My Dream Boyfriend

My Dream Boyfriend
Bab 65


__ADS_3

Semenjak menikah dengan Sandra, Andra makin dingin, datar, dan jarak berbicara. Dia lebih banyak melamun di rumah pribadi yang harus nya untuk dia dan Evelyn tempati.


Tapi sekarang Sandra dan Andra lah yang ada disitu.


Andra yang baru sampai di rumahnya pun langsung berjalan ke kamar nya. Disitu sudah ada Sandra yang duduk diatas ranjangnya.


"Kamu sudah pulang ndra?" tanya Sandra dengan muka senangnya.


Andra hanya mengangguk sambil tersenyum, " Iya kak. Kakak kenapa belum tidur? Kasihan loh anak kakak nanti," ucap Andra datar.


"Belum ngantuk. Ndra, gimana hubunganmu dengan evelyn?" tanya Sandra pelan.


Andra langsung menatap Sandra, "Kakak gak usah pikirkan itu. Itu masalahku dengan Evelyn, kakak cukup rawat kandungan kakak aja biar sehat terus," ucap Andra dingin, lalu dia pun melangkah ke kamar mandi.


Sandra mendengar perkataan Andra yang dingin pun menunduk. "Aku salah... Aku udah menambah pikiran Andra saja," gumamnya sedih.


Tidak lama setelah itu, Andra keluar dari kamar mandi dengan sudah berpakaian. Dia langsung membaringkan badannya. Tapi tiba-tiba telponnya berbunyi.


Dia melihat yang menelponnya ternyata Evelyn.


"Dia menelpon. Aku harus bagaimana," batinnya.


Sandra yang melihat ekspresi Andra pun langsung merebut HP Andra.


Lalu dia mengangkatnya, sedangkan Andra melototkan matanya.


Sandra.


Hallo Evelyn.


Ini Sandra, kamu masih ingat aku gak


^^^Evelyn.^^^


^^^Hn... Kenapa jadi lo yang angkat^^^


^^^Mana andra!!^^^


Sandra.


Andra disini kok.


Tapi dia lagi tidur.


Evelyn maafin kakak ya


^^^Evelyn.^^^


^^^Apa maksud lo?^^^


^^^Kasih HP nya ke Andra sekarang!^^^

__ADS_1


Sandra.


Evelyn, kakak pinjam Andra sebentar aja


Kakak janji akan membalikkannya.


^^^...Evelyn....^^^


^^^Apa?!! Lo pikir calon suami gue itu barang hah!^^^


^^^Kasih HP nya sekarang!!^^^


Sandra.


Evelyn, kakak dan Andra sudah menikah.


Maafin kakak ya lyn.


^^^Evelyn.^^^


^^^Apa maksud lo?.^^^


^^^Gak usah bercanda^^^


^^^Kasih HP nya ke Andra sekarang!^^^


Andra pun langsung merebut HP nya dan mematikan nya.


"Apa maksud kakak?! Udah saya bilang, gak usah ikut campur soal hubunganku dan Evelyn.


Sandra yang dibentak seperti itu pun langsung menundukkan kepalanya.


"Bukan gitu maksud kakak ndra. Kakak merasa bersalah aja," ucap Sandra dengan nada sedihnya.


"Kalau merasa bersalah, gak usah ikut campur dan cukup diam saja. Jangan menambah permasalahan lagi kak. Rawat anak di kandungan kakak itu, itu sudah sangat membantuku." bentak Andra lagi dan langsung membaringkan badannya.


Sandra yang dimarahin seperti itu pun menangis. "Aku gak seperti itu, aku memang masih menyukaimu ndra. Tapi aku gak bermaksud membuat hubunganmu hancur. Maafin aku," batin Sandra.


Besok harinya.


Andra yang sudah siap ingin pergi ke rumah sakit, dia pun turun dari kamar nya dan melihat Sandra yang sudah memasak.


"Udah bangun ndra? Ayo sarapan dulu," ucap Sandra sambil tersenyum.


"Gak usah. Saya sarapan di rumah sakit aja," jawab Andra lalu pergi begitu saja ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, dia langsung melangkahkan kakinya ke ruangannya dan masuk kedalam.


Saat sudah masuk, dia melihat Evelyn sudah duduk di kursinya dengan menghadap ke belakang.


"Elyn," kata Andra pelan.

__ADS_1


Evelyn yang mendengar nama nya disebut pun langsung membalikkan badannya.


"Kamu udah datang ndra. Duduk yuk, aku udah bawa sarapan untukmu," ucap Evelyn sambil tersenyum.


