My Dear Beauty Peony

My Dear Beauty Peony
Dia yang memikat


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya...


...Vote,like dan komentar...


...🎭 Selamat membaca dan selamat berpetualang imajinasi 🎭...



...----------------...



Kaki jenjang berbalut sepatu berwarna putih silver itu berjalan memasuki lobby,wajah cantiknya memancarkan aura keindahan yang begitu kuat.


Berjalan dengan anggun,membawa sebuah tas biola.Sia,berhenti kala dua orang penjaga lagi menghentikannya.


"Terlalu banyak penjaga,tidak cukup memeriksa undangan kita barang bawaan tamu pun tidak luput? menyusahkan...." Gadis cantik dengan wajah cantik penuh pesona itu kini menjadi tidak sabar.


"Nona...maafkan kami,namun barang bawaan para tamu tidak luput dari proses pemeriksaan.Mohon kerja samanya!"


"Dan tolong perlihatkan tas biola anda!"


Melihat ketegasan kedua penjaga itu,sia tersenyum main-main.


"Baiklah...silahkan" Sia,meletakkan tas biola yang ia bawa diatas lantai.


Salah satu penjaga berjongkok,membuka tas berisi alat musik itu.



" Baiklah,semua normal silahkan lanjutkan !" Penjaga itu menatap sia dengan senyum meminta maaf.


Sungguh,wajah ini adalah kecantikan yang begitu kuat.


Banyak sekali wanita cantik,namun gadis ini benar-benar luar biasa.


Baik tempramen, struktur wajah maupun bentuk tubuh.


Terlalu indah!.


Kedua pria yang bertugas memeriksa setiap barang mencolok para tamu saling menetap,menghela nafas panjang.


Sungguh ciptaan Tuhan yang begitu indah!.


Sia,mengangguk dan tersenyum main-main.


Begitu sosok indah itu pergi,dua orang pria yang masih menjadi pengamat di lantai dua tersenyum aneh,keduanya menatap satu sosok yang sedari awal tak mengalihkan pandangannya dari sosok gadis violin itu.


"Oh tuhan..saudaraku,lihatlah Presdir kita ini! pandangan.....aku jamin jika semua anggota kita melihat ini,mereka akan berteriak histeris! dewa kita yang agung untuk pertama kalinya melihat seorang gadis lebih dari 5 detik! " Pria dengan surai putih panjang diikat longgar disisi kiri berucap takjub.


Sedangkan pria disisi kanan hanya mampu mendengus jijik melihat salah satu sahabatnya itu.


"Yah aku tidak ingin segila dirimu menanggapi ini,namun apa boleh buat.Ini nyata..." Pria tampan dengan wajah oriental itu berucap santai.


Sedang,pria yang berdiri ditengah hanya melirik kedua sahabat sekaligus orang-orang kepercayaannya itu tak perduli.


Tatapannya masih terpaku pada sosok indah yang perlahan menghilang di belokan lobby.


Menutup mata,bibirnya yang selalu terlihat segaris tanpa riak kini tertarik miring.


Selama 28 tahun dirinya hidup,menapaki dunia penuh kegelapan dengan segala jenis kekerasan dan darah.


Berkubang dalam segala jenis manusia,baik pria dan wanita yang selalu berusaha membuatnya terkesan.


Hampa,dan jijik.


Terutama setiap kali seorang wanita berusaha mendekatinya,darahnya seakan mendidih dengan niat membunuh yang begitu kuat.


Terutama jika mereka berani mendekati dan menyentuhnya.


Kasus terakhir,hanya berakhir dengan kematian!.


Dan untuk kali ini,entah bagaimana perasaan menjadi tenang hanya dengan melihat senyum gadis yang bahkan ia belum mengetahui namanya.


Meski itu hanya senyum palsu dan remeh!.

__ADS_1


Kedua tangannya terkepal dikedua sisi tubuh atletisnya.


" Ada-ada denganku?" Bergumam lirih,menutup mata dengan senyum miring.


Dialah,sang presiden direktur.


Sang CEO dari sebuah grup besar keuangan Eropa.


Pewaris mega grup Roosevelt.


Raksasa perbankan,pabrik senjata api dan sistem IT global adalah tiga arah mata angin ekonomi global yang meliputi seluruh Eropa.


Dan,pria yang berkuasa diantas semuanya adalah sosok yang kini berdiri terpaku menatap arah sosok sia menghilang.


...----------------...


Sia,gadis itu menatap sekeliling.


Menekan anting yang ia kenakan.


