
"la la la la la" Ana sedang bersenadung riah keluar dari toilet berjalan sambil melompat lompat dan bertepuk tangan seperti anak kecil.
tiba-tiba seorang siswa berjalan melewati Ana cuek dan sepertinya siswa tersebut tidak mengetahui keberadaan Ana sebab siswa tersebut hanya melihat lurus kedepan, tetapi itu membuat Ana terpana. Ana berhenti dan melihat kebelakang melihat kearah siswa yang dia yakini adalah kakak kelasnya. Ana pun tersenyum penuh makna kemudian ia mengagukan kepalanya sambil bertepuk tangan seperti orang gila dan bergumam
"kamu akan jadi pacar impian ku"
hah?? aku kenapa?? ada apa dengan diriku ini?? apa aku bilang tadi?? Ana sadar lah dia bukan lah tipe mu??tapi dia sangat menggoda, tidak Ana kamu tidak boleh suka sama dia tidak boleh.tp aku terpesona. apa aku blg tadi?? aku terpesona?? tdk tdk mungkin, apa yang harus aku lakukan sekarang?? memilikinya?? atau apa??
di kelas
Ana sedang menulis latihan yang di berikan oleh buk latika tiba² ia mengedarkan pandangan kearah pintu yang tidak di tutup dan Ana melihat kakak kelas yang lihat waktu itu.
Ana melihatnya melewati kelasnya begitu saja matanya berwarna hitam gelap dan hidup yang mancung sangat mempesona bagi Ana tp dia memiliki sifat yang sangat tidak Ana sukai.
Ana kembali fokus menulis dan membuang pikiran tetang kakak kelasnya itu entalah siapa namanya Ana tidak tau dan ia pasti akan mencari taunya nanti hehehehe
kring kring kring
__ADS_1
bel ostorahat berbunyi Ana ingin mengajak temanya Vivi untuk ke kantin.
"Vivi kantin yuk" Ana berdiri di depan meja Vivi, terlihat Vivi sedang memaksukan bukunya ke dalam laci
"ayukk Zi" Vivi berdiri mengengam tangan Ana dan mereka berdua berjalan beeiringan. Vivi selalu memanggil Ana Zizi karena terbiasa Vivi bilang biar beda dari yang lain dan seperti kembaran gitu Vivi dan Zizi ada ada aja sih Vivi.
di kantin Ana dan Vivi duduk di pojok karena Ana dan Vivi tidak suka tempat yang ramai.
"kamu mau pesan apa Zi??"tanya Vivi pada Ana
"biasa" jwb Ana dengan senyum manis 45% nya baru 45% aja udah manis apa lagi kalau 100% di yakini semua orang bakal tuduk padanya wkwkwkwk gk lah becanda tp, Ana memang manis kok.
Vivi dan Zizi berasal dari keluarga yang sederhana dan hanya dapat memenuhi kebutuhan sehari hari saja tp, mereka tetap bersyukur mereka bahagia karena memiliki keluarga yang amat menyayainya.
"ni Zi, selamat makan" Vivi menaruk mangkoknya dan makan dengan lahap.
"iya selamat makan juga" Ana pun memakanya dengan lahap baru beberapa suap Ana berhenti karena melihat orang yang beberapa hari ini ada di pikiranya. yahh Ana memikirkan kakak kelasnya itu Ana bertanya tanya siapa nama kakak kelas itu?? apakah ia menyukainya?? atau tidak??
__ADS_1
Ana terbengong memikirkan jawaban tersebut. Vivi yang melihat itu pun terheran dan memanggil Ana berkali kali tetapi tidak di hiraukan Ana.
Vivi pun ikut melihat kearah pandangan Ana beberapa detik kemudian ia tersenyum jahil.
"ternyata Zizi sekarang udh besar yahh" ucap Vivi sukses membuat Ana sadar.
"hah?? apa?? Vivi bilang apa tadi??" tanya Ana gelagapan karena tertangkap basah sedang menatap kakak kelasnya
"aku bilang Zizi udh besar tau aja sama yang ganteng " Vivi blg begitu karena biasanya Ana akan bodoamat sama cowok ganteng apa lagi cuek
"mana ada" elak Ana
"ohh gk ada yahh hmm, td aku lihat kamu mandangin bang Aldi terus dan juga tipe mu sekarang dah berubah yah Zi kamu kan gk suka sama cowok yang pendiam dan cuek"
"ah mana ada Ana gk suka sama dia kok Ana cu cuma....." Ana tampak memikirkan jawaban yang pas supaya Vivi tidak kepo lagi
"cuma apa??" tanya Vivi penasaran
__ADS_1
"gk ada yukk ke kelas bentar lagi masuk" ucap Ana mengalihkan perhatian Vivi dan berhasil
"ohh jadi namanya Aldi lalu nama panjannya apa?? kira² bang Aldi kelas berapa yahh?? Ana harus cari tau" batin Ana saat menuju ke kelas