My Dear Beauty Peony

My Dear Beauty Peony
Enemy


__ADS_3

Burung nuri burung dara


Hai apa kabar semua?


Minta vote,like, komentar dan ulasan ya


Semangat berakhir pekan dan have fun weekend.


...✒️ Selamat membaca dan semangat ✒️...


...----------------...



...----------------...


"B...bos?"


Keheningan mencekam menjadi saksi bisu rasa frustasi semua orang yang kini berdiri menatap sosok pria dengan kimono putih,pria yang nampak meremat ponsel salah satu bawahannya dengan bengisnya.


From : Ten


To : Taka


Semua selesai...begitu juga tikus kecil yang kau kirim,senang dengan hadianku?


Picture


Brakhhh ...


Taka,pria sang pemilik ponsel hanya mampu menutup mata sabar melihat jasad ponsel mahalnya yang kini berubah menjadi bangkai!.


"SIAPA YANG BERANI BERTINGKAH DI WILAYAH KU?!! TENJI DAN KELOMPOKNYA MATI! SIAPA?!!" Yamura,ketua gangster yang paling ditakutin di wilayah Jepang.Tepatnya pada daerah-daerah yang tidak terjangkau pemerintah adalah kekuasaannya.


Menjarah,menculik anak-anak dan wanita kerumah-rumah hiburan,memasok obat-obatan terlarang,membunuh dan segala jenis kejahatan lainya.


Menjadikan mimpi buruk bagi para rakyat menengah ke bawah kota itu.


Ekspresi wajahnya mengeras,meraung sembari menunjuk bangkai ponsel milik tangan kanannya,Taka.


"Tidak ada informasi yang bisa kami dapat,tidak ada satupun dari tenji dan rekannya yang selamat...orang itu, melenyapkan mereka tanpa sisa! " Taka berucap hati-hati kala suara hati yamura tengah diujung tanduk batas kesabaran.


"Bagaimana dengan Seven?! aku beri kelompoknya tiga motor dan satu Jeep! jangan bilang mereka juga gagal?!" Yamura menghempaskan tubuhnya pada sofa hitam,menyulut rokok tembakau dengan kuat.


Glek....


Taka menelan saliva-nya gusar.


Pria itu kemudian meraih remote televisi.


Klik....


"Jendral muda Likay... bagaimana semua ini bisa bermula?"


"Apa kalian bodoh masih bertanya? orang-orang ini sudah jelas sekelompok gangster! dan mereka berani mencelakaiku? bagaimana jepang akan bertanggung jawab pada pihak militer China? belum lagi,putra sulung Roosevelt beserta putra dan putri Sanchez dari Spanyol! bagaimana bisa keamanan negara ini begitu lemah?"


"Ini....ini adalah kesalahan k-"


"Kesalahan? bagaimana kalian bisa jelaskan tragedi ini?! saat festival dan pada gangster berani bertingkah?! coba lihat mobilku jadi seperti apa? dan lihat salah satu penumpang justru dilarikan kerumah sakit!"

__ADS_1


Untuk berita hari ini sekian dan mohon terus waspada karena kejahatan kini tak kenal waktu dan tempat!.


Yamura melihat siaran berita wawancara stasiun berita dengan dua sosok yang siapapun di Jepang ini sudah tau pasti.


Jendral muda Likay Fujihara dan pilot pesawat tempur Louhan Fujihara!.


Dan manik Yamura memerah bak darah seakan mampu menetes dari bola mata itu kapan saja!.


Mobil Jeep miliknya terbakar dengan posisi terbalik,dan motor-motor trail miliknya yang juga ringsek tak berbentuk!.


"BAGAIMANA CARA SEVEN DAN ANAK BUAHNYA BEKERJA?! KALIAN HANYA HARUS MERENGGUT NYAWA DUA ORANG GADIS!! " Amuk Yamura berang.


"Bos....bukan masalah korban kita ini adalah seorang gadis,namun siapa yang melindungi mereka!."


"MAKA TUNGGU APA LAGI,CARI SIAPA YANG BERANI BERTINGKAH MELAWANKU?! BILA PERLU SURUH MIKO MEMBAWA ZAORI DAN BERESKAN MALAM INI JUGA!"


Bangkit dan bergegas pergi,para bawahan Yamura merasa frustasi baru kali ini membunuh terasa begitu sulit!.


...----------------...


Sementara itu,latusya tak menyadari badai apa yang baru saja dirinya lewati dan Raylion yang memang tak mau ambil pusing atas apa yang terjadi diluar sana.


 Bzzzz...


Telinganya berdenging atas suara yang datang dari earpeace yang ia kenakan.


Menekan sebuah tombol yang terdapat di bagian ujung earpeace.


"Hm...."