"Bagaimana?"


" Lewat kiri....ada tangga menuju kamar mandi segera rakit senjata disana!"


" Baik!" Sia menutup komunikasi dengan Kenzo.


Berjalan cepat,melihat pintu kamar mandi.


Memasuki salah satu bilik,membuka tas biola dan segera menekan sisi lain dari balik biola yang terbaring cantik.



"My Dear time to work!" Sia,tersenyum dan mulai mengganti sepatunya dengan sebuah flat shoes dengan cepat.


Merakit senapan laras panjang miliknya dan segera memasang sarung tangan kulit juga kaca mata fokusnya.


...----------------...



...----------------...


Diatas panggung,para pemain orkestra musik sudah berkumpul.


Dan disisi lain sosok ramping tengah berbaring dengan senjata api menuju satu titik, seorang pria berusia 30 tahun dengan wajah penuh kesombongan yang tengah dikelilingi oleh para penjilat .


Sinar merah segera diaktifkan tanpa disadari siapapun,melayang dengan samar dan jatuh di titik vital.


Jantung.


"1....."


Sia,gadis itu mulai membidik dengan posisi tiarap disisi sebuah kabel ganteng yang dimana sebuah papan panjang terikat dikedua sisinya.


"2....."


Mengunci target.


Disisi lain,dilantai VIP panggung.


Tatapan tajam pria berwajah adonis itu terpaku pada sosok yang kini jantungnya terbidik sebuah sinar merah tipis.


Menyeringai dan duduk dengan posisi bak kaisar yang tengah menatap bawahannya.


"Gadis violin itu mulai bekerja?" Senyumnya semakin dalam kala manik tajamnya mulai mengikuti jejak sinar yang dirinya tau pasti itu adalah sinar posisi bidikan senjata api.


Senjata apa yang ia tak tau jenisnya dan sistem kerjanya?


"3....."


Dor....


Wush..


Peluru melesat dengan suara teredam musik orkestra.

__ADS_1


Trank....


"KYAAAAA...ADA PEMBUNUH!!!"


"Lindungi bos!!"


"Bergerak cari pembunuh itu!!"


Manik sia menegang,sebuah peluru melesat sama kearah targetnya.


Dan peluru itu bertabrakan dengan miliknya, menghasilkan keributan besar menghentikan musik orkestra dan reaksi para tamu dan para penjaga.


"Sial!" Sia melihat sisi utara panggung.


Dan, matanya menatap sepasang mata biru yang menatapnya bengis.


Ada assassin lain yang ternyata memiliki target yang sama dengannya!.


Wanita itu,dengan gaun hitam mundur perlahan dari area sisi para pemain orkestra dan membuang wajah berlalu pergi .


Sia,dengan cepat bergerak membereskan senjatanya.


"DISANA!!!!"


Deg.....!


"Double ****!" Memaki jengkel,sia melompat turun dengan cepat.


Siapa yang tau para penjaga itu sangat cepat menemukannya!


...----------------...


"Sia...!!" Kenzo mengumpat,melempar earphone dan kaca matanya.


Berbalik keluar dari mobil Alphard.


Motor sport berhenti dan segera Vigo dan Winsi turun.


"Bagaimana bisa ketahuan dengan cepat?!" Winsi meraung kala mendengar bunyi berdengung keras dari earphone ketiganya.


"Segera berbalik,Vigo jemput sia aku akan membuat kordinat dan Winsi,bantu sia kau masuk kembali aku akan memberi konstruksi!" Kenzo dengan cepat meraih tabletnya,membuka denah gedung yang berhasil ia retas.


..........


Sementara itu..


Sang pewaris Roosevelt berdiri,merapikan mantel hitam yang menutupi tubuh atletisnya.


"Bergerak!" Ucapnya acuh tak acuh.


"Ini bukan urusan kita Presdir....kenapa kita ha-"


Bugh!!!


"Wahhhh..kenapa kau memukulku?!" Sang pria bersurai putih memekik kaget saat tengkuknya ditampar kejam oleh sahabatnya.


"Kau berisik! lakukan saja...." Pria itu berdiri,mengeluarkan sebuah Baretha disaku belakang celananya.


Dengan itu,keduanya melesat cepat.


Meninggalkan sang Presdir melangkah dengan santai.


Menekan arloji ditangannya.


Dan sebuah robot berbentuk serangga kecil terbang keluar dan melesat pergi.


"Found her...."


"Copy that!"


.....TBC.....



...Tolong jangan silent ya😘...

__ADS_1


__ADS_2