My Dream Boyfriend

My Dream Boyfriend
Bab 60


__ADS_3

"Saya dipecat gitu? Kamu tidak berhak memecat saya!" kata Hanna kesal.


"Oo saya punya hak untuk itu. Karna saya pemilik rumah sakit ini," ucap Evelyn dingin.


"Meskipun kamu pemiliknya, saya sudah berdedikasi disini sudah 5 tahun lebih, jadi anda tidak punya hak," kata Hanna sombong.


Evelyn pun menekan tombol di telpon ruangannya, dia pun menelpon security.


"Tolong ke ruangan saya sekarang," ucap nya dingin dan langsung mematikan telponnya.


Tidak lama setelah itu, security tersebut pun datang.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," jawab Evelyn.


Security pun masuk, "Permisi nona, anda memanggil saya?" tanya security tersebut sopan.


"Ya. Tolong usir perempuan ini keluar dari rumah sakit ini. Karena dia sudah tidak berkerja disini, mulai sekarang," perintah Evelyn.


"Baik nona," jawab security itu sopan sambil menarik paksa tangan Hanna.


Hanna menghempaskan tangan security tersebut dan langsung berlari ke Evelyn dan mencekik lehernya.


Andra yang melihat itu pun langsung berjalan kearah Evelyn, dan mendorong Hanna dengan keras.


Hanna pun terjatuh dan kepalanya terbentur ke dinding. Kevin langsung menolong Hanna, "Kamu tidak apa-apa Hanna?" tanya Kevin khawatir.


"Apa-apaan lo Andra. Gak usah kasar gitu lah!" ucap Kevin marah.


"Lo gak lihat tadi hah! Dia yang mulai duluan, kalau dia gak mulai duluan. Gue gak akan ikut campur," kata Andra sambil menahan amarahnya.


"Gue gak mau calon istri gue kenapa-kenapa!" lanjutnya.


Kevin yang melihat Evelyn yang sedang menahan sakit di lehernya, lalu menatap Hanna yang ujung keningnya berdarah.


"Ayo, kuantar pulang," ucap Kevin ke Hanna.


"Gak usah. Lo menjauh aja dari gue mulai sekarang. Ngerti!" teriak Hanna sambil berdiri memegang kepalanya.


"Ingat ini. Kalian berdua gak akan bisa hidup tenang dan bahagia.Tunggu aja suatu saat nanti!" ancam Hanna, lalu dia pun keluar dari ruangan tersebut.


Evelyn yang masih memegang lehernya yang memerah, karena cekikan tadi. Andra langsung melihat Evelyn, "Kamu gak apa-apa? Ayo kuobatin. Sebentar ku ambil dulu kotak obatnya," kata Andra khawatir sambil berjalan keluar ruangan menuju ke ruangan pribadinya.


Evelyn melongo melihat Andra seperti itu, kemudian dia melihat Kevin yang menundukan kepalanya.


"Vin, gak usah sedih karna perempuan seperti itu. Masih banyak yang mau denganmu kok," ucap Evelyn lembut.


Kevin yang mendengar itu pun menatap Evelyn.

__ADS_1


"Maafin gue ya Evelyn, harusnya gue gak nurutin yang dikatakannya. Maaf kalau hubungan kalian berdua hampir hancur." kata Kevin pelan.


"Hahaha tidak apa-apa vin, santai aja. Kita kan teman SMA. Dan lagi bukannya lo sempat dekat sama Kayra dulu ya," kata Evelyn sambil menggoda Kevin.


"Iya sempat. Tapi dia udah pergi keluar kota. Jadi kami putus PDKT an," kata Kevin.


"Aku masih kontakan loh sama mereka bertiga, mau kutelpon Kayra untuk bertemu denganmu," goda Evelyn ke Kevin.


"Tidak usah..," jawab Kevin malu.


"Ta-tapi..." ucapan Evelyn terpotong, karna kedatangan Andra.


Andra pun membuka pintu ruangan Evelyn sambil membawa kotak P3K.


Dia pun mendekat kearah Evelyn, dan langsung mengikat rambut Evelyn lalu mengobati lehernya.


"Aissh... Pelan-pelan ndra," ringis Evelyn kesakitan.


"Gak usah cengeng deh. Tadi berani melawan, menahan sakit seperti ini malah nangis," sindir Andra.


Evelyn hanya cengar-cengir mendengar perkataan andra, "Makin tampan aja kalau sedang marah. Cium dong," canda Evelyn.


