My Dream Boyfriend

My Dream Boyfriend
BAB 36. **Kelakuan Nekat Evelyn **


__ADS_3

"apa syarat nya?" tanya papa nya dingin.


"syarat nya ada 2 aja pa, gak banyak-banyak kok" ucap evelyn.


" 1. Jangan papa ganggu semua anggota keluarga Andra, 2. Setelah aku berhasil menjadi CEO, papa gak usah ikut campur urusan evelyn, dalam bentuk apapun. Dalam hal pekerjaan,pergaulan, asmara dan apapun itu. Gimana pa? Deal?" ucap evelyn sambil menjulurkan tangan nya ke arah papa nya.


"apa-apaan pula syarat itu. Papa yang akan tetap jadi pemimpin perusahaan kita, bukan nya kamu. Papa gak akan setuju apa pun" ucap papa nya marah.


"kalau papa gak setuju, berarti evelyn gak akan ikut ke seoul. Lebih baik evelyn mati daripada berpisah sama Andra" ucap evelyn datar.


"Pa, Lyn, jangan gitu dong kalian. Kenapa kalian berdua keras kepala seperti ini?


Pa, ikutin aja syarat elyn, mama gak mau putri kita satu-satu nya mati" ucap mama nya berkaca-kaca.


"biar aja dia mati. Emang dia berani!!. Coba aja sana" ucap papa nya dingin.


"apa pun alasan nya kamu akan tetap ikut ke seoul besok sore!" lanjut papa nya lalu berdiri dan jalan ke arah kamar nya.


"elyn, gak usah dengarin apa pun kata-kata appa mu ya sayang" ucap mama Angela pelan.


Evelyn gak mendengar perkataan mama nya dan memilih berjalan ke kamar nya.


Sedangkan Mama Angela yang melihat putri nya seperti itu pun akhir nya menangis.


Setelah sampai di kamar nya evelyn langsung masuk ke kamar mandi, dan dia menangis di sana sambil menyalakan keran air.


"hiks... hiks... ba-baru aja dekat sama andra, udah hiks... hikss... mau be-berpisah hiks.. hiks.." ucap nya sambil menangis pelan.


"hiks... hikss... " evelyn menangis terus di bawah air shower yang dia hidupkan.


Dia menangis lebih dari satu jam. Dan karna capek menangis, dia mematikan shower itu lalu mengeringkan badan nya, kemudian memakai pakaiannya. Setelah itu dia juga berjalan ke arah meja yang di samping ranjang nya lalu membuka laci meja nya.


Dia melihat ada beberapa obat tidur di dalam laci nya, lalu mengambil nya dan melihat obat tidur itu dengan tatapan kosong nya.


Kemudian dia juga mengambil HP nya, lalu menelpon Andra. Dia sebenarnya tahu sekarang sudah tengah malam, tapi dia tidak peduli, dia menelpon Andra.


Dia terus menelpon Andra, tapi Andra tidak mengangkat telepon nya.


"dia gak mengangkat nya, pasti dia udah tidur" gumam evelyn.


Dia pun memilih mengirim chat ke Andra.


Evelyn.


Ndra, maafin aku. Maafin aku Andra.


Aku gak mau pisah dari kamu.


Maaf kalau aku berbuat seperti ini.


Sekali lagi maafin aku ndra.


Aku sayang kamu My Prince Andra.

__ADS_1


Setelah dia mengirim pesan itu dia kemudian meletakkan HP nya, lalu menatap obat tidur yang sudah dia pegang.


"hiks... hiks... maafin elyn ma, pa. hiks... hiks.." ucap nya sambil menangis, lalu dia membuka tutup obat tidur itu dan mengeluarkan isi nya sekitar 8 butir dan langsung menelan nya.


Dia pun segera berbaring di tempat tidur nya.


Tidak menunggu waktu lama obat itu beraksi, Evelyn pun merasa seperti kehabisan nafas, lalu dia pun pingsan karena tidak bisa menahan semua nya.


Sementara di kamar papa brian dan mama angela, mereka berdua bertengkar hebat.


"pa, kenapa papa selalu maksa semua anak-anak kita!!" teriak mama angela.


"kamu diam aja ma!! Itu semua demi kebaikan anak-anak" jawab papa brian dingin.


"demi kebaikan mereka, atau demi keegoisan papa!! Mereka anak-anak kita pa, mereka bukan budak untuk mengikuti perkataan mu. Biarkan mereka menentukan pilihan mereka BRIAN!!" teriak mama angela.


"KALAU TERJADI APA-APA SAMA EVELYN. AKU GAK AKAN MEMAAFKAN MU BRIAN!!" teriak mama angela lalu keluar kamar itu.


Sedangkan papa brian pun hanya diam karena perkataan istri nya tadi.


"itu semua demi kebaikan kalian. Papa melakukan semua itu demi kalian. Papa gak mau kalian merasakan apa yang papa rasakan dulu sewaktu muda" ucap papa brian pelan.


Setelah bertengkar dengan suaminya, mama angela langsung melangkahkan kaki nya ke kamar putri nya, lalu mengetuk pintu kamar Evelyn.


Tok.. Tok.. Tok..


Mama angela pun terus mengetuk pintu kamar evelyn, "sayang, buka pintu nya nak. Mama mau bicara sebentar. Tolong buka pintu nya Elyn" ucap mama Angela di depan pintu.


