
Andra yang masih di depan rumah nya sambil memegang dada nya, sedangkan Vincent yang keluar pun melihat Andra melakukan itu.
" Mas, lo napa?. Sakit jantung?" tanya Vincent.
" Bukan urusan lo" jawab Andra ketus.
" Ahh... Atau jangan-jangan lo dan kakak cantik itu pacaran ya. Ciee... ciee" goda Vincent.
Andra yang mendengar perkataan Vincent pun langsung memukul pelan kepala nya, " Cih... pacaran aja isi otak lo ya. Belajar dulu baru pacaran" ucap Andra dingin lalu masuk ke dalam rumah nya.
Dia sudah masuk ke dalam rumah, dia juga melihat mama nya masih memegang paper bag yang diberikan evelyn tadi sambil melamun.
Andra pun mendekat dan duduk di ruang tamu tadi dan memegang pundak mama nya.
" Ma, kenapa melamun?" tanya Andra ke mama nya.
" eehh... Andra. Mama gak apa-apa kok. Mama cuma senang aja, ternyata kamu ada teman secantik itu ya. Siapa tadi nama nya hm?" tanya mama nya sambil menggoda anak laki nya.
"Mama suka sama perempuan gila itu. Nama nya Evelyna ma" jawab Andra.
Plak..
" Gak sopan. Masa bilang dia gila. Ada2 aja deh kamu. Nama nya bagus, seperti nya dia anak yang baik" ucap mama nya.
Andra hanya mengangguk.
Vincent masuk ke dalam rumah dan langsung duduk di samping mama nya juga.
" Ma, buka dong hadiah nya. Mau lihat juga" ucap Vincent penasaran.
" Nampak jadi lo yang penasaran. Itu punya mama, terserah mama dong kapan buka nya" kata Andra ketus.
Melihat kedua anak nya adu pendapat pun langsung menjewer kedua nya, " udah udah jangan berantem, ini mau mama buka" omel mama nya sambil menjewer kedua kuping anak nya.
Mama Andra pun membuka paper bag dan mengeluarkan kotak kado yang lumayan besar.
" pikir mama langsung kado nya, ternyata ada kotak nya juga" ucap mama nya.
Kedua anak nya hanya melihat mama nya yang membuka kotak kado itu.
" Bisa mama buka?. Biar Andra aja yang buka kalau gak bisa" ucap Andra
" isshh... biar mama aja. Kan ini kado dari anak perempuan mama" jawab mama Andra yang berusaha menjauhkan kotak itu dari Andra.
" Anak perempuan mama?. Siapa? " tanya vincent.
Mama nya tidak merespon pertanyaan vincent dan membuka kado nya. Dia pun terkejut melihat isi nya dan mengeluarkan isi nya yang ternyata baju, celana dan tas.
" Wow, ini kan tas yang sedang di incar mama teman ku di sekolah. Mahal pasti ini" kata Vincent kagum.
Mendengar perkataan Vincent, mama nya langsung menoleh ke arah nya.
" Mahal?. Yang bener kamu vin?" tanya mama nya.
__ADS_1
" Iya ma. Bentar ku tanya sama teman ku itu" ucap Vincent lalu mengirimkan chat ke teman nya.
Andra yang melihat isi kado itu pun terdiam. " itu kan yang di belanjakan evelyn tadi, ternyata itu bukan untuk dia" batin Andra.
" Ma, aku udah tahu berapa harga tas nya itu" ucap Vincent antusias.
" Berapa vin?" tanya mama nya penasaran.
" 13 juta ma" jawab Vincent.
Andra dan mama nya mendengarkan harga nya pun terkejut. Andra melototkan mata nya sedangkan mama nya hampir pingsan karena terkejut.
" A-a-apa vin?. Be-ber-berapa tadi harga nya?" tanya mama nya tergagap.
" 13 juta ma" ulang Vincent.
"Ndra, balikan balikan nih tas ke evelyn. Mama gak pantas nerima tas semahal ini" ucap mama nya cepat sambil memberikan tas itu ke Andra.
" Ma, itu hadiah dari evelyn untuk mama. Dia juga capek mencari hadiah itu hanya untuk mama. Sampai dia kelelahan dan tertidur di bus tadi" ucap Andra tenang.
" Mama terima aja, nanti dia kecewa ma. Simpan aja ya ma" lanjut Andra pelan ke mama nya.
" Tapi Andra... " ucap mama nya terpotong.
" Udah ma terima aja hadiah dari calon kakak ipar ku itu" goda Vincent.
Andra yang mendengar itu pun menatap tajam ke arah Vincent.
