My Dream Boyfriend

My Dream Boyfriend
BAB XIX. ** Ketahuan Selingkuh **


__ADS_3

Habis dari kamar mandi, ada seseorang yang menarik tangan nya.


" Gibran, ngapain lo tarik-tarik gue gila " ucap evelyn sambil menahan teriakkan nya, karna lagi upacara.


" Daripada lo ikut lagi upacara mendingan ke kantin aja yok" kata gibran sambil tersenyum.


Ada bener nya juga sih, kalau ikut upacara dia juga gak bakalan fokus. Mendingan evelyn ikut ke kantin aja, sekali-kali dia bisa lah istirahat dari tuh upacara.


Gibran langsung menarik tangan evelyn sebelum evelyn menjawab nya.


" tapi gibran, lo yakin kan gak bakalan kena hukum? " tanya evelyn ke gibran. karna dia baru pertama kali juga bolos jam upacara.


mana ada perbuatan gak bener gak bakalan di marahin dan di hukum.


"enggak lah, santai aja kalau pun di hukum, kita bakalan di hukum bersama juga kan" jawab gibran santai sambil ketawa pelan.


Baru juga evelyn tahu kelakuan gibran yang di sukai smaa cewek2 ternyata gak bener.


Akhirnya mereka berdua berada di kantin sambil dengan santai nya minum teh manis dan makan cemilan yang di traktir sama gibran sendiri.


Sementara itu Andra juga baru saja mau minta air hangat karna ada yang pingsan tadi waktu upacara. tak sengaja mata nya melihat gibran dan evelyn bersama.


" Wait the minute, bukan kan itu evelyn? " ucap Andra pelan sambil jalan ke arah kedua orang yang sedang duduk santai itu.


waktu Andra melihat memang itu gibran, Andra berhenti sebentar, " ngapain pula dia sama gibran? " gumam Andra sedikit kesal.


Tiba-tiba Andra mengingat lagi perkataan evelyn pas di perpus waktu itu, yang mengatakan kalau evelyn gak mau sama orang lain selain diri nya.


Tapi dia malah lihat beginian.


" Dasar perempuan gila menyebalkan. Katanya gak sama orang lain. ini malah kebalikan nya." batin andra.


" eehh napa gue seperti cemburu aja sama mereka. cih nyebelin. gue gak mungkin suka sama dia. gak mungkin juga gue cemburu . lupakan aja deh" ucap Andra dalam hati lagi.


"oo begini toh, bagus banget. habis upacara kalian berdua yang gantian upacara" kata Andra yang sudah berada di depan gibran dan evelyn.


Evelyn yang mendengar suara Andra pun terkejut, dia seperti ketahuan selingkuh dari pacar nya, " ndra,semua ini gak seperti yang lo lihat" bantah evelyn.


" terserah. apa pun alasan nya gue gak peduli" jawab Andra datar.


Gibran pun yang mendengar nya pun tersenyum, " gue sih gpp, asal di hukum sama evelyn"


" cih, apa-apaan pula jawaban manusia aneh satu ini lagi. bikin gue kesel aja" batin Andra

__ADS_1


**Plaakkk... **


tangan evelyn sudah melayang ke kepala gibran, " malah gue yang gak mau di hukum bareng lo gila" kata evelyn kesel.


Andra yang diam aja pun memilih kembali ke tujuan nya untuk meminta air hangat karna kompor di UKS rusak jadi gak bisa di gunakan.


kalau pakai dinspeser juga gak di colok daritadi.


"ndra, lo mau kemana?. gue ikut sama lo ya" tanya evelyn ke Andra sambil ikutin Andra dan ninggalin gibran sendirian.


" kalau pun lo ikut sama gue, gue akan tetap laporin lo berdua. yang lain pada panas-panasan di lapangan, lo berdua malah mesra- mesra an di sini. jadi lo gak usah ikutin gue, karna gue akan tetap laporin juga" ucap andra dingin dan pergi.


Evelyn pun langsung peluk lengan Andra dan tiba-tiba mencium bibir Andra lagi..


CuP... cup...


