My Dear Beauty Peony

My Dear Beauty Peony
Raimba wife


__ADS_3

Disini yang reader El siapa yang nulis novel juga di MT?


Kalau ada komen ya kita berbagi informasi seputar ini...


Baiklah,mari merapat kita berhayal bersama,mimpi boleh karena dunia nyata itu keras!.


Vote, like komentar karya El dan kasih ulasan ya 🥀


...✒️ Happy reading and keep spirit ✒️...


...----------------...



...----------------...


Spanyol.....


Pukul 08.00


Seorang wanita paruh baya,terlihat keluar dari sebuah pusat perbelanjaan dengan diikuti dua orang penjaga.


Delamora,menghela nafas sembari meletakkan ponselnya pada telinganya,wanita berusia 40 tahun yang masih tetap terlihat cantik itu berdiri dengan sabar.


"Mama rindu papa ya..? kalau papa telepon selalu lama baru diangkat,sekarang belum seminggu papa tinggal sudah miscall 10 kali...rekor terbaru seorang delamora.."


Suara jenaka terdengar,dan wanita dewasa istri dari seorang raimba itu mendengus jijik.


"Hei.. apa-apaan reaksi itu?! papa sakit hati ..."


Senyum manis delamora terbit tanpa disadari.


"Papa bohong! katanya hanya dua hari..mama jadi cancel liburan kita!'


Hening.....


"Pa-"


"ASTAGA PAPA LUPA !!" Dela mendengus,penyakit lama suaminya.


Pikun!.


"Jadi bagaimana ini papa?! awas saja kalau pulang,mama buang semua koleksi mata uang papa!!"


"JANGAN MA.."


Tut.....


Dela tertawa puas,lihat saja akan dirinya buat menangis suaminya itu.


Benar,raimba.Suami sosok delamora adalah seorang kolektor barang antik.


Tapi, barang antik yang paling pria itu sukai adalah uang.Uang dalam bentuk pecahan dari berbagai belahan dunia.


Dari mata uang abad pertengahan hingga zaman modern saat ini.

__ADS_1


"Nyonya sulung,kita harus segera kembali ini sudah terlambat untuk mengantar nyonya besar cek in.." Seorang pria muda,dengan wajah kaku dengan postur wajah campuran Arab berucap sopan.


Dela mengangguk,benar.Saudara iparnya,Naimara memang tengah sibuk mengurusi masalah restoran baru yang istri raidero itu bangun.


"Baiklah..." Delamora berjalan menuju mobil,hingga.


"AWAS......."


"Nyonya sulung....!!!"


Byurrrrr...


"ARKHHH..!!"


Semua terjadi begitu cepat, hingga jeritan kesakitan seorang gadis muda terdengar di area depan pusat perbelanjaan terbesar Spanyol itu.


Delamora segera bergerak,berjongkok sembari memeluk sosok gadis cantik yang kini mengerang menahan sakit.


Tidak perduli banyak orang kini mendekati mereka dengan panik dan rasa ingin tahu.


"Nak..nak.. kamu.. kamu... bagaimana keadaanmu?!" Dela tergagap dengan wajah penuh kecemasan,rasa takut juga kasihan.


Gadis didekapan-nya memeluknya erat,air matanya menetes.


Punggung itu terlihat mengerikan kala air keras yang ditunjukan untuk delamora tertahan olehnya.


"Paman Sam...cepat bawa masuk mobil kita kerumah sakit!!" Delamora menahan tangisnya,sungguh bagaimana bisa gadis ini rela menyelamatkan dirinya?.


Sedang kedua pengawal itu sudah berhasil menahan seorang pria yang hampir saja melarikan diri setelah menyiram sebotol air raksa pada nyonya mereka,tidak tau apa jadinya jika gadis asing itu tidak muncul dan datang menolong!.


"Kalian urus,saya akan bawa gadis ini kerumah sakit !" Delamora tak menunggu balasan,istri raimba itu sudah berlari cepat memasuki mobil yang sudah berada Sam,supirnya yang sudah membawa masuk gadis itu terlebih dahulu.


" Nak...maafkan aku...maafkan bibi ini,mengapa kamu harus menahan sakit seperti ini hanya untuk menolong bibi?!" Dela menangis melihat kulit punggung putih itu telah melepuh dengan sangat mengerikan,darah dan daging bercampur dengan aroma menyengat air keras.


Gadis itu mengigit bibirnya keras,darah menetes kala air mata dalam tangisan tanpa suara.Dela menangis begitu sedih.


"CEPAT!!" Sam,sang supir sekaligus anggota Lion king generasi raidero itu mengangguk cepat,bermanuver menyelip setiap kendaraan dengan keringat dingin menghiasi keningnya.


...----------------...


Tim dokter sudah menunggu didepan Roosevelt hospital center.


