
Berbeda dengan kaira, Ariani malah pijit pundak evelyn, " udah lah lyn, gak usah serius-serius kali lah. nanti takut nya kamu akan kecewa dengan hasil nya. Kalau udah kecewa takut nya lo bunuh diri pula, kan gak lucu kan dengar siswi bunuh diri karna cinta nya ditolak " ucap ariani yang tidak tahu mengejek atau bercanda sekarang.
Evelyn yang mendengar itu pun menatap ariani kesel, " Lihat aja lo ARIANI PRATAMA, bakal gue kalahkan lo!!! " ucap evelyn tapi ketawa seperti nenek sihir.
Sebenarnya ariani tidak masalah kalau di kalahin sama evelyn, tapi setelah itu ariani berpikir kalau sahabat nya itu tidak dapat juara pertama di ujian itu, dia bakalan sedih banget dan kecewa. Karna usaha yang di lakukan evelyn untuk memenuhi syarat dari andra itu gak balance. Dan karna itu lah ariani memperingati evelyn supaya tidak terlalu serius.
Tapi memang pada dasar nya evelyn keras kepala, tipe seperti evelyn ini gak akan berhenti sebelum mendapatkan yang dia inginkan.
Kaira yang melihat semua itu menyenggol lengan ariani sedikit kuat, lalu membisikkan sesuatu ke ariani.
" Riani, kali ini lo bakalan menang taruhan deh" bisik kaira.
Ariani hanya tersenyum dan mengacungin jempol nya ke kaira.
Mereka bertiga sedang duduk sambil melihat evelyn yang sedang belajar tanpa henti.
Tiba-tiba evelyn berdiri, " gue mau ke perpustakaan bentar ya" ucap nya lalu jalan keluar kelas nya menuju perpustakaan.
Saat jalan ke perpustakaan, evelyn melewati kelas andra.
" apa andra ada di dalam gak ya?. gue kangen gak lihat dia beberapa jam ini" ucap evelyn dalam hati.
Dia mengintip dari jendela, tapi dia tidak melihat keberadaan andra disana. "kemana sih si andra? " gumam evelyn pelan.
" Lo ngapain di kelas gue? " ucap andra ketus dari belakang badan evelyn.
" eehh singa beranak kucing setengah tikus" kaget evelyn terkejut sambil mundur ke belakang.
Kevin yang berada di samping andra pun ketawa keras karna mendengar umpatan evelyn.
"hahaha elyn hahaha emang ada singa beranak setengah kucing dan tikus ya hahaha" kata kevin sambil ketawa memegang perut nya.
Andra yang mendengar ketawa kevin pun langsung menatap nya sinis, " gak usah ketawa sekeras itu, simpan untuk hari esok" ucap andra dingin.
Sedangkan evelyn yang di ketawa in pun hanya cengar-cengir.
" nih satu lagi manusia gila, malah cengar-cengir pula lo di ejek in" ucap andra lagi.
" gpp kok ndra, asal orang senang gue pun ikut senang" senyum evelyn.
__ADS_1
" nah yang di ketawa in aja gak kesel, kok lo yang kesel ndra" kata kevin sambil melihat andra.
" sialan nih cewek!! " ucap andra dalam hatinya.
" lo masuk aja duluan sana vin. gak jadi lo salin tugas gue. sana cepat salin keburu bel istirahat habis" kata Andra ke kevin datar.
Mendengar itu pun kevin senang karna tadi nya Andra tidak memberikan tugas nya untuk di salin jadi berubah pikiran juga. Tanpa pikir panjang dia langsung masuk ke kelas nya.
" dan lo ngapain lo ke sini" ucap Andra datar ke evelyn
Evelyn menatap andra, " ndra " ucap nya sambil berusaha memegang tangan Andra.
" gak usah pegang-pegang. risih gue " ucap Andra ketus sambil tarik tangan nya lagi.
