My Dream Boyfriend

My Dream Boyfriend
BAB XII. ** KEHEBOHAN EVELYN DAN TRISTAN II**


__ADS_3

Setelah mendengar perkataan evelyn itu, andra memilih diam karna dia udah malas menjawab pertanyaan evelyn yang seperti orang kesurupan.


Semakin dia di ladenin dan ditanggapin dia akan makin menjadi semakin gak waras.


" Andrrraa, mama tadi titip pesan kalau mama mau ngundang lo untuk makan malam bersama" kata evelyn.


" gue tahu semua itu hanya akal-akalan lo aja. kalau pun mama lo yang bilang gue gak bisa datang dan sampaikan maaf ke mama lo" jelas andra.


" lah masa gitu sih ndra, mama katanya pengen banget bertemu dengan lo katanya" ucap evelyn ngambek.


Gak terasa sekarang mereka sudah sampai di depan kelas andra, andra menggeleng ke evelyn, " gue gak bisa dibilang"


** Bruukkk...**


selesai bicara andra menutup pintu kelas nya dan meninggalkan evelyn yang masih bengong di depan kelas nya sambil ngedip-ngedipin mata nya.


" evelyn, gimana dengan kaki lo? " tanya kevin yang baru aja balik dari kantin sambil membawa makanan.


Yang ditanya malah senyum, " udah sembuh kok gak sakit lagi" jawab evelyn.


Lihat kan perbedaan cara bicara evelyn, saat di tanya andra dia pura-pura kesakitan, tapi saat kevin yang nanya dia jawab udah sembuh.


" ooohh... syukur deh. lo pasti mau ke kelas kan?. ayo gue antarin sekarang" ajak kevin sambil merangkul bahu evelyn.


" eehh gak usah vin, udah gak sakit lagi kok" ucap evelyn menolak.


Kevin malah ketawa, " sebenarnya gue juga mau sekalian bertemu sama kaira sih. jadi biar sekalian bereng lo lyn"


" OOO JADI GITU VIN, KALAU GITU KITA PUTUS SEKARANG JUGA!! " ucap evelyn asal ngomong.


** Plaakk... **


Kevin memukul kening evelyn pelan, " ternyata yang dikatakan andra gak salah ya lyn. ternyata lo memang gila"


**Jam pulang sekolah**


Sekarang evelyn sudah duduk di kursi halte bus seperti biasa nya sambil menunggu andra sambil ayun-ayunin kaki nya pelan.


Gak butuh waktu lama, andra sudah datang sambil melihat evelyn terkejut, " mendingan lo pulang sama mama lo aja sana, kaki lo udah seperti itu juga nanti naik bus tersenggol orang malah makin parah, mampus pula lo nanti" ceramah andra ke evelyn.

__ADS_1


Seperti tadi pagi saat andra tanya tentang kaki evelyn dan evelyn yang mendengar nya langsung senang bukan kepala.


Evelyn yang mendengar itu pun tepuk-tepuk tangan nya, " INI MAH LO UDAH FIX SUKA SAMA GUE KAN!! karna lo butuh waktu buat nafas untuk mengucapkan itu. Lo udah gak bisa menggelak lagi. Fix banget lo gak bisa bohong lagi!!. LO SUKA KAN SAMA GUE!! "teriak evelyn heboh.


" nampak nya gue salah ngomong deh. sial amat dah" ucap andra membantin.


"KAK ELYN!! " teriakan seseorang.


Evelyn yang mendengar dan mengenal suara itu pun langsung menoleh ke sumber suara," eehh tristan ngapain pula lo di sini? " tanya evelyn kaget.


Andra juga mencoba melihat siapa orang yang dipanggil tristan oleh evelyn.


" siapa lagi sih dia" tanya Andra membatin.


Tristan langsung jalan menghampiri evelyn dan Andra yang masih diam di halte bus itu.Andra yang penasaran dia siapa nya evelyn dan evelyn juga bingung napa bocah nyebelin satu ini bisa ada di sekitar sekolah nya.