Begitu mobil Alphard silver itu berhenti,segera brangkar didorong dengan sigap.


Tubuh gadis itu dibaringkan tengkurap.


Delamora mengigit bibirnya kelu,rasa takut membanjiri hatinya.


Bahkan,begitu cemasnya hingga menghubungi keluarga pun wanita baya itu tidak lakukan.


Gadis itu dibawa masuk ke ruang ICU.


Luka bakar akibat air raksa itu sangat parah,hampir seluruh punggungnya terluka!.


"Nyonya... sebaiknya anda hubungi nyonya besar dan nyonya kedua karena hanya beliau berdua yang ada di sini" Sam berucap hati-hati.

__ADS_1


Memikirkan gadis itu,pria baya itu merasa takjub.


Gadis-gadis muda sangat menghargai kecantikan dan tubuh mereka,sangat jarang ada yang berani dan rela menolong orang lain dengan bahaya sebesar ini!.


Dela terdiam,namun tangannya meraih ponsel yang berada di dalam tasnya.


...----------------...


Jepang ....


Pagi hari bersinar cerah,para penghuni kediaman tua Fujihara nampak keluar satu persatu dari kamarnya.


"Aneh...rasanya aku tertidur terlalu lelap semalam.." Xingbei merenggangkan otot-ototnya yang mulai menua.


"Kau benar...mungkin saja karena hari kemarin begitu banyak kejadian yang menguras energi hingga kita bisa tidur begitu pulas semalam..." Louhan membalas pamannya,mulai mengambil tempat duduk disamping Likay yang sudah menyeruput perlahan secangkir teh hijau pekat yang disediakan para pelayan rumah sebelum sesi sarapan dimulai.


"Tapi sedikit aneh....ketika aku berjalan-jalan dihalaman belakang,aku mencium sedikit aroma anyir.....aku seorang dokter dan tidak mungkin salah !" Candrik berucap dengan ekspresi menganalisis.


Helios yang baru tiba terbatuk geli,melirik wajah poker Raylion yang tidak berdosa!.


"Paman..kau akan kembali hari ini?" Wanglei berucap kala melihat betapa rapi tuan besar Roosevelt dan kedua putranya.


Begitupun kedua cucu pria tua itu.


"Benar..sesuatu terjadi,belum jelas karena orang manor tidak jelas memberi kabar...ini pasti istriku,jika tidak mana berani anak-anak nakal itu bermain-main denganku!" Rezef berucap sarkas,masih nampak ekspresi kesal diwajahnya.


" Sarapan dulu,kami akan mengantar paman dan kalian kembali!" Wanglei mempersilahkan kala menu sarapan khas Jepang sudah siap terhidang.


"Candrik,dimana kedua adik kalian?" xingbei bertanya kala menyadari kedua keponakan perempuannya tidak muncul juga,sudah hampir pukul 7.


"Maaf terlambat paman..." Iris muncul dengan kaos berbalut sweeter rajut berwarna hijau daun.


"Likay.Panggil sya adikmu itu jangan sampai melewati waktu makan atau dia akan sakit!" Wanglei berucap sembari mulai meletakkan koran paginya.


"Maaf tuan Wanglei..nona latusya pagi tadi sepertinya pergi joging bersama tuan besar Alejandro" Wanglei mengernyit.


Alejandro sudah kembali dari rumah sakit?.


"Baiklah... sebaiknya kita sarapan saja dulu,pelayan siapkan sarapan untuk Alejandro dan Latusya jika mereka kembali" Titah Wanglei .


Raylion memicing,tidak biasanya pemimpin Sanchez inc itu lari pagi!.


...----------------...


"Sya...apa yang harus papa lakukan? jika benar apa yang dikatakan rinai...papa kehilangan cucu pertama papa... bagaimana semua ini bisa terjadi?" Alejandro duduk di kursi taman kota, disampingnya latusya duduk sembari menatap langit pagi.


"Papa..papa adalah seorang pemimpin,papa punya kebijaksanaan papa juga punya rasionalitas.Jangan langsung menunjuk iris kita juga tidak tau yang sebenarnya terjadi...tanya keduanya perlahan " latusya menatap wajah ayahnya .


Pria paruh baya yang masih terlihat tampan diusianya,namun beban fikirannya telah membuatnya nampak menua dengan cepat.


"Pa...iris adalah adikku,aku tak perduli yang lainnya.Jika sampai aku mengetahui ini hanya skema,aku janji pa.Bahkan aku tak segan membuat istri kedua dan putrinya papa itu berakhir tidak baik!" Latusya tersenyum lembut,namun Alejandro tau.


Meski tidak hidup bersama dan tidak pernah mengetahui bagaimana putrinya itu tumbuh, Alejandro sadar.


Putri sulungnya ini tidak sesederhana kelihatanya!

__ADS_1


...To be continue...


__ADS_2