My Dear Beauty Peony

My Dear Beauty Peony
True love


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya...


Vote,like komentar dan ulasan 🤸


...🥀 Selamat pagi dan semangat menjalani hari 🥀...


...----------------...



...----------------...


Beberapa waktu yang lalu...


Iris,terduduk gelisah sembari menatap jam dinding yang terus menggulir waktu.


Kakaknya sudah pergi dari pagi,hingga waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore dan sang kakak belum juga kembali.


Ayah mereka terus bertanya karena nomor ponsel kakak sulungnya itu tidak menjawab satupun panggilan dari mereka.


Mengigit kuku jarinya cemas.


Akhirnya,tepat pukul 5 iris menghubungi candrik.


Gadis itu tau bahwa candrik hari ini memiliki jadwal operasi besar setelah Alvaro dan Jason kembali dari observasi mereka di sebuah institut medis cukup terkenal di Amerika.


Panggilan terhubung setelah menunggu cukup lama.


"Iris...? ada-apa? "


"Cand cepatlah para mahasiswa dari institusi kedokteran universitas Harvard telah tiba..."


"Tunggu sebentar,iris menelpon!"


Iris terdiam,mengetahui bahwa kini kakak laki-lakinya tengah sangat sibuk.


"Iris...."


Suara candrik nampak menunggu dengan sabar.


Menelan cemas.


"Kak...kak latusya belum kembali sejak pagi,ponselnya mati dan tidak bisa dihubungi papa sangat cemas tolong lakukan sesuatu kak candrik....hiks...."


Hening....


"Tenang,kakak akan lakukan sesuatu kamu tunggu saja dan bilang pada papa,kakak akan temukan latusya dan kembali bersama dengannya!"


Benar,hubungan candrik dan Alejandro sudah mulai membaik sedikit demi sedikit demi membuat nyaman suasana mansion.


Dan pada akhirnya,setelah semua usaha bahkan dengan bantuan Alvaro dan Jason.


Latusya tidak juga diketahui berada dimana.


Dan disaat putus asa,candrik baru mengingat sosok Raylion.


Pria itu adalah pemimpin perusahaan besar jaringan hardware dan software terbesar se-Eropa.


Pria itu juga memiliki tim teknis keamanan terbaik.


Dan melihat bagaimana baiknya pria yang dikenal berdarah dingin itu pada adiknya di Jepang saat itu,bukankah ada kemungkinan meminta tolong padanya?.


Candrik akhirnya melepas seminar operasi besar yang dijadwalkan untuk dirinya pimpin,membiarkan Alvaro mengambil alih sementara dirinya berlari menuju Perusahaan Roosevelt .


Rsvelt Company.


...----------------...


Mustang hitam berhenti dengan suara gesekan ban dan aspal yang memekik.


Raylion,membuka pintu dengan wajah gelap dan tanpa berkata-kata atau menunggu para sahabat sekaligus kaki tangannya tiba.


Kakinya berlari memasuki sebuah bangunan tua bergaya Chinese yang sudah hampir runtuh dengan hanya menyisakan dinding-dinding menyekat disegala sisi.


Sembari menatap jam tangannya yang menunjukkan titik merah.

__ADS_1


"Dear......"


"TUSYA....." Suaranya yang keras memecah malam,memanggil dengan keteguhan berharap mendapat sedikit jawaban.


Memasuki dan melewati sekat demi sekat dinding.


"TUSYA....JAWAB...JAWAB AKU ATAU KAMU AKAN TAU BAGAIMANA KEMARAHANKU! LATUSYA.....!"


Hanya dinding-dinding dingin yang telah dipenuhi lumut yang menjawab dengan gema.


Krakhhh...


Berhenti,sepatunya menginjak sesuatu.


Ponsel!.


Raylion mengambil benda yang sudah retak dan mati itu dengan cepat.


Titik merah itu mati disini,dimana gadisnya?!.


"Lion..apa ketemu?!" Candrik dengan nafas memburu bertanya panik.


Mereka.Zhensui, Yohanes,jaquar dan candrik tanpa bisa mengambil nafas.Turun dari kendaraan mereka dan berlari menyusul langkah cepat Raylion.


Raylion tidak menjawab,menutup mata dan mengambil nafas.


Tak berapa lama,manik tajam itu kembali terbuka dan kakinya segera berlari.


Jika alat canggih tidak bisa berguna lagi,maka yang dirinya butuhkan hanya intuisi.


Apakah perasaannya sudah menancap dalam untuk gadis itu atau masih hanya di permukaan? perasaan yang mampu membawa mereka saling menemukan dimana pun mereka berada.


Dalam keputusasaan,candrik menyusul raylion yang sudah hampir tak terkejar.


Namun....


Wush....


Yohanes melompat sengit kala sebuah tongkat besi melayang dari sisi kirinya.


