My Dear Beauty Peony

My Dear Beauty Peony
bad things


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya...


...Vote, like, komentar dan ulasan 🌹...


...🎭 Selamat membaca dan selamat berpetualang imajinasi 🎭...


...----------------...



Keheningan damai,hanya itu yang dapat tergambar dalam suasana Alphard hitam yang kini melaju menuju kediaman Sanchez.


Andromeda,manik pria muda dengan kaca mata khas seorang elit kantoran.Melirik samar kearah kursi belakang dimana sosok cantik putri dari atasannya itu terduduk dengan wajah yang terus menghadap kearah luar jendela.


Gadis muda ini benar-benar memiliki kecantikan yang begitu menawan!.


Tenang....


Seperti embun pagi yang menempel di permukaan kelopak mawar,menghadirkan aroma dan visual yang begitu kuat dan indah!.


"Nona...apakah anda tidak ingin bertanya sesuatu pada saya? saya pasti akan menjawab segalanya.Tidakkah anda penasaran akan segala hal yang menyangkut keluarga anda,tempat dimana kini anda akan tinggal?" Andromeda berucap dengan senyum penuh pengertian,mencoba membuat bibir seindah kelopak bunga dari gadis muda itu terbuka meski hanya sekali saja.


Sudah satu jam berlalu sejak mereka meninggalkan bandara,dan sosok cantik itu tidak juga bersuara.


Latusya,melirik sosok Andromeda dengan wajah datarnya.


Menatap keluar jendela mobil dan duduk dengan satu tangan menopang wajahnya.


Bulu matanya yang tebal dan lentik terkulai malas,profil samping wajahnya yang acuh begitu indah.


Latusya terduduk dalam keheningan,sudut bibirnya tertarik samar,merasa lucu atas perkataan Andromeda.


Informasi dari Zen sudah lebih dari cukup,bahkan untuk itu saja dirinya terlalu malas membaca apalagi harus bertanya panjang lebar .


Dirinya hanya ingin melihat,seperti apa nanti drama yang akan terjadi?.


Bukankah tidak seru jika semua hal harus diberitahu?.


Menghela nafas, Andromeda tersenyum maklum.


...----------------...


Dilain sisi...


Rinai,berjalan gelisah mengelilingi kamarnya.


Mengabaikan suara ribut dan penuh kegembiraan diluar kamarnya.


Benar,untuk menenangkan suasana hatinya.Rinai mengadakan acara kumpul dosial dan mengundang seluruh teman-teman fakultas seni dan sastra kampusnya.


Namun, pembicaraan telpon yang ia dengar antara kepala pelayan dan asisten ayahnya sudah cukup membuatnya semakin tertekan setelah konflik dengan candrik sebelumnya.


Wajahnya tenggelam dalam kegelapan,meraih ponselnya dengan cepat.


Tut.....


" Nai...mama sedang kegiatan amal bersama grup sosialita mama...jangan menghubungi dulu jika tidak perlu!"


Rinai,mengigit bibir bawahnya gelisah.


"Ma,sesuatu terjadi! apakah mama tau papa punya putri lain selain aku dan si bodoh itu?!" Bertanya cepat,rinai berlari kearah jendela kamarnya kala mendengar suara mobil berhenti.

__ADS_1


Deg...


"Rinai...apa yang kamu bicarakan?! " Suara Jesika nampak seperti sambaran petir.


"Ma....mereka bilang itu adalah putri sulung wanita murahan itu .. Aluna...." Rinai menjawab dengan suara linglung.


"APA?!"


Tut.....


Rinai menatap ponselnya yang sambungannya telah terputus.


Pupilnya gemetar hebat kala melihat sosok cantik yang melebihi ekspektasi paras para gadis kelas atas ibukota!.


Wajah ini terlalu halus dengan pesona bak kucing persia yang malas!.


...----------------...


Mobil berhenti, Andromeda keluar dengan cepat dan membukakan pintu untuk nona sulungnya yang baru!.


Benar,sulung Sanches bukan lagi Rinai Jesika Sanchez.Namun,Latusya De'amour Fujihara.


Meski nama belakang F telah diuraikan sebagai Fujihara.


Namun siapapun tau,gadis cantik ini adalah putri sulung sejati.


Aura....


Tingkah laku...


Dan bahkan pembawaan diri,meski hidup dan tinggal disebuah desa kecil.


Latusya turun dari mobil.


Mereka hanya berhenti diluar gerbang mansion Sanchez.


Andromeda mendekati sang nona yang nampak berdiri menatap gerbang besi bercat hitam itu dengan wajah datarnya.


