My Dream Boyfriend

My Dream Boyfriend
Bab 49. ** Lamaran tak terduga **


__ADS_3

Tapi tiba-tiba ada yang memeluk nya dari belakang dan mencium pipi nya.


Andra pun terkejut lalu menyimpan kembali HP nya di saku celana nya dan berbalik sambil pura-pura memasang muka dingin nya.


"Hihihi... Kenapa masang wajah seperti itu my prince Andra?. Aku kembali..." ucap seseorang itu.


"Cih... Dasar perempuan gila. Kenapa lama sekali sih, bosan gue menunggu tahu gak" ucap Andra dingin.


Evelyn pun mencium pipi Andra dan meletakkan tangan nya di leher laki-laki itu sambil tersenyum jahil.


"Lo gak rindu sama gue hm... Aku sudah kembali Andra. Aku pulang ke pelukan mu lagi" ucap Evelyn lalu memeluk Andra dengan erat.


Andra pun tersenyum melihat tingkah laku mantan pacar nya itu.


"Napa lo balik hm?. Lebih baik gak usah balik aja sana kalau lama balik nya" ucap Andra dingin.


"Dasar tsundere. Aku juga rindu kamu ndra. oopps... maksud nya Dokter Andra" ucap nya jahil.


Andra pun memukul pelan kepala nya, "Udah kembali lagi suara mu, sekarang lo menjadi perempuan cerewet lagi hah Bu CEO ku" ucap Andra sambil menyatukan kening mereka berdua.


"Aku juga merindukan mu My crazy girl" lanjut nya dengan mencium kening Evelyn.


Semua orang disana terkagum melihat kedua orang yang saling berpelukan itu.


Evelyn baru sadar kalau dia akan di incar oleh media pemberitaan untuk mencari tahu tentang masalah pribadi nya. Evelyn pun melepaskan pelukan mereka berdua, "Ndra, kita pergi aja dari sini ya. Takutnya nanti ada media memotret kita berdua. Bisa jadi masalah nanti" bisik Evelyn ke telinga Andra.


"Dasar ibu CEO, jadi gak bisa bermesraan kan seperti keinginan lo. Bikin repot aja. Ayo pergi" ucap Andra sambil memegang tangan Evelyn dan menarik topik yang dikenakan Evelyn ke bawah sedikit, supaya bisa menutupin sedikit muka nya.


Evelyn pun hanya menundukan kepala nya, dan mengikuti jalan Andra. Mereka berdua pun sudah sampai di parkiran bandara dan masuk ke dalam mobil Andra.


Evelyn pun membuka topi dan jaket nya karna merasa gerah. Andra yang melihat itu pun hanya diam saja lalu menghidupkan mobil nya. Dia pun mengendarai mobil itu dengan pelan. Sesekali dia melihat ke arah evelyn yang sedang asik dengan HP nya.


"Jadi lebih seru lihat HP nih bu CEO daripada lihat pak dokter mu ini hn" ucap Andra datar.


Evelyn yang mendengarnya pun mematikan HP dan menyimpan nya, lalu mengalihkan tatapan nya ke Andra.


"Iihhh...masa pak dokter yang tsundere ini cemburu ke HP aja" ucap Evelyn sambil mencubit sebelah pipi Andra.


Andra memberhentikan laju mobil nya. Lalu memeluk Evelyn lagi.


"Tanggung jawab lo, udah bikin gue rindu seperti ini" ucap nya.

__ADS_1


"Baiklah...baiklah... Gimana cara nya untuk tanggung jawab hm" balas Evelyn.


Andra pun melepas kembali pelukan nya lalu mengambil sesuatu dari dalam kantong celana nya.


"Lo tanggung jawab dengan ini" ucap nya sambil membuka kotak merah kecil yang dia keluarkan tadi.


"Apa itu?" tanya Evelyn bingung.


"Evelyn, perempuan gila ku. Menikah lah dengan ku. Aku gak menerima penolakan" ucap Andra tegas.


"Iiihh... dari dulu sampai sekarang gak berubah aja cara nya. Dasar laki-laki tsundere dan es batu" ejek evelyn.


Andra yang diejek pun mengerutkan kening nya menahan kesal. Sedangkan evelyn yang melihat mimik muka Andra yang mulai kesal pun menahan tawa nya.


"Lo lamar gue ndra?. Gak ada romantis-romantis nya" ejek evelyn lagi.


