My Dream Boyfriend

My Dream Boyfriend
BAB 42. ** Keputusan II **


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana evelyn keluar dari rumah sakit. Mama nya sedang membereskan semua barang-barang evelyn. Sedangkan papa sedang mengurus administrasi. Evelyn juga hanya bisa melihat mama nya yang sedang membereskan barang-barang nya.


" Maafin elyn ma. Evelyn janji akan membuat papa dan mama bangga sama elyn" batin evelyn.


Mama Angela pun sudah menyelesaikan beres-beres nya. " Sayang, ada apa?. Kenapa menatap mama seperti itu?" tanya mama angela.


Evelyn pun menggelengkan kepala nya.


" Elyn, kamu yakin gak mau bertemu dengan Andra untuk terakhir kali nya?". Kan nanti kamu akan pergi dan gak tahu akan balik nya kapan kan" ucap mama angela.


" Sayang, kamu bertemu dengan Andra aja. Biar Andra tahu" lanjut mama angela.


Tapi ma, evelyn malu dengan kondisi evelyn yang sekarang ini. Evelyn juga tidak tahu kalau Andra sudah suka elyn atau belum ma.


Evelyn menunduh sedih.


" Elyn, mama tahu kalau nak Andra itu baik orang nya. Selain baik juga dewasa juga kok"ucap mama angela.


" Jadi mama yakin dia bakalan nerima elyn apa ada nya. Elyn jangan mutusin apapun dulu nak" hibur mama angela.


" Nanti elyn bertemu sama Andra dulu ya" ucap mama nya lagi.


Evelyn hanya mengangguk menurut saja.


Tiba-tiba pintu di buka, papa brian pun masuk ke dalam dan melihat istri dan putri nya disana.


" Udah siap pulang gak evelyn sayang" ucap papa brian sambil tersenyum.


" udah siap kok pa. ayo kita pulang" ucap mama angela semangat.


" Sini papa bantu kamu elyn" ucap papa brian sambil membantu evelyn berdiri dan meletakkan nya di kursi roda.


Pa, elyn masih bisa jalan kok pa. Kenapa harus pakai kursi roda. Tulis nya di kertas itu.


" Hehehe biar aja. Mana tahu kamu masih lemas kan" jawab papa brian sambil mendorong kursi roda itu keluar dari ruangan menuju basement mengunakan lift.


Sekarang mereka semua sudah berada di parkiran.


" Sebentar ya nak, papa masukkan dulu barang-barang kita ke bagasi mobil" ucap nya ke evelyn sambil memasukkan barang-barang itu ke bagasi mobil.


Dan setelah semua barang masuk, papa evelyn pun membuka pintu penumpang dan memasukkan evelyn ke dalam mobil.

__ADS_1


Setelah itu dia pun mengendarai mobil nya menuju rumah mereka.


Di dalam mobil, papa dan mama nya saling melirik satu sama lain sambil memberi kode.


" Sayang, nanti kita ke taman sebentar ya. Kamu pasti udah lama gak ke taman dekat rumah kita kan?" tanya mama nya.


Evelyn pun hanya mengganguk.


Butuh waktu 20 menit udah sampai di taman itu. Dan pas sekali dengan jam untuk bertemu yang di tentukan sama papa brian ke Andra.


" Ayo sayang. Papa bantu keluar ya" ucap papa nya sambil mendorong kursi roda itu dan mengangkat evelyn untuk duduk kembali di kursi roda nya.


" Evelyn, kalau mau komunikasi pakai HP aja ya. Kan capek nulis-nulis pakai pulpen dan kertas. Gak apa-apa kan?" tanya mama nya.


Evelyn pun mengerti lalu mengeluarkan HP nya dari saku celana nya.


" Ya udah ayo kita ke kursi taman itu ya" kata papa brian yang ternyata sudah melihat Andra disana.


Papa brian pun mendorong kursi roda putri nya menuju ke arah Andra.


Sedangkan Andra yang melihat evelyn duduk di kursi roda pun bingung.


" Andra kenapa ada disini?. Gak mungkin. Apa mungkin ini rencana papa dan mama?" tanya evelyn dalam hati nya.


Mereka bertiga pun sudah sampai di kursi taman pas di depan Andra.


" Siang tante, siang om" ucap Andra sopan sambil menyalami tangan kedua orang tua evelyn.


" Iya siang juga Andra" jawab mama evelyn. Sedangkan papa evelyn hanya menganggukan kepala sebagai jawaban.


