
Sehabis dari ruangannya, Andra pun keluar dan berjalan ke resepsionis.
"Sus," ucap Andra datar.
"Iya dok. Ada yang bisa saya bantu?" tanya suster.
"Nanti kalau Ada pasien, telpon saya aja ya. Saya mau pulang," kata Andra.
"Siap dok," jawab suster.
Andra pun langsung pergi dari sana, dan berjalan keluar rumah sakit.
Dia pun mengambil mobilnya yang diparkirkan di basement, lalu mengendarainya.
Dia mengendarai mobilnya untuk pulang ke rumahnya. 20 menit berlalu, dia sudah sampai di depan rumahnya dan memarkirkan mobilnya di halamannya. Kemudian dia keluar, lalu berjalan masuk kedalam rumahnya tersebut.
Disana dia melihat mamanya sedang menonton Tv, dia pun langsung memeluk mama nya dari belakang.
Mamanya yang terkejut pun langsung mencubit tangan Andra.
"Bikin kaget aja. Darimana aja, kok gak pulang semalam?" tanya mamanya.
"Ada urusan penting ma. Mama udah makan?" tanya Andra.
"Sudah. Kamu makan aja langsung sana, udah mama siapin," jawab mamanya.
Andra pun duduk di samping mamanya.
"Ma, Andra pengen menikah," ucap Andra pelan.
Mama Andra pun terkejut dan langsung teriak mendengar perkataan anaknya.
"APA?!!" teriak mamanya terkejut.
Andra pun menutup telinganya, karena mendengar teriakan mamanya.
"Mama kenapa harus teriak sih?" tanya Andra dingin.
"Itu salah kamu. Kenapa tiba-tiba pengen minang anak gadis orang, Evelyn gimana hah!"ucap mamanya sedikit kesal.
"Itulah masalahnya ma," ucap Andra datar.
"Masalah apa emangnya? Emang Evelyn belum balik ke Indonesia ya?" tanya mamanya.
"Sudah kok ma. Semalam kami berdua sudah bertemu, malah Andra yang jemput di bandara," jawab Andra.
"Terus kenapa kamu tiba-tiba pengen nikah?" tanya mamanya.
"Ceritanya panjang ma. Pokoknya Andra mau mama datang untuk melamar perempuan itu ma," jawab Andra datar.
"Baiklah. Siapa perempuan yang mau kamu lamar?" tanya mamanya lagi.
"Evelyna Alexandra Lee, namanya ma," jawab Andra sedikit jahil.
Mamanya segera mencubit telinga Andra.
"Dasar anak nakal, sejak kapan kamu jadi suka jahil seperti ini," kata mamanya yang masih menjewer telinga Andra.
"Awww... awww... sakit ma. Lepasin ma, Andra minta maaf deh," ucap Andra sambil menahan sakit.
"Gak. Sekarang telpon Evelyn, mama mau bertemu sama calon mantu mama. Cepat!!" perintah mamanya.
Mamanya pun melepaskan jeweran dari telinga Andra.
__ADS_1
"Tapi... Tapi ma, jam segini mungkin dia belum pulang ke rumah. Ini masih sore ma," Jawab Andra.
"Kalau begitu, kamu jemput dia sekarang ke kantornya," kata mamanya.
"Andra capek ma, pengen istirahat. Besok aja ya ma," mohon Andra.
Mama yang melihat muka Andra yang kelelahan pun hanya menggangukan kepalanya.
"Ya udah, kamu makan dulu baru langsung istirahat." kata mamanya.
Andra pun menggangukan kepalanya dan langsung bangkit berdiri, lalu mencium pipi mamanya. Dia pun langsung ke dapur untuk makan, kemudian pergi ke kamar setelah dia makan.
Di kantor Evelyn.
Evelyn yang sedang bekerja pun mengambil telpon kantornya untuk menelpon sekretarisnya.
"Brian... Keruangan saya sekarang," katanya dingin.
"Baiklah nona," jawab Brian.
Tok... Tok... Tok...
"Masuk," jawab Evelyn dari dalam.
"Permisi nona, anda memanggil saya?" tanya Brian.
"Hn...Kita akan ke Eveland Hospital sejam lagi. Tolong siapkan beberapa berkas khusus rumah sakit itu. Saya mau mengecek semua disana," jelas Evelyn.
"Baik nona. Ada lagi yang mau saya lakukan nona?" tanya Brian.
"Ya. Tolong juga kabarin kepala rumah sakit disana, untuk memanggil Dokter Kevin, suster Hanna, dan Dokter Andra ke ruangan saya," ucap Evelyn dingin.
"Iya nona," jawab Brian lagi.
"Baik nona. Saya permisi dulu," ucap Brian sopan.
Setelah sekretarisnya keluar, Evelyn memutar kursinya menghadap ke arah jendela besar dibelakangnya.
