My Dear Beauty Peony

My Dear Beauty Peony
She...in the dark


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya...


...Vote,like, komentar dan ulasan 🌹...


...🎭 Selamat membaca dan selamat berpetualang imajinasi 🎭...


...----------------...



Tatapan mata sayu nan hampa itu begitu terlihat, kala manik sebening embun itu telah terbuka.


Kekosongan,tak ada lagi keinginan yang tersisa.


Iris mengerjap perlahan,menatap langit-langit kamar rawatnya dengan senyum nanar.


Apakah dirinya baru saja bermimpi ? mimpi dimana ada seseorang yang rela menolong dan tidak menatap hina padanya?.


Terkekeh nanar, dengan perlahan mencoba bangkit dari posisi berbaringnya.


Tenggorokannya terasa kering,melirik jarum infus dan sebotol air mineral masih tersegel diatas nakas samping ranjangnya.


Mungkin saja itu milik salah satu kakak laki-lakinya.Candrik,Alvaro atau Jason?.


Iris mengangkat bahu mencoba tak memikirkan yang tidak penting,bukankah selain mereka memang siapa lagi?.


Jarum itu tertarik paksa,darah mengucur dengan cepat dan membasahi seluruh lengan pakaian rawatnya.


"Aku..... menyedihkan" Iris mengelap darahnya dengan selimut rumah sakit,turun dengan langkah berat.


Tentu saja,kakaknya pasti tengah sibuk mengurusi pasien lain.


Dengan tangan gemetar,iris meraih botol air minum itu.


Klik....


"IRIS!" candrik,dokter muda itu terpekik kaget kala melihat sang adik.


Darah berceceran diatas lantai dan ranjangnya,wajah pucat itu menatapnya dengan senyum samar.


"Kak....kau datang..." Iris melihat candrik mendekat cepat,meraih botol ditangannya dan menatap wajah adiknya tanpa daya.


"Iris...ada tombol nurse di kepala ranjang,tekan itu dan jangan bertindak sembrono seperti ini!" Candrik meraih pipet,menyodorkan air botol itu kepada iris.Gadis itu menerimanya dengan senang.


Candrik menatap wajah iris dalam,lamat.


Butler Tyson baru saja menghubungi dirinya,memberi kabar luar biasa yang selama 20 tahun dirinya nantikan.


Dan, keberuntungan iris sudah sadar dan demam tingginya nampak telah turun.


Candrik bingung, bagaimana dirinya sampaikan hal ini pada iris?.


Bahwa gadis itu punya seorang kakak perempuan selain rinai?.


"Iris..." Candik memanggil lirih,gadis itu menoleh setelah meletakkan botol airnya.


"Ya.."


...----------------...

__ADS_1


"Bukankah sudah kukatakan?! liga ini biarkan saja rekan tim-mu yang lain mengambil alih! kau itu baru kembali dari ajang F1...serakah !" Terdengar suara laki-laki dewasa yang terus saja memaki,memarahi seorang pria muda yang nampak menunduk dengan mulut sibuk bergerak mengelak pelan.


"Aduh kak....siapa suruh aku menjadi andalan seluruh tim ? aku juga harus meraih semua seri musim ini sebelum break sejenak sebelum pernikahan kak Ace!" Pria muda itu berdalih keras kepala.


Plak!!!!...


"Aduh kak! kau ini senang sekali menganiaya aku,kulapor pada nenek baru tau rasa!" Bungsu Roosevelt itu menatap nyalang pada wajah dengan ekspresi sedingin gunung es itu.


Raylion,berdiri dengan wajah acuh tak acuh.


Menatap sepupunya itu dengan senyum miring. Rainsky bergidik,pembalap muda itu mundur ngeri kala melihat wajah dengan ekspresi bak raja neraka itu!.


Demi tuhan jangan buat raja iblis ini memindai dirinya sebagai target!.


"Wahai para kakakku...dibanding berdiri disini dan mengawasi diriku seperti seorang tahanan...bisakah kalian pergi saja? ingat you are the boss!" Rainsky menatap para titan yang berdiri menatapnya dengan senyum yang sukses membuatnya bergidik.


Terutama iblis hades ini!.


"Sky.. lebih baik tutup saja mulutmu itu right? " Zhenshui berucap dengan jengkel.Sudah tau salah anak ini masih berani mengusir mereka secara halus?.


Benar-benar cari perkara!.


Sky,mendelik pada sosok pria dewasa berwajah oriental itu.


Zhenshui ini kalau bicara tidak pernah membuat dirinya senang!.


" Baiklah....orang itu...apa yang kalian akan lakukan?" Sky, menatap kedua kakaknya dengan ngeri.