Trankkkk...


Beruntung di punggung tangan sarung tangan hitam itu terdapat sebuah lempengan besi,jika tidak apa jadinya?!.


Zrashhh...


Zhenshui dengan cepat menunduk kala sebuah katana hampir memutus lehernya!.


"Bajin*an busuk!!" Maki pria berdarah China itu kaget.


Beruntung refleks tubuhnya bagus,melihat bayangan benda berkilat tajam itu,demi tuhan. Tuhan masih sayang padanya!.


Sementara candrik.


Dokter itu sudah dihadang oleh seorang pria tinggi besar dengan sebuah rantai besi yang diayunkan menyerupai cambuk.


"Wohohoho...lihat kita kedatangan tamu!" Seorang pria dengan luka melintang memutus alis hingga turun melewati kelopak mata berucap sarkas.


Wajah Jaquar berubah gelap,tak ada lagi senyum konyol dan main-main.


Melangkah maju diikuti Yohanes dan zhenshui yang mendekat.


Ketiganya berdiri sejajar setelah menarik candrik pada mereka.


Delapan orang pria,dengan penampilan jelas anggota gangster berdiri dengan memegang senjata masing-masing.


Tombak,rantai besi,katana bahkan senjata api!.


"Kau bawa senjata apa?" Yohanes berbisik pada zhenshui.


"Dua M19 colt,kau?" Zhenshui balik bertanya dengan menatap jengah para musuh yang kini menyeringai bengis pada mereka.


Bukannya merasa takut, ketiganya justru ingin tertawa!.


Lihatlah mata sipit itu,menyeringai membuat mereka hampir terlihat tak memiliki mata!.

__ADS_1


"Double stik dengan mata pisau!" Yohanes terkekeh geli.


Sungguh,apa artinya kini dirinya bisa membunuh lagi tanpa beban? lagipula,bukankah mereka yang mencari perkara dahulu?.


Sungguh Yohanes ingin tertawa jahat sekarang!.


Keduanya menatap Jaquar yang sudah mengeluarkan sebuah besi seukuran sebuah bolpoin.


Bwahahahahah...


Tawa mengejek pecah seketika dari musuh mereka.


Yohanes menepuk bahu jaquar miris.


Mendengus,jaquar acuh dan menekan sebuah tombol merah diujung besi berbentuk panjang miliknya.


Swushhh...


Segera,tongkat memanjang dengan lilitan kawat tajam terbentuk.


"HAHAHAHA... bagaimana,bagus bukan?" Kini jaquar,pria itu yang berbalik tertawa paling keras.


Bukan hanya itu,arus listrik menguar dari benda itu membuat musuh mereka bergidik.


Bagaimana jika terkena tubuh?.


Kemudian,ketiganya melirik candrik.


Dokter itu dengan polos mengeluarkan dua buah pisau bedah kecil yang tak sengaja terbawa olehnya.


"Hanya ini yang kupunya..." menghela nafas panjang.


Setidaknya dokter itu punya sesuatu untuk bertahan!.


"Maju!" Segera.


Angin berhembus dingin mengawali pertarungan berdarah antara tiga petinggi Lion king dan anggota pembunuh Yamura.


...----------------...


Raylion memicing tajam, melihat seorang pria berdiri disebuah perahu,dengan seorang gadis yang nampak tergeletak tak bergerak .


Restoran China tertinggal ini,tepat dibelakangnya terdapat sebuah danau buatan yang kini ditepi-tepinya sudah mengambang banyak lumut hitam dan daun-daun busuk yang memenuhi permukaan danau.


Dulunya tempat ini adalah salah satu pusat rekreasi air dengan restoran dan banyak toko-toko souvernir.


Kini,tempat ini menjadi wilayah tertinggal akibat sengketa lahan.


Pria di perahu itu menggendong tubuh sang gadis.


Manik tajamnya bergetar.


Tau benar siluet siapa itu dibawah cahaya bulan.


"TUSYA!!!"


Byurrrrr.......


Pria diatas perahu itu melempar tubuh gadis itu kedalam danau.


Byurrrrr....


Raylion,tanpa berfikir segera melompat untuk menyelamatkan gadisnya.


Pria diatas danau itu menatap kearah Raylion,mengeluarkan senjata api dari balik mantelnya.


Dor.....dor....dor....


Lesatan peluru menimbulkan riak gelombang.


Yamura memicing,gelap danau yang hanya diterangi cahaya bulan membuatnya tak mampu melihat apa-apa didalam danau .


"Ha...pria itu pasti mati bersama gadis itu,diantara peluru-peluru yang kutembakkan pasti ada yang mengenainya! hahaha....selesai sudah!"


Yamura mendayung perahunya menjauh.

__ADS_1


Dan....


...To be continue...


__ADS_2