" iihh nyebelin. gue kangen tahu sama lo. Gue akan buat lo kangen juga sama gue" batin evelyn.
Tanpa pikir panjang, evelyn menarik tangan Andra lalu mencium bibir nya lalu berbisik.
" Miss you Andra " lalu lari meninggalkan Andra untuk pergi ke perpustakaan sambil senyum-senyum.
Andra yang habis di cium tiba-tiba sama evelyn pun masih diam di tempat sambil pegang bibir nya lalu tersenyum tipis.
" apa bener gue ada rasa sama tuh cewek gila. tapi gak mungkin ah. " lanjut nya.
Lima menit Andra berdiam diri di depan pintu tanpa dia sadari guru lewat. Guru itu menepuk pundak Andra pelan. " ndra, kamu gpp?. kenapa melamun nak? " tanya guru itu ke andra.
Andra merasa ada menepuk pundak nya langsung menoleh terkejut, " ah saya tidak apa-apa kok bu. saya pamit masuk kelas dulu bu. permisi" ucap Andra sopan lalu masuk ke kelas nya.
Melihat Andra sudah masuk ke kelas, kevin udah senyum-senyum jahil.
" ciee ciee Andra di cium sama evelyn" ucap kevin tersenyum menggoda.
" di cium?. gila ya lo. mana ada dia cium gue. udah siap lo salin tuh tugas " ucap Andra ketus dan menatap kevin tajam.
" udah lah gak usah ngelak lagi lo. tadi gue lihat kok. gimana rasa nya ndra?. enak kan. hahahaa" goda kevin lagi sambil ketawa.
" terserah lo lah " ucap andra sambil mengambil buku nya lalu membaca nya dan diam.
" Sebenarnya gue suka sih di cium sama tuh cewek gila.." batin andra.
__ADS_1
Sementara itu di dalam kelas evelyn sudah masuk.
" lo darimana aja tadi lyn?" bisik ariani pelan.
" ya ke perpus lah. terus kemana lagi coba" jawab evelyn pelan.
** Jam pulang sekolah **
Saat ini sudah saat nya pulang ke rumah.Andra sekarang sudah ada di halte bus tapi kali ini dia hanya sendiri saja di sana. Karna sudah beberapa hari ini evelyn selalu aja telat ke halte bus itu.
Dan karna itu lah Andra selalu mencari-cari keberadaan evelyn dengan melihat ke kiri dan ke kanan.
Setelah beberapa lama kemudian, evelyn sampai ke halte bus itu, " lah Andra, udah lama lo di sini ya? " ucap evelyn yang sudah duduk di samping Andra sambil tersenyum manis ke arah Andra.
" hn... " jawab Andra.
" pasti lo kangen kan sama gue?. maaf ya ndra, gue telat terus ke halte ini, karna gue sedang sibuk belajar supaya nanti gue bisa bersama dengan lo sepuas nya" ucap evelyn senyum.
Sedangkan Andra yang mendengar nya pun hanya diam aja.
"ternyata bener nih anak sedang belajar keras. segitu nya kali dia pengen sama gue " ucap Andra dalam hati sambil melirik evelyn diam-diam.
Evelyn yang merasa di lirik pun menoleh ke arah Andra, " napa ndra, gue cantik ya? " tanya evelyn pede.
" gak usah kepedean kali lah lo " ucap andra ketus.
tiba-tiba ada penjual roti lewat di depan mereka.
" ndra, gue lapar. lo gak lapar?. kalau lapar biar gue beliin roti nya "tanya evelyn ke Andra.
" gak " jawab Andra singkat.
" ya udah deh gue beli dulu ya. gue titip bentar tas dan buku gue ya ndra" ucap evelyn ke andra sambil nitip tas dan buku nya lalu pergi memberi roti itu.
"selalu aja sesuka nya aja. dasar cewek gila" gumam Andra.
Jangan lupa like ya kakak-kakak.
mohon dukungan nya. 😘
__ADS_1