My Dear Beauty Peony

My Dear Beauty Peony
Man...a strom not a sunshine


__ADS_3

^^^Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya^^^


...Vote,like dan komentar...


...🎭 Selamat membaca dan selamat berpetualang imajinasi 🎭...



Dengan kecepatan para penjaga targetnya,Sia merasa cukup terdesak.


Gadis itu menekan earphone ditelinganya.


"Peony...belok kiri,koridor Utara!"


" Mengerti!"


Langkah kaki jenjang berbalut flat shoes itu dengan lincah berbelok.


Prank....


Wush...


Tubuhnya sukses mengelak dari sebuah lemparan pisau lipat dari seorang penjaga wanita.


Wanita itu menyeringai bengis dengan wajah penuh kesombongan.


" Lari? cobalah!"


Wush...


Tak lama sebuah tendangan cepat berusaha menyerang punggungnya,Sia.Gadis itu berdecak dan begitu keduanya memasuki sebuah ruangan.


Hanya tersisa keduanya dari segala kebisingan.Wajah wanita berkulit hitam itu berubah menjadi lebih kejam.


Sia,melempar tas berisi senjatanya.


Posisi bertarung telah terpasang.


"Battle?" Sia berucap acuh,memasang kuda-kuda dan keduanya saling menatap memindai kemampuan lawan.


"Kau hanya perempuan hina! beraninya kau berniat membunuh bos kami? mati kau!"


Trank....


Begitu keduanya mulai,dua buah belati saling menghantam di udara.


Wanita berkulit hitam dengan tubuh cukup tinggi itu menekan kekuatannya.


Sia, mengernyit dalam.


Duakh....


Wushhh...


Prank...


Latusya,wajah cantiknya tak menampakkan perubahan suasana.Namun sorotnya menajam.


Tendangan wanita itu berhasil dihindari,kaki berbalut sepatu boot itu menghantam sebuah meja kaca hingga pecah.


Berdecih sinis.


"Rasakan!"


Takh!...


Kedua tangan berbeda ukuran itu saling bertabrakan.


Tinju wanita itu berhasil ditahan oleh telapak tangannya, sementara itu.Tinju dilayangkan oleh Latusya sendiri berhasil ditangkap dan dicengkeram kuat oleh wanita berkulit gelap itu .


Wush...


Sia berusaha menahan nafas kala tubuhnya tiba-tiba berhasil ditangkap.


Dan dengan lemparan bahu, tubuhnya yang ramping terlempar hingga menghantam sebuah sofa dan dengan itu tubuhnya terbalik tengkurap bersama sofa yang menindih tubuhnya.


Uhuk......!


Dengan nafas terengah-engah,sia.Berusaha menahan erangan sakit di punggungnya.


"Huft...."


...----------------...


"Dimana?!" Yohanes tertegun, suara dalam sang Presdir mengerikan!.


Pria tampan berwajah malas yang kini terhias tatapan kaget itu meletakkan senjata apinya setelah berhasil menembak seorang penjaga yang berusaha menghalanginya membantu sang bos mencari informasi.


"Jaguar mengatakan titik serangga jatuh di Utara, Presdir i-"


"Tut...."


Yohanes,pria tampan berdarah Kanada itu menatap kosong ke depan.


Apa ini?.


Apakah tiran itu sedang,cemas?.


...----------------...



...----------------...


Manik indah coklat gelap itu menajam dingin.


Latusya,berdiri dengan tegap tak perduli rasa sakit yang hampir meremukkan seluruh tubuhnya.

__ADS_1


Melangkah dan langkah itu semakin cepat.


Drap....drap....drap...


Wush..


Wanita berkulit hitam itu tak mengira,tubuh kecil itu mampu melakukan lompatan jauh dan berakhir menendang perutnya!


Brankkk....


Tubuh itu jatuh menghantam dinding dengan keras.


Keributan mendatangkan para penjaga yang lain tak lama.


Sungguh kekacauan hampir lepas kendali!.


...----------------...


Ruangan istirahat tempat bertarung sia dan si wanita penjaga kini dikeliling penjaga.


"Wah...lihat siapa ini? ini pembunuh bos? si cantik ini?"