"Lo udah di lamar juga masih sempat-sempat nya ngejek gue. Lo terima atau gak?. Kalau gak, biar gue lamar aja suster yang menyukaiku di rumah sakit itu" balas Andra dingin.


"Apa?... Lo mau lamar suster itu, udah sana lamar. Dasar nyebelin" ucap evelyn sambil pura-pura membuang muka nya.


Andra pun menarik muka evelyn supaya melihatnya lagi.


"Hahaha... Astaga ekspresi muka lo ndra. Lucu banget" ucap Evelyn sambil ketawa pelan.


Andra pun mencubit kuat pipi Evelyn.


"Jadi lo terima gak?" tanya Andra lagi.


"Terima apaan?. Gue lupa" tanya Evelyn.


"Evelyna Alexandra Lee, maukah kamu menikah dengan Kivandra Galaxy Dharmendra in?" tanya Andra tegas sambil memegang kotak merah kecil itu.


"Tentu saja. Saya mau pak dokter ku" jawab Evelyn dengan tersenyum.


"Hah!. Lo gak sedang bercanda kan. Lo terima beneran?" tanya Andra tak percaya.


"Yes, i do andra" jawab nya sambil menganggukan kepala.


Andra memperlihatkan senyuman nya itu sambil memasangkan cincin emas yang dia beli beberapa waktu yang lalu dan memeluk evelyn lagi.


"Terima kasih...terima kasih terima kasih evelyn. Terima kasih sudah menerima ku, menungguku, dan tidak menyerah untuk mengejarku dulu" ucap Andra pelan ke kuping evelyn.

__ADS_1


"Tentu saja, di dalam kamus ku gak ada kata menyerah. Dan terima kasih juga udah menerima ku saat aku terpuruk dulu dan menungguku. Sarangheyo Chagiya" ucap Evelyn.


Andra melepaskan pelukan mereka, lalu perlahan-lahan mendekatkan wajah mereka berdua.


*CUP!!... **


Bibir mereka berdua menyatu untuk beberapa saat. Andra melepaskan ciuman mereka karna evelyn mendorong dada nya untuk menjauh.


Andra hanya menatap nya bingung, "Kenapa dilepas?. Gak suka ya?" tanya Andra.


"Suka kok. Tapi gak bisa nafas. Udah gila ya. Pak dokter ternyata suka ciuman ya" sindir evelyn.


" Udah diam aja" ucap Andra ketus tapi muka nya sudah memerah.


"Astaga, udah lama gak bertemu. Seorang mantan ketos yang dingin berubah jadi cowok yang pemalu ya" sindir evelyn lagi.


Andra yang mendengar perkataan evelyn, dia pun langsung menutup mulut perempuan itu.


"Belum menikah aja sudah secerewet ini, apalagi kalau udah menikah. Bikin sakit kepala" ucap Andra dengan nada menyindir nya.


Evelyn melipat tangan nya mengambek.


Andra hanya menahan tawa nya di kursi pengemudi, dia pun kembali mengendarai mobil nya kembali menuju rumah nya.


"Pak dokter, hari ini gak masuk kerja ya?. Dasar pemalas" sindir evelyn.


"Enak saja. Kita ke rumah sakit dulu, gak apa-apa kan?" tanya Andra dengan muka dingin nya.


"Ngapain?. Jumpa sama suster Hanna ya?" Evelyn nanya balik dengan nada ketus nya.


Darimana evelyn tahu kalau suster yang suka sama Andra itu bernama Hanna. Tentu saja dari Kayra, sahabat satu sekolah nya dulu, yang sekarang berkerja bersama di satu rumah sakit tempat Andra juga berkerja. Tapi mereka berdua berbeda profesi. Andra sebagai dokter spesialis dan anak. Sedangkan Kayra sebagai dokter ahli bedah. Jadi tidak mungkin Evelyn tidak tahu semua tentang Andra.


"Darimana kamu tahu soal Hanna?" tanya Andra datar.


"Darimana pun aku tahu, yang penting aku tahu lah. Kenapa, kamu gak suka aku tahu tentang yang dekat sama mu?" tanya Evelyn kesal.


"Cih... dasar tukang cemburuan. Pasti dari Kayra ya?. Apa aja yang di bilang perempuan cerewet itu?" tanya Andra.


Apa yang dikatakan Kayra, sahabat evelyn itu sebenarnya tentang Andra?. Apa akan terjadi sesuatu yang membuat hubungan yang baru mereka jalankan dengan baik, akan menjadi buruk?.


Ikutin kelanjutan cerita nya ya.

__ADS_1


__ADS_2