
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya...
...Vote, like, komentar dan ulasan ya 🌹...
Kalian memberi kami apresiasi,kami senang!
...----------------...
...----------------...
Angin malam berhembus,keheningan menggambarkan seluruh sisi resident mewah milik sang hades Lion King.
Kriettt....
Terdengar suara derit daun pintu yang perlahan terbuka.
Sia,menatap sekeliling dengan perasaan aneh.
Tidak biasanya residen yang bahkan memiliki pengamanan lebih kuat dari kediaman seorang presiden suatu negara itu menjadi begitu lenggang!.
"Masa bodoh akan kemana semua orang disini pergi! lagi pula bukankah kesempatan bagus aku bisa bergerak leluasa?" Latusya berdiri dengan senyum miring.
Andai saja gadis itu tau yang sebenarnya!.
"Sudah tujuh hari aku mengamati resident ini,yah..meski tidak dapat mengawasi seluruh area,setidaknya aku tau dimana bisa menemukan beberapa perangkat untuk menghubungi kak Zen dan segera pergi dari sini!" Sia berucap riang,namun entah mengapa suatu hal menganggu hatinya.
Benar, perawatan dari sosok Helios benar-benar ampuh.Perlahan luka demi luka hasil penyerangan terakhir mulai memudar.
Dan kini,Latusya merasa hampir pulih.Namun tidak tau alasan apa yang membuat dirinya masih ditahan di resident mewah ini!.
Berjalan perlahan,mengawasi area yang sekiranya tak terlihat adanya cctv.
Hanya saja,sia tak tau beberapa cctv memang tidak terlihat namun mengambil fokus lebih detail dan jelas!.
...----------------...
Dilain sisi....
Wajah Raylion tersenyum miring,sudut bibirnya berkedut melihat sosok cantik dengan piyama biru muda berbahan sutra itu.
Gadis nakal dan pemberontak yang tengah berusaha memasuki ruang kerjanya.
"Mari lihat apa yang rubah liar kecil ini ingin lakukan?" Raylion tersenyum,mengusap layar laptopnya dimana wajah cantik sia benar-benar terlihat dengan jelas dari berbagai sudut.
"Kehadiranmu bagai musim semi bagiku.. Tusya-ku,aku akan menerima apapun yang kamu lakukan meski itu adalah hal berbahaya.Aku janji aku akan tetap berada dibelakangmu, melindungi dirimu..menjagamu tetap aman..terima kasih sudah membuatku merasakan perasaan ini...perlahan aku akan menulis jalan untuk kita...." Raylion ditemani keheningan malam,duduk di ruang besar CEO gedung megah perusahaan keuangan Roosevelt corporation.
Maniknya yang biasanya tajam penuh intimidasi dan aura kejauhan atas setiap makhluk hidup.
Kini tergambar jejak kelembutan dan kasih sayang disana.
"Lakukan apapun yang kamu inginkan..aku ada untuk selalu membersihkan jalan untukmu...Tusya....my dear first love" Raylion menutup mata,menengadah dan menekan dimana untuk pertama kalinya selama 28 tahun jantung ini berdebar kencang.
...----------------...
Ruangan gelap nan tamaram itu dipenuhi aroma lembut kopi dan mint.
Sia berdiri,menutup pintu dan bersandar dengan wajah hampa.
Ada-apa dengan dirinya?.
Beberapa langkah lagi dia akan berhasil kembali!.
Tapi mengapa,ada rasa beban berat yang menahan langkahnya? Kelembutan juga sifat jahil yang selama tujuh hari ini dirinya terima dari sosok Raylion membuatnya melamun tanpa sadar kala menatap ruangan yang dirinya tau dengan pasti,tak seorangpun dapat masuk tanpa izin sang presdir.
__ADS_1
Namun,mengapa dirinya bisa membuka pintu bercat putih berseling gold itu dengan mudah?.
Bersandar pada daun pintu,wajah cantik itu terdiam.
Daun-daun maple berguguran,taman indah itu membuat siapapun melayang akan sebuah kenangan.
Sia berjalan dengan wajah penuh percaya diri ke area depan mansion .
"Nona Latusya..anda ingin kemana?" Sayangnya,dua orang penjaga dengan seragam serupa.
Rompi putih berlambang kepala singa.
Menahan pergerakannya.
Wajah cantik itu terlihat masih sama tenangnya
"Khem...hanya jalan -jalan disekitar taman..."Menjawab dengan santai.
Berbohong tanpa berkedip!.
Empat orang penjaga itu bahkan tak menampilkan perubahan ekspresi wajah.
Benar-benar seperti bos begitulah bawahannya!.
Sama-sama kaku!.
"Nona.. presdir mengatakan anda harus beristirahat,cuaca sedang mendung jadi sebaiknya anda masuk..." Seorang pria muda berucap dengan nada sama kaku-nya dengan ekspresi wajahnya!.
Sia,gadis itu tersenyum paksa.
"Sudah kulakukan.. aku sudah bicara pada tuan kalian itu.." Sia menjawab dengan lancar,senyumnya nampak tulus.