"Akan kubuat kalian menyesal Kevin, Hanna. Tunggu aja hadiah kalian dariku," ucap Evelyn dengan ekspresi seramnya.
Satu jam sudah berlalu. Dan tiba-tiba ada yang mengetok pintu ruangan Evelyn.
"Masuk," ucap Evelyn tapi tidak menoleh sedikitpun.
"Permisi nona, saya mau menyampaikan kala-," ucapan Brian langsung dipotong Evelyn.
"Ya saya tahu. Ayo kita berangkat," ucap Evelyn sambil memakai jaket untuk menutupi bahunya dan membawa tasnya.
Evelyn pun berjalan duluan keluar dari ruangannya, dan langsung menuju lift dengan diikuti oleh Brian dari belakang.
Mereka berdua pun sampai di lift dan Brian langsung menekan tombol B1 untuk langsung ke basement.
Setelah mereka sampai di basement, mereka berdua langsung berjalan ke mobil dan masuk kedalam.
20 menit dibutuhkan untuk sampai ke Eveland Hospital, Evelyn pun langsung turun dengan menggunakan kacamatanya dan langsung masuk kedalam rumah sakit.
Dia pun sudah sampai di ruangan khusus CEO, dan langsung duduk di kursinya.
"Panggil kepala pimpinan rumah sakit dan orang-orang yang tadi kusuruh," perintah Evelyn dingin.
"Baik nona. Saya permisi," jawab Brian sopan.
Sedangkan Andra yang rencana mau istirahat di rumahnya, tiba-tiba ditelpon kepala pimpinan rumah sakit untuk datang ke rumah sakit sekarang juga. Dia pun langsunh melesat kesana.
__ADS_1
Brian yang memanggil semua orang yang disuruh nona nya tadi dan mengajak mereka masuk kedalam.
Tok... Tok... Tok...
"Masuk," jawab Evelyn.
Mereka semua pun masuk kedalam ruangan Evelyn itu. Evelyn yang sudah membalikkan badannya ke arah belakang.
"Nona, Saya sudah memanggil mereka berempat," ucap Brian sopan.
"Oke... Kamu silahkan tunggu di luar saja," suruh Evelyn.
"Baik nona. Saya permisi dulu," jawab Brian sopan.
Brian yang sudah keluar dan menutup pintu nya.
Kepala pimpinan rumah sakit itu bernama Azel pun mulai berbicara.
"Nona, tumben nona datang kesini. Bukankah tuan Adijaya yang biasa datang kesini?" tanya Azel sopan.
Evelyn pun membalikkan badannya dan menghadap ke empat orang disana.
Andra dan Kevin pun terkejut melihat Evelyn yang ternyata CEO di rumah sakit mereka berkerja ini.
"Elyn," ucap Andra pelan.
"Kalian bertiga duduk di sofa sana dahulu. Karena kita ada masalah pribadi, benarkan Kevin Hanna," ucap Evelyn dengan senyuman iblisnya.
Kevin pun sudah pucat mukanya, sedangkan Hanna menatap Evelyn tajam.
"Mr.Azel, silahkan duduk," perintah Evelyn yang mengabaikan tatapan Hanna.
"Baik nona," jawab Azel sambil duduk.
"Kalian bertiga tidak tuli bukan? Saya suruh duduk di sofa, malah bego seperti orang idiot," sindir Evelyn.
Andra hanya menggelengkan kepalanya, " Gadisku sudah mulai berubah. Awas aja, bakalan kukasih hukuman nanti," batin Andra kesal sambil berjalan dan duduk di sofa. Diikuti Kevin dan Hanna.
Evelyn pun kembali menatap orang yang didepannya, "Mr.Azel, gimana kabar semua tentang Eveland Hospital ini? Apa ada masalah?" tanya Evelyn.
"Tidak ada nona, semua baik-baik saja dan berjalan normal," jawab Azel.
Evelyn hanya menganggukan kepalanya mengerti.
"Saya ingin, besok kamu menyerahkan semua laporan ke sekretaris saya. Semuanya! Mengerti?" tanya Evelyn dingin.
"Baik nona. Saya akan serahkan berkasnya besok ke tuan Brian." jawab Azel sopan.
"Kamu sudah bisa keluar sekarang. Saya tunggu berkas itu besok. Silahkan keluar," ucap Evelyn dingin.
"Baiklah nona. Saya permisi keluar. Selamat malam nona," ucap Azel sambil berjalan keluar dan menutup pintu.
Evelyn membuka jaketnya dan menyuruh ketiga orang yang disana untum duduk di depan nya.
"Kalian bertiga, silahkan duduk." ucap Evelyn datar.
Mereka bertiga duduk di kursi yang berada di depan Evelyn.
"Ada yang mau saya bicara..." ucap Evelyn dengan muka datarnya.
Apa yang akan dibicarakan Evelyn?.
ditunggu ya kk. jangan lupa tekan tombol like dan love nya😘
__ADS_1