
Evelyn pun berjalan keluar dari ruangan Andra, diikuti Andra sendiri sampai keluar rumah sakit.
Setelah mereka berdua keluar dari rumah sakit menuju parkiran mobil di basement.
"Udah pak dokter, aku udah sampai dengan aman dan akan masuk kedalam mobil," kata Evelyn ke Andra.
"Iya iya...hati-hati," ucap Andra.
"Jangan bergadang malam ini, kamu lagi sakit." nasehat Andra.
"Astaga, pak dokter ini ternyata lebih cerewet ya," ejek Evelyn.
Andra pun memukul kepala Evelyn pelan, "Bukan cerewet, tapi kamu lagi sakit. Wajar lah kalau disuruh tidak lembur," ucap Andra dingin.
Evelyn memegang pipi Andra, "Kamu juga jangan lembur. Kalau udah waktunya pulang shift, langsung pulang. Jangan pergi kemana-mana lagi," ucap Evelyn sambil mencubit pelan pipi Andra.
Andra memegang tangan Evelyn, "Aku bukan anak kecil yang bisa dicubit. Lepas," katanya datar.
Evelyn pun melepaskan tangannya. Dan memeluk Andra, "semangat terus My husband," bisik Evelyn.
"Kamu juga," balas Andra.
Evelyn akhirnya masuk kedalam mobilnya.
"Permisi tuan Andra," ucap supir Evelyn.
"Hn...Jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya," ucap Andra datar.
Supir itu pun mengangguk sopan, lalu masuk kedalam mobil nona nya.
Setelah kepergian Evelyn, Andra pun berjalan masuk ke dalam rumah sakit. Tiba-tiba resepsionis di situ bertanya ke Andra.
"Selamat sore Dr. Andra, perempuan tadi itu beneran calon istri dokter ya?" tanya resepsionis tersebut.
Andra hanya menjawab dengan anggukan saja.
"Kapan dokter rencananya mau menikah?" tanya resepsionis tadi.
"Belum tahu," jawab singkat Andra.
"Waahhh... Kalau mau nikah, undang-undang ya dok. Biar ada makanan gratisnya," canda resepsionis tersebut.
Andra hanya mengangguk dan berjalan pergi ke arah ruangannya.
Sedangkan resepsionis tadi hanya memasang wajah kesalnya, "Selalu aja dingin. Gimana caranya perempuan itu bisa membuat dokter dingin bisa peduli seperti tadi ya," gumam resepsionis.
Andra yang sudah masuk kedalam ruangannya sedang berpikir, gimana caranya dia bisa melamar Evelyn dengan resmi.
"Apa besok aja aku datang ke rumahnya bersama dengan mama ya. Takutnya ditolak pula," gumam nya.
"Dasar laki-laki khawatiran. Tinggal datang, lalu lamar. Itu aja susah," lanjutnya sambil memukul kening nya pelan.
Andra pun mengirim pesan ke mama nya.
Andra.
Ma, apa besok mama bisa
nemanin andra pergi?.
^^^Mama Andra.^^^
^^^Bisa. Kemana emangnya ndra?^^^
__ADS_1
Andra.
Ke rumah Evelyn ma
^^^Mama Andra.^^^
^^^Waahhh... ngapain? Mau melamar ya.^^^
Melihat balasan mama nya, Andra langsung melototkan matanya.
"Mama tahu aja kalau mau melamar. Apa mama udah jadi cenayang," gumam Andra.
Andra.
Iya ma.
^^^Mama Andra.^^^
^^^Apa Evelyn nya udah tahu rencanamu nak?^^^
Andra.
Belum ma.
Mau kasih kejutan sama dia ma
^^^Mama Andra.^^^
^^^Eehh... Anak dingin mama ini udah dewasa ya.^^^
^^^Besok mama temanin deh.^^^
Andra.
Besok Andra yang jemput mama
Udah dulu ya ma.
^^^Mama Andra.^^^
^^^Oke. Mama tunggu besok.^^^
Andra pun langsung mematikan chat nya.
Tiba-tiba yang membuka pintu ruangan nya.
"ANDRAaaaa...," teriak orang itu.
Andra pun langsung menoleh ke arah pintu ruangannya. Dan tersenyum.
"Kak Sandra ternyata, Ada apa kak?" tanya Andra sopan.
"Gak ada apa-apa kok. Ndra, bisa kakak minta tolong?" tanya Sandra ke Andra.
"Minta tolong apa kak?" tanya Andra balik.
"Gini ndra, apa kamu mau Mengaku kalau kamu pacar kakak di depan orang tua kakak," jelas Sandra.
Andra tersedikit terkejut, tapi memasang wajah datarnya.
"Kenapa saya harus mengaku-ngaku sebagai pacar kakak di depan orang tua kakak?" tanya Andra dengan muka dinginnya.