"Hei Mega....harusnya jangan kau lukai wajah cantik dan tubuh indah itu...berikan saja dia padaku!" Seorang pria dengan kemaja bunga-bunga masuk dengan wajah kurang ajarnya.


Menatap sosok sia penuh minat.


"Mega...kau itu kasar sekali pada si cantik ini...biarkan dia menemani kami..." Yang lain berseru dengan mata-mata penuh kesombongan.


"Cih... sekumpulan sampah,berapa diantara kalian apa kalian akan main keroyokan?" Sia mencibir,menarik sebuah pecahan kaca dari lengan kirinya.


Gaun indahnya telah koyak dibeberapa tempat, darahnya menyatu dengan warna memikat dari gaun yang gadis cantik itu kenakan.


Membakar hawa hasrat para penjaga yang sudah terbiasa mendapatkan gadis cantik seperti apapun selama menjadi bawahan sang bos besar bandar Makau.


"Wah..betapa kasarnya bibir manis itu berucap.. saudara-saudaraku baiknya kita beri si cantik ini pelajaran!"


Sia,melangkah mundur.


Menekan sisa tenaga dan dengan mantap berdiri dengan posisi siap tempur.


Mati ya mati saja!.


...----------------...


"Tolong....tunggu sia,aku datang!"


Disisi lain,Winsi sibuk bertarung menjatuhkan beberapa penjaga yang menghadangnya,Vigo disisi lain harus berlari mencari target.


Sembari menembak lawan,pria bersurai biru itu kini tak lagi menampilkan wajah konyolnya.


Sebelum para bawahan Yakuza datang membantu,mereka harus segera keluar!.


...----------------...


Wajah cantik sia telah terisi memar,cukup parah.


Belum lagi beberapa penjaga yang berhasil melukai tubuhnya.


Sementara wanita itu menekan pinggangnya yang koyak akibat serangan belati sia.


"SIA!" Sia,menoleh kala menatap Winsi yang datang dengan wajah penuh kecemasan.


"Cih...satu lagi hama.." Wanita itu berdecih dan menatap Winsi sinis.


Winsi menatap sia yang sudah kacau.


Benar, pertarungan jarak dekat bukan bagian dari sia.


Dia adalah seorang sniper!.


"Benar apa yang dikatakan ketua, kelompok penjaga bajing*n itu ternyata cukup tangguh!" Winsi mendekat, memunggungi sia.


Keduanya berdiri saling memunggungi,Winsi memberi sebuah Dessert Eagle .


"Jika mati,mati bersama jika keluar juga harus bersama!"


Sia terdiam atas ucapan Winsi.


Mereka terlalu banyak,selain kemampuan bertarung yang cukup tinggi!.


...----------------...


Manik tajam itu berkilat dingin.


"Presdir Roosevelt...silahkan berbalik..." Seorang penjaga berucap pada sosok yang baru saja tiba dengan langkah berat .


"Minggir...."


Glek.....


"Hahaha....lihatlah si cantik ini dan temannya,sudah menyerah saja dan layani kami! kalian tidak akan menang! si cantik jadi saja kekasihku...sebagai wakil bos Makau aku akan menyenangkan dirimu!"


" Hahahaha...lihat tubuhnya yang ramping dan panas itu!"


Alis hitam nan tebal itu mengernyit dalam,awan gelap segera menenggelamkan suasana lorong.


Suara didalam ruangan entah bagaimana membuatnya murka.


Mereka tengah membicarakan sosok gadis violin itu dengan kata-kata begitu vul*ar?!.


Api kemarahan segera menyebar membakar hatinya.


" Sudah bosan hidup!"


Dorrr.....


Segera hujan peluru menumbangkan semua penjaga yang baru saja berdatangan .

__ADS_1


Dengan satu langkah cepat.


Sang pewaris Roosevelt berlari menerjang memasuki ruang khusus istirahat.


Manik sia tertutup erat kala sebuah tinju segera datang dari sosok berkemeja bunga-bunga itu,rupanya pria itu sudah terlalu marah atas perlawanannya.Tubuhnya terbaring tak jauh dari Winsi yang nampak hampir tumbang oleh penjaga yang terus berdatangan.


Dan sosok Vigo yang sudah terbaring dengan dua luka tembak di bahu dan lengan kirinya.


Tak sanggup lagi berdiri,bahkan untuk sekedar menolongnya dan Winsi.


