
pagi harinya
"ANA, BANGUN!!"teriak Ella saat membuka pintu kamar Ana
"apaan sih ma??"tanya Ana dengan suara serak
"bangun Ana nanti kamu telat loh dan pacar kamu Aldi udah ada didepan"ucap Ella
"HAH??beneran ma?? mama gk lagi bohongin Ana kan??"tanya Ana yang langsung terduduk
"ngapain mama bohong udah cepetan"perintah Ella dan keluar dari kamar Ana
20 menit kemudian Ana keluar dari kamar dan menuju meja makan dengan pakaian seragamnya
"pagi semua"sapa Ana ketika sudah berada di meja makan
"iya pagi juga Ana"ucap Ella dan Herdi sedangkan, Aldi hanya diam menatap wajah Ana
"ma,pa Ana berangkat dulu nanti terlambat"ucap Ana sambil menarik tangan Aldi
"gk sarapan dulu??"tanya Herdi
"gk pa nanti di sekolah aja, Ana pergi dulu by"pamit Ana dan menarik Aldi keluar
di perjalanan Aldi dan Ana hanya diam. kalau Aldi yang diam mah udah bisa tapi, kalau si Ana mah luar biasa
di sekolah
Ana turun dari motor Aldi dan ingin segera beranjak pergi ia masih malu atas kejadian semalam.baru beberapa langkah Ana berjalan tanganya sudah di tarik oleh Aldi jd, rencana kabur Ana gagal.
Aldi mengengam tangan Ana dan berjalan menuju kelas Ana, Ana pun hanya bisa pasrah
__ADS_1
dan hanya mampu menudukan kepala saja ia bahkan belum melihat wajah Aldi sama sekali, Ana masih tidak berani.
di perjalanan menuju kelas Ana banyak yang heran dengan pipi Ana yang berwarna keungguan walaupun, Ana sudah menudukan kepala masih banyak siswa dan siswi yang dapat melihat bekas tamparan di pipi Ana.
"ehh itu pipi Ana kenapa??"
"iya yah pipi Ana keungguan gitu"
"hemh kaya bekas tamparan"
"kasian banget dedek gemes gue"
"dedek gemes, kenapa pipinya??"
begitu lah kira kira bisikan orang² ketika Ana dan Aldi lewat
setelah sampai di depan kelas Aldi hanya menatap Ana lalu ia memengang dagu Ana supaya menatap dirinya
"kenapa hem??"tanya Aldi lembut dengan wajah datar
"kalau ada orang yang ngagu kamu blg sama aku oke..... dan jangan pernah keluar sendiri,jangan dekat sama cowok lain selain aku dan papa kamu, tunggu aku di kelas saat istirahat" perintah Aldi dengan wajah datar dan dinginnya
"iya"ucap Ana
Aldi mengecup kening Ana sebentar lalu berjalan kembali kekelasnya sedangkan, Ana, ia berjalan ke arah mejanya di sana sudah ada Vivi.
"kamu kenapa Na??"tanya Rara
"iyaa pipi kamu ungu² gitu muka kamu juga pucat"ucap Vivi khawatir
"Ana gpp kok"ucap Ana lemas
__ADS_1
"kamu gk usah bohong Zi"ucap Vivi yang tau bahwa Ana sedang tidak baik² saja
"emm semalam waktu Ana pulang Ana ketemu Revan habis itu dia paksa Ana buat ikut dia, Ana gk mau jd dia tampar Ana untung ada bang Aldi yang nolongin Ana"jelas Ana
"ckk Revan mukannya aja yang kelihatan baik tp, sifatnya lari dari kata baik"geram Rara
"hemh pengen banget gue tendang punya dia"kesal Vivi
"widihh seram banget Vi"ledek Afkar
"jadi tau gue sama neng Vivi"ucap Kiki
"gk ada otak lu pada"celetuk Piter
sedangkan, Ana hanya diam kepalanya sangat sakit seperti di tusuk tusuk dan juga pandanganya mulai gelap tiba² Ana sudah tidak sadarkan diri.
brukk
semua melihat kearah suara tersebut dan mereka terkejut.
"ANA"teriak mereka berbarengan
"panggil bang Aldi cepat"perintah Vivi
Afkar pun menuju kekelas bang Aldi dengan tergesa gesa
"BANG ALDI"teriak Afkar mengudabg tatapan seisi kelas. Aldi yang di panggil pun bangkit dari duduk menatap Afkar datar dia tau Afkar adalah teman sekelasnya Ana kekasihnya. dia pun berjalan kearah Afkar dan mengakat sebelah alisnya 'kenapa'
"ANA PINGSAN"teriak Afkar mendengar nama kekasihnya Aldi langsung berlari ke kelas Ana
setelah sampai dikelas Ana yang pertama dia lihat adalah kekasihnya Ana yang tergeletak di bawah dan kepalanya di pangku oleh Vivi
__ADS_1
tanpa banyak bicara Aldi langsung mebawa Ana ke UKS,setelah sampai Aldi pun menidurkan Ana dan ia duduk di samping tempat tidur Ana dan mengusap tangan Ana menatapnya seduh
tak berapa lama Ana membuka matanya Aldi yang melihat itu tersenyum kearah Ana dan mengengam tangan Ana erat sambil nengelusnya.