"Biarkan saja...." Keempat pria muda itu saling memandang setelah suara tegas mendominasi dari earpeace mereka terdengar serentak.
Mengeryit,gadis cantik itu bukanya senang.Namun seketika menjadi waspada atas perubahan cepat raut wajah keempat bawahan presiden Roosevelt muda itu!.
Memicing curiga,namun membawa langkahnya bergerak cepat menuju taman samping.
Ada sebuah pintu keluar masuk mobil pengantar bahan dapur yang akan datang 1 jam lagi,dia harus segera menyelinap sebelum tiran gila itu kembali.
Dan begitu dirinya keluar,tidak akan sulit terhubung dengan organisasi.
Red Cobra!.
Dengan terus memasang senyum lembut yang penuh muslihat,Latusya melewati setiap penjaga yang ia temui.
Para pria dengan paras yang hampir tak bercela itu hanya membalas dengan senyum samar.
Dan yang tidak diketahui gadis cantik itu adalah.
Para penjaga itu hanya membiarkan dirinya lewat dengan mudah hanya karena sang tuan sudah memberi izin.
Benar,diseluruh bagian Spanyol.
Terutama di wilayah langsung dimana Lion king menancapkan cakarnya.
Raylion akan mengendalikan semuanya,semua bisa terjadi hanya jika dia membiarkannya terjadi.
"Wah...tidak kusangka para penjaga si tiran gila itu cukup lengah! aku bisa keluar den-"
"Benarkah?....."
Senyum kemenangan Latusya segera runtuh kala mendengar suara pria yang beberapa hari ini mulai akrab di telinganya.
"Tiran gila...hm?"
__ADS_1
Latusya dengan kosong menatap pria tampan yang sosoknya begitu luar biasa berdiri kokoh diapit oleh dua orang pria yang memiliki paras yang juga sangat rupawan meski tak memiliki aura sekuat sosok yang berdiri di tengah itu.
Raylion Zailendra Roosevelt.
Berdiri dengan senyum miring,kedua tangannya terselip dikedua saku mantelnya.
Berbalut sweeter hitam polos,pria ini benar-benar memiliki aura kehadiran seorang kaisar!.
Yohanes dan Jaquar terkekeh geli melihat tingkah laku bos sekaligus sahabat mereka itu.
Latusya tersenyum main-main,melirik sosok tampan Raylion tanpa rasa bersalah.
"Oh...selamat pagi presiden Roosevelt...mengapa anda masih di sini? bukankah ini adalah waktu anda bekerja?" Latusya menatap sosok Yohanes dan Jaquar .
Kedua pria ini memasang wajah menjengkelkan dimatanya!.
Bagaimana mereka bisa melihat dirinya layaknya tersangka yang tengah bersiap diintrogasi?!.
Raylion tersenyum miring,melangkah mendekat hingga wajah cantik itu seketika pias.
" Bos memiliki kuasa mengatur waktu.."
Deg....
Suara serak nan berat bernada main-main itu sukses membuat Latusya bergidik.
Tidak....
Dirinya tak boleh kalah dari aura iblis ini!.
"Sebagai pemimpin...tidak baik memberi contoh seperti ini..tidak disiplin..ha- KYAAAAA...Raylion kamu turunkan aku!"
Sebelum bahkan kata-kata ceramahnya habis,tubuhnya langsung diangkat ala pengantin!.
Dengan kesal,tangan kecilnya memukul dada iblis tiran yang sayangnya begitu tampan ini.
Raylion merasa semua yang dilakukan gadis manis nan cantik ini terasa lucu.
"Huft...aku tidak melarangmu jalan-jalan,Tusya...kakimu yang terkena sabetan belati itu bahkan belum pulih...cuaca berangin dan aku hanya ingin kamu segera pulih...saat malam kamu meringis menahan sakit...." Raylion menatap Latusya dalam, kelembutan itu menghancurkan segala perlawanan sosok gadis itu.
" Aku merasa jauh lebih sakit...jadi tolong bersabar hingga proses pemulihan selesai..hm?"
Dibawah tatapan kagum dan tercengang semua pekerja kala tuan muda mereka menggedong masuk sosok gadis itu.
Latusya merasa hidungnya masam.
Kelembutan ini adalah hal yang begitu mahal,yang harus ia raih susah payah saat masih belia dulu.
Namun kini,pria ini memberi perasaan ini dengan begitu mudahnya.
Kelembutan tanpa syarat!.
Dia tersadar dari lamunannya,mengusap pipinya yang tidak tau kapan terasa basah.
Air matanya turun!.
Mengeraskan hati,bangkit dan mencari perangkat apa saja yang bisa membuatnya terhubung kepada Zen.
Dirinya tak ingin tinggal lama disini,bersama pria yang tidak dirinya kenal jelas dan berakhir membebani hati kelak.
Masa lalunya tak memberinya hak menikmati kasih sayang setulus ini!.
.....TBC.....
__ADS_1