" Pa, ayo kita ke tempat es cream itu. Biarin aja evelyn dan Andra di sini sebentar" ucap angela ke brian.


Papa brian pun menganggukan kepala nya, " Papa dan mama ke sana dulu ya. Kamu disini dulu. Gak apa-apa kan elyn?" tanya papa brian.


Evelyn pun hanya mengangguk.


Setelah mengucapin itu, kedua orang tua itu pun pergi meninggalkan kedua orang itu di sana.


Andra melihat evelyn pun bingung, karena tidak biasa nya perempuan yang dia kenal cerewet ini pun hanya diam.


" Kemana aja lo?. Tumben gak berisik di telpon atau di chat" ucap Andra datar.

__ADS_1


Evelyn hanya menatap andra. Dia ingin menjawab tapi dia gak bisa menjawab mengunakan mulut nya.


" Maafin gue ndra. Karena gue gak bisa jawab pertanyaan lo. Maafin gue" batin nya sambil berkaca-kaca.


Andra yang melihat evelyn yang diam dan dia pun bingung karena dia malah melihat evelyn yang hampir menangis.


" Kenapa lo malah nangis?. Jawab pertanyaan gue gadis gila" ucap Andra sambil berlutut di depan evelyn.


Evelyn pun mengambil HP nya dan mulai mengetik.


Andra kesal karena bukan nya menjawab, evelyn malah asik main HP.


" Gue nanya sama lo, bukan nya nyuruh lo ma--" ucap Andra terpotong karena tiba-tiba evelyn menyodorkan HP nya ke Andra.


Andra pun mengambil dan membaca apa yang di ketik evelyn disana.


...(isi ketikan nya)...


...Maafin gue ndra. Gue mau jawab pertanyaan lo, tapi gue gak bisa. Gue gak bisa ngomong lagi ndra. Gue udah cacat. Maafin gue. Kalau lo mau kita putus, gue gak apa-apa kok ndra. Gue gak mau lo malu punya pacar yang bisu seperti gue. Tapi gue mohon, jangan benci gue ndra. Gue sayang dan cinta banget sama lo....


Andra yang membaca itu pun langsung melihat ke arah evelyn.


" Apa maksud lo dengan tulisan putus disini hah!!. Lo pikir mudah menerima lo, lo gak mikir juga perjuangan lo untuk dapatin hati gue. Tapi dengan mudah nya lo bilang gue bisa putusin lo, karena lo gak bisa ngomong. Apa lo memang udah gila evelyn!!" teriak Andra di depan evelyn.


Evelyn yang mendengar perkataan Andra pun menunduk.


"Gue gak akan lepasin lo, setelah lo udah berhasil mengambil hati gue" ucap Andra dingin.


" Kalau lo bermaksud untuk minta putus sama gue. Gue gak akan pernah putusin lo. Ngerti!!" ucap Andra dingin.


Evelyn pun sudah meneteskan air mata nya. Dia pun mengambil HP nya lagi dari tangan Andra lalu mengetik dengan mata yang sudah basah dengan air mata.


Aku hanya tidak mau lo malu dekat sama orang bisu macam gue. Gue juga akan pergi ndra. Gue juga mau ikut orang tua gue pindah negara. Gue juga akan lanjut sekolah dan kuliah disana. Gue gak mau, karna gue hanya jadi beban tak di harapkan ndra. Gue tahu banyak laki-laki yang gak kuat punya hubungan jarak jauh ndra. Gue juga gak mau lo merasa bersalah kalau nanti lo suka sama cewek lain.


Andra yang membaca itu pun mulai kesal lagi, " Lo mau pergi kemana?. pindah kemana?" tanya Andra.


" Lo mau putus dari gue, Lo juga gak mau gue merasa bersalah kalau gue nanti suka sama cewek lain disini padahal kita masih punya hubungan, begitu kan maksud lo"ucap Andra dingin.


Evelyn hanya bisa mengangguk pelan.


" Listen to me evelyn, kita gak akan putus evelyn. Lo mau pergi sekolah juga ke luar negeri kan. Gue juga akan ambil kuliah di luar negeri juga. Kita akan tetap LDR an. Dan gue gak akan mau kita putus. Gue udah janji dengan diri gue sendiri elyn. Lo juga harus tanggung jawab, karna udah rebut hati gue dan hati keluarga gue" ucap Andra sambil mengelus kepala evelyn.

__ADS_1


__ADS_2