
Setelah membeli roti itu, dia balik lagi ke andra.
" nih sama lo satu ndra. lo pasti lapar juga kan" ucap evelyn sambil memberikan roti itu ke Andra.
" gue bilang gak mau. ya gak mau. napa maksa sih" jawab Andra ketus.
" pokoknya lo harus makan roti itu. cepat makan!! " paksa evelyn.
Daripada berisik mendingan Andra memakan nya sambil diam. Evelyn yang melihat nya pun tersenyum.
Beberapa menit kemudian bus yang mereka tunggu pun datang lalu mereka naik ke bus itu untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.
Sampai di rumah evelyn langsung mampir menemui anak kucing nya yang dia lihat sedang bermain-main di halaman belakang rumah nya.
" meow, maaf ya. mommy evelyn gak bisa main bersama kalian. ini semua demi masa depan mommy elyn dan daddy Andra" ucap evelyn sambil tersenyum.
** Pletak... **
Mama nya evelyn yang kebetulan lewat pun memukul kepala anak nya pelan, " seperti udah nikah aja kamu lyn, di restui sama papa aja belum" ucap mama evelyn.
" iihhh mama, elyn akan membuat papa merestui elyn dan Andra supaya pacaran. lihat aja nanti ma" ucap evelyn semangat.
" ya udah terserah kamu aja lah lyn. mama dukung aja kemauan kamu" ucap mama evelyn lagi sambil ngelus rambut anak nya lalu pergi.
" mama mau kemana? " tanya nya.
" biasa lah nak, ngantar bekal makan siang papa lalu pergi ke butik" jawab mama nya.
" oo oke deh ma. Hati-hati mama" ucap evelyn lagi.
" hm.. iya. jangan lupa kamu langsung makan ya sayang" ucap mama nya lagi lalu beneran pergi.
Jujur aja kalau evelyn belajar terus dia jadi gak bisa sering bertemu dengan pujaan hati nya.
Mana mau Andra datang ke kelas nya, paling gibran yang bolak-balik datang ke kelas nya itu pun memberikan dia makanan aja.
" no elyn, ayo masuk ke dalam. udah mau hujan deras nih. biar nona mandi lalu makan" ucap pembantu nya dari dalam dapur.
Evelyn yang mendengar itu pun langsung melihat awan lalu masuk ke dalam rumah nya sambil lari pelan.
Sementara di tempat Andra, dia lagi main in HP nya. dia pengen nanya sesuatu ke ariani. tapi nanti tuh cewek salah paham lagi sama dia.
__ADS_1
" kok gue merasa merindukan sesuatu ya. tapi entah apa itu. ahh... aku sebenarnya kenapa sih" gumam Andra sambil mengacak rambut nya.
" cih semua ini karna ciuman tiba-tiba dari manusia aneh itu. bikin salah fokus mulu gue sekarang" ucap Andra kesel.
Tiba-tiba ada chat masuk ke hp nya.. dan tertanda ariani yang menchat nya. Ini suatu kesialan atau keberuntungan nya.
Ariani
*gelap sedang sakit kata evelyn
^^^Andra^^^
^^^Terus napa?^^^
Ariani
Read*
Setelah Andra membaca pesan dari Ariani itu.
" tuh manusia gila ada-ada aja. yang di beritahu kan nya pun gak ada penting nya" gumam Andra kesal.
Andra melihat evelyn yang baru datang dan turun dari mobil nya, saat itu Andra juga baru turun dari bus.
" tumben tuh manusia gila gak langsung lari ke arah gue. eehh tumben juga gue seperti pengen dia hampirin gue deh" protes Andra dalam hati nya.
Sedangkan evelyn gak sadar kalau ada andra dan lagi asik makan roti sambil jalan ke sekolah nya dengan menggunakan earphone di kuping nya.
Beberapa kali juga andra mencoba memanggil evelyn yang sedang berjalan di depan nya.Dan tanpa sadar juga andra jadi mengikuti nya dari belakang.
