My Dream Boyfriend

My Dream Boyfriend
Bab 71


__ADS_3

Setelah mengucapkan kata tersebut, Evelyn pun kembali duduk di kursinya. Sedangkan Andra masih melihat Evelyn dengan muka tak percaya nya.


"Tolong, jangan seperti ini Lyn. Selama 3 tahun ini, aku melewatkan hari yang kelam tanpamu. Kumohon, kembalilah Evelyn" ujar Andra memohon.


"Untuk apa kita kembali. Kita udah punya keluarga masing-masing. Jadi anda tidak usah seperti ini!" bentak Evelyn.


"Lyn...kumohon" kata Andra sambil berlutut di depan Evelyn.


"Aku gak bisa beralih darimu. Aku memang salah sudah mengambil keputusan waktu itu" kata Andra.


"Gak bisa Andra. Kamu udah punya sandra dan Arka. Ingat keluargamu" jawab Evelyn.


"Sandra sudah tidak ada Evelyn. Aku gak pernah melihat kak Sandra sepertimu. Kamu kan tahu, hatiku ini milikmu saja. Jadi mengertilah Lyn" ucap Andra lagi.


"Berdiri!! Kalau sudah tidak ada lagi yang mau dikatakan. Silahkan keluar dari sini!" usir Evelyn sambil berdiri dari tempat duduknya.


Andra hanya menunduk mendengar perkataan Evelyn.


"Aku gak mau kita seperti ini Lyn. Kumohon, kasih aku kesempatan lagi. Jangan menjauh dariku dan jangan jauhkan Lilly dariku juga" mohon Andra.


"Apa katamu! Udah saya bilang, Lilly gak ada hubungannya dengan masalah kita. Dia bukan anakmu. Aku gak pernah mengandung sejak kejadian itu. Paham!" jelas Evelyn.


"Gak... Kamu sedang berbohong, aku tahu itu. Lilly itu putri kita!" ucap Andra.


Brak...


Tiba-tiba ada yang membuka pintu ruangan itu dengan keras.


"Apa-apaan ini!! Kenapa kau ada disini lagi hah!! " ucap papa Brian marah.


"Papa.." ucap Evelyn terkejut.


Sedangkan Andra juga terkejut melihat kedatangan papa nya Evelyn, dia pun berdiri dan segera mau menyalimnya. Tapi langsung ditepis papa Brian.


"Gak usah pegang. Setelah menghancurkan masa depan putri saya, dan meninggalkannya. Kamu malah kembali lagi!" kata papa Brian sambil menarik kerah baju Andra.


Evelyn yang melihat hal tersebut langsung menahan tangan papa nya.


"Jangan pa... Lepasin cengkraman papa. Ini masalah Evelyn dan Andra pa" kata Evelyn sambil memegang tangan papanya yang berada di kerah Andra.


"Kamu masih membela laki-laki seperti dia Evelyn!! Dia sudah meninggalkanmu dan cucu papa!! Tapi kau masih membelanya!!" bentak papa Brian keras.


Evelyn yang dibentak seperti itu pun terdiam dan menunduk. Sedangkan Andra yang melihat Evelyn terdiam pun langsung melepas cengkraman itu dan berlutut di depan papanya Evelyn.

__ADS_1


"Om... Saya mohon, beri saya kesempatan lagi. Saya tidak bisa hidup tanpa putri om. Evelyn cahaya hidup saya, saya sangat sayang dan cinta sama dia. Saya mohon om" mohon Andra.


"Lepaskan kaki saya!!" ucap papa Brian yang menghempaskan kakinya dengan keras. Sampai badan Andra pun menjauh dan menyebabkan ujung bibir Andra membiru.


"Gak usah dekatin putri dan cucu saya. Lilly itu keturunan keluarga Lee, bukan Dharmendra. Dia tidak ada hubungan darah dengan Dharmendra. Camkan itu!!" bentak papa Brian keras dan langsung berjalan keluar dari ruangan Evelyn.


Andra memegang ujung bibirnya yang membiru, kemudian memandang Evelyn yang menunduk.


"Lyn... Lilly itu putri kandungku, anak kita. Aku akan berjuang untuk membuat kalian berdua untuk kembali ke pelukanku. Karna aku suami sekaligus ayah. Aku berjanji" ucap Andra yang berdiri dan membantu Evelyn untuk berdiri.


Tapi Evelyn malah menepisnya.


"Menjauh dari kami berdua!! Kami udah bahagia tanpamu!!" bentak Evelyn.