" apa-apaan lo" Andra mendorong evelyn.


"gue gpp di hukum, tapi please jangan marah sama gue ya ndra" ucap evelyn sambil memasang muka memohon nya ke Andra.


"Ngapain juga gue harus marah sama lo. dan gak usah main cium-cium sembarang. dasar perempuan gila" ucap Andra kesel.


" Gue gak mau lo cemburu ndra. apa gue salah? " tanya evelyn lagi.


Dengan tidak tahu malu nya evelyn mengejar Andra.


sementara gibran menghela nafas, " apa sih yang di lihat evelyn dari orang seperti itu" ucap gibran.


Upacara sudah selesai, tapi tidak untuk gibran dan evelyn mereka malah baru di hukum upacara.


Karna sekarang jam 8 pagi, jadi matahari menyorot ke arah mereka berdua yang sedang menghormat.


Sedangkan Andra sudah masuk ke kelas nya karna yang urusin gibran dan evelyn itu adalah guru piket hari ini.


" evelyn, lengan mu jangan bersandar ke bahu gibran, hormat yang bener. dan gibran juga jangan malas-malasan" ucap guru piket itu.


" iihh ibu nyebelin, lihat kan evelyn udah beneran menghormat nya bu" ucap evelyn pelan.


Setelah guru piket itu pergi, gibran menoleh ke evelyn, " lo udah capek?. kalau capek lo duduk aja bentar" kata gibran.


" gak ah, nanti malah di tambah lgi hukuman gue sama tuh guru piket " jawab evelyn yang masih tetap menghormat.


" enggak kok, lo tenang, ---" ucapan gibran terpotong.

__ADS_1


" nah ingat lagi di hukum loh, gak usah ngobrol. ini hukuman bukan lagi arisan ibu-ibu kompleks" kata guru yang kebetulan lewat di situ.


Andra yang kebetulan duduk di dekat jendela pun melihat evelyn dari jendela nya, mata nya gak sengaja melihat ke arah rok putih evelyn.


Mata Andra menyipit untuk memastikan itu bener atau gak.


" perempuan satu ini gak sadar apa. bener-bener bikin repot aja" batin Andra.


" dia beneran perempuan atau gak sih, sampai gak tahu tamu bulanan nya" lanjut Andra dalam batin.


" bu, maaf" ucap Andra di tengah-tengah pelajaran.


" hm ya. ada apa Andra? " tanya guru itu.


" saya mau izin ke toilet bu" ucap Andra ke guru itu sambil membawa jaket di tangan nya.


" iya saya izinkan, tapi kenapa bawa jaket segala ndra? " tanya guru itu.


Tanpa mikir panjang Andra pergi tapi masih menjawab guru itu, " mau saya berikan ke seseorang bu".


Setelah keluar dari kelas nya, andra langsung ke lapangan. setelah sampai, Andra langsung memberikan jaket nya ke evelyn.


" Andraaa?. ngapain lo disini? " tanya evelyn terkejut.


" pergi sekarang lo ke kantin. lalu ke toilet, lo gak sadar tamu bulanan lo datang" ucap Andra singkat lalu langsung pergi ninggalin mereka.


Gibran yang mendengar perkataan Andra pun langsung melihat belakang rok evelyn.


Tangan gibran pun langsung menarik jaket Andra tadi dari tangan evelyn dan langsung mengikatkan nya ke pinggang evelyn.


" lo lola banget sih, lo lagi dapat. buruan lo ke kantin sekarang" ucap gibran yang melihat evelyn yang bingung.


" dapat apa? " tanya evelyn bingung.


" rok lo berdarah idiot. sana pergi" kata gibran pelan.


" astaga" ucap evelyn pelan dan langsung lari ke kantin lalu ke toilet


Andra sebenarnya belum pergi, dia masih melihat adegan di lapangan itu.


" cih... menyebalkan. jaket gue malah tuh cwok sialan yang iketin ke evelyn" ucap Andra kesel dalam hati nya.


Jangan lupa like ya teman-teman. 😘😘

__ADS_1


__ADS_2