
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya...
Vote,like, komentar dan ulasan ya 🤸
...☘️ Selamat pagi dan selamat baca ☘️...
...----------------...
Spanyol....
Pukul 7.00 waktu setempat.
Delamora, tersenyum begitu sumringah sembari membantu memapah gadis baik hati yang sudah menolongnya.
Helios mendengus dibelakang sang ibu.
Lihatlah bagaimana ibunya itu tersenyum lebar untuk gadis aneh itu!.
Winxs tersenyum canggung begitu dibawa memasuki sebuah manor yang begitu mewah nan megah.
"Woah....ini istana namanya!!" Vigo, dengan wajah tercengang berseru tanpa perduli wajah malu Ken juga Winxs.
"Hahahaha..selamat datang bibi ucapkan kepada kalian,anggap saja rumah sendiri! mari masuk dan temui keluarga bibi!" Dela tersenyum begitu cerah, raimba yang membantu istrinya memapah gadis asing itu memasuki kediaman mereka merasa hangat.
"Sayang...tidak perlu terburu-buru!" Raimba berucap dengan wajah tertekan.
Lihatlah badan mungil istrinya? Winxs yang memiliki tubuh lebih tinggi dari istrinya bahkan meringis ngeri sendiri kala tubuh kecil itu justru ikut menopangnya!.
"Ma...biar Helios saja,masih ada tangga panjang untuk memasuki pintu masuk manor..mama tidak akan sanggup! lihat tinggi gadis ini seperti apa dan tubuh mama seperti apa?" Helios berucap sembari melirik sinis wajah cantik Winxs yang tengah melempar senyum provokatif padanya!.
Gadis ini,jika tidak ada ibunya akan Helios buang ke kandang Hikaru.
Harimau putih milik raylion!.
"Kamu ini,kepada seorang gadis jangan pernah berkata tentang tubuh mereka,itu ilegal!" Hardik delamora pada putra sulungnya itu.
"Bibi...putra bibi ini sangat jahat padaku..dia selalu menghinaku tiang listrik..." Winxs menampilkan wajah sedih,sembari melirik Helios mengejek.
Winxs memang penggemar pria tampan,tapi kalau yang model-an mulut bocor seperti Helios yang suka menghina dirinya.
Maaf saja,Winxs sudah lama melempar nama pria itu ke daftar hitam!.
"Benar Helios?!" Delamora menyerahkan berat tubuh Winxs sepenuhnya agar ditopang suaminya.
Kini,wanita baya itu berbalik menatap wajah pias Helios .
Sungguh,dari pada ayahnya.
Helios lebih takut pada ibunya!.
Sekali mantan model itu bicara,maka telinganya akan menderita!.
Dan yang tertawa paling keras pastinya adalah adik laknat-nya.
Rainsky!.
__ADS_1
"Mana ada itu ma! gadis busuk ini berbohong la-"
"HELIOS,BERANINYA KAMU MENYEBUT PENOLONG MAMA SEBAGAI GADIS BUSUK! MAU MAMA CORET KAMU DARI DAFTAR KARTU KELUARGA?!"
Nah.....
Benar bukan? seketika helios yang menerima teriakan sang ibu tepat didepan wajahnya meringis.
Telinganya berdenging seketika.
Vigo menutup mulut menahan tawa,sedangkan Kenzo hanya menatap Winxs tertekan.
Raimba,tertawa kejam melihat penderita sang anak.
Ayah yang baik bukan?.
"Dela... ada-apa ini? suaramu terdengar sampai kedalam manor!" Cataleya keluar bersama Naimara juga raidero.
Nampak pria yang baru tiba dari Jepang itu begitu lengket pada istrinya.
Raidero tak perduli sekitar,hanya fokus merangkul pinggang sang istri.
"Ini ma...Helios suka sekali menghina Winxs,aku sebagai ibunya lama-lama jengkel akan kelakuan anak ini,mulutnya ini tidak pernah manis pada para gadis-gadis! " Dela mengadu,hingga tatapan lahar cataleya melayang pada Helios yang berdiri pundung sembari melirik sinis sosok Winxs yang menaikan kedua alisnya mengejek .
"Gadis busuk ini....tunggu saja aku akan membalasmu!" Batin Helios penuh dendam.
"Dasar pria sinting...kau mau perang,fine aku akan melawanmu! kau pikir aku takut? mimpi!"
Keduanya saling melempar tatapan penuh permusuhan.
Hingga...
"Ma..pa..nenek... semuanya,lihat mereka saling menatap penuh cinta!"
Seorang pria muda,dengan seragam F1 berjalan dari keluar dari arah manor.
Tertawa keras sembari menunjuk Helios yang mendengus jijik dan Winxs yang nampak merotasi bola matanya jengah.
Rainsky berjalan disusul jaguar yang juga memakai pakaian F1 yang sama.
Keduanya baru saja latih tanding untuk membantu sky mengasah kemampuan mengemudinya lagi sebelum kejuaraan di Singapura nanti.
"Lion mana? " Cataleya bertanya setelah menyadari bahwa cucu tengahnya itu tidak juga terlihat sejak sehari yang lalu kembali dari Jepang.
Dan sejak itu,pria muda itu tidak juga nampak di manor utama Roosevelt .