"Jangan salah paham dulu ndra. Kakak hamil, tapi pacar kakak tersebut pergi tanpa tanggung jawab. Kakak mau cari dia, tapi gak ketemu juga. Jadi kakak mau minta tolong sama kamu." ucap nya dengan muka sedih.
__ADS_1
"Kak, saya tidak mau mengaku jadi pacar kakak atau pun orang yang udah menghamili kakak. Kakak kan tahu, saya gak mau Evelyn salah paham dan menjauhi saya," tolak Andra.
"Kakak mohon ndra. Kakak udah putus asa, anak ini udah berusia hampir 5 bulan. Kalau papa kakak tahu, kakak hamil di luar nikah, bisa-bisa kakak diusir dari rumah... Hiks... hiks...," ucap Sandra yang sudah meneteskan air mata nya.
"Maaf kak, Andra tidak bisa. Maaf," jawab Andra.
Sandra yang mendengar itu pun menundukkan kepala nya dengan air mata yang sudah menetes deras.
Andra yang melihat nya pun terdiam, dia ingat dulu dia pernah suka sama Sandra. Tapi sekarang, hatinya sudah milik Evelyn.
"Apa kubantu saja. Aku kasihan sih," batin Andra.
"Tapi Evelyn gimana? Aku gak mau hubungan kami hancur karna ini." ucap Andra.
"Baiklah kak. Akan saya bantu, jadi jangan sedih lagi," jawab Andra.
"Maafin aku Elyn. Semoga kamu bisa mengerti apa pilihanku," batin Andra.
"Benarkah ndra?" tanya Sandra pelan.
Andra pun hanya menganggukan kepala nya.
"Ya udah ayo kamu ikut kakak," ucap Sandra sambil menarik Andra keluar dari ruangannya.
"Mau kemana sih kak? Ngapain kita ke dokter kandungan?" tanya Andra bingung.
"Orang tua kakak ada didalam. Lagi bicara sama dokter," ucap Sandra sambil membuka pintu ruangan itu.
Dan tampaklah kedua orang tua Sandra. Ayah Sandra langsung menghampiri Andra Dan Sandra.
"Jadi laki-laki bajingan ini yang sudah menghamili mu hah Sandra!" ucap nya marah.
"Pa, jangan marahin Andra. Kami melakukannya karna sama-sama suka. Jadi Andra tidak salah sepenuhnya," ucap Sandra sambil tetap memegang tangan Andra.
"Kalian harus menikah sekarang juga," ucap ayahnya Sandra tegas.
"Tapi om. Saya tidak bisa menikahin anak om, karna--" ucap Andra terpotong saat dia menatap wajah Sandra yang sedih.
"Maafin aku Elyn. Maaf, aku mencintaimu. Tapi rasa kasihan ku ini tidak bisa kuhentikan. Maafin aku," batin Andra sedih.
Lalu Andra pun menatap ayahnya Sandra, "Baiklah om. Saya akan bertanggung jawab," ucap Andra.
"Bagus. Besok kalian akan menikah," kata ayah Sandra, kemudian orang tua Sandra pun pergi.
"Makasih ndra. Aku berutang budi samamu. Dan maafin aku karna semua ini, hubunganmu bakalan di ambang kehancuran," ucap Sandra sedih.
"Gak apa-apa kak. Pasti Elyn bakalan mengerti," ucap Andra pelan tapi di hatinya sakit membayangkan tangisan sedih Evelyn.
Besok nya.
Di rumah Sandra sudah ada pendeta yang datang, karna ayahnya Sandra tidak mau malu. Dia gak mau semua orang tahu, kalau anak nya hamil di luar nikah.
Setelah pernikahan tersebut selesai, mereka berdua masuk kedalam kamar Sandra.
"Ndra, aku janji. Sampai anak ini lahir dan ayah dari anak ini kutemukan. Kita bercerai. Aku janji ndra," ucap Sandra sambil melihat Andra yang melamun sedari tadi.
"Ternyata aku sudah membuat dia sedih. Karna aku juga hubungan mereka akan retak. Maafin aku ndra. Kamu orang yang baik, aku janji akan bantu kamu untuk membuat hubunganmu kembali utuh kembali," batin Sandra.
"Aku laki-laki bajingan. Sakit banget rasanya, Ya Tuhan. Aku udah melanggar janji ku sama Evelyn. Aku salah. Maafin aku Elyn. Maafin aku," batin Andra dengan air mata yang tidak dia sadari sudah menetes.
Sandra yang melihat Andra menangis pun, merasa menyesal. "Ndra, maafin aku." ucap Sandra sedih sambil menepuk bahu Andra.
Andra pun tersadar, dan langsung menghapus air mata nya
__ADS_1
"Gak apa-apa kok kak. Sampai anak kakak lahir, saya akan tetap di samping kakak," ucap Andra tersenyum paksa.