My Dear Beauty Peony

My Dear Beauty Peony
Jesika...plain


__ADS_3

Berasa jauh....


Lelahnya tidak terkira


Sudahlah mari merapat 🌹


Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya


Vote,like, komentar dan ulasan..


...✒️ Happy reading and keep spirit ✒️...


...----------------...



...----------------...


Lorong panjang kediaman tua dengan segala ornamen terbuat dari kayu.


Lukisan-lukisan bernilai klasik juga segala jenis tembikar yang memperindah penampilan kediaman tuan clan Fujihara.


Jesika berjalan dengan perlahan,melewati lorong untuk menuju sebuah taman belakang yang jarang dilewati oleh pemilik asli rumah tradisional Jepang itu .


Setelah sampai,wanita baya itu segera mengeluarkan ponselnya.


Tut.....


"Bagaimana?" Segera,Jesika bertanya dengan suara samar.


"Nyonya,saya sudah berusaha sejak hari pertama anda berangkat meninggalkan Spanyol.Namun tidak tau bagaimana,kunci kamar nona iris tidak sesuai dengan duplikat yang dipegang butler Tyson,saya tidak bisa masuk bagaimanapun saya mencoba dengan kunci yang lainya!"


Jesika mengeram rendah,emosinya tersulit begitu mendengar balasan dari seberang.


"Apapun caranya,pakai otakmu! besok sebelum kami kembali kau harus berhasil! minta kekasihmu itu membantu,aku membayar mahal untuk ini?" Raungan Jesika terdengar sarat akan kemarahan yang dirinya tahan.


Bagaimanapun,rumah tua Fujihara ini memiliki banyak mata dan telinga yang mengawasi.


Akan sangat berbahaya jika ada yang mencurigai dan memberitahukan semua pada pemilik rumah ini!.


"Nyonya.... sepertinya dari desas desus para pelayan,gadis desa itu sudah mengganti semua kunci kamar utama...dan kunci duplikat hanya dimiliki oleh butler Tyson,dan pria tua itu tidak pernah mengungkit dimana dia menyimpan cadangan kunci semua kamar! selain itu,hanya butler saja yang bisa memasuki kamar-kamar itu"


"Sudah kukatakan,gunakan otakmu! dua hari lagi kami kembali dan kau harus segera menukar krim-krim kosmetik itu dengan isi yang sebenarnya,buang semua yang aku berikan pada iris.Apa kau paham?!"


"Baik nyonya,kalau begitu saya segera pergi "


Tut...


Jesika mematikan sambungan telepon dan menutup mata menahan amarahnya,tidak.


Dirinya tak bisa menghancurkan barang apapun yang ada disini,ini bukan kediaman Sanchez jika terjadi sesuatu maka dirinya dan putrinya yang akan rugi.


Segera setelah emosinya reda,Jesika kembali mendial sebuah nomor.


Nomor yang masuk kedalam daftar privasinya.


Tut.....


Lama menunggu,wanita itu mulai tidak sabar.


Hingga..


"Hohoho..siapa ini?"


" Yamura? ini saya,nyonya kediaman Sanchez!"


Hening sejenak,Jesika menunggu dengan cemas reaksi dari sosok yang tengah dirinya hubungi.


"Oh... ada-apa seorang nyonya kaya menghubungi saya yang seorang rendahan ini?"


Jesika bergidik,meski nada suara pria itu terdengar ramah dan bersahaja.


Namun,Jesika tau dari pria penghangat ranjangnya.


Bahwa pria yang tengah dirinya hubungi sekarang adalah seorang gangster paling sadis di Jepang,pria ini adalah monster yang sudah membunuh banyak orang dan menjual banyak wanita dan anak-anak ke rumah-rumah bor*il yang tersebar di seluruh asia.


"Saya memiliki suatu pekerjaan untukmu,jika berhasil maka saya akan memberi uang sebanyak 12 juta US Dollar sebagai salam etika baik saya..." Jesika berucap begitu halus penuh kehati-hatian.

__ADS_1


Terdengar tawa membahana tak lama kemudian,bukan hanya satu suara.


Namun ramai,hingga suara-suara itu sukses membuatnya bergidik.


"Baik....kirim ditail dan waktu,sehari...sehari semua akan beres!"


Jesika menyeringai senang.


"Baiklah,saya akan mengirim semua lewat email anda...tuan Yamura,saya ingin besok!" Jesika berucap cepat,dan segera tawa membahana kembali terdengar.


"Mudah...tidak ada siapapun di negara ini yang tidak bisa kuhabisi...."


Tut.....


Jesika tertawa bahagia, begitu bahagia seakan telah membuang semua beban dihatinya.


Segera.


Sebuah nama dengan figur seorang gadis yang sangat cantik terkirim ke email seorang.


Latusya...


Jesika tersenyum lembut,mengusap wajah cantik itu penuh minat kebencian.


"Sayang sekali putri tiriku,kau sangat cantik bahkan begitu mengagumkan dan itu adalah masalah untuk diriku juga rinai!" Jesika segera menyimpan kembali ponselnya,hatinya begitu riang.


Berbalik pergi dengan senyum yang kembali menghiasi wajahnya.


