My Dream Boyfriend

My Dream Boyfriend
Bab 67


__ADS_3

Dankar Sandra pun didorong dokter Dan suster ke ruangan operasi dengan diikuti Andra.


Tapi saat di depan pintu ruangan, ayahnya Sandra menarik tangan Andra.


"Kenapa dengan anak dan cucu saya?" tanya nya.


"Sandra akan di operasi ayah. Karna air ketubannya udah pecah. Jadi harus cepat-cepat di keluarkan baby kami," jawab Andra dengan muka datarnya.


"Dasar suami tidak berguna," ucap ayah Sandra kasar sambil menarik kerah baju Andra.


"Saya berguna ya ayah. Kalau saya gak berguna, saya gak akan peduli dengan anak anda. Saya pamit dulu," ucap Andra sangat dingin, lalu berjalan menyusul dokter.


"Apa aku sanggup kak. Apa aku sanggup mempertahankan anak kakak itu. Dan apa Evelyn mau menerimaku beserta anak kakak itu nantinya," batin Andra sedih.


Andra pun menunggu di depan ruang operasi tersebut.


3 Jam berlalu


Hoeekk...Hoekk... Hoeekkk...


Suara bayi yang baru lahir pun terdengar dari dalam ruangan.


Andra mendengar suara bayi menangis, "Itu suara... sua-suara ba-bayi," gumam Andra gagap.


Dan saat itu juga seorang suster membawa bayi yang baru lahir, " Suster, it-itu anakku?" tanya Andra pelan.


"Iya pak... Selamat, anak anda laki-laki.Tapi perlu masuk inkubator, karna usia nya belum cukup," jawab suster tersebut.


"Iya sus. Lakukan yang terbaik untuk anak saya," ucap Andra.


Suster tersebut pun hanya menganggukan kepalanya, kemudian pergi membawa bayi nya.


Sesaat kemudian,dokter keluar. Andra langsung menghampiri dokter tersebut, "Gimana keadaan istri saya dok? Apa dia baik-baik saja?" tanya Andra.


Dokter tersebut menggelengkan kepalanya, "Maaf pak, Ibu Sandra tidak bisa diselamatkan. Karna Ibu Sandra mengeluarkan banyak darah saat operasi tadi. Sekali lagi saya turut berduka cita pak," jawab dokter itu dengan ekspresi sedihnya, lalu pergi meninggalkan Andra.


Sedangkan Andra yang syok pun terduduk lemas, "Kenapa ini terjadi? Aku gak bisa kak. Gimana aku menjaga anakmu, sedangkan aku belum punya pengalaman untuk menjadi orang tua," gumam Andra sambil meremas pelan rambutnya.


Ayah Sandra pun datang dengan tergesa-ngesa, "Mana Sandra? Gimana keadaannya?" tanya nya ke Andra.


Andra pun mengangkat kepalanya dan melihat ayah mertuanya, "Maaf yah... Andra minta maaf udah gak bisa menjaga Sandra dengan baik," ucap Andra yang sudah meneteskan air matanya.


"Apa maksudmu?! Mana Sandra!" tanya nya lagi.


"Sandra... Sandra udah tidak ada yah," ucap Andra pelan.


"Apa!!!!" teriak ayah Sandra Dan langsung masuk kedalam ruangan itu.

__ADS_1


Andra masih terduduk di lantai rumah sakit, "Yang salad ndra, ini pasti hanya cobaan untukmu. Berjuanglah demi anakmu itu nantinya," ucap seseorang yang baru saja datang.


Andra langsung melihat orang tersebut, dan ternyata yang datang adalah mama nya.


"Mama," kata Andra dengan nada menangis.


"Iya sayang, mama disini...Kuatlah ndra. Ini sudah takdirmu, dan rawatlah anak titipan Sandra itu. Biarpun bukan anak kandungmu sendiri nak," nasehat mama nya.


Andra hanya mengangguk, "Apa Andra kuat ma? Andra udah kehilangan cinta pertama Andra. Sekarang Andra harus melindungi anak yang bukan anak Andra sendiri," ucapnya.


"Ndra, dengarin mama. Suatu saat nanti, kalau kamu Dan Evelyn memang berjodoh, pasti nak Evelyn bakalan kembali ke pelukanmu. Bersabarlah sayang. Dan ambillah hak asuh anak Sandra, nanti mama yang akan bantu untuk membesarkannya," ucap mama nya sambil menghibur Andra.


***


2 Tahun kemudian.


Saat ini Andra sudah menjadi dokter yang sangat disenganin semua orang, karna dia sudah menjadi pimpinan kepala rumah sakit.


