
Sedih El tau...?
Reader yang baca tidak sebanding dengan yang vote..kalau kalian merasa ada yang perlu diperbaiki,komen saja El tunggu apapun itu.
Yang hanya datang baca juga tidak apa-apa,ikhlas El 🤞
Sudahlah mari merapat
Vote,like, komentar dan ulasan ya
...✒️ Happy reading and keep spirit ✒️...
...----------------...
...----------------...
Raylion,berdiri dengan tenang dikala dihadapkan dengan dua orang pria Jepang dengan tubuh besar dan urat-urat leher dan lengan yang menonjol ganas.
" Lihat bule tampan ini saudaraku....bukankah dia akan menjadi sumber uang jika kita membawanya kepada bos untuk di jual di rumah singgah ? hahahaha....."
"Benar...dia punya tub-"
Srakhhhh!!!
Gerakan yang sangat cepat dan juga tebasan yang sangat rapi!.
Korban mati seketika tanpa suara!.
"BEDEB*H!!!!" suara raungan terdengar nyaring kala sebuah kepala jatuh keras menghantam tanah.
Sosok raylion berdiri,dengan wajah dan pakaiannya yang telah terciprat darah!.
Wajah tampan itu begitu dingin, tanpa emosi juga empati!.
Dari tangannya,menetes darah segar dari sela-sela sarung tangan kulit yang terselip lempengan besi baja yang tajam.
Lebih tajam dari sebilah pedang!.
Wushhhh...
Trankkkk!
Tinju besi dan sebuah pedang dengan ukuran setengahnya dari sebuah katana saling beradu.
Dibalik sebuah bangunan toko, tersembunyi diantara riuh keramaian yang semakin semarak.
"1...."
Tanpa kata,raylion mulai memperhitungkan jumlah orang yang harus dirinya bunuh.
"Untuk apa kau menghitung?! kau menghitung waktu kematianmu? beraninya kau ikut campur!!!!" Pria dengan baju kimono hitam itu bergerak cepat,mengincar dada.
Trankkkk..
Sekali lagi,tinju besi menghalau serangan pembunuh.
Raylion melirik arah utara.Seorang lagi pria terlihat hendak mendekati kedai,auranya sarat bau darah!.
"2...."
Wushhhh...
Srakhhhh...
Zrashhh...
Besi tajam ditangannya segera merobek kimono yang dikenakan pembunuh bayaran,menyayat daging dan menumpahkan darah segar.
"AKHHHHHH!!!!!!!" pria itu,tak menyangka .
Sosok yang dirinya hadapi ternyata begitu tangguh,cepat dan kejam!.
Segera,busa hitam menguar dari mulut sang pembunuh.
Brukhhh..
Tubuh itu segera tumbang kalau luka menganga itu mulai menghitam.
Raylion menatap sosok itu tanpa ekspresi,bergerak cepat menuju arah kedai.
__ADS_1
Meliarkan maniknya dengan cepat.
Dapat!.
Sebuah tali tampang yang digunakan menarik kereta parade nampak menganggur tak terpakai diantara tumpukan alat dan bahan festival.
Dengan cepat,tali tampang itu dirinya ikat menjadi simpul.
Melempar dengan perhitungan sudut yang tepat .
Brukhhh...
"AAAAAA... ADA-APA DENGAN PRIA INI?!" Tak lama jeritan terdengar,kala seorang pria terjerat tali pada lehernya dan jatuh tak jauh dari pintu kedai.
Pria itu,sang pembunuh ketiga menarik dan melepaskan tali dengan ekspresi ganas.
Menatap sekeliling pada orang-orang yang menatapnya kaget.
Bangkit,mendapati sosok raylion yang berdiri dengan wajah terciprat darah di area yang sepi.
Pria itu membanting tali,dan mengejar raylion yang sudah bergerak pergi.
"Akan kubunuh dulu penganggu satu ini!" Ucapnya keji.
Raylion sendiri, menyeringai dingin dengan kilatan bengis dimaniknya yang tajam.
Empat orang pria dengan kimono berbeda.
Dua telah tumbang dan tersisa dua lagi.
...----------------...
Sementara itu...
Tak berbeda jauh, dijalan yang lainya.
"Menunduk!!!" Helios berseru cepat kala sebuah cahaya laser membidik kearah mobil yang dirinya naiki.
Sebuah mobil Lexus putih milik Louhan.
Helios bersama Likay yang duduk didepan dan candrik yang duduk di kursi belakang bersama iris dan rinai.
Pria itu membuka dasboard mobil.
"Hei tuan muda sulung Roosevelt,kau butuh senjata?" Likay berucap kala membuka dasboard dan terlihatlah beberapa senjata api didalamnya.