Latusya mendongak dari asiknya menyantap ramen ichiraku yang akhirnya dirinya dapatkan setelah menunggu giliran pesanannya dibuatkan,memang kedai ramen yang latusya dan raylion masuki adalah kedai dengan pengunjung cukup padat.


"Manis....gurih...."


Blushhhhh...


Wajah cantik itu sukses merona dengan warna merah muda yang kontras dengan kulit cerahnya.


"Kau jangan asik sendiri Lion,kau tau aku hampir terlibat adegan diantara mati dan hidup ka-"


" Belum mati?" Dengan wajah poker Raylion menyahuti ucapan menggebu Helios.


Latusya menatap wajah tampan itu bingung.


"Siapa yang mati?" Latusya bertanya dengan cepat begitu sosok raylion mematikan sambungan earpeace-nya.


"Tidak...hanya kucing orang manor.." Jawaban asal meluncur mulus disertai senyum geli melihat bagaimana manik indah itu memicing curiga.


Hingga....


Wushhhh...


Sebuah kanzashi,atau sering disebut sebagai tusuk rambut.Melaju tajam terbang dari belakang sosok Latusya.


Raylion yang duduk dihadapan gadis itu segera meraih sumpit miliknya sendiri.


Trakkkk...


Kejadian itu begitu cepat,hingga belum ada satupun pengunjung yang menyadari.

__ADS_1


Sumpit raylion melaju membelah kanzashi yang hampir menusuk punggung latusya dari belakang.


Gadis itu berbalik cepat,menatap lantai dimana sebuah sumpit telah tergeletak tak jauh darinya dengan sebuah tusuk rambut hiasan wanita yang juga telah terbelah dua.


" Apa yang terjadi?!" Latusya mulai merasakan bahaya yang lebih besar dari siang tadi.


"Tenang... kemarilah" Raylion memberi arahan agar latusya berpindah duduk disampingnya.


Gadis itu menurut,disini terlalu ramai dan akan jatuh korban jika mereka bertindak ceroboh!.


Raylion mengusap wajah waspada gadis cantik itu,segera wajah tampan itu menatap kearah luar.


Kertas putih yang menutupi jendela kedai berlubang,dan itu seukuran kanzashi yang baru saja hampir melukai latusya.


"Kita pergi saja..." Latusya bangkit,rasa laparnya sudah hilang meski baru saja hanya menyeruput kuah ramen tanpa sempat merasakan isinya.


Akhirnya,keduanya memutuskan kembali ke kediaman tua Fujihara.


Raylion memicing dengan senyum dingin kala tau jelas.


Ada yang ingin mengikuti mereka.


"Akan kubereskan malam ini!" Seringai kejam itu terbit dengan manik melembut menatap sosok Latusya yang nampak tertidur disampingnya.


Mobil Lamborghini Aventador putih itu melaju dengan kecepatan stabil.


...----------------...


Kediaman tua Fujihara..


Suara tangisan Jesika terdengar jelas begitu Likay,Helios juga candrik masuk dengan iris yang pria itu topang disusul raylion yang menggendong latusya yang nampak tertidur pulas.


Bagaimana tidak? Gas bius yang pria itu semprotkan kala latusya masih setengah sadar akhirnya bekerja membuat gadis itu benar-benar jatuh pulas.


Raylion tau drama apa yang akan terjadi begitu mereka kembali,dan benar saja!.


Jadi agar istirahat rubah kecilnya tidak terganggu,lebih baik membuatnya tidur!.


"Cepat papa! rinai kasihan dia dirumah sakit seorang diri!"


Alejandro menatap kedua putrinya lega kala melihat keduanya baik-baik saja,hari ini benar-benar berat.


"Candrik,Likay, Louhan tolong jaga iris dan Sya.Paman pergi dulu melihat rinai" Alejandro menepuk bahu candrik dan berlalu saat tangisan Jesika terdengar semakin keras.


Brakhhh..


Begitu Jesika dan Alejandro pergi.


Wanglei menghantam meja dengan tinjunya.


"Bagaimana bisa?! diwilayah keluarga Fujihara,beberapa gangster berani berbuat celaka!" Xingbei berucap tajam.


"Hanya karena kami sudah tidak lagi bertugas,para gangster itu berani bertingkah?! " Wanglei terengah-engah akibat kemarahannya,beruntung iris juga latusya sudah dibawa masuk ke kamar oleh Candrik juga Raylion.


"Wanglei...kurasa ini bukan ulah sekedar gangster jalanan.....mungkin ada satu kelompok yang cukup kuat dibelakangnya..apakah Fujihara punya musuh?" Raimba bertanya dengan analisisnya.


"Musuh? paman raimba...dari jaman dinasti Edo sampai sekarang..meski kami punya musuh,mereka hanya berani menyerang diluar Jepang! ini sudah diluar kebiasaan itu..." Louhan menjawab geram.


"Siapa target mereka sebenarnya?"

__ADS_1


...To be continue...


__ADS_2