" eevelynn " panggil andra pelan.
" hm... lyn " panggil andra lagi tapi masih tidak bisa dengar.
" EVELYN!!!. EVELYNA ALEXANDRA" teriak seseorang dari atas rooftop sekolah itu.
Evelyn yang mendengar nama nya dipanggil segera mencari seseorang yang memanggil nya.
" GUEE DI ATAS EVELYNA!! " teriak gibran makin keras. Mendengar itu evelyn langsung mendongakkan kepala nya ke atas lebih tepat nya rooftop. Dan dia melihat gibran. Lalu membalikkan badan nya dan terkejut karna andra ada di belakang nya
" astaga, lo andra. Sejak kapan lo ada di belakang gue ndra? " tanya evelyn terkejut sambil melepaskan earphone nya.
__ADS_1
Bukan nya menjawab pertanyaan evelyn, andra
mengalihkan pandangan nya dari evelyn, " kebetulan aja gue ada di belakang lo" ucap andra.
" gak mungkin kebetulan. lo pasti sengaja ngikutin gue kan?. ngaku aja lo. gue gak bakalan marah kok sama lo my prince andra" ucap evelyn sambil tersenyum malu.
setelah bertanya sama andra yang sudah ada di samping nya. lalu evelyn melihat ke arah gibran lagi. " NGAPAIN LO MANGGIL-MANGGIL GUE HAH!!!. LO FANS YA SAMA GUE!!! "teriak evelyn keras yang menjawab teriakan gibran tadi.
Andra yang berada di samping evelyn hanya bisa menutup telinga nya karna teriakan melengking evelyn lalu mata nya melihat ke arah gibran yang sudah senyum-senyum.
" ngapain pula lagi cowok gila itu ganggu-ganggu in evelyn. Bikin panas aja" protes andra dalam hati nya.
" IYA GUE FANS SAMA LO!!. TAPI NANTI GAK AKAN JADI FANS LAGI, GUE BAKALAN JADI PACAR GUE NANTI!!! " teriak gibran keras sampai semua orang yang lagi jalan pun mencari-cari siapa yang di teriakin sama gibran.
Evelyn yang mendengar itu pun," dasar gak waras, idiot lagi" ucap evelyn pelan.
andra yang mendengar perkataan evelyn itu pun hanya tersenyum.
" itu baru milikku " batin andra bangga.
" eehh tunggu. tadi gue bilang 'milikku'. kenapa gue berkata gitu dan kenapa gue bangga dengar perkataan evelyn" lanjut andra dalam hati dengan telinga yang memerah.
Karna sudah malas meladenin gibran, " LO GAK USAH PERCAYA DIRI LAH. IDIOTT!! " teriak evelyn lagi.
Setelah mengatakan itu evelyn menarik tangan andra untuk melanjutkan jalan nya masuk ke sekolah.
"Ndra, gue duluan ya ke kelas ya. hm iya nanti pulang sekolah seperti nya kita gak akan pulang bersama. Soal nya nanti gue ada jadwal les tambahan" jelas evelyn sambil berjalan mundur sambil melambaikan tangan nya ke andra.
Nah sekarang andra jadi bingung, " cih... dasar gadis gila. lo bikin gue jadi gak bisa pulang sendirian tanpa lo" membatin.
" acieee acieee ada yang kesepian nih seperti nya, emang enak. lo udah sia-sia in di selama ini hahaha" ucap ariani sambil ketawa.
andra terkejut entah darimana ariani muncul yang tiba-tiba sudah berada di samping nya. andra menatap ariani datar.
" apa lo yang gantian dengan evelyn. lo jadi gila ya sekarang? " tanya andra datar.
Ariani yang mendengarnya hanya cengar-cengir, " ya gue lagi tukeran sifat sama evelyn. Gue yang jadi orang gila, sedangkan dia jadi putri yang pendiam" ucap ariani.
Anak OSIS kebanyakan pendiam dan mengurung diri karna malas.
Jangan lupa like ya teman-teman
__ADS_1