
Evelyn yang merasakan kepala nya di elus pun menatap andra dengan mata berkaca-kaca.
"Udah jangan nangis lagi" ucap Andra pelan sambil menghapus air mata evelyn.
Evelyn pun kembali menulis lagi
Maafin gue Andra. Gue harus ikutin perkataan papa gue. Lo gak apa-apa kok kalau akhirin semua nya sekarang. Gue gak akan marah sama lo kok, kan memang dari awal lo gak suka sama gue. Untuk apa lo tetap mempertahankan hubungan kita ini ndra.
Andra yang menbaca itu pun terdiam saja, apa yang dikatakan evelyn memang benar.
"jadi lo mau kita berakhir seperti ini, lo yang mau. Gue gak mau. Lo mau pergi pun, gue tetap akan melanjutkan hubungan ini. Lo tanggung jawab sama perasaan gue, karna gue juga tanggung jawab sama perasaan lo. Please evelyn, jangan egois seperti ini" ucap andra.
"Kalau gue bilang, gue mulai menyukai lo. Apa lo masih berniat putus dari gue?" tanya andra
Evelyn yang mendengar itu pun membulatkan mata nya terkejut. " Gak mungkin andra tiba-tiba menyukai ku. Dia pasti bilang begitu, karena biar gue gak putus asa seperti ini" batin nya.
Evelyn pun mengetik lagi
Ndra, lo gak perlu bohong sama perasaan lo demi gue. Gue tahu, dari awal lo memang gak suka sama gue. Gue hanya penggangu dalam hidup lo.
Maafin gue, kalau gue maksa lo supaya menerima gue jadi pacar lo. Tapi tolong, jangan kasihan in gue seperti ini.
" CUKUP EVELYN" teriak andra.
Evelyn makin terkejut karna teriak andra yang tiba-tiba.
" Lo gak ngerti juga gadis bodoh!. Lo gak tahu tentang gue. Jadi jangan sok tahu!!" ucap andra dingin.
Evelyn tiba-tiba memeluk andra dengan erat.
"Gue mulai suka dan sayang sama lo juga evelyn. Lo berhasil mendapatkan gue, dan jangan pernah lepasin gue karena alasan yang tidak masuk akal begitu" ucap andra dengan memeluk evelyn juga.
"lo juga harus berusaha untuk lulus disana nanti, gue juga akan berjuang untuk bisa dapat kerja yang terbaik di sini juga. Gue akan nunggu lo gadis gila ku. Gue terima lo juga apa ada nya" lanjut andra.
Evelyn pun mengangguk di pelukan andra. Lalu melepas pelukan nya.
Lo mau jalan-jalan sama gue. Tapi gue takut lo malu jalan sama orang cacat.
Andra yang membaca itu pun memukul pelan kepala evelyn. Evelyn pun meringis sakit.
"sekali lagi lo bilang gitu, gue benaran marah. Mau lo kalau gue marah hm" ucap Andra datar.
Evelyn menggeleng pelan.
" Ya udah ayo kita izin sama orang tua lo baru kita jalan. Mau kan gadis gila ku" goda andra.
Andra pun memegang tangan evelyn dan berjalan ke arah orang tua evelyn yang sedang mesra-mesraan juga di toko es cream itu.
__ADS_1
" Kalian mau es cream juga?" tanya mama angela ke dua orang yang barusan datang itu.
Evelyn mengelengkan kepala nya lalu mengetik lagi.
Kami mau jalan-jalan bentar ma. Boleh kan?
"oo mau jalan-jalan?. Iya boleh. Pergi lah, mama dan papa akan menunggu disini" ucap mama angela.
"tidak usah tante. Biar nanti andra antar evelyn pulang ke rumah" ucap andra sopan.
"baiklah. Hati-hati kalau berjalan ya. Jangan pulang terlalu malam. Ooo iya andra, kamu gak usah panggil tante lah. Panggil aja mama. Mau kan?" tanya mama angela.
Evelyn yang mendengar perkataan mama nya pun terkejut. "Mama bikin malu aja ah. Napa pula bilang gitu sama andra" batin evelyn.
"iya tan-" ucapan andra terpotong.
"kok masih manggil tante. Panggil mama aja ya" potong mama angela.
