
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak...
...Vote,like komentar dan ulasan ya...
...🎠Selamat membaca dan selamat berpetualang imajinasi ðŸŽ...
...----------------...
...----------------...
Cast male :
👉 Yohanes Gilbert Lumoid ( God eyes ) Ketua departemen IT.
👉 Jaquar Van Dijk
Psikopat gila yang bersembunyi dibalik wajah konyol dan kata-kata manis.Penembak jitu sekaligus ketua kelompok eksekusi Lion king.
👉 Zhenshui Lin Ahli strategi sekaligus tangan kanan sang pemimpin Lion king.
👉 Sang Presdir Roosevelt
Raylion Zailendra Roosevelt.
Kejam, manipulatif, keras kepala namun jika sudah bertemu orang yang tepat semua sifat buruk itu akan sirna terganti dengan penuh kasih dan kelembutan luar biasa.
...----------------...
22 tahun yang lalu...
Disebuah rumah sakit, seorang anak laki-laki dengan wajahnya yang begitu tampan namun tertutup oleh raut wajah acuh tak acuhnya.
Berjalan dengan dua orang penjaga dibelakangnya,dengan tangan yang terselip dikedua kantung celana hitam selutut dan sebuah rompi yang menutupi sosoknya yang begitu sempurna.
Yah,memang didunia ini tidak ada yang sempurna.Namun kala melihat anak laki-laki dengan dua pengawalnya ini.Akan sangat tidak berguna jika masih mengatakan bahwa kesempurnaan itu tidak ada!.
"Tuan muda...." Salah seorang pengawal disisi kirinya,pria bule dengan rambut pirang pucat memanggil samar.
"Hm..." Anak laki-laki dengan raut wajah acuh itu menjawab samar.
Pengawal yang juga sekaligus guru senjata api dirinya itu menghela nafas panjang.
"Tuan muda apa tidak apa kita pergi kemari tanpa memberi tau tuan tua dan tuan besar? Nyonya muda...ibu anda akan cemas jika anda tiba-tiba menghilang!" Sang pria dewasa berucap dengan senyum pasrah.
Anak berusia 8 tahun itu melirik acuh dan tetap berjalan dengan mantap.
" Bayi...."
Balasan singkat yang bahkan tak jelas itu sukses membuat dua orang mantan pasukan elit itu berdecak kesal juga.
" Terserah anda...." Keduanya menjawab kompak dalam kepasrahan.
Benar,anak laki-laki berwajah tampan rupawan bak pahatan para dewa Yunani itu adalah tuan muda kedua Roosevelt!.
Dengan langkah kaki yang terdengar tegas dan teratur.
Postur jalan yang menggambarkan sosoknya yang terlahir dengan sendok emas aristokrat!.
Berdiri didepan sebuah kamar dengan para penjaga yang mengisi hampir seluruh lorong .
" Tuan muda....anda kemari?" Seorang pria dengan jas dokter tersentak saat membuka pintu kamar bersiap keluar dan kini dihadapannya berdiri sosok cucu kedua tuan tua Roosevelt yang bahkan pada usia dini sudah menggemparkan seluruh dunia pasar saham!.
"Bibi...bayi.. lihat!" Dokter muda berwajah tampan itu menggaruk kepalanya bingung atas ucapan terlewat singkat itu.
"Tuan muda...coba bicara yang jelas,aku tak mengerti anda ini!" Sang dokter tertawa paksa.
Sang anak laki-laki itu berdiri dengan wajah memicing tajam,dan sang dokter bergidik.
"Aku ingin menemui bibiku dan melihat adikku! Dokter Farel jika kau masih tak mengerti....." Dengan wajah poker,anak itu menarik sebuah Dessert Eagle dari balik rompinya,mengarahkan ujung senjata api itu kearah dada dokter bernama farel itu dengan tajam.
" Menyingkir!"
__ADS_1
Dengan langkah seribu,dokter Farel berjalan cepat sembari menggerutu atas kelakuan sang tuan muda kedua Roosevelt itu.
Anak ini adalah jelmaan raja neraka!.
