
Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya
Vote,like komentar dan ulasan
Belakang el lagi tidak enak badan,mau nulis badan lemas mana cuaca panas minta ampun lagi,semangat hilang bawaannya mau tidur terus.
...☘️ Selamat baca dan semangat ☘️...
...----------------...
...🥀...
Keluar dari gerbang Sanchez,Kenzo menghela nafas panjang.
"Jadi bagaimana sama disk yang mau kamu berikan pada Sia?" Winxs bertanya sembari menoleh kebelakang,nampak dari jendela lantai dua yang samar.
Seseorang berdiri disana menatap mereka cukup lama,gorden putih yang tertiup angin mengaburkan sosok itu.
Vigo mengikuti arah pandang Winxs.
"Dia manusia apa hantu?" Dengan ekspresi horor,Vigo menatap sosok itu lamat.
"Manusia tentu saja,kau ini bodohnya jangan dibawa-bawa!" Sembur Winxs jengah.
Kembali menatap Kenzo yang terlihat memegang sebuah disk,pria muda itu menyimpan kembali benda itu kedalam saku jaketnya.
"Ini tentang adik kandung sia,bukan? sia bilang ini sangat penting dan dia butuh dalam dua hari...beruntung kita ada di Spanyol dan aku bisa menyelesaikannya dengan cepat...tapi, gadis itu tidak tau dimana bagaimana aku bisa menyerahkan ini padanya?" Kenzo berucap dengan wajah tertekan.
Mengetuk dinding samping gerbang Sanchez dengan jari telunjuknya,Vigo mengeryit.
"Apakah yang berdiri di lantai dua itu adiknya sia? gadis itu terlihat aneh..."
Kenzo mengangguk,ketiganya memutuskan berjalan-jalan menikmati suasana ibu kota sebelum kembali ke vila yang diberikan nyonya besar Roosevelt sebagai tempat mereka tinggali selama berada di Spanyol.
Menyusuri jalan-jalan pusat perbelanjaan dan alun-alun kota.
Winxs tenggelam dalam lamunan.
" Ken...kenapa tidak kau berikan saja pada tuan Alejandro? bukankah jika apa yang dikatakan Sia melalui email itu benar,adiknya itu bisa di penjara jika bukti yang sia minta tidak sampai tepat waktu?" Vigo mengangguk setuju,pria yang sibuk menikmati sebuah ice cream yang dirinya beli dipinggir jalan itu sibuk sendiri tebar pesona pada setiap gadis yang lewat .
"Terlalu beresiko,tuan Sanchez mungkin dapat dipercaya.Namun bagaimana dengan penghuni kediaman Sanchez yang lain? terutama ibu dan anak itu! ini bukti aku dapatkan susah payah,jika hilang akan menyusahkan!" Kenzo terduduk di kursi dekat sebuah pancuran ditengah alun-alun kota,ada banyak penduduk lokal maupun turis asing yang terlihat,ini adalah masa liburan sebelum tahun ajaran baru.
Winxs meneguk kopi cup miliknya,tatapannya menelusuri keramaian alun-alun sembari melempar beberapa roti untuk dimakan kumpulan burung merpati liar.
"Sia kemana ya? tidak biasanya kita tidak bisa menghubungi dirinya? kalaupun ketua memberi misi...itu lebih tidak mungkin!" Vigo akhirnya fokus pada masalah yang dibicarakan oleh Kenzo dan Winxs.
"Semoga dia baik-baik saja!"
...----------------...
Dan dilain tempat....
__ADS_1
Dibawah langit yang mataharinya terbayang awan gelap.
Raylion perlahan memasuki sebuah kamar rawat inap,kamar yang bahkan lebih mewah dari sebuah kamar presidential hotel.
Membawa sebuah buket bunga lavender,pria berwajah tampan dengan senyum lembut itu perlahan mendekati sebuah brangkar dimana sosok cantik tengah tertidur lelap.
Meletakkan bunga yang dirinya bawa disamping tubuh latusya berbaring.
Merasa dunianya hancur dengan manik indah itu yang nampak tertutup.
"Dear.....sehari hampir berlalu pergi..kapan kamu akan bangun? aku tinggalkan semua hanya untuk menjagamu disini...tidak maukah kamu melihatku?" Raylion meraih telapak tangan kecil dan terasa sedikit kasar itu,dirinya tau.