"Tidak aku punya milikku sendiri..." ucap Helios dengan jenaka.
"Cand?" Likay bertanya sembari mulai menambah kecepatan mobil.
Ckittttt.....
Mobil Lexus berbelok tajam.
Nampak para pejalan kaki yang menikmati festival memekik horor kala aksi penembakan mulai terjadi.
Rinai menjerit ketakutan dimana iris mulai menangis.
"Boleh!" Likay melempar satu buah Baretha yang sudah terisi penuh .
Dorr.......
Serentetan tembakan mulai menghujani mobil putra sulung Wanglei.
"Hei jendral muda,fokus saja menyetir !" Helios memaki kala mobil hampir saja oleng dan menabrak sebuah kereta parade.
Likay tertawa canggung,kini fokusnya adalah membawa mobil menjauhi jalanan utama demi mengurangi korban!.
Tiga buah motor KLX dengan masing-masing dua pria dengan masker hitam dan senjata api yang terkunci pada mobil mereka mendekat.
Brakhhh...
Likay menyerempet motor KLX disisi kiri.
Dorr...
Helios menembak kepala pengendara motor disisi kanan.
"Hei..kau membuat telingaku berdenging!!" Maki Likay kala peluru Helios melewati wajahnya!.
Gila!.
__ADS_1
Helios terbahak tak perduli.
Prankk....
"AKHHHHHH....AKU BELUM MAU MATI, KAKAK LAKUKAN SESUATU!!" rinai mengguncang lengan candrik panik.
Ckittttt.......
Klik....
"TIDAK...KAKAK.......!!!" Rinai menjerit kala pintu mobil terbuka dan tubuhnya terhempas keluar dari mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi.
"KAK RINAI!!!'
Likau tersentak melihat rinai terhempas keluar dari mobil.
Namun aneh,para pembunuh itu tidak berhenti dan justru melewati tubuh rinai begitu saja!.
Jadi,siapa sasaran para pembunuh itu sebenarnya?!.
Candrik menekan kepala iris agar menunduk lebih dalam.
Peluru sang pembunuh berhasil menghancurkan kaca belakang mobil.
"Tutup dan kunci pintu mobil dengan benar!" Likay meraung jengkel.
Lupakan rinai sejenak, lagipula para pembunuh itu hanya melewatinya saja tanpa berbuat apa-apa!.
"Kita hampir mendekati perbatasan Tohoku,hanya sisa satu motor dan satu mobil jepp!" Ucap Likay yang kini kembali fokus mengemudi.
...----------------...
Sementara itu..
Rinai yang ditinggal begitu saja mulai sadar,jalanan ini sepi akibat aksi penembakan itu.
Toko-toko tutup dan pejalan kaki tidak tau entah kemana?
"SIAL!!" rinai meraung,menatap lengan dan area kakinya!.
Darah!!..
"ARKHHH!!!!" Menjerit sembari meremat perutnya.
Apakah dirinya, keguguran?!.
Rinai, tersenyum lebar ditengah wajahnya yang memucat.
Bukankah dirinya tak perlu mencari akal lagi untuk mengelabui keluarga Imanuel? dan lagi,bukankah dengan ini.
Iris bisa jadi kambing hitam segalanya?!.
"Hahahaha...AKHHHHHH..tidak apa-apa,aku sangat beruntung!!" Rinai terpekik senang diantara jeritannya menahan sakit.
"Aku harus menelpon mama dan membiarkan mama membuat drama lagi!" Rinai segera meraih ponselnya,benda itu sedikit retak namun beruntung masih bisa digunakan.
...----------------...
"Kenapa belum ada kabar?! Tenji,hubungi Yamate dan ketiganya,sudah selesai atau ada masalah?!" Pria yang duduk ditengah sebuah ruangan dimana beberapa pria dengan wajah kejam brandal mengelilingi sebuah meja domino.
"Belum ada kabar tuan Yamura..."
Brakhhh!!
Segera gebrakan besar menghancurkan balok-balok domino yang tersusun.
Hening ..
Semua yang berada di sana nampak membisu.
"Kirim Miko...bunuh gadis itu dengan cepat!" Pria dengan jubah kimono berwarna putih itu tersenyum jenaka,seakan kemarahannya hanya sebuah ilusi sesaat.
"Mengerti...!" Pria dengan wajah kaku itu berbalik pergi.
Miko...
Wanita gila itu,bukan.Tepatnya transgend*r gila itu akan turun, itu artinya.
Bos ingin korbannya mati dengan cara paling sadis dan cepat!.
.....To be continue.....
__ADS_1