Para penjaga yang menjaga lorong hanya mampu mengelus dada atas kejadian sudah biasa itu.
Putra dari putra kedua tuan besar Roosevelt ini memang terkenal akan tempramen yang seperti bara api!.
Tersulut sedikit saja maka akan menjadi bencana!.
Dengan tenang,anak laki-laki itu membuka pintu.
Dan,nampaklah seorang wanita dewasa yang sedang memberi asi pada bayi kecil dan seorang pria dewasa yang nampak memicing tajam pada sosok keponakannya itu.
"Apa lagi yang kau lakukan Raylion Zailendra Roosevelt?! " Pria dewasa itu menatap sang keponakan dengan senyum mengancam.
Hell...
Istrinya tengah memberi asi anak keduanya,dan aset indah itu justru kini dilihat oleh iblis kecil satu ini! .
Bahkan para keponakan dan putranya saja tidak ia izinkan masuk saat sang istri sedang memberi asi,dan kini setan kecil ini justru melenggang begitu saja tanpa suara!.
Raylion Zailendra Roosevelt.
Benar!.
Memicing tajam pada sosok bayi di dekapan bibi pertamanya itu,istri dari kakak ayahnya.
"Laki-laki atau perempuan?" Mengabaikan sang paman, Lion mendekati sang bibi yang nampak tersenyum lembut.Menutupi area dadanya dimana bayi kecil itu nampak telah kenyang.
" Kenapa tanya begitu boy?" Wanita dewasa berwajah lembut itu bertanya lucu.
Raylion mendengus dan dengan mantap mendudukkan dirinya disisi sang bibi sembari terus menatap bayi lucu yang sudah terlelap lagi.
" Anak laki-laki bosan, tidak lucu" Jawaban itu sukses membawa tawa sang bibi dan anggukan sang paman tanpa sadar.
"Suamiku...mengapa kau mengangguk? ingat ini putramu!" Wanita itu memicing pada sang suami.
Dan pria itu seketika tergagap panik.
"Hehehe..tidak honey aku merasa sakit kepala saja tadi.."
Wanita itu mendengus jijik atas kelakuan sang suami.
Raylion melompat turun dari ranjang sang bibi,melenggang pergi dengan acuh begitu saja.
"Astaga Raylion... laki-laki atau perempuan sama saja sayang,masa mau pergi begitu saja? " Sang bibi berucap dengan wajah tertekan.
Mengendikan bahu acuh, Raylion melenggang pergi tanpa perduli raut wajah tertekan semua orang.
Termasuk keluarga besarnya yang baru saja tiba.
"Adik ipar lihat bagaimana kau mendidik putramu si pangeran ice itu?!!" Suara sang bibi terdengar merajuk pada sosok wanita dewasa lain yang masuk bersama seorang pria dewasa yang berwajah datar tanpa ekspresi.
"Kau lihat anak itu jadi sama seperti dirimu! cacat wajah!" Dan suara sang paman terdengar menimpali.
Benar,pasangan yang datang adalah ayah dan ibunya.Beserta kakek,nenek juga para sahabat mereka.
Putra kedua tuan tua Roosevelt.
Raylion berjalan sendiri keluar dari lorong khusus keluarganya .
Memaksa kedua penjaga sekaligus gurunya itu tinggal.
Tatapan demi tatapan kagum,tercengang dan cinta yang ia dapatkan setiap melangkah tidak ia perdulikan sama sekali.
Raylion hanya punya satu tujuan.
Kembali ke tempat pelatihan dan segera mengasah kemampuan tempur dan otaknya lagi!.
Hingga....
Oek......
Langkah kakinya terhenti pada sebuah ruangan di lantai tiga rumah sakit.
Ruangan khusus para keluarga kelas atas lainnya di Spanyol ini.
Deg.....
Raylion menyentuh jantungnya,suara tangis bayi dari dalam ruangan itu sangat indah.
__ADS_1
Seperti lantunan simphoni dari sebuah harpa.
Dengan langkah lambat,anak laki-laki dengan aura bangsawan itu mendekati pintu.
