
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya...
...Vote,like, komentar dan ulasan 🌹...
...✒️ Selamat membaca dan selamat berpetualang imajinasi ✒️...
...----------------...
Wajah cantik itu tersirat kecemasan dalam,langkah kaki jenjangnya menyusuri lantai demi lantai mall besar itu dengan manik memerah.
Latusya,untuk pertama kali merasakan apa yang dinamakan ketidak berdayaan.
Mengigit bibir peach-nya getir.
Dirinya meremat ponsel Android miliknya,bahkan nomor ponsel adiknya dirinya tak punya!.
Hingga sampai disebuah lorong mall yang cukup sepi.
Pertahanan diri yang selama ini membuatnya mampu hidup dalam kedinginan dan gelap dunia,runtuh!.
Air mata tak berdaya jatuh.
Kemana iris?...
Hati gadis itu pasti hancur.Kemana dia pergi?.
Berjongkok dengan isakan lirih,tak perduli beberapa orang menatapnya lamat.
Mengapa kehidupan adiknya begitu sulit?
Taph...taph...taph....
Suara ketukan langkah kaki yang berat nan tenang terdengar mendekat.
Begitu tenang hingga seakan segalanya menjadi hening,terdiam dalam ketenangan.
Deg......
Sebuah sapuan lembut mendarat di pucuk rambutnya.
"Ternyata,rubah ganas yang bahkan mampu menembak mati orang lain tanpa merasa ragu bisa menangis juga?" Suara berat nan serak itu terdengar penuh kasih sayang.
Latusya,dengan cepat mengangkat wajahnya.dengan perlahan wajah tampan dengan senyum samar terlihat dihadapannya.
Berdiri gagah dengan jaket kulit hitam, tersenyum samar namun mampu membuat waktu seakan berhenti.
Raylion menghela nafas panjang,kedua telapak tangannya yang terselip dikedua saku celananya mengepal erat kala bulir kristal bening itu jatuh dikedua manik seindah cahaya bulan milik Tusya-nya.
Dengan wajah dingin, Raylion mengangkat telapak tangannya dan mengusap air mata di pipi gadis cantik itu.
__ADS_1
Air mata itu terasa membakar jiwanya,mengapa gadis sekuat ini harus menangis dan terus menangis begitu dia kembali?.
"Kenapa?" Raylion menarik nafas kala Latusya justru berdiri terpaku melihatnya.
"Ka.. kamu?" Bibir plum itu berucap kelu,menatap sosok pria yang pernah memberi kesan mendalam pada pertemuan pertama mereka.
Jika saja aura Raylion tidak begitu kejam,gelap dan berbahaya.
Mungkin Latusya tidak akan merasakan perasaan tegang seperti ini!.
Menarik telapak tangan lembut yang lebih kecil dari telapak tangannya itu,Raylion melangkah dibawah tatapan kaget seluruh staf mall yang melihatnya, begitupun para pengunjung!.
Benar, begitu para pemimpin staf mall mengetahui keberadaan bos besar mereka dari madam Hawking,segera para staf itu menjadi gempar!.
Namun,kini yang mereka lihat bukan hanya menyebabkan kegemparan,namun juga shock masal!.
Sejak kapan bos tiran ini begitu baik hati menghapus air mata seorang gadis?!.
Raylion membawa Latusya kesebuah restoran bintang lima yang berada di lantai tiga mall milik keluarganya.
Tepatnya,salah satu usaha milik ayahnya.
"Tuan m-"
Segera,manager restoran bungkam begitu melihat manik dingin nan tajam yang mengarah padanya.
Ada-apa,apa dirinya membuat kesalahan?! bukankah hanya menyambut big bos? mengapa bos besar ini nampak tak suka?.
Manager pria berusia 40 tahun itu memgigil horor.
Latusya menatap para staf restoran ini aneh.
Wajahnya yang sembab benar-benar bak nektar bunga paling menggoda!.
"Jaga tatapan kalian!" Raylion menatap kearah para staf pria dengan senyum penuh ancaman.
Dan segera,hawa dingin sukses membuat semua orang bergidik tak berani mengangkat wajah mereka.
"Kenapa?" Raylion tersenyum lembut kala menatap kearah Latusya,dan itu sukses membuat rahang semua staf hampir jatuh terkejut.