Para penjaga ini terlalu banyak!.


Akan tetapi....


Taph....


Namun rasa itu tak kunjung datang.


Maniknya terbuka perlahan,merasakan sebuah bayangan gelap menutupi tubuhnya yang terbaring diatas lantai yang penuh darah dan pecahan kaca.


Deg........


Sosok tinggi,dengan mantel hitam nampak berdiri didepannya.


Semua perkelahian terhenti kala telapak tangan pria tinggi bertubuh atletis tertutup mantel hitam itu menahan pukulan wakil bos Makau itu.


"PRESDIR ROOSEVELT!!"


Pria dengan wajah tampan penuh kekejaman itu meraih tangan dua penjaga sekaligus,melempar tubuh mereka dengan tendangan telak hingga terlempar keluar dari ruangan.


Wushhh...


Empat buah belatinya menembak telak empat penjaga yang bersiap membunuh sosok winsi.


Dor.....dor....dor....


Sebuah Baretha berwarna putih gading memuntahkan isinya,menembak tewas para penjaga yang sudah bersiap menikam Vigo.


Seruan kaget dan ngeri segera terdengar tak lama setelah sebuah tubuh ditekan tunduk, berlutut kala bahu wakil itu ditekan hanya dengan satu telapak tangan.


" Sampah...."


Dor.......


Latusya,terbaring dengan manik bergetar hebat.


Presdir Roosevelt? Tiran keji itu, menolongnya?!.


Mengapa?!.


Sang Presdir dengan wajah dingin dan aura hitam,melirik sosok Latusya yang terbaring dibelakangnya.


"Presdir!!!"


Suara seorang pria yang berlari masuk bersama beberapa orang pria dengan rompi hitam.


"Wah....dia sudah membalik langit!" Jaguar,pria bersurai putih panjang itu memukul punggung Yohanes.


"Bawa mereka..." Sang Presdir menunjuk sosok Vigo dan Winsi.


Yohanes dan jaguar saling menatap dengan ekspresi kosong.


Untuk pertama kalinya,pria berhati batu ini mau berurusan dengan masalah orang lain?!.


Dengan instruksi jaguar,segera beberapa anggota mereka mengangkat tubuh terkapar Vigo dan Winsi pergi dibawah tatapan geram musuh mereka .


"Tuan muda Roosevelt... bukankah anda melakukan terlalu banyak?! anda membunuh banyak anak buah Don Bosco,apakah kami menyinggung anda hingga anda yang begitu terhormat ini melakukan terlalu banyak?!" Pria dengan kemaja bunga-bunga itu berucap dengan senyum paksa.


Tak berani berdiri saat tatapan tuan muda Roosevelt itu begitu tajam.


Pria itu berbalik,berjalan menuju sia dan dengan wajah poker.


Duarrr.....


Yohanes dan jaguar bak tersambar petir.


Presiden mereka yang agung,yang bahkan sosoknya bagaikan makhluk fana!.


Dia...


Dengan tangan terselip diantara paha dan punggung sosok Latusya,pria itu mengangkat tubuh gadis itu dengan mudah.


Menatap sosok wakil Don Bosco,bos bandar Makau itu dengan senyum miring.


"Kau tau apa konsekuensi bertingkah diwilayahku? coba saja..." Ucapan bernada rendah itu sukses membawa rasa takut.


Berdiri dengan gaya yang begitu legenda!.


Bridal style!.


Tak perduli darah yang mengotori pakaian mahal jahitan tangan itu,tak perduli aroma amis dari sisa perkelahian sengit itu!.


Sia menegang kaku,disisa kesadarannya.


" Apa yang anda lakukan?" Suara lemah dan merdu gadis itu mengalun ditelinga.


Tubuh lembutnya yang bersarang di lengan dan aroma manis tubuhnya!.


Sang Presdir terdiam sesaat,menutup mata dan berjalan pergi dengan tegap.


" Bereskan " Berbalik pergi dengan senyum samar diwajahnya yang begitu sempurna.


.....TBC.....



El akan terus memberi yang terbaik demi kepuasan para reader El yang suka akan novel bergenre action roman....

__ADS_1


...Jadi tolong kerja samanya buat beri vote,like dan komentar ya 😘...


__ADS_2