Andra pun menganggukan kepala nya, " iya ma" kata nya.
"kyaaa... pa, dengar gak. Calon mantu kita itu. hihihi... " ucap mama angela senang.
Sedangkan papa brian hanya memandang mereka berdua datar dan menatap andra tajam.
" Kenapa kamu bilang dia calon mantu kita. Siapa yang bilang?" tanya papa nya dingin.
Andra yang mendengar pertanyaan papa evelyn pun menelan ludah nya susah. " Cih... sifat papa dan gadis gila ini beda banget" batin nya.
" Apa sih ma!" jawab papa brian ketus.
" Udah ah. Kalian pergi lah. Jangan lupa pulang ya" kata mama angela lagi.
Evelyn mengangguk lalu menyalami tangan mama dan papa nya diikuti sama andra yang mengikuti nya dari belakang.
Mereka berdua pun berjalan ke arah halte bus yang berada di dekat taman itu dan menunggu bus disana.
Andra melihat muka evelyn yang masih diam di samping nya. Lalu dia membuka tas yang dia bawa dan mengeluarkan topi nya.
" Pakai ini, nanti kepala lo pusing. Susah pula nanti gue" ucap andra datar sambil memakaikan topi itu ke evelyn.
Evelyn langsung menoleh ke arah andra dengan muka merona.
Evelyn mengetik menggunakan HP nya lagi.
Kamu gimana?. Gak panas emang nya?. Pakai aja, gue gak akan sakit kepala.
"udah gak usah bawel diketikan. Pakai aja. Gue gampang" ucap andra dingin.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, bus yang mereka tunggu pun datang dan mereka naik ke dalam bus itu.
Butuh waktu 1 jam di bus untuk bisa sampai di sebuah taman bermain yang ramai dengan pengunjung nya.
"ayo masuk" ucap andra sambil menarik evelyn di samping.
"lo suka kan ke sini?" tanya andra.
Evelyn menggangguk senang.
"Bagus deh. Mau main yang mana dulu" ucap andra sambil melihat-lihat wahana disana.
Evelyn juga ikut melihat wahana itu sambil menarik tangan andra menuju ke wahana komedi putar.
Andra yang melihat wahana komedi putar itu dengan pandangan datar.
"lo mau naik wahana ini?. Yakin?" tanya andra.
Evelyn pun mengangguk mengiyakan.
"ya udah ayo" ucap andra sambil memegang tangan evelyn untuk membeli tiket wahana.
Setelah mendapat tiket, andra dan evelyn pun berjalan ke arah wahana itu. Evelyn menaiki kuda, begitu juga andra.
Wahana itu pun berputar, evelyn mengeluarkan HP nya lalu merekam mereka berdua sambil ketawa tanpa suara.
"kenapa ketawa?. Udah senang lo?. Gue gak pernah naik wahana anak-anak seperti ini. Bikin malu" ucap andra dingin.
Evelyn pun memegang tangan andra yang kebetulan kuda yang di naikin mereka bersebelahan.
Andra yang melihat evelyn memegang tangan nya pun tersenyum tipis, "gue janji lyn. Gue gak akan membuat air mata lo mengalir lagi. Hanya ada tawa seperti sekarang. Gue janji" batin andra.
Setelah 30 menit menaiki wahana itu, mereka pun turun dengan evelyn yang tersenyum senang.
Makasih andra. Gue senang naik itu. Lo mau naik apa?. Biar gantian kita memilih wahana.
Ketik evelyn.
Andra yang sedang sibuk melihat stan yang menjual gulali tidak fokus dengan ketikan yang diberikan evelyn ke diri nya.
Evelyn pun mencubit pelan lengan Andra. Dan Andra pun tersadar.
"hm... Ada apa?" tanya andra.
Evelyn hanya menunjukkan HP nya yang berada di tangan andra.
Andra yang mengerti pun membaca nya, "lo mau itu gak?. Kalau mau biar gue beliin" tanya andra sambil menunjuk stan gulali itu.
__ADS_1
Evelyn pun mengangguk senang.
Tunggu ya kelanjutan kencan mereka. Apakah kencan itu menjadi yang terakhir buat mereka atau gak?.