Hari ini, Alejandro membawa semua orang menuju kota Tohoku,menikmati festival Nebuta sebelum lusa akan kembali ke Spanyol.


...----------------...


Sementara itu...


Ditengah keriuhan padatnya penduduk kota Tohoku yang turun di jalan-jalan menikmati festival Nebuta.


Seorang pria tampan,berjalan dengan seorang gadis yang sangat cantik disampingnya.


Keduanya begitu mencolok dalam keramaian.


Bagaikan menatap sebuah lukisan akan seorang pangeran dan putri di masa lalu.


"Tidak bisakah kamu menjadi normal?!" Latusya mengerang jengkel, bagaimana tidak?.


Raylion,pria ini benar-benar sudah keluar dari karakternya yang selama ini dikenal publik.


Dingin?


Tidak tersentuh?


Anti wanita?


Omong kosong!.


Lihat bagaimana pria dengan julukan dingin itu terus tersenyum lebar sembari terus menggenggam tangannya!.


Bukan hanya itu,jika dirinya menepis.Maka tangan dengan lengan kekar dan tubuh proporsional itu justru akan memeluk pinggangnya!.


Demi tuhan,latusya merasa menggigil kala tubuh atletis nan tegap yang menguarkan hormon mendominasi itu berdekatan dengan tubuhnya yang ramping.


Rasanya bagai kelinci kecil yang lemah tengah berhadapan dengan seekor singa besar!.


Mengerikan!.


Lelah memberi penolakan.


Latusya akhirnya melempar tatapan pada jalanan utama.


Senyum indah itu tampa sadar terbit.


Nampak berbagai macam kereta-kereta berbagai bentuk dan ukuran dengan lentera-lentera raksasa,para penari dengan pakaian tradisional dan musik genderang taiko.


Senyum takjub raylion terbit melihat senyum indah latusya.


Terdiam meresapi setiap jejak ekspresi yang dikeluarkan sang gadis.


Tatapan latusya terkunci pada lentera-lentera yang dimana disana dilukiskan figur para dewa Jepang maupun para tokoh-tokoh dalam sejarah mereka.

__ADS_1


Dihiasi dengan warna-warna terang yang hidup dan lampu-lampu sorot .


Semakin menjelang sore,parade semakin ramai.


"Lapar?" Raylion mengusap pucuk kepala latusya dengan senyum kasih.


Latusya tertegun,menolehkan wajahnya kearah lain sembari mengigit bibirnya getir.


Kenapa harus seperti ini?! kelembutan ini sangat berat membebaninya!.


"Ti-"


Kruukkk...


Hening...


Manik indah itu melorot horor sembari menunduk menyentuh perutnya yang baru saja berbunyi.


"Puft......" Menahan tawa.


Raylion menutup bibirnya rapat kala melihat wajah jengkel gadisnya.


Sangat manis!.


"Baiklah...mari cari cemilan pengganjal lapar dulu, bagaimanapun ini belum waktunya makan malam!"


Raylion menarik tangan lembut latusya,membawa gadis itu kesebuah area yang diisi lapak-lapak yang menjual camilan khas negeri tirai bambu.


"Takoyaki?"


"Dorayaki?"


" Danggo?"


"Cumi bakar?"


" Omuraice?"


"Wah banyak sekali!!!"


Latusya berucap begitu senangnya kala melihat begitu banyaknya kuliner yang bisa dirinya coba.


"Ramen!!!" Gadis itu tanpa sadar berlari kesebuah lapak yang didekorasi menyerupai sebuah tempat di salah satu manga kartun yang cukup terkenal.


" Ichiraku ramen..." Tertawa begitu membaca sebuah papan nama diatas kedai.


"Mau?" Raylion tertawa geli,apakah gadisnya tanpa sadar mulai melembut? menunjukkan sifat manja padanya?.


Namun,senyum pria tampan itu luntur begitu merasakan sebuah bahaya yang tangan mengintai.


Beberapa sosok menyebar diantara keramaian,menggambil foto gadisnya tanpa izin.


Raylion menyeringai bengis, merenggangkan otot leher juga lengannya.


"Tusya...makan disini,aku akan kesana sebentar jangan pergi kemanapun mengerti!" Raylion mendudukan latusya disebuah kursi yang berada di pojok terdalam kedai.


Latusya memang seorang assassin,namun indranya tidaklah begitu tajam pada pembunuh lain yang memiliki tingkat level lebih tinggi.


Memang gadis itu merasakan ada hal yang tidak beres.


Beberapa orang menatapnya cukup lama,namun segera berlalu bagai pejalan kaki biasa.


Namun raylion berbeda.


Sebagai pemimpin Lion king, instingnya setajam para predator buas dialam liar.


Lion king bukan organisasi mafia,namun mereka lebih kejam dari itu.


Berdiri dengan tenang.


Latusya menatap intens kala sosok tinggi nan gagah itu melangkah pergi keluar kedai .


Sarung tangan kulit segera terpasang,dimana diujung setiap jari akan mengeluarkan sebuah lempengan besi baja yang sangat tajam dan beracun.


"Beraninya...." Raylion berucap rendah dengan senyum dingin diwajahnya.


" 1...."

__ADS_1


...To be continue...


__ADS_2