
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya...
...Vote, like, komentar dan ulasan 🌹...
...🎠Selamat membaca dan selamat berpetualang imajinasi ðŸŽ...
...----------------...
Roosevelt Manor.
Cataleya menatap ketiga cucu laki-lakinya dengan bengis,bahkan lirikan yang mengarah pada tiga cucu kerabatnya sekalipun tidak terlewat.
Para pria yang terkenal kejam dan tidak punya sisi manusiawi itu terdiam kaku,bahkan untuk bernafas saja terasa mencekik.
"Apakah sangat sulit memberikan nenek kalian ini seorang cucu menantu?! nenek bukannya memaksa harus mencari gadis yang status keluarganya setara dengan kita! cukup gadis-gadis itu harus berprilaku baik,memiliki hati yang kuat tidak lemah.Nenek paling benci gadis-gadis yang suka berpura-pura lemah dan hanya tau menangis menyusahkan laki-laki! meski perempuan memang kodratnya berlindung pada laki-laki,namun di zaman sekarang, perempuan juga harus bisa berdiri mandiri...menopang pendamping mereka dan berdiri sejajar! nenek tidak harus mereka dari keluarga kaya! apa itu menjadi sulit untuk kalian?! bicara tentang pernikahan,selalu menghindar! apa kalian fikir nenek juga orang tua kalian itu makhluk abadi? tunggu kami mati dulu baru kalian mau mencari pendamping?!" Cataleya memaki para cucunya geram.
Berhubung para menantunya sibuk menyambut para kawan lama Rezef kakek mereka,dan para pria muda itu akhirnya pasrah menjadi bulan-bulanan ceramah sang nenek.
Raylion menghela nafas berat,bukannya dirinya tidak ingin membawa seorang gadis dihadapan keluarganya,hanya saja mendapatkan hati gadis yang dirinya cinta bukanlah hal yang mudah.
Latusya,bukan gadis kota besar pada umumnya.Gadis itu punya dinding yang begitu kokoh untuk pria manapun runtuhkan.
Satu-satunya hal yang bisa dirinya lakukan adalah menunggu dan bertindak dengan sabar.Dan jika Tusya-nya sudah membuka hati,hal yang mudah untuk membawa gadis cantik itu kehadapan keluarganya.
"Nenek....para gadis itu merepotkan! mereka hanya tau berdandan, menghabiskan uang dan menangis jika kami para pria bicara dengan nada tinggi sedikit saja! yah... meskipun uang kami tidak akan habis untuk mereka belanjakan,sudahlah nenek...aku tidak punya target,tidak.Tepatnya kami belum punya target untuk pernikahan dalam waktu dekat" Helios,pria itu merasa dia adalah si sulung diantara sepupunya akhirnya bersuara.
Wajah Cataleya yang sudah gelap kini menghitam bak badai yang akan segera mengamuk.
Menatap enam sosok pemuda paling tampan dan paling potensial yang berdiri di puncak majalah Forbes USA.
Para pemuda yang adalah cucunya!.
Mereka tinggi, memiliki pahatan wajah yang begitu rupawan terutama cucu keduanya.Mapan secara usia,finansial bahkan memiliki nilai properti yang melebihi generasi ayah mereka.
Tetapi.....
Wanita tua itu berdiri,menunjuk wajah-wajah nelangsa para pemuda itu.
"Berdiri!!!!...." Cataleya mengaum jengkel.
Rezef menutup mata ngeri,melirik cucu sulungnya miris.
Anak bodoh ini,sudah tau tempramen gunung merapi istrinya.Justru masih berani membalas kata?.
"Percuma wajah kalian tampan,tapi tidak laku! satupun dari kalian bahkan lebih miris dari seorang pekerja laki-laki di Manor ini! Lihat Itu,Dom! dia bahkan baru berusia 23 tahun dan dia sudah punya 2 anak dengan dua orang istri! malu sama anak buah.....sama asisten koki saja kalian kalah! sekarang,pergi bantu Gylian didapur...pergi cuci piring!!!"
Keenamnya segera tercengang horor!.
Apa?! cuci piring?! mereka?!.
Presiden Roosevelt hospital center...
Pembalap F1 termuda sepanjang sejarah liga Eropa.
__ADS_1
Ketua departemen IT .
Assisten perancang teknisi terbaik Roosevelt industri.
Ketua kelompok eksekusi Lion King.
Dan Presden direktur utama Roosevelt corporation!.
Yang mana satu diantara mereka yang tidak memiliki pelayan sejak lahir?.
Dihadapan wajah bengis Cataleya,para pria dengan status sosial tinggi ini hanya bisa menghela nafas berat.
Dengan saling mendorong.Sky, Jaguar dan Yohanes menuju dapur dengan Zhenshui dan Helios mengikuti dibelakang dengan wajah mendung dibawah tatapan iba para pelayan.
Raylion menatap sang nenek dengan wajah datarnya.
Meraih mantel dan kunci mobil.
"RAYLION KEMBALI!!! CUCI PIRING DAN GELAS DI DAPUR,KAU DENGAR NENEK??! LION!!!" Kelima pria itu berbalik ngeri,menatap Raylion yang sudah pergi dengan acuh tak acuh.