Telapak tangan besar itu hampir menyentuh sisa air mata yang membasahi pipi Latusya,namun gerak refleks akan bahaya membuat gadis cantik itu tanpa sadar mundur.
Raylion tersenyum pasrah,menurunkan telapak tangannya atas kewaspadaan sosok gadisnya.
Yah,Latusya adalah miliknya.
Baik perlahan atau secepatnya!.
"Kenapa tuan muda Roosevelt membawa saya kemari?" Dengan senyum formal,Latusya sudah kembali ke mode Peony lagi .
Raylion memicing tajam,dan Latusya segera tersentak.
Aura sosok tampan ini bagai seekor singa buas yang tengah menatap bengis calon mangsanya!.
__ADS_1
Raylion menghela nafas panjang,berusaha mengontrol dirinya.
Dirinya sadar,meski seorang pembunuh .
Latusya tetaplah seorang gadis dan gadis yang hidup dalam kekerasan itu kini terlihat jelas mulai membutuhkan sedikit kelembutan untuk bisa dibujuk!.
"Maaf.....kau takut padaku?" Raylion berucap dengan wajah penuh dengan kesabaran.
Hal mustahil yang tidak akan pernah dirinya berikan pada orang lain!.
Latusya menunduk,meremat telapak tangannya dan tersenyum nanar dalam keheningan.
Sudah biasa membunuh sejak kecil,Latusya telah biasa menghadapi berbagai aura dari orang-orang yang memiliki kekuasaan di dunia.
Namun aura pria muda Roosevelt itu terlalu dalam, jurang gelap yang tak berdasar!.
"Tidak..." Latusya menjawab dengan samar,Raylion tersenyum semakin dalam.
"Baiklah..." Raylion menatap para staf restoran, dan dengan hati-hati manager sendiri yang membawa buku menu untuk melayani bos besar mereka.
"Pilihlah...ini sudah lewat 15 menit dari jam makan siang..." Latusya terdiam, fikirkan gadis itu melayang entah kemana dan Raylion sadar itu.
Meletakkan buku menu diatas meja.
Para staf mengerti,mundur dengan tertib dalam diam untuk membiarkan big bos muda Roosevelt dan gadis yang nampak jelas memiliki kedudukan penting untuk sang bos berbicara.
Raylion, memasang posisi duduk dengan punggung tegak satu tangannya mengetuk meja dan satu lagi menopang dagu sembari melirik lurus kearah wajah cantik yang terlihat jelas sendu itu .
"Tusya...."
Deg...
Latusya tersadar dari lamunannya kala suara serak nan berat itu memanggil namanya dengan nada lembut yang begitu kuat membawa rasa hangat disisi kedinginan yang dalam.
" Kamu tau? perasaan yang kamu alami saat ini bagai kamu tengah terkurung dalam sangkar emas? kau bebas,namun hatimu selalu tenggelam dalam kesedihan...aku hanya punya satu hal sebagai nasihat jika kamu sudi mendengarkan.." Raylion meraih setangkai mawar putih yang memang sudah ada sebagai penghias meja tamu resto.
Melihat wajah khusuk gadis cantik itu yang terus menatapnya dalam diam.Raylion terkekeh geli.
"Tusya,biarkan dunia berhenti berputar jika memang bisa...biarkan matahari berhenti bersinar..biarkan dunia berkata apa...yakinlah,bahkan jika semua menjadi hancur tak terkendali.Lihat dan dengarkan suara dari lubuk hatimu..biarkan semua mengalir...jalani saja...didalam hidup ini,ada banyak orang yang mengasihi dan sakit melihat air matamu...dan itu adalah aku..." Raylion hanya mampu membatin diakhir.
Latusya terdiam,menatap wajah tampan penuh kasih sayang itu dengan perasaan campur aduk.
Apa....artinya ini?!
Raylion berdiri,mengusap rambut panjang itu dengan begitu lembut,bagai menjaga sebuah permata yang begitu berharga.
Latusya tersadar hanya saat sosok itu telah pergi,meja makan dihadapannya telah diisi dengan berbagai makanan favoritnya .
Hanya dengan itu,hati gadis cantik itu kembali merasakan sakit.
Mengapa perlakuan pria yang dikenal sebagai tiran sejak kecil itu begitu baik padanya?!.
Semua nampak tiba-tiba dengan kelembutan yang terlalu berat diterimanya!.
__ADS_1
.....To be continued.....
Can you help me? just give me support ♥️