
Andra pun menarik pelan tangan Evelyn ke arah mobil milik nya.
"Masuklah," ucap Andra sambil membuka pintu mobilnya.
Evelyn pun menganggukan kepala nya, lalu masuk ke dalam mobil.
Andra juga langsung masuk ke kursi pengemudi, kemudian mengendarai mobil itu pelan.
"Mau kemana sih kita ndra?" tanya Evelyn.
Andra menoleh sebentar kearah Evelyn, "Nanti kamu juga akan tahu kok," jawab Andra.
"Baiklah... Ndra, besok bisa temanin aku gak?" tanya Evelyn ke Andra.
"Jam berapa?. Aku besok mau masuk shift pagi." kata Andra.
"Hm... Malam sih. Shift nya sampai jam berapa emang nya?" tanya Evelyn.
"Jam 4 sore. Kalau gak ada pasien mendadak sih," jawab Andra.
"Ya gak apa-apa sih. Aku mau sih malam aja. Mau ya ndra?. Kalau gak mau aku gak maksa sih," jelas Evelyn.
"Mau ngapain sih?. Kalau penting, aku akan temanin kok," ucap Andra.
"Tapi kamu pasti capek sih. Pulang kerja langsung temanin aku." ucap Evelyn.
"Besok ada pesta Ulang tahun perusahaan milik kolega ku," lanjut Evelyn.
"Baiklah. Besok pulang kerja, aku akan jemput. Mau nya di jemput di rumahkan?" tanya Andra.
Evelyn pun hanya menganggukan kepala nya pelan.
Mereka pun sudah sampai di sebuah pasar malam.
Evelyn terdiam, lalu memandang semua wahana di pasar malam itu.
"Ini... Bukannya tempat pertama kali kita berdua berkencan waktu dulu," ucap Evelyn.
Andra hanya mengangguk, lalu pergi ke tempat penjual tiket untuk membeli tiket untuk mereka berdua.
"Ayo masuk," ucap Andra sambil menunjukkan tiket di tangan nya.
Evelyn tersenyum jahil, " Jadi pak dokter ini mau ajak berkencan ya," goda Evelyn.
"Gak usah banyak ngomong. Masuk!" ucap Andra dingin.
"Ahh... Kembali lagi tsundere nya," batin Evelyn.
Andra memegang tangan Evelyn dan menariknya masuk.
Mata Evelyn pun langsung tertuju pada satu wahana. Wahana halilintar. Muka nya pun langsung pucat, karena teringat waktu dia naik wahana tersebut.
Andra yang melihat wajah pucat Evelyn pun terheran.
"Kamu kenapa Elyn?" tanya Andra.
Evelyn hanya menoleh ke Andra, evelyn hanya diam.
"Kamu kenapa elyn?. Apa ada yang sakit?" tanya Andra panik.
__ADS_1
"Aku gak apa-apa kok. Hanya teringat masa itu dulu," jawab Evelyn dengan senyum terpaksa.
Mendengar jawaban Evelyn, timbullah kejahilan Andra.
"Lo takut... Dasar penakut. Padahal gue mau naik itu. Kalau lo gak mau naik, gue akan naik bareng perempuan yang di wahana itu," ucap Andra jahil.
Evelyn langsung mencubit pinggang Andra.
"Berani lo!... Coba aja sana," ucap Evelyn kesal.
"Ya berani lah. Siapa yang takut sama lo. Lo tunggu aja di bawah, gue naik sama perempuan lain," ucap Andra sambil jalan ke wahana itu.
Evelyn langsung memegang tangan Andra. "Berani lo!. Gue akan pergi sama cowok lain juga," ucap Evelyn kesal dan ikut pergi ke arah sebaliknya.
Andra mengerutkan kening nya mendengar perkataan Evelyn.
"Ngacam ya!. Ya udah sana pergi cari yang lain aja," ucap Andra melepaskan tangan nya dari pegangan Evelyn, lalu pergi.
Evelyn terkejut dan melihat Andra pergi. Dia langsung berlari menyusul Andra. Dan langsung memeluk Andra dari belakang, " Iisshh... Cowok nyebelin. Jangan pergi sama perempuan lain, aku gak suka!" ucap Evelyn yang berada di belakang Andra.
Andra pun tersenyum tipis mendengar semua itu. Dia pun melepaskan pelukan Evelyn dari pinggang nya.
"Ya sudah... Kau gak mau naik itu gak apa-apa kok," ucap Andra pelan sambil menyelipkan rambut Evelyn ke kuping nya.
