My Dream Boyfriend

My Dream Boyfriend
Bab 45. ** Kencan terindah **


__ADS_3

Andra yang melihat ketikan itu pun tersenyum.


"mau lanjut main gak?" tanya andra.


Evelyn menganggukan kepala nya.


"ya udah ayo" andra kembali memegang tangan evelyn dan kembali berjalan menjauhi kerumunan preman yang pingsan itu.


Andra yang masih memegang tangan evelyn pun hanya diam, sedangkan evelyn yang dipegang tangan nya sekarang wajah nya sudah memerah.


Andra pun membawa evelyn ke salah satu wahana roller coaster. "gimana?. Mau naik ini tidak?" tanya andra.


Evelyn melihat wahana di depan nya dan banyak orang yang mengantri untuk membeli tiket dengan wajah pucat nya dan keringat dingin.


"napa lo?. Takut?" sindir andra.


Evelyn mengelengkan kepala nya.


"terus napa?. Bilang aja kalau lo takut. Biar main wahana yang lain kita" kata andra dingin.


Evelyn mengetik di HP nya lagi.


Gak apa-apa. Gue gak takut kok ndra. Siapa yang bilang kalau gue takut sama tuh wahana.


Andra yang membaca ketikan itu pun tersenyum tipis. " benarkah?. Nanti lo mati pula karna tuh wahana" sindir andra.


Evelyn yang kesal pun memukul punggung andra dan mencubit pinggang cowok tsundere itu. Lalu mengetik lagi.


Ayo naik. Lo mau naik itu kan, gue gak takut!. ayo


Setelah menunjukkan ketikan di HP nya, evelyn langsung menarik tangan andra.


Karna lama, mereka harus mengantri selama 5 menit.


Setelah dapat giliran, mereka berdua pun duduk di kursi itu dan memakai alat pengaman. Evelyn memegang erat pengaman itu dengan erat.


"cih... kalau takut bilang aja. Gak usah di paksa kan naik nih wahana" ucap andra dingin.


Evelyn menggeleng saja lalu terdiam.


Andra yang melihat evelyn ketakutan gitu pun langsung menenangkan nya.


"udah gak usah takut. Kalau takut teriak sekencang-kencang nya nanti ya" ucap andra.


Evelyn pun hanya menganggukan kepala nya.


Wahana roller coaster itu pun dimulai.


15 menit kemudian.

__ADS_1


Andra membawa evelyn yang sudah sempoyongan dan ingin muntah. Saat jalan, evelyn tidak sanggup lagi menahan muntah nya dan dia pun muntah di dekat tong sampah yang ada di sana.


Sedangkan andra yang melihat evelyn yang muntah pun segera pergi membeli minuman. Tidak butuh waktu lama, andra kembali lagi dengan membawa dua buah minuman dingin dan memberi minuman dingin itu ke evelyn.


Evelyn yang sudah selesai muntah pun menerima minuman dingin itu, lalu meminum nya.


Andra hanya menatap evelyn sambil memijit pelan belakang leher evelyn.


"are you okey?. Kan udah gue bilang, kalau gak sanggup gak usah maksa naik wahana itu!. Tapi masih aja keras kepala!" ucap andra dingin.


Evelyn yang sudah selesai minum pun hanya cengar-cengir tanpa rasa bersalah.


Andra yang melihat evelyn yang cengar-cengir dengan wajah pucat nya pun menatap tajam evelyn.


"Udah seperti ini juga, masih aja bisa cengar-cengir kayak gitu. Memang bener-bener gadis gila lo ah" ucap andra kesal.


Evelyn langsung memeluk andra untuk menenangkan nya.


"apaan sih?. Main peluk sembarangan pula. Ini muka umum, gak ada malu-malu nya lo" ucap andra dingin sambil mendorong badan evelyn pelan.


^^^Ndra, kita udahan yuk main wahana nya. Gak mau lagi, takut gue.^^^


Andra yang melihat ketikan itu pun seketika ketawa, " hahaha... tadi kata nya gak takut. Sekarang takut, gimana nya labil amat jadi manusia lo!" ejek andra sambil ketawa.


Evelyn yang mendengar kata ejekan dari andra pun mengembungkan pipi nya kesal, lalu berdiri dan berjalan menjauhi andra.