Andra masih mengoles salep di leher Evelyn sambil melihat Kevin


"Vin, lebih baik lo balikkan lagi sama Kayra seperti dulu. Lo kan masih cinta sama Kayra," ucap Andra, tapi tidak melihat ke Kevin.


"Mulut lo ember banget sekarang ndra. Lo tahu gak lyn," ucap Kevin.


"Tahu apa?" tanya Evelyn ke Kevin.


Andra langsung melototkan matanya ke Kevin. Sedangkan Kevin menaikturunkan alisnya ke arah Andra.


"Selama lo pergi keluar negeri, Andra mencari pelampiasan. Dia pernah hampir jadian sama adek kelas waktu dulu. Tapi gue larang habis-habisan. Jadinya gak jadi," kata Kevin tanpa rasa bersalah.


Evelyn langsung menatap Andra, "Apa itu bener ndra? Semudah itu lo lupakan gue," ucap Evelyn pura-pura tidak tahu semua itu.


"Kalau gue semudah itu melupakan lo, gue udah ninggalin lo dan tidak mau menunggu lo selama 5 tahun." kata Andra dingin.


Kevin yang mendengar itu menutup mulut nya menahan tawa.


"Kalau gitu gue keluar dulu, masih ada pasien menunggu," kata Kevin sambil keluar dari ruangan Evelyn.


Evelyn masih menatap Andra, "Ndra, lo beneran pernah cari pelampiasan?" tanya Andra.


"Jadi lo lebih percaya sama Kevin daripada sama kekasih sekaligus calon suamimu hah!" ucap Andra kesal.


Evelyn hanya diam dan menundukkan kepalanya.


"Evelyn, aku akan mengajak mama untuk ke rumahmu." kata Andra datar.

__ADS_1


"Ngapain?" tanya Evelyn.


"Untuk melamarmu lah. Emang mau ngapain lagi?" tanya Andra sambil mengelus pipi Evelyn.


"Melamar? Kamu serius?" tanya Evelyn balik.


"Ya. Gue udah janji sama lo. Tapi apa lo mau nikah sama gue, yang notabene hanya seorang dokter sedangkan lo pengusaha sukses dari keluarga terpandang," kata Andra pelan.


"Lo kenapa jadi seperti ini. Ini hidupku, jadi yang jalanin semuanya aku. Mereka gak akan bisa melarang dan membencimu," ucap Evelyn sambil memegang kedua pipi Andra.


"Dan lagi, mommy dan daddy udah kenal samamu kan. Jadi mereka gak akan menolak. Percaya deh," lanjut Evelyn sambil tersenyum.


Andra hanya menatap Evelyn lembut. "Makasih ya lyn, makasih udah sabar mengejar dan menunggu perasaanku dan merubahku yang dingin menjadi seperti ini." jelas Andra sambil tersenyum.


"Hehehe sama-sama," jawab Evelyn.


Andra pun menjauhkan kotak P3K nya dan memeluk Evelyn.


"Apa hasilnya sudah ada?" tanya Andra ke Evelyn.


"Hasil apa ndra?" tanya Evelyn balik.


"Hasil hubungan kita yang waktu itu," goda Andra.


Evelyn yang mengerti pun mukanya memerah, lalu mencubit perut Andra.


"Kamu ada-ada aja, mana bisa secepat itu ndra." ucap Evelyn malu.


"Jadi belum ya. Aku pengen banget cepat dapat. Kalau bisa kembar," ucap Andra.


"Hahaha kamu mau kembar. Kenapa?" tanya Evelyn.


"Karna akan seru langsung dapat 2 sekaligus. Jadi gak repot-repot tambah lagi," jawab Andra datar.


"Gak usah pasang wajah seperti itu, nanti mereka gak mau jadi didalam. Takut duluan sama calon papa mereka," sindir Evelyn.


Andra langsung memeluk Evelyn sambil menciumi kening Evelyn.


"I love you Evelyna," bisik Andra.


"Hihihi... Love you too Kivandra," bisik Evelyn juga.


Mereka yang lagi asik berpelukan, tiba-tiba ada ynag membuka pintu.


"Evelyna Alexandra Lee, apa yang kalian berdua lakukan?" tanya seseorang itu.


Siapa yang masuk kedalam ruangan tersebut dan menganggu mereka berdua?


tunggu dulu kelanjutannya.

__ADS_1


__ADS_2