
Evelyn yang masih mandi di kamar mandi, sedangkan Andra merapikan kamar ini. Saat mau membereskan ranjang ruangan, dia melihat ada darah di seprai ranjang itu.
"Ternyata aku udah melakukan itu sebelum menjadikan Evelyn istriku," gumam nya.
"Gimana nanti kalau aku ditolak sama keluarganya, karena perbedaan status kami berdua. Tapi aku akan berusaha untuk mengambil restu dari keluarganya," gumam nya lagi.
Tidak lama setelah itu, Evelyn keluar kamar itu dengan menggunakan baju handuk, karena bajunya robek dibuat Andra semalam.
Andra yang melihat Evelyn keluar pun berjalan kearahnya.
"Maaf lyn, bajumu rusak karna semalam ya," ucap Andra menatap Evelyn menyesal.
"Tidak apa-apa ndra. Nanti akan kusuruh sekretarisku mengantarkan baju kesini. Kamu mandi juga sana, bau tahu." ucap Evelyn sambil menutup hidungnya.
Andra yang mendengarnya pun langsung memeluk Evelyn.
"Yakin kamu, kalau aku bau hm," goda Andra.
Muka Evelyn memerah, "Menjauh sana. Bau banget tahu," kata Evelyn sambil mendorong pelan badan Andra.
"Boleh tidak kalau kita melakukan seperti yang semalam lagi gak elyn?" ucap nya menggoda sambil mengelus bibir Evelyn.
Evelyn pun terdiam dan masih memandang Andra.
"Gak usah menggoda gitu. Itu sungguh menjijikan, tahu gak ndra," ucap Evelyn dingin.
"Jadi gak boleh lagi ya?" ucap Andra sambil menunduk lemas.
Evelyn yang melihat itu pun merasa kasihan.
"Gak usah masang ekspresi seperti itu. Kamu mandi sana, emang kamu gak kerja hari ini hm pak dokter?" tanya Evelyn lembut.
Andra pun mengangkat kepalanya sambil menggelengkan kepalanya.
"Yakin gak ada? Nanti pasien kamu protes loh," ucap Evelyn.
"Memang hari ini aku gak ada pasien dan jadwal shift loh gadis gila," ucap Andra ketus.
Evelyn yang mendengar nada bicara Andra pun ketawa-ketawa.
"Hahaha... astaga, pak dokter mengamuk. Takut ah," goda Evelyn dengan pura-pura takut.
"Jangan main-main Evelyn," ucap Andra kesal.
"hahaha...Kamu lucu dengan ekspresi begitu andra," ucap Evelyn sambil ketawa pelan.
Andra yang kesal langsung mencium Evelyn. Evelyn terkejut, tapi membalas ciuman Andra.
Mereka berdua saling berciuman terus, lalu Andra mendorong pelan Evelyn. Evelyn pun jatuh ke ranjang lagi dan menindihnya.
"Andra, mau apa lagi kamu?" tanya Evelyn sedikit takut.
"Aku mau merasakannya secara sadar Evelyn. Bolehkan?" tanya Andra memohon.
__ADS_1
Evelyn menatap mata Andra, kemudian dia pun menganggukan kepalanya pelan.
"Benarkah? Jadi boleh nih?" tanya Andra.
"I-iya...Tapi jangan lama-lama. Aku ada rapat siang ini," kata Evelyn dengan muka memerah.
"Baiklah...Gak akan lama dan gak akan sakit kok," ucap Andra senang.
Belum lagi Evelyn menjawab, Andra sudah menyerangnya duluan. Andra mencium Evelyn lagi, tangan Andra pun tidak diam. Dia mencium leher Evelyn juga sambil berusaha membuka baju Handuk mandi yang dipakai Evelyn.
Baju Handuk yang dipakai Evelyn pun terbuka bagian atasnya. Andra melihat dada Evelyn.
"Ternyata lumayan juga hm.. sayang," goda Andra.
"Gak usah menggoda ku Andra, lakukan aja dengan cepat. Nanti rapatku batal pula," ucap Evelyn ketus.
Andra pun hanya ketawa pelan, lalu melanjutkan kegiatan nya tadi.
Dia menjilat leher Evelyn lagi, dan membuka semua bagian baju Handuk itu. Yang mengakibatkan Evelyn terlanjang kembali.
Andra pun menghentikan kegiatan sebentar. Dan berdiri untuk membuka seluruh pakaiannya.
Evelyn yang melihat Andra yang terlanjang pun memerah mukanya, lalu membuang mukanya ke samping.
Andra yang melihat tingkah Evelyn pun tersenyum tipis, "Bukankah kamu udah melihatnya semalam Evelyn. Dan aku juga udah melihatmu juga. Kenapa masih malu sih," ucap Andra lembut dan kembali menindih Evelyn sambil menggerakan kepala Evelyn supaya melihat dirinya.