"Nona...saya minta maaf,tuan Alejandro meminta saya kembali begitu membawa anda sampai ke mansion,ada sesuatu yang terjadi di ruang arsip dan para sekretaris disana tidak bisa menanganinya...jadi saya diminta kembali secepatnya..tapi nona jangan cemas,saya sudah meminta butler Tyson menyambut anda.Masuklah dan berikan kartu ini pada butler dan dia akan mengenali anda " Andromeda menyerahkan sebuah kartu nama khusus milik Alejandro,kartu dimana hanya anggota keluarga Sanchez saja yang memilikinya.


Latusya menerima dan menyimpan begitu saja kartu itu disaku celananya.


"Nona...sampai jumpa..." Andromeda pergi dengan lesu,tak ada tanggapan apapun yang bisa dirinya terima dari gadis muda ini.


Yah,setidaknya dirinya tidak mendengar kata-kata centil dan tidak ingin melihat sosok nona kaya yang suka mencari perhatian berlebih!.


"Sampai jumpa..."


Deg....


Andromeda terdiam dengan tangan yang menggantung pada gagang pintu mobil, bibirnya tertarik dengan senyum lebar penuh kejutan.


"Sama-sama nona,senang membantu anda!!" Suara pria itu terdengar penuh semangat,dan dengan hati riang memasuki mobil meninggalkan Latusya yang menggeleng tak berdaya.


Pria konyol!.


"Anda.....?" Dua orang penjaga berdiri dengan wajah linglung setelah kepergian Andromeda.


Latusya melirik kearah halaman mansion.


Mobil-mobil bermerek serta berbagai motor besar terparkir disana.

__ADS_1


Apakah pria yang berstatus ayah kandungnya itu mengadakan pesta penyambutan untuknya? menarik sekali jika itu memang benar,tapi mengingat reaksi Andromeda beberapa saat yang lalu.


Sepertinya itu bukan hal yang terjadi saat inikan?.


Kelopak mata terhias bulu mata lentik itu terkulai geli,tersenyum secerah mentari.



Dengan latar belakang taman bunga halaman Sanchez,Latusya berjalan sembari melirik kedua penjaga yang mengikuti langkahnya dengan gugup.


" Saat kalian melihat tuan Andromeda...masih perlukah aku menjawab?" Latusya bertanya dengan senyum samar.


Manis sekali!.


"Ti...tidak perlu nona...anda..." jatuh akan pesona gadis cantik itu,bahkan kedua penjaga itu kehilangan kata-kata!.


Mendekati pintu,suara tawa dan perbincangan menggema dengan hiruk pikuk para pemuda.


"Pesta?" Latusya berdiri dengan tangan menyilang.


"Hei...siapa kamu?" Seorang gadis muda,keluar dari dalam mansion dengan tiga orang lainnya,satu pria dengan gaya ekstrim dengan rambut merah api mencuat dan satu orang gadis dengan rok ketat sepaha.


Latusya menatap tanpa minat,dalam sekejap gadis cantik itu melangkah memasuki mansion begitu saja.


"HEI...KURANG AJAR,KAU KAMPUNGAN TIDAK TAU SOPAN PADA KAMI?! " Wanita dengan rok mini itu meraung geram.


" Kenapa marah Isabel...kecantikan manis ini sepertinya pelayan baru? maklumi saja dia.." Pria dengan rambut merah itu berucap dengan senyum nakal.


Grephhh...


Penjaga itu menahan nafas kala melihat tuan muda kaya generasi kedua ini tiba-tiba menggenggam telapak tangan nona besar Sanchez!.


Tuan Alejandro sendiri yang membawa nona besar ini kembali,bahkan assisten Andromeda sendiri yang mengirimnya hingga gerbang!.


Bagaimana mereka akan bertanggung jawab jika tuan besar tidak bahagia?!.


"Lepas...."


Suara itu mengalun lembut,seperti cakar kucing berbulu putih lembut yang tengah bersikap ganas namun membuat hati siapapun akan meleleh!.


"Nona manis....jangan perdulikan ucapan Isabel...ikutlah bergabung dengan pesta kami bagaimana?" Jempol pria itu mengusap kulit selembut sutra lengan Latusya.


"1"


Hening......


"Jangan sampai aku melangkah pada angka 3..."


"Hei Simon...siapa gadis cantik ini? wah..dia galak sekali...." Tak lama, sekelompok pria dan wanita melangkah keluar.


"Hahaha....dia hanya menggertak! biasa...gadis cantik hanya suka jual mah-"


Wushhh.....


Brakhhhh....


Hening.....


"Simon!!!"


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2