Andra yang melihat evelyn yang berdiri dan berjalan sendirian pun ikutan berjalan di belakang evelyn.


Evelyn berbalik dan menjulurkan lidah nya mengejek andra.


Andra menarik tangan evelyn dan meletakkan tangan nya di pinggang evelyn.


"udah jelek gak usah dibuat makin jelek lagi" ucap andra.


"Oo iya. Jangan pergi evelyn. Lo mau gue direbut cewek lain. Lo mau gue lepas dari pelukan lo" ucap andra.


Evelyn pun melepas tangan andra dari pinggang nya.


Dia mengetik kembali


Gue juga gak mau lo sama cewek lain. Tapi ini permintaan orang tua gue ndra. Dan kalau gue tetap disini, lo juga akan malu dekat sama gue. Dan juga bukan cuma lo, tapi sahabat-sahabat gue juga.


Andra menyentil kening evelyn pelan.


"ya sudah. Tapi mau buat janji tidak?" tanya andra.


Janji apa?.


"kalau lo disana udah punya pacar baru, lo gak boleh beritahu sama gue. Kalau lo mau putus, gak apa-apa, tapi setelah lo kembali lagi dan gue kembali juga ke Indonesia setelah lulus kuliah. Gue akan ajak lo langsung nikah. Gimana deal?" ucap andra.

__ADS_1


Nikah?.


"hm... iya. Gimana?. Mau gak?. Gue akan berusaha mendapatkan pekerjaan yang mampan, supaya orang tua lo dan orang tua gue setuju" lanjut andra.


Evelyn terdiam dengan muka merona.


Tapi gue cacat ndra. Lo gak malu nikah sama cewek cacat macam gue. Pasti keluarga lo nanti malu ndra.


"gue gak peduli sama omongan orang lain, apalagi omongan keluarga gue. Gak usah penting in omongan orang lain elyn. Yang jalanin kan kita, bukan orang lain. Lo gak mau sama gue?" tanya andra ke evelyn dengan datar.


Bukan begitu ndra. Gue mau kok sama lo. Baiklah, gue setuju sama lo. Tapi lamaran ulang nya saat lo udah punya kerja dan gue juga punya kerja dan sama-sama dewasa.


"ya sudah. Jadi mau kan?" tanya andra.


Iya mau. Jadi kita LDR an gitu ndra?.


"lo mau kita LDR atau break sementara" kata andra.


Gue gak tahu ndra. Gue ikut aja dengan keputusan lo.


"ya sudah karna lo mau kita putus, kita akan break sementara sampai kita lulus" ucap andra datar.


Evelyn pun hanya mengangguk setuju.


"ya sudah ayo kita pulang. Udah sore juga" ucap andra sambil memegang tangan evelyn, lalu berjalan bersama.


Evelyn melepas sebentar tangan nya, lalu dia menunjuk sebuah stan yang ada boneka beruang gede disana.


Evelyn mengetik kembali


Andra, gue mau boneka beruang itu. Mainkan game itu buat gue ya. Please


Andra pun menganggukan kepala nya dan mereka pun berjalan menuju stan game yang ada boneka beruang itu.


"Ayo dek, di coba dulu main game nya. Nanti akan dapat hadiah nya juga" kata penjaga stan itu.


"iya pak. Saya beli satu tiket untuk mencoba game itu" ucap andra datar.


Ya game yang di maksud evelyn itu adalah game lempar gelang. Dia tertarik karna hadiah dari stan itu adalah boneka beruang kesukaan nya.


Di percobaan pertama andra sempat gagal, di percobaan kedua juga hampir saja memasukkan gelang itu ke arah tulisan boneka.


Evelyn ketawa tapi suara nya tidak ada. Dia ketawa karna biasa nya ketua osis yang dingin dan serba bisa itu ternyata bisa gagal juga.


Andra yang melihat evelyn ketawa pun mencubit pipi evelyn.


"kalau gue berhasil dapatkan boneka itu, lo harus cium bibir gue di depan umum ini. Gimana?" tanya andra jahil.


Evelyn pun hanya bisa mengangguk pasrah.

__ADS_1


Andra pun mengambil ancang-ancang untuk melempar gelang itu. Dan akhirnya.....


Di tunggu ya kelanjutan nya. hehehe


__ADS_2