
Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya
Vote,like komentar dan ulasan 🤸
...🌹...
...Selamat baca...
...Dan...
...Semangat...
...🌹...
...----------------...
...----------------...
Semilir angin,membawa daun-daun ikut melambai dibawah cahaya sinar rembulan.
Ketukan jemari kokoh itu menggema di seluruh ruangan yang kini terasa lebih dingin dari sebelumnya.
"Kau...Kenzo?" Raylion,bertanya dengan sikap acuh tak acuh pada sosok pria yang berdiri tanpa rasa takut dihadapannya.
Kenzo,menatap raja hades dihadapannya itu dengan awas.
Dirinya berniat datang menuju rumah sakit tempat sahabatnya dirawat,namun dua orang pria dengan senyum jenaka tiba-tiba datang menghadangnya dan disinilah dirinya berada.
Kakinya melemas,namun pelatihan keras selama menjadi ahli strategi di Red Cobra tidak membuatnya jatuh dengan mudah!.
"Aku tidak tau...prihal apa yang membuat pemimpin Rsvelt Company membawa saya kemari? kita tidak bersinggungan,dan tidak sopan membawa seseorang asing tanpa izin!" Kenzo berucap dengan senyum formal.
Hahahah...
Lima pasang mata segera beralih pada sosok bercat rambut merah bata yang dengan tidak tau dirinya justru tertawa membahana ditengah situasi tegang.
"Khem....perdon....jangan tatap aku begitu...pria ini lucu dan aku tak kuasa menahan tawa atas keberaniannya!" Jaquar,pria minim akhlak ini kembali tertawa hingga sebuah bantal sofa mendarat diwajahnya!.
"Hei!!!!!" Raungnya kaget.
Zhenshui mencibir,memalingkan wajah menyesal memiliki kawan seperjuangan sekonyol jaquar!.
Raylion menghela nafas sabar,kembali menatap Kenzo dengan tenang.
"Kau memiliki sesuatu yang membuat Tusya-ku begitu cemas....be-"
"TUSYA-MU?!"
Hening.....
Empat pendiri Lion king menatap Kenzo horor.
Baru kali ini ada yang berani memotong ucapan raja hades Lion king,belum lagi dengan cara berteriak?!.
Luar biasa.
"Kenapa? kau keberatan?" Dengan senyum jenaka,raylion memainkan sebuah koin diantara jemarinya.
Maniknya berkilat dingin tak sejalan dengan senyum diwajahnya yang terpahat rupawan.
"Latusya bukan barang yang bisa kau claim sesukamu tuan muda Roosevelt! aku sebagai sahabat latusya tidak akan pernah terima orang berbahaya sepertimu mengacaukan hidupnya!...." Kenzo meraung penuh amarah.
Red cobra,dibanding sepak terjang Lion king yang penuh darah dan tak kenal ampun di dunia bawah.
__ADS_1
Organisasi mereka belum bisa disejajarkan!.
"Baik...."
"Lion!"
Raylion mengangkat telapak tangannya atas reaksi keras Helios.
"Bagaimana jika bertanding? jika kau bisa menembus Firewall pertahanan Rsvelt Company yang akan dirilis bulan depan...aku akan mundur,tapi jika kau gagal"
Koin emas itu melambung tinggi.
Takh...!
 Dengan sisi bagian tertancap sebuah belati,koin itu tertancap di langit-langit!.
Kenzo menatap dengan pupil menegang,bahkan tanpa melihat koin itu.
Sasarannya benar-benar tepat!.
"Kau mundur...tutup mulutmu atas semua usahaku untuk Tusya,kau hanya sahabat dan aku akan menjadikan dirinya menantu kedua Roosevelt, istriku!"
Hening........
"MARVELOUS!!! HELIOS KAU DENGAR APA YANG DIKATAKANYA?! PRESIDEN DIREKTUR RZVELT COMPANY AKHIRNYA MEMIKIKI SEORANG CALON ISTRI!!!!!!!!!!"
Jaquar berseru heboh sendiri,zhenshui mengelus dada sabar dengan Yohanes yang sibuk merapal umpatan kaget atas teriakan jaquar.
Helios mengusap telinganya dan tersenyum nanar.
Dia adalah cucu pertama Roosevelt,jika raylion melangkahinya dan menikah dahulu.
Apa dia masih punya nasib memiliki istri dimasa depan?!
"Kau..kau pasti bercanda?!!" Kanzo terhuyung kaget,namun ekspresi wajah tegas sosok raja hades itu membuatnya tau.
Pria tiran ini tidak pernah bercanda!.
"Baik! kau dan aku...siapa yang menang harus menepati janji!" Kenzo sangat percaya diri atas kemampuannya, lagipula.
Belum pernah sekalipun dirinya kalah dalam menembus Firewall lawan dalam misi dimanapun!.
Kenzo menatap dengan senyum percaya diri.
Raylion terkekeh rendah.
Menunjuk Yohanes dengan santai.