"Aku mau naik yang itu. Boleh?" tanya Evelyn yang menunjuk komedi putar.
"Jangan itu lagi. Seperti anak kecil aja lah," jawab Andra dingin.
"Tapi... Tapi aku pengen naik itu. Mau ya..ya," ucap Evelyn sambil memohon.
"Ahhh baiklah," ucap Andra pasrah.
Sebelum naik, Evelyn menyuruh penjaga wahana tersebut untuk merekam dan memotret mereka berdua. Dan di anggukkin penjaga tersebut.
Mereka berdua pun naik dengan ekspresi yang berbeda. Evelyn dengan senang nya, sedangkan Andra dengan ekspresi pasrah nya.
Komedi putar itu pun berputar, mereka berdua duduk di kuda yang bersebelahan.
Andra yang melihat evelyn tersenyum terus, jadi ikut tersenyum. Sedangkan Evelyn berusaha menggapai tangan Andra, tapi tidak sampai karna Andra memegang tiang kuda tersebut. Evelyn memasang muka cemberut nya.
"Napa cemberut hm.. calon nyonya Dharmendra?" tanya Andra.
Mendengar kata " Nyonya Dharmendra", pipi evelyn pun memerah malu. Dia pun hanya menggelengkan kepalanya.
"Katakan kenapa dengan ekspresi jelek mu itu. Udah jelek, makin jelek." sindir Andra.
"Andra!!" ucap Evelyn kesal.
"Apa sih?. Jangan teriak," jawab Andra tenang.
"Mau itu," kata Evelyn.
Andra pun memasang wajah penasaran nya.
"Mau apa?. Jangan ambigu deh jawaban nya," ucap Andra dingin.
"Mau itu ndra. Boleh ya," ucap Evelyn pelan sambil menunjuk bibir Andra.
Andra terkejut karna melihat arah tunjukkan Evelyn.
__ADS_1
"Ini di tempat umum lah idiot. Gak usah minta yang macam-macam deh," ucap Andra.
Evelyn yang melihat orang yang mau menfoto mereka berdua.
Evelyn pun turun pelan dari kuda nya dan berjalan pelan ke arah kuda Andra. Biarpun komedi putar itu terus berputar.
Evelyn pun hampir terjatuh, " Kyaaa..."teriak Evelyn pelan sambil menutup mata nya, karena dia takut jatuh.
Andra pun menahan badan Evelyn yang hampir jatuh, "Udah gilaa ya lo!!. Kalau jatuh tadi gimana hah!" bentak Andra pelan.
Evelyn terdiam dan langsung mencium Andra dengan tiba-tiba sambil menutup mata nya.
Cup!!...
Andra pun terkejut, " Dasar gadis nakal. Di muka umum melakukan ini. Awas aja nanti," batin Andra jahil.
Orang yang di suruh memfoto pun melakukan tugas nya tersebut dengan muka yang memerah malu.
Sedangkan kedua orang yang masih asik ciuman. Tidak ada yang mau melepaskan.
Mereka pun melepaskan ciuman mereka, setelah komedi putar itu berhenti.
Kedua orang itu pun melepaskan ciuman mereka dengan wajah memerah malu.
Andra tersenyum jahil, sedangkan Evelyn membuang muka nya ke samping.
"Ayo kita main ke wahana selanjutnya," ucap Andra pelan.
Evelyn hanya menganggukan kepala nya.
Evelyn pun meminta kembali HP-nya lagi kepada penjaga komedi putar tadi.
Mereka pun berjalan bersamaan. Evelyn berjalan sambil melihat hasil foto nya tadi.
"Ndra, ini keren gak dibuat foto profil SNS?" tanya evelyn ke Andra sambil menunjukkan foto itu.
Andra hanya mengangguk pasrah aja. Yang penting perempuan cerewet itu bahagia.
Mereka pun sampai di sebuah stan makanan.
Evelyn melihat semua makanan-makanan disana pun meneguk ludah nya.
"Ndra, beli itu yuk. Aku lapar nih." ucap Evelyn dengan menarik tangan Andra ke stan makanan itu.
Andra hanya pasrah aja.
Mereka pun sampai di stan yang menjual makanan Indonesia.
"Aku udah lama gak makan makanan Indonesia, " ucap nya senang.
Mereka pun duduk di kursi yang disediakan, lalu memesan makanan.
"Mau makan apa emang nya?" tanya Andra.
"Semua nya!" jawab Evelyn antusias.
Sedang asik duduk dan makan disana. Tiba-tiba ada yang memanggil nama Andra.
"Andra!!..." panggil orang tersebut.
__ADS_1