
Kembali ke rumah sakit.
Pasangan suami istri Lee pun tidak tenang menunggu hasil pemeriksaan putri mereka. Mama angela masih menangis di kursi tunggu, sedangkan papa Brian bolak-balik berjalan mondar-mandir. Mereka sudah menunggu selama satu jam lebih tapi dokter belum juga keluar.
Tak berapa lama kemudian, dokter keluar dan papa Brian langsung bertanya ke dokter.
"apa saya bisa berbicara dengan keluarga pasien?" tanya dokter itu.
"saya dok. Saya orang tua nya" jawab papa Brian sambil menghampiri si dokter.
"baiklah. Silakan ikut saya ke ruangan saya tuan" lanjut dokter itu.
Papa Brian dan dokter tersebut pun berjalan ke ruangannya. Dan beberapa menit, mereka sudah sampai di depan pintu ruangan si dokter, kemudian mereka berdua pun masuk ke dalam.
"silahkan duduk pak" kata si dokter.
Papa Brian pun langsung duduk di depan dokter tersebut.
"begini pak. Apa anak bapak menelan sesuatu, seperti obat tidur atau semacam nya?" tanya dokter.
"saya tidak tahu dok. Tadi putri saya di kamar nya dan saya bersama istri saya di kamar saya. Jadi saya tidak tahu apa yang di lakukan putri saya di kamar nya dok" jelas papa Brian.
" hm... jadi begitu. Begini pak, anak bapak mengalami overdosis obat-obatan. Dan itu menyebabkan tenggorokan anak bapak terluka, dan saya juga menduga setelah meminum obat itu dalam jumlah yang sangat banyak. Saya menduga kalau anak bapak meminum obat tersebut dengan air yang panas. Dan karena itulah, tenggorokan anak bapak terbakar. Dan pita suara anak bapak terkena efek tersebut, yang menyebabkan anak bapak tidak bisa berbicara dalam waktu yang lama" jelas dokter tersebut.
"APA?!!" teriak papa Brian dengan terkejut.
"apa dokter mengatakan kalau anak saya akan bisu!!. DOKTER GAK USAH BOHONG. ANAK SAYA ITU GAK APA-APA KAN DOK" teriak papa Brian.
"maaf Pak, tapi itu kernyataan nya. Anak bapak mengalami kebisuan. Dan anak bapak bisa berbicara itu kemungkinan hanya dua puluh persen saja" kata dokter itu.
"gak. Gak mungkin dok" ucap papa Brian sambil mengelengkan kepala nya.
"kalau begitu bapak sudah bisa keluar dari ruangan saya. Kasihan istri anda menunggu lama, dan anda juga sudah bisa menjenguk anak anda" ucap dokter itu.
Setelah mendengar perkataan dokter itu, papa Brian kembali ke ruangan putri nya. Dan dia melihat istri nya yang menatap nya.
"pa, apa kata dokter nya? Evelyn gak apa-apa kan pa? Dia baik-baik saja kan?" tanya mama angela.
Papa Brian yang di tanya begitu pun hanya bisa terdiam sambil menatap istrinya seduh.
"pa jawab!. Apa kata dokter nya?" tanya mama Angela sambil mengoyangkan lengan suaminya.
__ADS_1
"maafin papa ma, maafin papa" ucap papa Brian sambil menahan air mata nya.
Mama angela yang melihat suami nya ingin menangis pun ikut bingung, "pa, kenapa raut muka papa seperti itu? Elyn baik-baik saja kan pa? Ya kan? "tanya mama Angela terus-menerus.
"Elyn mengalami kebisuan ma. Anak kita gak bisa berbicara lagi" ucap papa Brian mengeluarkan air mata nya.
"apa? Papa bercanda nya gak lucu. Jangan bercanda di saat seperti ini pa!!" ucap mama Angela sambil mengelengkan kepala nya tidak percaya.
"maafin papa ma. Karena papa, Evelyn seperti ini. Maafin papa" ucapnya.
Mama angela yang tidak sanggup lagi mendengar semua nya pun pingsan.
"MA!!. MAMA! Bangun ma!!. TOLONG SUSTER, DOKTER!!" teriak papa Brian keras. Dan saat itu datang lah suster bersama dokter dan langsung membawa mama Angela ke ruangan yang sama dengan Evelyn.
Dokter itu langsung memeriksa mama Angela.
"Dok, istri saya kenapa dok?" kata papa Brian panik.