"Tidak tau nenek,kakak kedua tidak pernah kembali dari perusahaan bersama Yohanes sejak kemarin!" Sky berucap sembari bertos ria bersama Vigo.
Yah,Vigo adakah rekan baru yang memiliki frekuensi sama dengan dirinya!.
"Kamu Winxs?" Cataleya berjalan mendekat,meraih tangan Winxs yang nampak tersenyum canggung atas keramahan dari keluarga paling berpengaruh di seluruh Eropa itu!.
"Itu bukan nama aslinya nenek..." Helios berucap sinis,melirik wajah kikuk Winxs puas.
Ken dan Vigo mendekat kemudian membungkuk sopan pada pasangan tuan besar dan nyonya besar Roosevelt itu.
"Maafkan kami tuan dan nyonya besar...prihal nama,adik kami memiliki alasan..." ujar Kenzo dengan senyum formal.
__ADS_1
Hening ...
"Hahahaha..ya..ya tidak masalah adik kalian adalah penyelamat menantu sulung nenek...jadi kalian juga sudah nenek anggap sebagai keluarga sendiri...masuk..masuk..." cataleya tertawa renyah,menarik antensi semua orang untuk mengikutinya.
Dibelakang semua orang.
Helios berdiri menatap ketiganya.Kenzo,Vigo juga Winxs dengan lamat.
"Sudahlah son,papa tau mana orang-orang yang memiliki kemungkinan bahaya untuk keluarga kita dan yang tidak! lagi pula..jika insting papa sudah tumpul,masih ada paman juga kakekmu..." raimba berujar santai,masuk dengan senyum samar meninggalkan Helios didepan pintu masuk manor.
Tentu saja,setelah jaquar dan sky menggantikan tugasnya memapah Winxs ke dalam,ada anak muda buat apa dirinya bersusah diri?.
"Aku tau...." Helios menghela nafas panjang.
...----------------...
PLAK.....!
Hening....
"IRIS!!" Candrik memekik,berbalik dan merangkul sosok iris yang tersungkur dengan wajah linglung.
"APA-APAAN KAU NYONYA IMANUEL?!!" Alejandro meraung,mendorong tubuh wanita baya dengan rambut pirang bergelombang pendek yang terlihat hendak menerjang putrinya yang masih berada dalam dekapan candrik.
"APA-APAAN KAU BILANG?! KAU TAU PUTRIMU YANG HINA INI SUDAH MEMBUNUH CALON ANAK PUTRAKU,CUCUKU!! DAN KAU MASIH BERANI BERTANYA?!!" Rihana Imanuel,ibu dari Pedro Imanuel tunangan rinai berteriak geram.
Jesika menarik rinai dengan senyum samar diwajah mereka.
Beruntung Mary mengabarkan kepada keluarga Imanuel begitu mereka tiba di bandara,dan waktu yang tepat kala mereka tiba di kediaman Sanchez beberapa detik setelah keluarga Imanuel tiba.
Dan lihatlah tontonan menarik ini!.
"Semua belum jelas dan kau sudah main tangan?" Semua mata menuju arah pintu masuk, seorang gadis cantik dengan cardigan hitam masuk sembari menarik sebuah koper sedang.
Latusya melirik iris dalam,maniknya kemudian beralih pada sosok rinai,Jesika dan keluarga Imanuel yang nampak berdiri seakan siap membunuh!.
"Diam kau dasar gadis dusun! tau apa kau?! kau hanya gadis liar dan tidak ber-etika! orang tua sedang berbicara dan kau menyela,tidak tau diri!" Rihana menunjuk latusya jijik.
Latusya terkekeh rendah,membiarkan kopernya dibawa masuk para pelayan dan gadis itu maju berdiri disisi Alejandro.
"Etika? apakah datang ke rumah orang lain,berteriak dan menampar putri pemilik rumah disebut punya etika? nyonya anda sehat? sebaiknya berkaca karena etika dan pendidikan seseorang dilihat dari cara prilakunya...kau berpendidikan tinggi tapi moralmu minim...." Latusya berucap dengan nada santai,tidak membentak dan tidak menunjuk.
Santai, layaknya berbicara hal random namun telak menusuk hati Rihanna dan keluarga Imanuel.
"Tapi karena dia bayi rinai tiada sebelum terlahir,dia pembunuh!" Raung Rihanna sembari memberontak di pelukan suaminya.
"Pembunuh? kau tidak tau bagaimana pembunuh yang sebenarnya....aku akan buktikan iris tidak bersalah,dua hari....setelah itu mari lihat siapa yang harus ditampar kembali?..." Latusya berlalu setelah melempar tatapan dingin menusuk.
Iris menatap latusya lamat,menunduk dalam.
"Pa..apa maksud semua ini? bagaimana rinai keguguran dan iris? tuduhan macam apa ini?! tidak ada satupun yang memberitahukan padaku!" candrik berucap tajam, Alejandro menghela nafas panjang.
"Kalian dengar putri sulungku,pergilah dan tunggu!" Alejandro berlalu begitu saja,masih lelah setelah penerbangan panjang dan apa yang baru saja terjadi begitu dirinya tiba sungguh menguras energi.
Paolo,membawa Rihana beserta keluarganya pergi dengan geram.
Dua hari dan mari fikirankan bagaimana mereka menghancurkan kesombongan gadis desa itu dan ayahnya?!.
__ADS_1
...To be continue...