"Kenapa lihat ke sana sih? Lihat aku dong," ucap Andra lembut.
"Salahkan si Kevin, dia selalu berbicara tentang hal itu setiap berbicara denganku," kata Andra datar.
"Jadi bisa aku memulai nya Evelyn? Aku tidak tahan lagi," lanjut Andra.
Evelyn pun menganggukan kepalanya malu.
Dan Andra pun melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan semalam.
Jam 1 siang.
Sekarang Evelyn sudah berada di kantornya dengan wajah yang kelelahan, dan bagian bawahnya masih sakit sekaligus ngilu.
Bayangkan saja, mereka melakukannya sampai 4 jam lebih. Evelyn tidak menyangka kalau Andra sekuat itu.
Sampai dirinya kelelahan seperti sekarang ini.
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangannya.
Tok... Tok... Tok...
"Masuk," jawab Evelyn.
"Permisi nona. Saya mau menyampaikan kalau sejam lagi anda ada rapat dengan semua pemegang saham," jelas sekretarisnya.
"Rapat dengan pemegang saham? Bukankah itu besok ya?" tanya Evelyn.
__ADS_1
"Tidak nona. Tadi semua pemegang saham mengubah jadwal mereka semua nona," jawab sekretarisnya.
"Baiklah... Siapkan aja ruangan meetingnya," ucap Evelyn datar.
"Baik nona, saya permisi dulu," pamit sekretarisnya ke Evelyn.
Evelyn hanya menggangguk saja.
Sementara andra yang masih tidur di ruangan VIP semalam itu pun terbangun. Dia melihat sekelilingnya, tapi tidak menemukan Evelyn disampingnya.
"Ternyata dia sudah pergi ya. Tanpa izin ke aku pula," gumamnya kesal sambil bangkit dari ranjang dan langsung masuk ke kamar mandi.
Setelah dia selesai mandi, dia memakai pakaiannya dan langsung pergi keluar dari ruangan itu.
Dia melihat sekelilingnya, "Ternyata memang di club semalam. Tapi siapa yang memberikan obat itu ya. Apa jangan-jangan Kevin. Awas aja kalau memang benar dia," gumam Andra.
Dia pun keluar dari club itu dan berjalan kearah mobilnya, lalu masuk dan mengendarai mobilnya menuju Eveland Hospital.
Perjalanannya menuju Eveland Hospital membutuhkan waktu 30 menit, dia pun sampai dan langsung masuk kedalam.
Semua perawat dan para dokter disana menyapanya, sedangkan Andra memasang wajah dingin dan datarnya. Dia berjalan menuju ruangan Kevin.
Sesampainya di depan ruangan Kevin, Andra tidak sengaja mendengar percakapan Kevin dengan seseorang.
( Dialog Kevin dan Hanna)
"Lo gak berguna sedikitpun vin. Itu saja lo gak bisa lakuin," bentak Hanna.
"Hanna, gue beneran udah masukkin Andra kedalam ruangan yang sudah lo siapkan. Apalagi sih masalahnya?" tanya Kevin pelan.
"Masalahnya, ruangan itu dikunci dari dalam. Jangan-jangan lo sengaja nguci ya agar Andra gak bisa bersama semalam kan!" bentak Hanna keras.
"Lo udah gila ya. Sadar Han, Andra tidak pernah suka sama lo. Dia hanya sayang dan cinta sama Evelyn. Evelyn itu cinta pertama nya. Biar lo tahu itu!" Kevin pun jadi ikutan membentak.
"Kalau lo seperti ini terus, lebih baik gue mundur untuk menyukaimu. Aku seperti dimanfaatkan sama lo," lanjut Kevin marah.
Hanna yang merasa dimarahin sama Kevin pun membatin, " Gawat, kalau sampai Kevin berubah pikiran bisa-bisa Andra tidak bisa jadi milikku. Aku harus merubah rencana," batin Hanna.
"Maafin aku vin, aku salah. Aku juga akan berusaha untuk menyukaimu," ucap Hanna sambil mengelus tangan Kevin.
Kevin yang diperlakukan seperti itu pun luluh.
"Baiklah... aku maafkan. Aku hanya tidak mau kamu jadi jahat Han," ucap Kevin lembut.
Kembali ke Andra.
Andra yang mendengar itu pun terdiam dan mengepalkan tangannya. Dia tidak menyangka kalau sahabatnya melakukan itu demi perempuan menyebalkan itu.
"Awas aja... " gumam Andra, lalu pergi ke ruangannya.
Apa yang akan dilakukan Andra ke Kevin dan hanna?
ikutin terus ceritanya ya kk2
__ADS_1