My Dear Beauty Peony

My Dear Beauty Peony
That man


__ADS_3

Lelah ya cari cuan..


Yang sudah mampir baca dan jejak apalagi kasih ulasan, terima kasih banyak ya guys🌹


...Vote,like, komentar dan ulasan ♥️...


...✒️ Happy reading and keep spirit ✒️...



...----------------...


Rezef,duduk disisi putra keduanya dengan manik memicing dan senyum samar penuh makna.


Pria tua itu sudah dapat menebak apa gerangan yang kini terjadi pada cucu keduanya,tiran iblis ini rupanya tau juga apa namanya jatuh cinta!.


Tertawa rendah yang sukses membuat Helios bergidik atas wajah licik kakeknya itu.


Setelah proses kremasi selesai,kini seluruh keluarga dan kerabat Fujihara berkumpul di kediaman tua untuk sekedar duduk berbincang dan melepas penat.


"Kakek...tolong kondisikan wajahmu!" Helios berbisik dengan senyum ejekan yang jelas.


Rezef mendengus,menatap raidero penuh arti .


"Sepertinya putramu sudah jatuh hati pada cucu clan Fujihara ini,apa yang akan kau lakukan,nak?" Rezef menghisap cerutu miliknya,maniknya yang tajam menelaah wajah-wajah gelap para pria Fujihara dan Sanchez yang nampak menatap cucunya bagai pencuri!.


"Hahahaha...oh Fujihara tua,andai kau bertahan dan melihat semua ini!" Raimba menggeleng miris,ayahnya kumat lagi!.


Sementara itu...


Raylion menatap wajah cantik Latusya lamat,gadis cantik itu bergidik.


Memang tampan,sangat tampan.Namun aura pria ini benar-benar berat belum lagi wajah-wajah para wanita yang menatapnya bagai musuh!.


Tidak bisakah pria ini bersikap normal saja?! menjauh sedikit mungkin?.


Raylion terkekeh,duduk dengan kaki bersilang dan tangan bertopang dagu sembari menatap rubah manis yang terlihat memasang wajah jengkel.


Bibir plum nan merekah indah bak kelopak bunga itu mengerucut dengan gumaman samar yang dirinya tau pasti,gadis ini pasti tengah memaki dirinya!.


Tapi apa perduli Raylion? pria itu sudah jatuh dan merasa harus lebih agresif agar gadis ini tau,dirinya memang ingin dekat!.


"Tidak bisakah kau menjauh sedikit? dudukmu terlalu rapat!" Latusya mendelik kala lengannya kini justru bersentuhan langsung dengan lengan kekar nan keras pria itu.


Raylion menggeleng dengan senyum jahil diwajahnya.


Menghela nafas sabar,akhirnya .Latusya sendiri yang mengambil inisiatif menjauh .

__ADS_1


Raylion tersenyum miring melihat kelakuan gadis cantik itu,dengan acuh tak acuh pria itu bangkit dan duduk mendekat kembali.


Tak perduli ekspresi horor semua keluarga mereka yang tengah menjadi penonton.


Latusya mengeram,kini dirinya sudah sampai pada pojok sofa dan tak mungkin lagi bergerak.


Hingga...


"Khem...tuan muda Roosevelt....saya tidak menyangka anda akan datang! saya ibunya Latusya...." Jesika yang sudah panas melihat kedekatan Latusya dan calon menantu incarannya itu akhirnya bangkit dan bertindak.


Masa bodoh dengan Pedro calon putrinya,selama dirinya bisa membuat rinai menikahi pria Roosevelt,maka yang lain tidak penting lagi!.


"Kau bukan ibuku..." Latusya menembak telak rasa malu Jesika.


Wanita baya itu menatap wajah cantik anak tirinya itu dengan senyum kaku.


Raylion tak bergeming, wajahnya selalu tertoleh ke pada Latusya.Tak perduli akan yang lain.Melihat bagaimana gadisnya bertindak,ingin rasanya pria tampan itu tertawa.


Menggemaskan sekali!.


Jesika berdiri dengan canggung.


Anak muda ini sungguh sombong!.


"Latusya mengapa bicara begitu pada mama? walau bagaimanapun mama adalah istri papa kamu..." Jesika meneteskan air matanya sembari melirik para pria Roosevelt dan Fujihara.