Tangan kecil ini begitu kasar kerena terlalu lama memegang senjata api!.
"Tanganmu ini...akan kupastikan dimasa depan akan menjadi telapak tangan tercantik dengan jemari lentik dan lembut...dear....apa kamu merasa bosan berbaring terus? mau dengar aku nyanyikan sebuah lagu? " Raylion tersenyum lembut mengecup pipi halus latusya penuh perasaan.
Meraih ponselnya.
Jemarinya mulai mengetikkan sesuatu disana,meletakkan benda pipih itu begitu selesai dan kembali fokus pada gadisnya.
"Tidur saja cantik begini...tapi kalau bangun galak sekali....hahahaha..maaf dear aku hanya bercanda,kamu cantik bagaimanapun kamu " Raylion tertawa renyah,meraih sebuah tissue wajah didalam laci nakas.
Mulai mengusap wajah cantik itu dengan hati-hati.
Tok...tok...tok...
"Presdir.....ini saya zhenshui!"
Zhenshui memasuki kamar rawat yang bahkan sukses membuatnya terguncang!.
Yah,meski dirinya sendiri yang sudah mempersiapkan kamar rawat ini atas perintah sang bos,tapi tetap saja.
Ini tidak seperti rumah sakit,namun sebuah kamar hotel bintang lima!.
" Untuk apa kau melamun?" Tersentak oleh nada santai namun penuh ancaman itu.
Tertawa kaku,zhenshui menyerahkan sebuah gitar yang diminta oleh bos sekaligus sahabatnya itu.
"Presidir...tu-"
"Ini bukan kantor....telingaku sakit mendengar nada bicaramu!" Raylion melirik zhenshui jengah.
"Ya..ya mau bagaimana lagi...sudah bertahun-tahun sejak kita remaja dan santai bersama kawan-kawan Genk senior high school..rasanya aneh saja.." zhenshui terkadang merasa sedih,ingin kembali dimana mereka masihlah remaja bebas dan penuh gejolak pemberontak.
Berkelahi adalah makanan sehari-hari,berbicara lugas dan bebas.
Kini saat dewasa,jiwa bebas itu perlahan mati dan terganti rasa tanggung jawab.
"Pergilah bernostalgia bersama jaquar!" Dengan kejam,raylion mengusir zhenshui yang menatapnya kesal.
"Kau memang manusia ice dengan wajah pokermu yang abadi!" Zhenshui melotot kesal setengah mati.
Setelah pria itu keluar,kini keheningan terjadi.
__ADS_1
Raylion tersenyum samar atas kelakuan zhenshui.
Mengusap wajah cantik latusya,Helios berkata gadisnya akan bangun paling lama besok pagi.
Dibawah cahaya samar matahari yang tertutup awan.
Sosok tampan itu terduduk disamping ranjang dengan sebuah gitar hitam dipangkuan-nya.
Dan sosok cantik yang terbaring layaknya putri tidur.
I wanna call the star down from the sky
I wanna live a day that never dies
I wanna change the world only for you
All the impossible i wanna do
" Andai kau bangun sekarang...mungkin kita bisa bernyanyi bersama dibawah bintang " Raylion membatin sembari membuka maniknya dan menatap penuh kasih pada sosok latusya.
I wanna hold you close under the rain
I wanna kiss your smile and feel the pain
I know what's beautiful looking at you
In a world of lies you are the truth
And baby everytime you touch me
I become a hero
I'll make you safe no matter where you are
Raylion tau,hatinya sudah terpaku pada satu sosok perempuan.
Dan itu untuk selamanya,hanya gadis ini yang mampu membuatnya tau makna dari menjaga dan melindungi hati seseorang.
Meski belum,raylion tau.
Cintanya butuh waktu,waktu adalah obat paling ampuh dalam luka.
Ketika cinta datang,bahkan pria paling bengis dan tidak punya empati sekalipun akan jatuh.
Seperti ayahnya,seperti pamannya, seperti kakeknya bahkan kini.
Dirinya!.
Hanya butuh satu sosok perempuan yang tepat.
Tuhan tau,jodoh pasti bertemu.
...To be continue...
__ADS_1