My Dear Beauty Peony

My Dear Beauty Peony
They are in same way.....


__ADS_3

Wkwkwkw...El lagi error butuh suntikan vitamin U🤑.....


Have a nice day..


...----------------...


...Vote,like, komentar dan ulasan ya jangan pelit!...


...✒️ Happy reading and keep spirit ✒️...



...----------------...


Malam sunyi ditengah pergantian shif jaga, diantara keheningan kediaman Sanchez yang kini ditinggalkan oleh para pemilik dan hanya menyisakan para pelayan dan penjaga yang silih berganti menjaga kediaman tuan mereka.


Diantara remang-remang lorong menuju lantai dua, seorang wanita berjalan dengan santai menuju satu tujuan dengan niat buruknya, hingga.


"Marri....bukankah waktunya sudah habis? kita harus segera kembali ke halaman belakang untuk beristirahat,butler Tyson akan segera berkeliling untuk memastikan semua pintu dan jendela kediaman utama sudah tertutup rapat" Seorang pelayan wanita,sekitar 40 tahun menahan lengan marry saat wanita itu hendak melangkah semakin jauh.


"Ck...bibi ane,aku melupakan sesuatu di lantai dua jadi aku harus pergi!" Mari menatap ane dengan jengkel,dia harus segera melakukan tugas yang diberikan oleh nyonya-nya dan segera mengajukan cuti agar bisa berjalan-jalan dengan kekasihnya selama majikan yang dirinya layani sedang berada di Jepang.


Benar,marri hanya melayani semua kebutuhan rinai maka dari itu.Selama rinai tidak berada di kediaman maka waktunya akan begitu banyak untuk santai bersama kekasihnya.Selain itu,uang akan tetap mengalir begitu dia melapor kepada Jesika.


Bukankah ini adalah berkah?.


"Melupakan apa? marri,nona rinai ada di Jepang kurasa kau tidak punya pekerjaan berarti,kembalilah denganku atau butler Tyson akan marah!" Ane bersikeras,peraturan bagi para pelayan di keluarga Sanchez sangat ketat,terutama peraturan waktu bekerja dan istirahat mereka.


" Kau wanita tua! urusi saja urusanmu sendiri,mengacau saja!" Marri memaki,berbalik pergi menuju halaman belakang.Rupanya hari ini dia harus menunda membersikan semua barang kosmetik pemberian Jesika pada rinai,dan mengganti dengan yang baru dengan wadah yang sama namun isinya harus segera dirinya tukar.


Melihat marri telah berjalan pergi menuju halaman belakang,ane menggeleng tak habis fikir.


Wanita muda ini,hanya seorang pelayan saja namun tingkat kesombongannya hampir setara dengan seorang nona kaya!.


"Ane,mengapa masih disini? kembalilah dan istirahat ini sudah larut!" Butler Tyson terlihat mendekat dengan dua orang penjaga.


"Selamat malam butler,yah...saya hanya mengecek persediaan dapur sebelum besok melapor atas pasokan pangan" Ane menjawab dengan tenang,benar.


Jika butler Tyson adalah kepala pelayan yang bertanggung jawab atas semua pekerja Sanchez,maka ane adalah kepala dapur yang memegang tanggung jawab atas segala bahan pangan yang keluar dan masuk setiap minggunya.


...----------------...


Dilain tempat....


Pagi hari begitu semua kerabat dan keluarga Fujihara telah lengkap berkumpul,Likay segera memimpin untuk melakukan upacara otsuya.


Otsuya,segera seluruh keluarga dan kerabat dekat Fujihara segera maju untuk memberikan penghormatan terakhir sembari mempersembahkan dupa yang telah diberi doa oleh bikhu sebelumnya.


Wanglei dan Xingbei didampingi putra keduanya segera maju ke depan altar diikuti Alejandro dan seluruh keluarganya.


Membungkuk dalam-dalam.

__ADS_1


"Ayah...lihatlah putri Aluna sudah datang pada ayah...senang? dia gadis yang sangat cantik dan terlihat tangguh! jika ayah bertemu istri dan adikku nanti,jangan lupa berkahi kami..." Wanglei tersenyum lembut,melirik Latusya yang nampak begitu khusuk memberi penghormatan pada mendiang Fujihara tua itu.


"Ayah....kau bahagia?..lihatlah gadis kecil yang dulu menghilang sebelum sempat kita lihat! ayah dia tumbuh dengan sukses.Pemberani,tegas dan dia membawa aura positif..." Xingbei tersenyum getir.


Sungguh malang mendiang ayahnya ini,dua puluh tahun menanti bisa bertemu dengan cucu perempuan sulungnya.Namun bahkan hingga akhirnya hayat,takdir tak juga membiarkan keduanya bertemu.Hingga berbaring tidur selamanya-lah takdir mempertemukan mereka dalam raga tak berjiwa.


Proses ini berlangsung cukup lama,setelah itu.Nampak para pelayat dan kenalan yang hadir segera mengambil langkah begitu pihak keluarga Fujihara mundur.


Kokubetsushiki,para pelayat memberi penghormatan disertai lantunan doa yang terus mengalun oleh para bikhu.


Menjelang keberangkatan menuju proses kremasi,nampak kehebohan terjadi begitu sebuah mobil berlogo singa yang terbuat dari emas berhenti diikuti beberapa mobil mewah lainya.