Helios tertawa dengan senyum main-main,melirik sosok Raylion dengan wajah penuh arti.


Glek.....


"Tentu saja...mati!"


Dengan itu,Raylion berbalik pergi dengan senyum miring.


"Bagaimana kalian bisa tidak mengajakku bermain?! hei......brother...damn you!!!" Sky meraung jengkel, bisa-bisa mereka membunuh musuhnya tanpa mengajaknya secara langsung!.


Hanya geger otak ringan dan dirinya dibiarkan melewatkan kesenangan ini? .


Luar biasa sekali dokter gila dan raja neraka itu!.


Menatap para titan yang sudah beranjak pergi begitu saja meninggalkan dirinya yang sudah memaki jengkel.


Sky,menyentuh perban di keningnya dengan gusar.


Sial,tidak hanya dirinya tak berani mengadu pada dua ibu juga neneknya .


Para Titan itu bahkan tidak memberinya obat bius saat menjahit lukanya!.


Turun dengan geram, Sky melangkah keluar dari kamar rawatnya.


"Dokter gila itu bahkan tidak sudi merawatku di Roosevelt hospital center,dia justru membawaku di rumah sakit kelas menengah ini..." Dengan perasaan bak korban teraniaya,sky yang ditinggalkan begitu saja sebagai pasien yang malang,akhirnya memutuskan pulang saja.


Lagipula hanya geger ringan,mobil sportnya saja yang terbalik tidak dirinya pusingkan!.


"Masa iya aku harus pulang jalan kaki? hades kejam itu merampas dompetku,dokter gila itu menghilangkan ponselku...dan tiga serangkai dajjal itu membawa pergi semua pengawal! mereka benar-benar tega..." Sky terus memaki, disepanjang lorong,pria muda berwajah tampan nan manis itu berjalan gusar.


Jika dirinya berani meminta tolong orang lain untuk dapat kembali ke Manor,para iblis itu akan membuatnya menjadi samsak hidup!.

__ADS_1


"Bagaimana bisa cucuku masuk rumah sakit dan anak-anak nakal itu tidak memberi tahuku?"


"Sabar mama..."


"Tidak adik ipar, anak-anak itu memang harus kita beri pelajaran! jika kita tidak melihat postingan salah satu fans sky,apa kita akhirnya akan tau nasib malang anak itu? oh...anak bungsuku yang malang!!!"


"What the hell....nenek!!!" Sky melotot horor kala melihat siluet Cataleya berjalan dari ujung lorong.


Bahkan suara amarah sang nenek bisa dirinya dengar dari jarak lumayan jauh!.


Juga penampilan dramatis dua ibunya dan juga wajah jengah kedua ayahnya!.


Jika neneknya melihat penampilan dirinya saat ini,bukan para iblis itu yang akan menderita,namun dirinyalah yang akan berakhir lebih buruk!.


"Ya Tuhan nasibku...." Sky berbalik,berlari panik sebelum dua ibu juga neneknya melihatnya!.


Sky,memasuki sebuah kamar rawat dengan nafas naik turun.


"Hahaha...ini lebih horor dari the Conjuring!" Tertawa dengan penampilan berantakan.


Deg....


Hingga,saat tatapannya terarah lurus.


Seorang gadis terlihat menolehkan wajahnya dari arah kaca jendela,menatap dirinya dengan tatapan sebening embun pagi.


Tatapan murni,tidak tergambar sedikitpun emosi disana.


Keduanya saling menatap dalam keheningan.


Bibir sky tertarik canggung.


Manik gadis ini benar-benar kosong,wajah manis itu berbalik kembali.


Membelakangi dirinya dalam diam.


"Ma..maaf,aku...aku akan segera keluar jangan salah paham!" Sky berucap tidak enak.


Diam....


Gadis itu hanya diam,meski dari bayangan kaca jendela terlihat senyum lemah yang tersirat kehampaan.


"Emmmmm.....nona apa kau....bisu?" Sky tercengang atas ucapannya sendiri,pria manis itu memukul mulutnya sendiri dengan jengkel.


"Sky bodoh....bodoh... bodoh ! bagaimana bisa kau bertanya kepada seorang gadis seperti itu?!"


Batin nelangsa itu membuat wajah tampan nan manis sky memerah seketika.


Selain itu,baru kali ini ada seorang gadis yang tidak menjerit histeris kala melihat dirinya!.


Apakah pesona dirinya luntur?!.


Plak!.


Sky,tanpa sadar menampar keningnya sendiri hingga pekikan bak seekor b*bi yang tengah disembelih terdengar.


Ya Tuhan dirinya lupa bahwa keningnya baru saja dijahit!.


.....TBC.....

__ADS_1


__ADS_2