda Negredo,ini bukan urusanmu!" Rinai mengeram kesal.
Mengapa semua pria berlari dan membela iris saat gadis itu dalam masalah?! .
Dia hanya gadis culun dan jelek!.
Iris berbalik,membenamkan wajahnya pada tubuh Alvaro.
Menghela nafas panjang,dokter bedah tampan itu menatap rinai dingin.
"Urusanku? tentu saja selama ini menyangkut adik kesayangan Cendrik! kau tau mengapa?" Alvaro berucap dengan senyum yang begitu menyiratkan makna.
Melepas sosok iris,membuat gadis remaja itu kini berada disisi Jason.
"Iris.. mari masuk dan lihat kakakmu..." Jason berucap lembut,menarik iris memasuki kantor polisi untuk menemui Cendrik.
"Kak Jason...apa kakak akan baik-baik saja?" Jason mengelus pucuk kepala iris dengan kasih sayang.
Mereka bertiga.
__ADS_1
Dirinya,Alvaro dan Cendrik adalah anak tunggal tanpa saudara.
Kehadiran Iris,gadis kecil yang begitu lemah dan polos sukses membuat jiwa mereka sebagai seorang kakak bergetar.
Keinginan melindungi dan membahagiakan sosok adik, hadir sukses menyatukan mereka.
"Percayalah...meski rumit kakak dan Alvaro akan mengeluarkan Cendrik...yah,siapa yang tau dia menjadi lepas kendali dan memukul Pedro dengan kursi besi hingga berakhir ICU?" Jason tertawa kecil.
Keduanya berjalan pergi meninggalkan Alvaro yang masih berhadapan dengan rinai.
"Cukupkah trik busukmu ini?" Alvaro berucap santai,kedua tangannya terlipat didepan dada dan menatap wanita didepannya itu hina.
Kedua tangan rinai terkepal erat.
"Apa maksudmu dokter Alvaro?!" Jesika berjalan mendekat,menjawab ucapan Alvaro pada putrinya.
Alvaro menatap pasangan ini dengan senyum miring.
"Anda berdua tau maksud saya dengan jelas.... trik-trik yang sering kali dilakukan oleh para wanita seperti kalian..roda ketiga yang tidak pernah tau apa itu rasa malu!" Ucap Alvaro dengan manik menghujam.
"TUAN MUDA NEGREDO!" Jerit Jesika tak terima.
"Marah? untuk apa?" Alvaro menarik sebatang rokok dan mulai membakarnya.
"Putrimu yang baik hati ini tau pasti tuan muda Pedro menyukainya,tapi apa? dia berbicara berputar-putar...menyatakan bahwa iris sakit dan tujuannya hanya satu! menyiratkan bahwa iris sakit mental dan punya kecenderungan self injury jika pria itu tidak membuat gadis itu merasakan bagaimana rasanya dicintai oleh Pedro! Nyonya Jesika.....kau benar-benar mampu menurunkan bakat jahatmu pada putrimu..." Alvaro menghembuskan asap rokoknya kearah wajah rinai dengan tatapan penuh penghinaan.
"Jangan terlalu jauh tuan muda Negredo! apa hak dirimu menilai diriku dan putriku?!" Jesika meraih mantel putih yang menutupi kaos medis Alvaro dan mencengkeramnya menyalurkan kemarahan.
Alvaro mencengkeramnya balik,menghempas tangan Jesika dengan satu tangan dan dengan tawa samar.
Jesika menatap kelakuan Alvaro dengan manik menghujam tak terima.
" Apa hak dirimu sebagai roda ketiga dalam masa depan iris? bahkan tuan besar Alejandro saja sudah kehilangan hak itu dan kau masih berani bermain kotor disini?" Alvaro berucap sembari berbalik pergi.
Meninggalkan Jesika dan rinai yang mematung berang.
Begitu marahnya hingga tubuh yang sudah menghabiskan ratusan juta dollar untuk perawatan itu gemetar hebat.
"Ma....kita harus membalas ini!"
...----------------...
Sementara disisi lain.
Sebuah Maybach tengah melaju dengan kecepatan stabil namun dengan batas diatas garis normal.
Keadaan hening dengan dua buah motor sport mengikuti dikedua sisi dan sebuah mobil Alphard lagi dibelakangnya dengan sederet mobil sedan hitam yang mengawal.
Sosok tampan dengan wajah dingin penuh aura badai mengamuk itu terduduk di jok belakang mobil Maybach .
Duduk dengan manik menatap sosok bergaun merah yang terbaring di pangkuannya.
Menarik perlahan tubuh itu lebih tinggi,kini sosok lembut nan lemah itu sukses berbaring bersandar di dadanya.
__ADS_1
Dirinya,suka sensasi memegang erat sosok indah ini.
"Presdir, kita akan menuju resident atau rumah sakit?" Seorang pria dengan wajah campuran Asia berucap dengan wajah penuh senyum.
Sang Presdir mengangkat wajahnya dari sosok cantik itu,menatap salah satu tangan kanannya itu dengan tegas.
"Resident,dan.Zhenshui, panggil dokter Helion!" Titahnya kemudian kembali menatap sosok sia lembut.
Pria berdarah Asia itu tersenyum,ada kelegaan dihatinya.
Akhirnya masa lajang 28 tahun sang sahabat sekaligus atasannya kini mungkin akan segera berakhir!.
Untuk pertama kalinya pria tampan yang berdiri di piramida teratas itu tidak membenci sosok perempuan!.
Gadis muda dalam pelukannya ini terasa lembut,harum dan begitu indah kala bayangannya jatuh dibalik pandangannya.
Menarik nafas dalam-dalam.
Untuk pertama kalinya,dirinya mengerti apa itu keindahan dan rasa tertarik.
Cinta? mungkin waktu akan memberinya jawaban nanti.
Dengan tanpa diketahui siapapun.
Hidungnya yang mancung nan tajam jatuh diatas pucuk rambut coklat panjang nan halus itu.
Tuan muda Roosevelt kini mengetahui arti dari bagaimana aroma manis seorang gadis begitu mampu membuat kecanduan!.
Aroma ini begitu murni,tidak seperti kuatnya aroma sebuah parfum atau jenis perawatan kecantikan apapun!.
" Aku tak tau bagaimana semua ini terjadi...ini pertama kalinya dan aku suka sensasi ini...Latusya....bagus sekali kamu berhasil memasuki porosku.... Princess Fujihara..."
Senyum miring nan dalam namun tersirat kelembutan itu sukses membuat sang pengemudi dan Zhenshui,pria berdarah china dengan wajah tampan nan hangat disisi pengemudi itu bergidik sekaligus haru.
Hell.....
Master mereka sudah menemukan kesukaan baru?!.
Apakah akhirnya romansa sang hades ini akan mekar?!.
Telapak tangan besar dengan jemari kasar akibat terlalu sering menggunakan segala jenis senjata itu jatuh dipermukaan pipi halus yang terdapat noda darah dan memar itu dengan begitu ringan.
Sebuah sapu tangan bergerak begitu lembut mengusap darah pada beberapa luka sayat yang berhasil melukai kulit halus nan putih itu.
Gerakkan yang begitu perlahan layaknya kepakan sayap capung yang menyentuh permukaan air.
Bagaimanapun,kecantikan ini harus kembali seperti semula!.
Sang Presdir tersenyum penuh kasih.
.....TBC.....
Cast para male akan El kasih besok😘
__ADS_1