Mengapa wajah para pria ini tetap biasa saja?.


Apa aktingnya sudah menurun?.


"Saudari...jangan selalu menindas mama!" Rinai maju bagai pahlawan tak diundang,berdiri ditengah Jesika dan Latusya yang masih terduduk acuh tak acuh.


"Apa salahnya? memang benarkan dia bukan ibuku? fakta memang kejam kalau tidak suka jangan bicara padaku..." Latusya menjawab rinai dengan malas,wajahnya yang acuh tak acuh begitu mempesona,suaranya yang mengalun penuh kemalasan sukses membuat Rezef tertawa keras.


Sungguh,jika gadis ini adalah calon cucu menantun-nya.


Maka istrinya akan senang dan para menantunya akan mengadakan pesta selama 7 hari 7 malam!.


Likay,Louhan dan para ayah mereka tersenyum miring.


Inilah gadis Fujihara !.


"Jesika cukup! sebagai tetua jangan buat masalah dan duduk dengan tenang!" Alejandro berucap tajam,menatap istrinya lelah.


Sudah tau tempramen putri sulungnya seperti bara api,masih saja istrinya itu mencari perkara!.


" Oh Wanglei....sungguh aku ingin sekali minum teh oolong khas perkebunan keluargamu,bisakah aku yang tua ini meminta padamu menyeduhkan untukku..." Rezef menatap langsung mata Latusya,gadis ini benar-benar memiliki aura lembut nan kuat secara bersamaan.

__ADS_1


Sangat cocok untuk cucu lelakinya.


Latusya menatap Rezef,pria tua ini meskipun kaya raya namun auranya sangat ramah dan bersahabat.


Latusya sangat menghormati orang tua,terlebih mereka yang mau merangkul anak muda dan tidak bersikap otoriter!.


"Tentu saja kakek,say-"


"Saudari,beliau adalah tuan besar Roosevelt! kamu tidak boleh memanggilnya kakek,orang lain memanggilnya tuan tua maka kau harus sopan!" Rinai mengintrupsi dengan senyum sopan dan lembut sembari menatap wajah Rezef begitu hormat.


Latusya tersenyum main-main,sibuk menatap kelakuan rinai.


Wanita bodoh ini tidak tau apa yang baik dan tidak!.


Tapi apa perduli dirinya? Latusya senang melihat kebodohan rinai dan ibunya.


Gadis itu tak menyadari sebuah lengan melingkari punggung belakangnya sembari memainkan helaian rambutnya dalam diam.


Raylion terkekeh samar,rambut gadis ini selembut sutra.


Harum dan sangat indah!.


Hingga...


"Tuan muda kedua Roosevelt...silahkan tangan anda dikondisikan pada adik sepupuku!" Likay yang entah sejak kapan sudah berdiri diujung sofa dimana Latusya duduk berucap sarkas.


Latusya tersentak dan melihat kearah telapak tangan yang sibuk memilin ujung rambutnya.


Melotot horor,gadis itu mencubit lengan kekar itu geram.


Raylion meringis,gadis ini masih saja ganas!.


"Kejam sekali....." Raylion berucap dengan senyum jahilnya,tidak ada rasa bersalah dan rasa sakit diwajahnya atas cubitan Latusya darinya.


"Saudari...kau dengar aku tidak?!" Rinai geram,merasa diacuhkan hingga memaksa masuk diantara likay,Latusya dan Raylion.


Pria baru yang sudah membuatnya tertarik!.


"Puft....." Suara menahan tawa mengalihkan atensi semua orang.


Helion duduk menutup mulutnya dengan senyum yang dingin.


"Ternyata putri tuan Alejandro yang satu ini benar-benar tidak sopan.Sudah menyela pembicaraan kakek saya,kini menyela pembicaraan saudara sepupu kedua saya ?" Rinai tersentak,wajahnya memerah malu serta marah!.


Iris tersenyum tipis,louhan mengelus rambut panjang sedikit kasar gadis itu .


"Kakak sangat beruntung...semua orang baik dan dekat dengan dirinya,iris bahagia...kakak sulung akhirnya kembali dan papa kini sedikit lebih baik,tidak...papa kini sangat baik pada kami!" Iris tersenyum samar,maniknya memerah.

__ADS_1


.....To be continued.....


__ADS_2