Kriettt.....
Perlahan daun pintu bercat putih khas rumah sakit itu terbuka.
Deg....deg....
Wajah yang biasa terlihat acuh tak acuh itu pecah dengan ekspresi kosong.
Disana,disebuah ranjang terbaring satu sosok bayi kecil yang begitu cantik!.
Bayi itu tanpa disadari menoleh dan tatapan anak laki-laki itu terpaku.
Bayi cantik itu berhenti menangis,tertawa dengan suara yang mengalun indah.
Raylion melangkah dengan wajah terpaku,mendekati ranjang yang hanya berisi sosok bayi cantik itu.
" Kamu....bayi tercantik yang pernah ada..." Suara serak kekanak-kanakan itu mengalun dengan terbata-bata.
Deg...
Telapak tangan kecil nan mungil itu menggenggam erat telunjuknya,Raylion tersentak.
Hingga..
Klik...
Suara pintu kecil yang berada dalam ruangan itu terdengar dan seorang wanita dewasa dengan wajah oriental keluar dan menatap kaget .
"Eh? nak kamu siapa? dimana orang tuamu dan mengapa disini?" Wanita itu mendekat dan tersenyum lembut.
"Nyonya...bayi yang cantik ini?" Bibir yang selalu terlihat segaris lurus itu untuk pertama kalinya bergetar,jemarinya mengelus pipi bulat bayi kecil nan cantik itu dengan lembut.
Wanita itu tersenyum melihat betapa lembutnya anak laki-laki yang tidak ia kenali itu memperlakukan putrinya.
" Jangan panggil saya nyonya,bibi saja bagaimana? bayi cantik yang kamu sebut ini adalah putri bibi.... dan siapa namamu anak baik?" Wanita itu mengusap rambut Raylion dengan senyum keibuan.
Raylion sungguh terpaku pada sosok bayi cantik nan manis itu,semua hal disekitarnya seakan kabur!.
Hingga....
"TUAN MUDA...."
Deg....
Manik tajam itu terbuka cepat,menatap gerbang resident tempat tinggal pribadinya dengan wajah kosong.
Dirinya tanpa sadar jatuh dalam lamunan yang begitu dalam kala manik tajamnya jatuh pada sosok didekapan-nya, dan kilasan masa lalu dimana ia telah kehilangan sosok bayi cantik itu sampai kini kembali terbayang.
Benar,tuan muda Roosevelt yang begitu terhormat dan menduduki peringkat teratas seluruh pria paling potensial di Spanyol.
Raylion Zailendra Roosevelt,menatap sosok cantik yang berbaring di dadanya rumit.
Benar,aroma dari bayi cantik yang sudah membuatnya berdebar itu kembali ia dapatkan!.
Dan itu.....
Alasan mengapa tatapannya terus terkunci dan rela melewati batas kesabarannya dalam menangani urusan orang lain adalah karena ini.
Gadis Fujihara yang hilang ini membawa kilas memori masa lalunya!.
"Maaf presdir karena mengganggu anda,kita sudah sampai resident dan dokter Helion sudah menunggu di dalam!" Sang supir berucap tidak enak kala melihat manik memerah atasannya itu.
"Tidak apa...." Raylion,keluar setelah pintu terbuka oleh jaquar dan dengan hati-hati membawa tubuh sia turun dibawah tatapan horor semua maid dan penjaga!.
Tuhan....
Dewa laki-laki mereka yang agung menggendong seorang gadis!.
Sebelum kaki jenjang berbalut sepatu kulit hitam itu memasuki resident.
"Yohanes....Jaquar.....Hapus seluruh kasino Don Bosco,bunuh mereka tanpa sisa!" Raylion berjalan masuk sembari menggendong sia ala bridal style.
Setelah kata-kata keramat itu jatuh,wajah Yohanes dan jaguar berubah datar.
Zhenshui menghela nafas panjang.
Malam ini, mungkin anggota elit Lion King akan turun dan kembali dengan bau darah yang pekat!.
__ADS_1
...... TBC......
Saran El tunggu ya