" Tas nya bagus itu ma. Dan coba pakai baju celana nya juga" kata Vincent.
" Sekarang aja ma. Mau lihat juga" ucap vincent.
" baiklah mama akan coba" ucap mama nya lalu pergi ke kamar mandi.
" Mas, kalian berdua pacaran ya kan?" tanya Vincent menggoda Andra.
"Bukan urusan lo" jawab Andra dingin.
" Mas pernah bilang gak boleh pacaran sebelum lulus sekolah. Tapi kenapa mas pacaran" ucap Vincent.
" Itu karena permintaan dia" jawab singkat Andra.
" Permintaan kak evelyn?. Jadi mas gak suka sama kak evelyn?. Kalau gak suka, biar sama Vincent aja" tanya Vincent.
Andra yang mendengar perkataan Vincent pun menatap dia tajam. " Macam-macam lo, gue banting" ucap Andra dingin.
" wow dingin nya menjawab. Itu tanda nya mas cemburu nih. Ciee... ciee yang cemburu" goda Vincent.
Andra diam aja lalu melihat mama nya keluar dari kamar mandi.
" Wow... anak gadis dari mana nih. Cewek godain abang dong" goda Vincent ke mama nya.
Mama nya yang mendengar pun memukul pelan tangan Vincent.
__ADS_1
" Masih kecil aja udah pandai menggoda" ucap mama nya ketawa pelan.
" Mama cantik banget loh" goda Andra juga.
" Mana lebih cantik, mama atau evelyn?" tanya mama nya sambil menggoda Andra.
"Pasti kak evelyn dong ma. Kan mereka pacaran tuh ma" ucap Vincent yang ikutan menggoda Andra.
" Eehh beneran kalian pacaran ndra?" tanya mama nya.
Andra hanya diam tapi kuping nya memerah.
" udah ah ma, Andra mau masuk ke kamar dulu, mau belajar lagi" ucap andra ke mama nya. Untuk menghindari pertanyaan mama nya.
" Ndra, kamu gak apa-apa pacaran. Mama izinin kok. Nak evelyn juga baik kok anak nya, feeling mama merasa kalau evelyn adalah jodoh mu yang sesungguhnya" ucap mama nya yang tersenyum.
" coba lah membuka hati mu ndra. Jangan terlalu tertutup ndra. Memang penting belajar, tapi kita bisa juga merasakan perasaan yang tak terduga nak" lanjut mama nya.
Andra memang mendengar perkataan mama nya. Tapi dia udah di depan kamar nya lalu masuk ke kamar. Dan langsung berbaring di ranjang nya. Dia melamun sebentar.
" Aku tahu ma. Makanya Andra berusaha membuka hati Andra. Dan perempuan gila itu udah berhasil mencuri hati Andra. Andra gak akan mau melepas nya bagaimana pun cara nya akan Andra pertahanin hubungan ini" gumam andra sambil menatap atap kamar nya lalu tertidur.
Sementara di rumah evelyn.
Evelyn sudah sampai di rumah nya, dia masuk ke dalam rumah nya lalu berjalan. Mata nya melihat papa dan mama nya yang ternyata masih di rumah.
" Tumben mama dan papa bentah di rumah. Biasa nya udah pergi keliling dunia" sindir evelyn.
" Kamu duduk dulu sini" kata papa nya ke evelyn.
Evelyn yang mendengar pun menurut dan duduk di depan mama dan papa nya.
" Kenapa papa suruh elyn duduk?" tanya evelyn.
" Besok kita akan pindah ke seoul. Karena lima hari lagi kamu udah masuk ke sekolah baru mu di sana" ucap papa nya.
" Gak!!. Elyn gak mau pindah!. Elyn mau tinggal di Indonesia aja. Elyn gak mau ke seoul" teriak evelyn sambil berdiri dari duduk nya.
" Sayang tenang lah nak, kamu duduk dulu ya" ucap mama nya tenang.
" Gak ma. Elyn gak akan mau pindah" ucap evelyn.
" Kalau kamu gak mau pergi, jangan salahkan papa membuat keluarga Andra tersiksa" ancam papa nya.
" cukup pa!!. Jangan ancam elyn dengan cara itu" ucap evelyn memohon.
" kalau gak mau terjadi apa pun sama keluarga nya, turutin perintah papa" Ucap papa nya dingin.
Evelyn menunduk berusaha menahan tangis nya.
"Besok kita udah berangkat sore. Bereskan semua barang-barang mu" lanjut papa nya.
" baiklah kalau itu mau papa. Tapi elyn ada syarat" ucap elyn yang sudah melihat papa nya.
__ADS_1
" Apa syarat nya" ucap papa nya dingin.