"Siapa bilang kau akan melawanku? cobalah hadapi kepala Departemen teknologi ini!"
Yohanes yang ditunjuk oleh sahabat sekaligus bosnya itu mendengus pasrah .
"Presdir...ini romansa kau dan nona latusya...apa perlu kau libatkan aku?" Yohanes menatap wajah poker Raylion jengkel.
"Jika kau kalah...pergilah ke Afrika,tambang batu bara yang baru dibuka paman raimba kurang tenaga kerja..." Senyum jenaka raylion sukses membawa bulu kuduk Yohanes berdiri.
"Tidak...tidak perlu....!"
Dengan kepasrahan Yohanes, pertandingan antara dua hancker itu dimulai.
...----------------...
Sementara disisi lain....
Latusya menatap langit dari jendela kamar rawatnya,mengigit kuku jarinya gusar.
__ADS_1
"Kemana Kenzo? kenapa belum tiba juga?! jika hades itu kembali dia tidak akan mengizinkanku pergi bagaimanapun alasannya!" Latusya mulai gelisah.
Jika Kenzo belum datang dan memberikan disk yang dirinya minta,maka tidak mungkin bisa menolong iris!.
Susah payah bukti dirinya dan Kenzo cari dan susun dalam satu folder berisi vidio yang diambil disepanjang jalan yang bisa diakses melalui cctv.
Tak bisa menunggu,latusya bergerak dengan menahan rasa sakit kala kulit punggungnya terasa tertarik dengan sedikit gerakan cepat yang tak sengaja ia lakukan.
"Meski langit runtuh...aku akan tetap menolongmu iris....meski kau memberi punggung dingin padaku,aku akan tetap melaksanakan kewajibanku sebagai saudarimu...hasil akhir,hanya Tuhan yang tahu!"
Membuka pintu kamar rawatnya,latusya harus pulang dan mengurus pembantu tidak tau diri itu dulu!.
Dan untuk iris,biarkan adiknya itu menunggu sebentar agar tau apa akibatnya menjadi terlalu naif.
...----------------...
Krank...
Suara sel tahanan terbuka,iris mendongak dengan wajah kosong lelah dan putus asa.
Sosok dengan mantel merah jambu terlihat berdiri dengan wajah tertekan.
Namun,begitu petugas yang membuka sel pergi.
Wajah itu berganti secepat membalik telapak tangan!.
"Kasihan.....iris... bagaimana menjadi seorang tersangka? ditahan dan pada akhirnya seumur hidup akan dicap sebagai narapidana?! salahkan saja saudari latusya itu...jika dia tidak berkoar berjanji dalam dua hari untuk memberi bukti,apa keluarga Imanuel akan membuatmu masuk penjara secepat ini?" Rinai berjalan memasuki sel dimana iris berada seorang diri.
Karena statusnya yang masih sebagai tahanan sementara sampai bukti-bukti terkumpul cukup maka sel untuk gadis itu tidak disatukan dengan narapidana yang lain.
Berdiri pongkah,senyum sinis rinai tergambar.
"Aku tidak membunuh bayimu kak.....aku bahkan tidak menyentuhmu apalagi mendorongmu saat kejadian di Jepang itu...kak candrik selalu memelukku meski dia harus menembak para penyerang itu....aku ingat dengan jelas!" Iris mengangkat wajahnya,berucap dengan putus asa.
"Omong kosong! kau hanya bicara sepihak! aku yang mengalami....saat ketakutan kau akan lupa segalanya,kau memang mendorongku! apa kau menuduhku berbohong?" Rinai menunduk sedih,iris mengeryit.
Ada apa dengan reaksi kakaknya ini?.
Sampai...
"Apa kau tidak puas menyakiti saudarimu dengan membunuh bayi kami?! kini kau menuduhnya berbohong?! tidak tau malu!!!" Pedro datang dan mendorong tubuh iris hingga menghantam ranjang sel tahanan yang terbuat dari besi.
Ranjang itu sampai bergeser oleh kuatnya hantaman tubuh iris.
...----------------...
Ckittttt....
Sebuah taxi berhenti dengan keras didepan kediaman Sanchez.
Latusya keluar masih dengan baju pasiennya .
Dirinya sudah menghubungi Kenzo dengan meminjam ponsel supir taksi itu,meminta agar bertemu nanti di kantor polisi dua jam setelah dirinya meninggalkan rumah sakit.
"Nona Sanches ini benar-benar keras kepala...."
"Sudah diam...tugas kita hanya mengawasi dan jika ada bahaya kita singkirkan!'
" Tapi bukankah lebih bahaya jika bos tau nona meninggalkan rumah sakit dalam keadaan begitu?"
" Sudahlah....urusan bos dan calon Bu bos bukan urusan bawahan ikut campur...diamlah!"
Tanpa latusya sadari,rasa paniknya membuatnya tak sadar dua sosok dengan pakaian hitam mengawasi dari kegelapan.
...To be continue...
__ADS_1