Dan pagi ini dia masih di rumah sakit, karna dia masuk shift malam. Selagi di ruangannya, tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu ruangannya.


"Papa... Alka datang," teriak seorang anak laki-laki berusia 2 tahun.


Arka Zidan Dharmendra adalah anak Sandra. Ya, hak asuh Arka jatuh padanya. Karna Andra bersihkeras menuntut, dia punya hak atas Arka yang masih bayi. Meskipun Arka bukan anak kandungnya, tapi dia sudah sayang sama Arka. Dan juga dia sudah berjanji sama Sandra.


Andra pun menoleh setelah mendengar suara putranya memanggil.


Arka pun langsung berlari ke arah papanya, "Papa... Tadi alka beltemu cama tante yang cangat cantik," ucap Arka senang.


"Di lecepcionis(resepsionis) papa. Tante cantik itu juga kelja di cini sepeltinya," kata Arka.


"Waahh...Benarkah? Terus Arka suka sama tante cantik nya?" tanya Andra sambil mencubit pelan hidung Arka.


Arka mengembungkan pipi nya, "Cakit papa. Papa...Kapan-kapan alka akan ajak papa kenalan cama tante cantik ya," kata Arka ke Andra.


Andra hanya menganggukan kepalanya.


"Mana bi Yeri? Kenapa Arka sendirian kesini?" tanya Andra lagi.


"Hehehe... tadi alka lali-lalian pa. Jadi bibi Yeri ketinggalan deh," ucap Arka sambil cengar-cengir.


"Dasar jahil," kata Andra sambil menjawil hidung anak nya lagi.


"Arka udah makan? Kalau belum ayo ikut papa untuk makan siang," ajak Andra.


"Oke boss," jawab Arka.


Andra pun langsung menggendong Arka dan keluar dari ruangannya, lalu pergi ke kantin untuk makan siang.

__ADS_1


(Pertemuan Evelyn dan Arka)


Siang ini Evelyn yang baru sampai dari Paris pun melangkah masuk kedalam rumah sakit miliknya.


Dia berjalan sambil memerhatikan Tab yang dia pegang, dia tidak sadar di depannya ada seorang anak kecil yang sedang berlari ke arah nya.


Bruk... Brukk...


Mereka berdua pun bertabrakan, tapi hanya anak kecil itu saja yang terjatuh.


Evelyn yang melihat seorang anak kecil jatuh pun langsung menolongnya.


"Aduhh... Kamu tidak apa-apa dek? Mana yang sakit... Maafin tante ya," ucap Evelyn sambil menolong mendirikan badan anak tersebut.


"Alka tidak apa-apa tante. Tante cantik cekali, nama tante ciapa?" tanya Arka antusias.


Evelyn yang mendengar pujian dari anak kecil tersebut pun hanya ketawa pelan, "hihihi... Anak kecil sepertimu sudah pintar memuji ya. Nama tante Evelyn. Namamu siapa anak ganteng?" tanya Evelyn sambil tersenyum.


"Namaku alka tante," jawab Arka yang juga tersenyum.


"Nama yang sangat bagus dan cocok dengan orangnya," puji Evelyn.


Muka Arka pun memerah malu.


"Arka ngapain disini? Orang tua Arka kemana?" tanya Evelyn.


"Papa alka kelja ddicini tante cantik, cebagai doktel. Kelen kan papa alka," jawab Arka bangga.


Evelyn hanya tersenyum sambil mengacak rambutnya Arka.


"Ayo tante antar ke papa Arka. Nanti dicariin loh. Kasihan kan papa nya," kata Evelyn.


Arka pun menganggukan kepalanya. Dan kemudian Evelyn langsung memegang tangan Arka. Dan akhirnya mereka berdua berjalan bersama.


Tibalah Arka sampai di depan ruangan kerja papa nya.


"Tante cantik, itu ruangan papa," tunjuk Arka.


"Yakin? Papa Arka pimpinan kepala rumah sakit ini ya?" tanya Evelyn ke Arka.


"Pimpinan itu apa tante cantik?" tanya Arka dengan muka ingin tahu nya.


"Pimpinan itu adalah orang yang mengatur orang lain dan punya tanggung jawab yang besar juga," jelas Evelyn.


"Berarti papa alka itu kelen banget dong tante cantik," ucapnya berbinar.


Evelyn yang gemas pun mencubit pelan hidung Arka.

__ADS_1


"Ya sudah, tante pergi dulu ya. Tante juga bekerja disini juga. Semoga kita berdua berjumpa lagi ya. Bye bye anak ganteng," ucap Evelyn sambil melambaikan tangannya ke Arka, lalu pergi.


Arka pun membalas lambaian tersebut dan langsung masuk ke ruangan papa nya.


__ADS_2