"Elyn, tolong buka pintu nya nak" ucap mama nya lagi.


"mama masuk ya nak" ucap nya sambil membuka pintu itu.


Mama angela pun langsung masuk ke dalam dan melihat putri nya ternyata sudah tertidur. Dia pun segera melangkah mendekat dan mengelus kepala dan pipi evelyn. Tiba-tiba dia merasakan kalau pipi evelyn yang ternyata sudah dingin sedingin es.


"Elyn, sayang bangun. Elyn kenapa pipi mu dingin seperti ini nak" ucap mama angela sambil mengoyang-goyangkan tangan putri nya.


"PA, PAPA!!" teriak kuat mama angela dari luar kamar evelyn.


" PAPA PAPA!!" teriak nya makin keras.


Sementara di kamar, papa brian mendengar teriakan istri nya, dia pun keluar kamar dan menemui istri nya yang ada sudah masuk ke dalam kamar putri nya.


"Ada apa Angela? Kenapa kamu teriak-teriak seperti itu? Malu sama tetangga,"ucap papa brian ke mama angela.


"Pa, Evelyn pa. Muka dan badan nya dingin banget dan dia gak bangun-bangun" ucap nya dengan mata berkaca-kaca.


"Hah? Mwo?" ucap nya sambil berjalan ke arah ranjang putri nya, lalu memegang pipi nya.


Setelah dia memegang pipi Evelyn yang ternyata benar sudah mendingin. Dia pun langsung menggendong badan evelyn, dan membawa nya keluar dari rumah mereka, lalu memasukkan Evelyn ke kursi bagian tengah dengan ditemanin istri nya.


Dia pun langsung menyalakan mobil nya, dan langsung mengendarai mobil itu ke rumah sakit.


"udah kubilang kan Brian!! Awas aja putri ku kenapa-napa! Aku gak akan memaafkan mu!!" ancam mama angela dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Papa Brian mengendarai mobil nya dengan sekencang mungkin, sampai mereka pun sampai ke rumah sakit hanya dalam waktu 10 menit.


Kemudian Papa Brian langsung menggendong Evelyn keluar dari dalam mobil,lalu memasukkin rumah sakit sambil berteriak meminta bantuan.


"DOKTER... DOKTER... MANA DOKTER NYA, SAYA BUTUH BANTUAN!!" teriak nya keras, tak berapa lama datanglah suster yang ada di sana.


Lalu suster itu pun datang membawa dankar. Brian pun meletakkan Evelyn ke dankar tersebut, lalu suster tersebut langsung mendorong dankar nya ke ruang UGD.


"Maaf tuan, nyonya, anda berdua tidak bisa masuk, tolong tunggu di luar saja" ucap suster itu.


"tapi sus, itu putri saya. Saya.. saya... " ucap mama angela terbata-bata dengan masih menangis.


Papa Brian yang melihat istri nya pun memeluk istri nya, "lakukan yang terbaik untuk putri saya suster. Saya akan bayar berapa pun asalkan putri saya selamat dan sehat" ucap papa Brian.


"Baiklah tuan" jawab suster itu lalu masuk ke dalam UGD itu.


** Mimpi Andra **


"Andra... Andra..." panggil seseorang.


"My Prince Andra" panggil seseorang lagi.


Andra yang mendengar seseorang memanggil nama nya pun menoleh. Dia melihat ke arah orang yang memanggilnya.


"Evelyn" jawab Andra pelan.


Evelyn langsung memeluk Andra dengan erat, dan berkata, "aku sangat mencintaimu Andra. Maafin aku kalau memilih cara yang salah, dengan cara itu lah kita mungkin bisa bersama".


"apa maksudmu Lyn? Kenapa lo makin aneh saja," tanya Andra.


"Gak apa-apa. Ndra, kalau gue gak ada lagi di sampingmu, pasti lo bahagia kan? Karna gue hanya bisa menganggumu saja," ucap Evelyn sambil tersenyum.


Sedangkan Andra makin bingung dengan perkataan Evelyn.


"Apa lo bermaksud meninggalkanku? Setelah lo sudah berhasil merebut hati gue sepenuhnya. Apa mau lo sebenarnya hah?!!" teriak Andra sambil mengoyangkan badan Evelyn.


Sedangkan Evelyn hanya tersenyum saja.


"Gue pergi dulu ya ndra. Gue udah senang dengan kencan kita. Maafin gue ya ndra," ucap Evelyn sambil berjalan mundur menjauhi Andra.


Andra hanya bisa memasang ekspresi bingung nya.


"jangan coba-coba lo pergi dari gue. Dengar gak lo hah gadis aneh!!" teriak Andra sambil berusaha menggapai tangan Evelyn.


Tapi nyatanya tangan Evelyn tidak bisa dipegangnya. Dan Evelyn langsung menghilang dari hadapannya.


"Evelynnn!!!" teriak Andra keras.


**Mimpi Andra Off**


Andra pun langsung terbangun,karna dia bermimpi tentang evelyn, " Kenapa gue bisa bermimpi tentang perempuan gila itu. Dan kenapa firasat ku gak enak seperti ini" gumam andra.


Apa yang di rasakan andra itu?. Apakah itu pertanda?

__ADS_1


Tunggu terus kelanjutan cerita nya ya


__ADS_2