" Lo punya adek? " tanya Andra


" enggak punya" jawab evelyn ke Andra sambil gelengin kepala nya.


Butuh beberapa saat untuk tristan sampai ke mereka berdua.


Sekolah tristan sama sekolah evelyn gak terlalu jauh jarak nya, jadi wajar aja tristan bisa jalan kaki ke sekolah evelyn.


Evelyn yang mendengar pun, " nah kan lo bikin masalah aja sih, gak bisa diam apa lo. bisa gak kalau ada waktu istirahat itu dipakai untuk yang berguna bukan nya main bola" ceramah evelyn panjang.


" iya kak, gue kan gak bermaksud buat hancurin kaca itu kak. orang gue, --" kata tristan.


" Apa!! mau bikin alasan kaca nya jatuh sendiri gitu? atau bola itu melayang sendiri karna di bawa angin?. atau bola itu pecahin kaca itu sendiri?" tanya evelyn kesel.


Tristan yang kena marah pun hanya bisa menundukan kepala nya, tapi masih ketawa-ketawa pelan.


" terus gue harus apa?. udah ah telpon aja mama lo san, --" ucap evelyn.


" waduh kak, gue ke sini tuh buat dapat pertolongan lo. bisa habis gue di ceramahi sama mama dan papa kalau ketahuan gue bikin masalah seperti ini kak" mohon Tristan.


andra yang tadi hanya mendengar dan mendengar perdebatan antara dua orang itu.


" tidak bisa" ucap andra tiba-tiba memotong perdebatan mereka.

__ADS_1


Tristan dan eevelyn pun menoleh ke arah andra, "tidak bisa apaan dah? " tanya evelyn.


" ya kedua orang tua nya harus tetap dipanggil" jelas andra.


tristan yang mendengarnya pun menunduk lagi.


" lo tenang aja, paling kedua orang tua lo cuma di suruh ganti rugi doang dan ngobrol- ngobrol doang. itu aja" kata andra lagi.


" tapi gue gak bisa jamin kalau lo gak kena marah sama orang tua lo sih" tambah andra lagi.


" makanya gue ke sini mau minta ganti rugi sama lo kak lyn, biar kak lyn aja yang bertemu sama guru, --"


" apa kata lo?. gue gak mau. lagian waktu pembagian rapot semesteran pasti akan diberi tahu juga semua kelakuan lo selama ini" ucap evelyn dengan nada mengejek nya.


" ya, lo memang harus kasih tahu mereka, itu adalah cara satu-satu nya. palingan lo bakalan di marahin cuma beberapa jam doang" ucap andra.


" ya udah deh, ngomong-ngomong kak lyn ayo kita pulang. ngapain lo masih di sini? " tanya Tristan ke evelyn.


Evelyn hanya cengar-cengir, " gue mah biasa nya pulang naik bus" jawab evelyn.


Tristan terkejut dengan penjelasan evelyn, " whatt?!! ngapain? ayo pulang sama gue aja kak, bentar lagi jemputan gue juga datang" kata Tristan.


" apaan sih lo, dasar bocah ingusan. udah besar masih di jemput pula. gak ada mandiri - mandiri nya ya lo" kata evelyn sambil mengejek adek sepupu nya lagi.


" APA KATA LO TADI KAK?. GAK MANDIRI!! " ucap Tristan ulang.


" iya, --" ucapan evelyn pun dipotong sama andra.


" cih dasar orang gak tahu diri, padahal lo naik bus juga karna ada maksud terselubung juga" sindir andra.


Tristan yang daritadi di sana juga baru sadar gak kenal sama cowok yang ada di samping evelyn dengan muka curiga.


" lo berdua pacaran? " tanya Tristan penasaran.


Evelyn yang mendengar pertanyaan Tristan pun kesenangan. Dan Tristan mendegus melihat ekspresi kakak sepupu nya itu.


** apa jawaban andra?. evelyn bakalan dapat saingan nih. gimana kelanjutan cerita nya.


Jangan lupa like ya teman-teman

__ADS_1


__ADS_2