"Istri bapak hanya syok, dan tekanan darah nya turun. Karena itulah istri anda pingsan. Sebentar lagi juga bakalan sadar kok pak" ucap dokter tersebut, kemudian langsung pergi keluar ruangan tersebut.
Setelah dokter itu pergi, papa Brian melihat ke arah istri dan anak nya.
"semua karena aku, harus nya aku gak bilang begitu sama elyn. Maafin appa, Elyn" gumam papa Brian pelan.
" Kenapa dengan ku? Kenapa sedari tadi, aku gak bisa tidur lagi" gumam nya pelan.
Dia pun mengambil HP nya, dan di dalam HP-nya sudah ada sepuluh panggilan telepon dan chat dari satu orang saja. Ya, chat dan telepon itu berasal dari evelyn.
"kenapa dia nelpon sebanyak ini dan chat juga" ucap nya bingung.
Lalu dia pun membuka pesan itu, lalu membaca nya, " Apa maksud perempuan aneh ini sih. Ada-ada aja" gumam Andra.
Kemudian, dia menelpon balik evelyn, tapi tidak di angkat.
Dia melihat ke arah jam yang ternyata udah menunjukkan jam dua pagi.
"lebih baik aku berusaha untuk tidur aja. Besok aja lagi nelpon tuh perempuan gila" ucap Andra, lalu memejamkan mata nya dan tertidur
** Di rumah sakit **
Jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan pagi. Papa Brian yang menjaga daritadi pun belum bisa tidur sedikitpun, dan dia masih duduk di samping dankar putri nya.
__ADS_1
Tiba-tiba mata evelyn yang terpejam pun terbuka perlahan.
Papa Brian yang melihat Evelyn membuka matanya, langsung berdiri dan bertanya ke putri nya, "kamu sudah siuman nak?. Syukurlah. Sebentar papa panggil dokter dulu" ucap nya. Kemudian papa Brian menekan tombol yang berada di atas kepala dankar itu.
Evelyn yang berusaha mengeluarkan suara nya pun bingung, kenapa suara nya tidak ada yang keluar sedikit pun. Dia pun menatap papa nya penuh tanda tanya. "kenapa suara ku tidak bisa keluar? Aku kenapa sebenarnya?" tanya nya dalam hati.
Melihat putri nya seperti itu pun papa Brian mengelus rambut nya, "maafin papa, Elyn. Maafin papa" ucap nya sedih
Evelyn masih menatap papa nya bingung.
Tiba-tiba masuk lah dokter, dan langsung memeriksa pasien nya.
"syukurlah anda sudah sadar nak Evelyn. Pasti kamu bingung, kenapa suara kamu tidak keluarkan?" tanya dokter itu.
Evelyn pun menganggukan kepala nya.
"maaf nak Evelyn, karena anda mengalami overdosis, tenggorokan anda terbakar, karna obat yang anda telan. Dan karena hal tersebut menyebabkan anda tidak bisa berbicara. Untuk sembuh pun saya tidak bisa menjamin nya, karena pita suara anda kena" jelas dokter itu.
Evelyn yang mendengar itu pun menggelengkan kepala nya, lalu menangis dan menghentak-hentakkan kaki nya seperti orang gila.
"sayang, Evelyn tenang nak" ucap papa Brian sambil memeluk Evelyn supaya tenang.
Evelyn mendorong badan papa nya sampai jatuh.
Dokter yang melihat itu pun langsung memanggil suster, dan beberapa saat kemudian suster itu pun datang.
"sus, pegang tangan dan kaki pasien. Saya akan menyuntik pasien dengan obat penenang" ucap dokter itu ke suster itu.
"baik dok" ucap suster itu memegang tangan Evelyn
Dokter itu pun menyuntik obat penenang, dan akhir nya Evelyn tertidur kembali.
"pak, maaf kalau saya mengambil tindakan tadi. Sekarang anak bapak hanya perlu istirahat sebentar saja" ucap si dokter ke papa Brian, kemudian si dokter berjalan keluar bersama suster di samping nya.
Mama Angela yang baru tersadar pun melihat suami nya seperti zombie pun merasa kasihan.
"pa, papa belum tidur dari semalam. Papa tidur aja dulu, biar mama yang jaga evelyn" ucap istrinya pelan.
Papa Brian hanya menggeleng lemah.
"ayo lah pa, istirahat lah. Nanti gak ada yang bisa menjaga mama dan Evelyn, kalau papa seperti ini" bujuk nya lagi.
__ADS_1
Melihat istri nya seperti itu pun akhirnya menurutin perkataan istri nya dan tidur di sofa.