Andra yang mendengar semua itu pun terdiam dan terus memandang Evelyn.


"Aku akan tetap berjuang Evelyn!! Aku akan membuat kita menjadi keluarga" ucap Andra yang langsung keluar dari ruangan itu.


Setelah keluar dari ruangan Evelyn, Andra melihat Lilly yang sedang berjalan dengan membawa plastik dengan ketawa. Andra yang melihatnya pun ikut tersenyum.


"Dia mirip sekali sifatnya dengan Evelyn" gumam Andra pelan.


Lilly yang bertemu dengan Andra pun menyapa, "Hallo Om doktel" sapa Lilly.


"Beli es cleam dan coklat om" jawab Lilly.


"Hm... umur Lilly berapa kalau om boleh tahu?" tanya Andra.


" Three yeals old uncle" jawab Lilly dengan bahasa inggrisnya.


"Lebih baik kuambil aja sample rambutnya" batin Andra.


"Lilly sangat pintar ya. Pasti mommy nya Lilly bangga dengan Lilly" ucap Andra sambil mengelus rambut Lilly, dan mencabut sehelai rambut gadis kecil tersebut.


"Dapat... Daddy sangat ingin memelukmu dan mommy mu Lilly. Tunggu daddy ya sayang" batin Andra.


"Ya sudah... Lilly masuk lagi ya, mommy nya Lilly pasti udah menunggu didalam" ucap Andra sambil tersenyum.


Lilly hanya mengangguk patuh dan tersenyum.


"Lilly, macuk dulu ya om doktel. Campai jumpa lagi" kata Lilly sambil melambaikan tangannya, lalu masuk kedalam ruangan Evelyn.


Sedangkan Andra juga ikut melambaikan tangannya, kemudian jalan menuju ruangannya.

__ADS_1


"Lebih baik kuberikan sample rambut ini ke dokter Juwita." gumamnya pelan.


Kemudian dia jalan menuju ruangan dokter yang bernama Juwita untuk melakukan test DNA.


** Ruangan Evelyn **


Evelyn yang menangis didalam pun terkejut ketika melihat Lilly masuk kedalam ruangannya.


Dia pun langsung menghapus air matanya, dia tidak mau putrinya khawatir.


Lilly melihat mommy nya yang menangis, " Mommy, ale you okey? Kenapa mommy menangis?" tanya Lilly ke Evelyn.


Evelyn pun berjalan mendekat ke Lilly, "Mommy gak menangis kok. kamu salah lihat saja. Apa saja yang dibeli?" tanya Evelyn.


"Es cleam dan coklat mom" jawab Lilly.


"Mommy mau?" tawar Lilly ke Evelyn.


"Tuan putri mommy ini tidak boleh banyak makan coklat dan es cream, nanti gigi nya busuk loh" nasehat Evelyn ke Lilly.


Lilly yang mendengarnya pun memasang wajah cemberutnya. Sedangkan Evelyn gemas melihatnya, lalu mencubit pipi Lilly.


"Cara ngambek mulai sangat mirip dengan daddy mu" ucap Evelyn gemas.


"Benalkah?. Apa daddy olang yang baik? Apa daddy olangnya tampan mom?" tanya Lilly bertubi-tubi.


Evelyn hanya menganggukkan kepala nya pelan, "daddy mu sangat mirip denganmu, tapi versi laki-laki" jawab Evelyn lembut.


"Apa daddy dulu cayang cama mommy? Kemana daddy mom?" tanya Lilly.


Evelyn yang mendengar pertanyaan dari putrinya pun terdiam sebentar, kemudian menjawab.


"Daddy dulu sangat menyayangi mommy. Dulu daddy mu pernah bilang ' Mommy ini manusia paling gila' " kata Evelyn sambil terkekeh.


Lilly pun bingung, "Daddy bilang gitu cama mommy. Daddy berarti jahat" ucap Lilly kesal


"Daddy mu gak jahat Lilly. Dia punya alasan bilang gitu sama mommy" ucap Evelyn.


" Alasan apa mom? Kan kata mommy, gak sopan mengatai orang lain" kata Lilly.


"Alasan nya, karna dulu daddy mu itu pangeran paling dingin di sekolah. Dan mommy selalu mengejar dia. Dan daddy mu kesal, lalu mengatai mommy seperti itu deh" jawab Evelyn sambil menahan tawa nya.


Lilly juga ikut ketawa mendengar jawaban mommy nya

__ADS_1


__ADS_2