Andra pun menurut dan langsung duduk di depan Evelyn.


Evelyn langsung mengeluarkan tempat makannya dan menyusunnya di meja Andra.


"Ayo makan. Kamu pasti belum sarapan kan. Udah kebiasaanmu pasti belum sarapan," ucap Evelyn lagi.


Andra memandang Evelyn, "Kamu udah sarapan? Kita makan bersama aja," balas Andra.


Evelyn pun menganggukan kepalanya pelan. Mereka pun makan. Tapi di sela-sela makan, Evelyn menatap Andra dan bertanya, " Ndra, semalam kenapa kak Sandra yang mengangkat telponmu? Dia bilang kalian sudah menikah ya?" tanya Evelyn pelan.


Andra yang mendengar pertanyaan Evelyn pun langsung tersendak, "Ya ampun. Aku harus jawab apa," batin Andra.


"Ndra, kamu udah janji kan sama aku. Kalau diantara kita gak ada yang boleh berbohong. Jadi jawab aku yang jujur ndra," ucap Evelyn.


"Lyn, maafin aku. Aku memang udah menikah sama kak Sandra. Tapi aku menikah sama nya hanya karna,--" ucapan Andra pun terpotong.


"Ternyata kamu gak menepati janjimu ndra. Kamu malah menikah sama perempuan yang dulu kamu cintai. Tapi gak apa-apa ndra, asal kamu senang aku juga ikutan senang," ucap Evelyn sambil tersenyum sedih.


"Bukan begitu Lyn. Aku melakukan itu karna ada alasan nya, alasannya--," lagi-lagi ucapan Andra dipotong sama Evelyn.


"Ndra, kita putus aja. Aku gak mau dibilang pelakor sama orang-orang. Aku mau kita pisah aja, aku gak apa-apa kok. Kalau gitu aku pergi dulu. Semoga pernikahan kalian berdua langgeng terus," kata Evelyn sambil berdiri dari duduk nya dan berjalan ke arah pintu ruangan Andra.


Andra langsung berdiri dan memeluk Evelyn dari belakang, "Kumohon, jangan pergi Lyn. Hanya kamu yang bisa membuat ku seperti ini. Aku gak bisa hidup tanpamu. Maafin aku, aku melakukannya hanya demi anak yang di kandungan kak Sandra," jelas Andra yang masih memeluk Evelyn.


Evelyn pun melepaskan tangan Andra dari pinggangnya, "Kalau karna alasan tersebut, lebih baik kita tidak berhubungan lagi ndra. Aku gak mau dipandang semua orang jelek. Maafin aku ndra, bersama kak Sandra lah terus. Aku gak apa-apa. Aku pergi dulu ndra," ucap Evelyn dan melangkah pergi dari ruangan itu dengan meneteskan air matanya.


"Ternyata dari awal kita tidak berjodoh ndra. Aku hanya terlalu berharap sama mu. Kita gak di takdirkan bersama," batin Evelyn sambil melangkah keluar rumah sakit dan pergi dengan mobilnya.


Sedangkan Andra di dalam ruangannya pun meremas rambutnya kuat, dan air matanya pun menetes keluar.


"Aku gak mau kita pisah. Aku gak mau seperti ini Lyn. Aku menyesal sudah mengambil keputusan itu," gumam nya sambil menangis.


Selama di rumah sakit, Andra tidak konsentrasi sama sekali. Dia lebih banyak melamun di ruangannya, dan semua suster yang masuk kedalam ruangannya pun ikut bingung.


Sedangkan di tempat lain, Evelyn sudah sampai di mansion miliknya.


Dia sampai di kamar nya dan merosotkan badannya sambil menangis juga.


Sekarang sudah malam, Andra bersiap untuk pulang ke rumahnya.


Dia mengendarai mobilnya dan karna kebanyakkan melamun, dia hampir saja menabrak tiang jalan. Dia pun langsung tersadar.


"Astaga Tuhan," ucap nya terkejut.


"Apa yang sudah terjadi? kenapa aku melamun saat menyetir," gumam nya pelan sambil mengusap kasar wajahnya.


Dia pun melanjutkan perjalanannya.

__ADS_1


Sedangkan di mansion Evelyn.


Evelyn lagi bersiap-siap untuk pergi ke luar negeri karna ada meeting disana. Sekalian dia mau menenangkan pikirannya untuk beberapa bulan ke depan atau beberapa tahun ke depan.


__ADS_2