Shadow mengiriminya pesan,gadisnya sedang berada di salah satu pusat kecantikan disalah satu mall milik keluarganya.
Senyum lembutnya tanpa sadar tertarik dibawah tatapan terguncang kelima saudaranya.
Cataleya mundur dan terduduk dikursi dengan manik memicing tajam.
Rezef menyodorkan segelas teh.
Namun..
Apa salahnya?! mengapa dia jadi yang terkena lahar panas akibat ulah anak-anak nakal itu?!.
"Mom...nyonya Ryan Giggs berkata akan ada fashion show di Prancis tiga har-"
"Kalian berdua hanya tau bergaya.Apa kalian masih gadis?!" Cataleya menyebur kedua menantunya yang baru saja masuk bersama beberapa wanita tua lainnya.
Terdiam...
Semua kerabat yang telah masuk bersama Naimara dan Delamora terdiam mematung.
Raimba dan Roidero,kedua pria dewasa itu memeluk istri mereka dan menatap sang ibu jengah.
lagi-lagi!.
Semua orang akan terkenal lahar panas nyonya tua Roosevelt karena anak-anak nakal itu!.
...----------------...
Sementara itu..
Latusya berdiri dengan acuh tak acuh.
Menatap tiga orang wanita yang kini berdiri dihadapannya.
"Aku kira siapa gembel yang masuk ke salon ini,ternyata itu adikmu rinai? astaga maafkan aku..." Isabel,dengan tawa sinis meraih lengan rinai disisinya dan menatap iris dengan jijik.
__ADS_1
Lalu,tatapannya jatuh pada sosok Latusya.
"Bukankah gadis ini berasal dari desa nelayan? mengapa penampilannya bahkan jauh lebih fashionable dari gadis kota besar?! wajah ini adalah wajah siluman rubah penggoda!!" Isabel membatin dan menatap sosok Latusya dengan sinis.
Rinai dengan lembut,atau lebih tepatnya berpura-pura.
Melepas lengan Isabel yang membelit lengannya.Berjalan kearah Latusya dan iris dengan senyum penuh kasih.
"Saudari...kalian kemari? jika aku tau kalian akan kepusat kecantikan milik madam Hawking,aku pasti akan mengajak kalian dan meminta madam untuk membuat kartu anggota spa untuk kalian juga!" Rinai menarik lengan iris menjauh dari Latusya,tatapannya lembut mencerminkan sosok saudara perempuan yang baik.
Latusya menyentak tangan rinai dari adiknya .
"Apa putri sulung Sanches butuh kebaikan dari putri sosok perusak rumah tangga orang seperti dirimu? adikku bisa kutangani dan kau tidak punya tempat memainkan drama dihadapanku..." ucapan bernada sindiran penuh kemalasan itu sukses membuat wajah rinai memerah.
"Hah..hahaha...hanya gadis udik tapi begitu sombong! kau fikir harga perawatan kecantikan disini sama dengan harga ikan yang kalian para orang desa tangkap? berlagak!" Sosok disisi Isabel tertawa sinis penuh hinaan.
"Kak...kita..kita pulang saja..." Manik iris sudah memerah ,bahkan satu kedipan saja maka air matanya pasti akan jatuh.
"Set perawatan ekstra disini seharga 3 juta US dollar untuk perawatan kulit,2 juta US dollar untuk perawatan kuku,4 juta US Dollar untuk perawatan rambut dan facial.Bahkan jika kau menjual semua yang kau miliki-pun tidak akan cukup!" Isabel tertawa puas melihat wajah pias iris.
"Benar...bahkan harganya akan semakin tinggi jika madam Hawking sendiri yang turun merawat!" Dorothy,wanita dengan gaya smokey itu tertawa dengan Isabel penuh kesombongan.
Rinai menarik telapak tangan halus Latusya.
"Jangan cemas seudari...aku akan m-"
"Madam Hawking..cetak dua kartu member VIP milikmu...atas nama Iris Fujihara Sanchez dan Latusya De'amour Fujihara"
Hening.....
"Hahahaha...kau dengar orang udik dari desa ini berkata apa?!" ucap Isabel tertawa puas dengan senyum hina.
"Harusnya kau abadikan momen ini rinai...lihat betapa bodoh orang desa ini tidak tau menilai harga mata uang!" Dorothy bahkan hingga menangis akibat tertawa begitu kencang.
Tawa pecah diantar para pelanggan salon yang tak sengaja mendengar.
Siapa yang tau gadis berpenampilan modis ini hanya berasal dari desa dan begitu sombong?!.
Wajah cantik Latusya tetap tanpa ekspresi,namun segera.
Wushhh...
Dua buah kartu hitam melayang kewajah Dorothy dan Isabel.
Hening...
Tercengang!.
"Satu kartu itu berisi 50 juta US Dollar...harga diri kalian bahkan lebih rendah dari itu,katakan berapa? akan kubayar harga diri kalian dan kubuang untuk dimakan an*ing..." Latusya berucap lembut,sangat lembut namun maniknya berkilat dingin menusuk.
Rinai merasa kakinya lemas.
Bagaimana bisa orang desa ini punya dua kartu Express?!.
.....TBC.....
__ADS_1