Para tamu berusaha melihat siapa gerangan tamu ini?.


Seorang pria tua,dengan wajah tegas turun didampingi dua orang pria baya yang nampak gagah.


Semua mata terbelalak,bukankah itu tuan besar Roosevelt dari Spanyol?!.


Dan kedua putranya yang bahkan hingga sudah berkepala empat sekalipun masih juga menjadi pembicaraan panas para wanita sosialita di seluruh Eropa?.


Belum lagi, dua cucu yang terkenal sebagai tiran yang pria tua itu milikki!


Wanglei tersenyum haru,ini adalah sahabat ayahnya di masa keduanya muda dahulunya.


Rezef Roosevelt!.


"Paman Rezef anda datang?!" Rezef meraih telapak tangan Wanglei,menepuk bahu pria yang seusia putra sulungnya itu dengan senyum bijak.


" Maafkan paman yang tidak bisa datang menjenguk ayahmu untuk terakhir kalinya.." Rezef menghela nafas berat,Wanglei menggeleng tegas.


" Kau menyebut kakekku sudah tua-kan paman Xingbei?" Segera,sosok dengan kaca mata berbingkai perak melangkah maju, tersenyum jenaka dan dengan segera dibalas pukulan main-main oleh Xingbei.


"Bocah bau! mulutmu tak pernah berubah,kau tidak tau apa itu basa-basi?!" Helios mendengus,namun segera memeluk tubuh mantan pilot itu dengan senyum teduh.


"Paman kau semakin tua..."


Bugh!


"Aduh!!" Raimba melotot ganas setelah berhasil meninju pinggang belakang putranya itu.


"Kau tidak tau situasi?! jangan menjadi sky kedua disini!" Pria baya itu memaki,Rezef menghela nafas panjang atas putra sulung juga cucu sulungnya.


Helios melengos,berbalik dan maniknya menatap horor ekspresi lembut Raylion!.


Mengikuti arah pandang sepupunya itu.


"Hell....! gadis itu?!" Helios tercengang,mengingat jelas gadis yang pernah dibawa Raylion ke mansion pribadi pria itu.


Raylion berjalan memasuki aula berkabung.


Mengabaikan kebisingan paman juga kakeknya.

__ADS_1


Raidero menatap putra semata wayangnya dengan memicing kala melihat arah sang anak pergi.


Seringainya terbit dalam.


Latusya sendiri terlalu khusus berdoa,dihadapan peti mati sang kakek.


Hingga tak sadar, disampingnya kini berdiri sosok Raylion yang menatap takjub paras indah gadis itu.


Dibawah cahaya lilin,dikeheningan doanya dan angin lembut yang berhembus membawa terbang helaian rambutnya.


Menutup mata,Raylion tak lagi ingat pada dunia disekelilingnya.


Porosnya hanya pada gadis disampingnya,keindahan yang membawa kehangatan dan rasa tenang yang dalam.


Dan dibelakang keduanya, Rezef beserta Raimba tercengang.Sementara Raidero terkekeh rendah dibawah tatapan horor Wanglei dan Xingbei serta manik bergetar Alejandro dan candrik.


Apa yang telah mereka lewatkan?!


Mengapa iblis tiran ini seakan begitu lembut pada gadis kecil mereka? Fujihara dan Alejandro merasa terancam!.


"Hohoho...siapa gadis cantik itu,Wanglei?" Rezef tertawa geli melihat wajah pucat mantan jendral itu.


"Di..dia adalah putri mendiang adik kami,alunan dan Alejandro.." Dengan gugup Xingbei berucap . Sementara Wanglei terlalu sulit membuka mulutnya.


Bukan apa-apa,namun tempramen ganas dan kejam Raylion sudah terkenal di seluruh benua Eropa dan Asia,pria yang tak segan menggulingkan bisnis orang lain hingga bangkrut bahkan membunuh para pembangkang tanpa iba.


Jangan sampai gadis kecil mereka terjerat oleh iblis ini!.


Dari jauh,rinai menatap wajah tampan Helios penuh puja.Namun begitu melihat sosok yang berdiri disisi Latusya.


Wanita itu tercengang!.


Pria ini punya rupa yang begitu menawan,bagai sosok yang hanya bisa menjadi imajinasi saja!.


Apakah dirinya bisa menggapai keduanya?.


Para pewaris Roosevelt?!.


Jika salah satu saja bisa dirinya dapatkan,bukankah mudah membasmi hama peninggalan Aluna itu?.


"Kamu tertarik pada mereka sayang?" Jesika tersenyum miring atas tatapan putrinya.


"Ma...pria itu sangat menawan dan terlihat elit! " Rinai berucap dengan wajah penuh binar.


"Tentu saja,mereka adalah Roosevelt dan mereka adalah keluarga yang kekayaaan bahkan setara dengan keluarga kerajaan Inggris!" Bisik Jesika penuh minat.


Namun siapa Roosevelt itu? para pria didalam keluarga itu tidak mudah jatuh hanya dengan paras cantik dan tubuh menggoda!.


Hati....


Hanya hati dalam satu pandangan yang disebut sebagai cinta pada pandangan pertama yang dapat meluluhkan hati mereka,sedikit demi sedikit.

__ADS_1


...To be continued...


...----------------...


__ADS_2